Bagaimana Cara Memilih Klinik Kecantikan yang cocok? Sebuah Pengalaman Emak Malas Dandan

Saya ini paling payah kalau urusan perawatan tubuh. Gabungan antara sok ingin cantik alami dan pemalas. Tapi memang pada dasarnya ya pemalas dan merasa itu bukan prioritas – mentang-mentang sudah ada yang pernah naksir. Kalau waktu masih 20-an sih cakep-cakep aja kayanya. Lah ketika usia sudah di 40-an baru deh keluar budugnya. Sekarang, saya paling hanya bisa memandang iri ke teman-teman yang kinclong-kinclong itu. Suka banget lihat orang-orang yang wajahnya bersih dan segar. Kok dia bisa, kok saya nggak?

Tertarik sih buat menjajal beberapa Klinik Kecantikan di Bandung ini. Cuma kok bingung juga atas dasar apa. Dengan menjamurnya klinik kecantikan yang berlomba-lomba mempercantik wanita Indonesia, tentunya kita bingung juga ya memilih mau ke klinik yang mana. Hingga usia 42 tahun ini, saya baru memasuki 4 klinik kecantikan dan mencoba beberapa salon saja.

Dari pengalaman itu, saya memilih kriteria berikut untuk menentukan klinik kecantikan yang asyik buat dikunjungi:

 

#1 Harganya terjangkau

Ya iyalah. Kalau tidak terjangkau apa iya mau dibayar pakai daun. Lagian saya khawatir kalau harganya diluar budget perawatan tubuh bulanan, hasilnya malah bikin kepala saya stress. Ujung-ujungnya jadi nggak cantik juga kan. Jadi buka mata dan telinga dulu lah buat baca review teman-teman beauty blogger sebelum mengunjungi klinik kecantikan. Berapa harga perawatan standarnya? Berapa harga produknya?

 

#2 Produknya cocok dengan kulit kita

Soal ini yang membuat kita tidak bisa mudah percaya dengan penilaian orang lain terhadap suatu klinik kecantikan. Cocok di elu, belum tentu cocok di gua. Produk sebuah klinik kecantikan menurut saya sangat personal. Ketika harga sudah sesuai, coba deh untuk perawatan di sana. Nurut sama apa kata dokternya. Karena kalau pakai bandel, ya jangan ngeluh kalau hasilnya tidak maksimal.

 

#3 Dokter atau terapisnya asyik

Dokter itu mestinya punya rasa empati sama pasiennya. Walau kata dia eneg melihat kita yang payah banget dalam menjaga kesehatan, tapi dokter yang asyik biasanya punya cara untuk membuat kita termotivasi melaksanakan anjurannya.

Saya juga suka kalau ketemu terapis yang mau berbagi pengalaman seputar perawatan kecantikan. Lumayan jadi menambah wawasan baru.

 

#4 Kliniknya bersih dan nyaman

Namanya juga mau berleha-leha merawat tubuh. Penting dong ya tempatnya bersih dan nyaman. Nggak harus mewah juga, tapi terasa homy dan hangat. Seperti rumah sendiri. Ini juga yang terkadang saya lebih suka memanggil ibu tukang lulur ke rumah daripada pergi ke salon.

 

#5 Tidak menghabiskan terlalu banyak waktu

Hari gini ya, masa iya harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk ngantri dokter kulit atau menghabiskan waktu di jalan hanya untuk ke klinik kecantikan yang berada di ujung dunia? Waktu muda dulu, saya sempat ke klinik kecantikan yang mengantri dokternya berjam-jam. Setelah masuk, cuma 5 menit, kita disuruh keluar dan membeli produk yang harganya nggak kira-kira. Saya sih bawaannya sudah malas duluan kalau harus seperti itu lagi.

Makanya penting buat saya untuk memilih klinik kecantikan yang tidak terlalu jauh dari rumah dan tidak perlu mengantri terlalu lama untuk sekedar berkonsultasi dengan dokternya. Untung sekarang sudah menjamur klinik kecantikan yang bisa kita pilih-pilih.

Melihat orang-orang kinclong berseliweran, akhirnya terpengaruh juga lah untuk mulai memperhatikan perawatan kecantikan. Dan Tuhan pun seperti mendukung keinginan saya dengan memberikan kesempatan untuk menghadiri pembukaan dan mencoba perawatan di sebuah klinik kecantikan yang baru buka. #RejekiBlogger judulnya. Padahal saya bukan beauty blogger. Saya bahkan harus buka kamus untuk tahu apa artinya itu bedak two way cake.

 

Marcks’ Venus Aesthetic Clinic

Pada Rabu, 23 Agustus 2017 lalu, Marcks’ Venus Aesthetic Clinic mengundang sejumlah blogger dan vlogger untuk memperkenalkan fasilitas klinik yang akan segera dibuka untuk umum ini. Marcks’ Venus ini adalah anak perusahaan dari BUMN Kimia Farma yang memiliki misi mempercantik wanita Indonesia dengan produk-produk yang affordable price. Misi yang sangat mulia ya.

Front desk Marcks' Venus Aesthetic Clinic
Front desk Marcks’ Venus Aesthetic Clinic

 

Mbak Tanti sebagai Brand Manager produk Marck Venus dan Mas Ahsan selaku Manager Clinic memperkenalkan fasilitas di klinik kecantikan yang terletak di Jl. Dago 69 Bandung (Depan Dukomsel, dulunya Apotik Kimia Farma). Dengan dominasi warna putih bersih dengan aksen biru yang mengingatkan pada produk-produk Marcks’ Venus, klinik ini memang terasa nyaman untuk tempat kita menghabiskan waktu merawat kecantikan.

Mahal nggak sih? Harga perawatan di sini dimulai dari Rp 70.000,- saja. Bahkan menurut mas Ahsan, cukup dengan Rp 200.000,- bisa untuk mendapatkan paket produk perawatan selama 1 bulan. Tapi ya tergantung dengan kondisi kulit kita juga setelah dilihat oleh dokter yang kompeten. Ada 2 dokter kulit yang akan membantu pengunjung untuk menentukan perawatan kecantikan yang paling sesuai dengan kulitnya.

Ruang tunggu yang nyaman
Ruang tunggu yang nyaman

 

Sekitar 1 minggu kemudian, saya mendapat giliran untuk mencoba perawatan kecantikan di klinik ini. Menurut dokter yang melihat foto saya melalui hp, saya membutuhkan perawatan MV-Intradermis Cleansing Therapy (ICT) dan MV-Chemical Peeling untuk pengelupasan kulit mati. Ia sih, wajahku memang rada kasar karena suka malas membersihkan muka. Dalam waktu 1.5 jam wajah saya dimanja dengan perawatan di Clinic ini. Enak banget, sampai saya ketiduran seperti dininabobokan oleh terapisnya yang ramah. Benar-benar me-time yang menyenangkan.

Setelah 1,5 jam kemudian terasa sekali bedanya. Kulit wajah terasa lebih halus dan lembut. Ringan dan segar. Wah jadi ketagihan untuk bisa rutin merawat kulit di klinik. Tapi tentu saja tidak ada gunanya merawat kulit di klinik kecantikan, sementara kita malas melakukan perawatan harian di rumah.

Berbagai fasilitas treatment di Marcks' Venus Aesthetic Clinic
Berbagai fasilitas treatment di Marcks’ Venus Aesthetic Clinic (sumber: marcksvenus.com)

 

Jadi perlukah kita rutin merawat kecantikan di klinik kecantikan? Buat saya jawabannya tergantung kondisi keuangan, waktu yang tersedia dan permasalahan kulit. Kalau memang dompet lagi tebal, punya cukup waktu atau kulit memang bermasalah, perlu lah kiranya kita rutin meminta bantuan kepada ahlinya.

Terima kasih Marcks’ Venus Aesthetic Clinic yang sudah mendukung saya untuk lebih memperhatikan kecantikan dan perawatan tubuh. Karena setiap wanita memang berhak untuk merasa cantik.

Bersama teman-teman Kumpulan Emak Blogger yang kepengen kece: Efi, Yasinta, Shona, Shanty & Neisia. Jangan lupa untuk baca juga liputan mereka di blog.
Bersama teman-teman Kumpulan Emak Blogger yang kepengen kece: Efi, Yasinta, Shona, Shanty & Neisia. Jangan lupa untuk baca juga liputan mereka di blog.

Beauty is CONFIDENCE applied directly to your face.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: