Cara Saya Mengoptimalkan Facebook untuk Mencari Informasi

Menurut data Digital, Social, and Mobile in 2015 rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 5 jam per hari untuk berselancar di dunia maya, termasuk bersosial media. 5 jam! Itu durasi waktu yang luar biasa ya. Dalam 5 jam kita bisa baca 1 buku sampai tamat, bisa nonton 2 film sambil mendaki gunung setrikaan yang menjulang tinggi, hingga bisa menulis beberapa postingan. Tapi kenyataannya cukup banyak orang yang tanpa sadar sudah meluangkan waktu berjam-jam kepo dari satu informasi ke informasi lain di sosial media.

Kalau kata teman saya Uci Suciati Cristina dalam tulisannya di Blog Kumpulan Emak Blogger yang berjudul Social Media? Untuk Apa? ada 6 manfaat berselancar hingga berjam-jam di dunia maya itu. Diantaranya adalah untuk mencari ide dan informasi, berbagi hal yang positif, connection, memiliki support group, membantu memacu kita menjadi lebih baik dengan melihat orang lain, bahkan bisa untuk mencari uang.

 

Baca juga: Mengenali Media Sosial yang Gue Banget

 

Media sosial untuk mencari informasi

Bagi saya, media sosial utamanya adalah untuk menambah wawasan dan mencari informasi. Saya ini kan punya keterbatasan untuk bisa kesana kemari. Sebagai ibu rumah tangga full time tanpa asisten rumah tangga dan tidak bisa naik motor, waktu saya cukup banyak tersita untuk urusan rumah tangga dan mengurus anak dirumah. Setiap hari ada anak-anak yang harus diantarkan makan siangnya pukul 12 siang ke sekolah yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Pukul 2 siang, anak-anak sudah tiba di rumah dan ingin segera menemui Mamanya di rumah. Otomatis waktu gerak saya menjadi terbatas jika harus meninggalkan rumah.

Tapi bagaimana dong, si Mama juga kan perlu mengembangkan wawasan biar otaknya nggak beku. Alhamdulillah Mas Mark Zuckerberg menciptakan Facebook di tahun 2004. Buat saya Facebook itu media sosial yang gue banget selain Blog. Saya terus terang tidak terlalu nyaman menggunakan Instagram yang isinya foto-foto melulu. Apalagi Twitter yang tulisannya penuh singkatan itu. Aduh bingung bacanya. Nah dari Facebook lah saya berusaha mendapatkan sebanyak mungkin ilmu dengan usaha seminimal mungkin.

Optimalisasi informasi di Facebook

Berikut beberapa usaha yang saya lakukan untuk mengoptimalkan penggunaan Facebook:

#1 Memastikan fasilitas see first aktif untuk akun-akun yang saya sukai

Fasilitas ini seru banget untuk mengoptimalkan waktu kita berselancar. Dengan fasilitas ini saya bisa menentukan siapa yang perlu saya lihat pertama kali saat membuka Facebook. Jadi walau punya waktu 5-10 menit untuk setor jempol di Facebook, saya bisa memastikan yang muncul duluan adalah informasi dari orang-orang atau page yang saya perlu ketahui beritanya. Yang isinya cuma ‘ece-ece’ apalagi yang click bait, bisa muncul belakangan saja. Kalau saya punya waktu berjam-jam, bolehlah mereka saya baca-baca.

Fasilitas see first itu sepertinya memang hanya bisa diakses melalui laptop. Jika kita menemui akun yang kita sukai, see first bisa di klik di bagian bawah pilihan following. Di situ bisa dilihat tulisan in news feed dengan pilihan untuk see first atau default. Kita cukup memilih see first jika ingin akun tersebut selalu muncul diawal news feed kita.

Fasilitas see first ini nih yang saya tunggu-tunggu ada di Instagram atau Twitter. Guna banget sih untuk mengoptimalkan waktu dan menjamin tidak ketinggalan info-info menarik.

 

#2 Bergabung dengan grup-grup seru sesuai minat kita

Saya terus terang lebih suka bergabung dengan grup Facebook daripada grup WhatsApp. Kenapa? Karena informasi dalam grup WhatsApp itu sifanya terlalu mengalir dan kalau terlalu banyak menjadi pusing bacanya. Kalau cuma ketinggalan beberapa puluh chat, masih asyik bacanya. Tapi kalau sudah ratusan chat dari selusin grup WhatsApp, itu sih sudah nggak terlalu lucu lagi. Bawaannya sudah langsung clear chat aja semuanya. Dengan resiko hilanglah informasi yang mungkin saja berharga.

 

Baca juga: Tips ber-WhatApp Grup dengan Nyaman

 

Tapi itu tidak akan terjadi di grup Facebook yang teradministrasi dengan baik. Di grup Facebook setiap pembicaraan bisa di index dengan tread tertentu. Jika suatu saat kita memerlukan informasi tentang hal tersebut, bisa dengan mudah mencarinya dengan bantuan search in this group. Dan ketemu deh informasi yang kita cari. Tidak ada istilah kehilangan chat atau harus manjat segala seperti di WhatsApp.

Salah satu grup Facebook favorit saya adalah group ITBMotherhood yang obrolannya sangat rapi dan bermutu. Segala masalah tumpah ruah di sana dan bisa kita cari kapan pun kita butuh. Itu yang menginspirasi saya untuk membuat group Facebook #ODOPfor99days untuk teman-teman bisa latihan menulis bersama. Di grup itu, setoran menulis disiapkan per minggu. Informasi lain yang mendukung juga bisa dilihat dalam album yang berbeda-beda. Jadi mudah untuk dicari jika diperlukan.

 

#3 Mengurangi sampah yang bertebaran di Facebook

Maraknya ujaran kebencian atau iklan nggak penting memang sempat mengganggu kenyamanan berselancar. Orang lagi pengen mencari informasi buat menambah wawasan menulis, eh malah ketemunya ajakan untuk sekedar marah-marah tanpa solusi. Kesel banget nggak sih? Nggak tau apa ini tu emak-emak yang mau happy-happy keluar dari kemelut perjuangan memasak di dapur, lah elu ngajak perang.

Menghadapi ini, saya rada sadis. Langsung saya unfriend untuk yang tidak saya kenal secara langsung. Kalau memang benar-benar teman, cukup saya unfollow. Maaf ya, saya tidak punya waktu untuk membaca postingan-postingan yang saya nilai tidak ada manfaatnya.

Iklan juga bisa diatur kok. Kalau ketemu iklan yang tidak bermanfaat, segera saja klik tanda segitiga kecil di sebelah kanan, dan minta untuk tidak memunculkan lagi iklan sejenis. Dan masalahnya pun akan hilang.

 

#4 Memisahkan akun Facebook personal dengan Page

Akun Facebook personal saya gunakan untuk hal-hal yang lebih pribadi dan bebas. Di sini saya bisa bebas mengekspresikan diri saya apa adanya. Saya bisa curhat alay, merekam kegiatan anak-anak, ketemu teman-teman, dan berbagi informasi menarik. Untuk menjamin kebebasan pribadi itu, saya pun selektif dalam memilih teman. Hanya orang yang benar-benar kenal, satu hobi, atau satu komunitas saja yang saya terima sebagai teman.

Sedangkan di Page, boleh lah saya mengemis fans. Di sana siapa saja boleh mengikuti cerita-cerita yang sering saya tayangkan di blog. Kalau ada teman-teman yang butuh tulisan-tulisan saya boleh kok like page shanty’s story agar tidak ketinggalan info tulisan-tulisan kece. (iklan lewat…)

 

#5 Bijak untuk share berita dan ngasih jempol

Ternyata ada algoritma di Facebook yang mengatur preferensi kita terhadap sesuatu. Seperti cenayang, si Facebook ini bisa tahu apa yang sering kita share dan kasih jempol. Semakin sering kita share berita tertentu, maka berita sejenis akan makin sering muncul di beranda kita. Jadi bijaklah dalam men-share berita yang benar-benar kita suka dan kita harapkan lebih sering muncul.

 

Demikian lah 5 usaha yang saya pilih untuk bisa mendapatkan manfaat maksimal dengan waktu minimal di Facebook. Dengan begitu saya merasa beranda Facebook saya jadi lebih adem dan efektif. Kalau teman-teman punya ilmu lain, boleh dong dibagi di kolom komen.

 

Tulisan ini merupakan bagian dari Collaborative Blogging Kumpulan Emak Blogger bersama emak-emak kece di grup Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya Collaborative Blogging KEB
Siti Nurbaya Collaborative Blogging KEB

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

4 thoughts on “Cara Saya Mengoptimalkan Facebook untuk Mencari Informasi

  • August 31, 2017 at 6:51 am
    Permalink

    Alhamdulillah Mama pinter memanfaatkan facebook dengan bijak. Keren Teh Shan

    Reply
  • August 31, 2017 at 10:30 am
    Permalink

    Sama aku juga kurang suka twitter, harus bersambung-sambung kalau mau cerita sesuatu hihi. Sekarang sih lebih sukanya instagram, posting foto disertai ceritanya yang bisa panjangan dikit.

    Tapi aku masih suka juga kok sama facebook, teman-temanku banyakan di fb soalnya. Meskipun ada yang ku unfollow juga sih hihi.

    Reply
  • September 7, 2017 at 2:49 am
    Permalink

    Iya, Kerjaan rumah jadi gak selesai-selesai soalnya disambi maen socmed. Hihihihihihi….. Bikin kecanduan

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: