Mengapa saya bangga jadi Blogger

Sejujurnya saya sempat heran ketika tahu ada orang yang tidak suka dikenal sebagai blogger. Emangnya kenapa? Apakah jadi blogger itu hina? Penulis wanna be yang belum kesampaian? #Baper

Berusaha berbaik sangka, saya pun cari tahu apa sisi lain mengenai blogging. Kenapa ada orang yang memandang miring terhadap dunia perbloggeran? Ternyata ada juga orang-orang yang mencoreng dunia perbloggeran demi uang. Pernah dengar istilah Bisnis Kebencian? Bener loh, ternyata memang ada orang yang bisa meraup uang dari menyebarkan tulisan-tulisan untuk tujuan propaganda yang merusak. Ini disampaikan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Rosarita Niken Widiastuti dalam acara Flash Blogging.

Acara yang diselenggarakan Direktorat Kemitraan Komunikasi, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI pada 22 Agustus 2017 mengundang sekitar 50 Blogger di Hotel Holiday Inn Pasteur Bandung. Dalam kesempatan ini, Bu Rosarita menekankan bagaimana maraknya berita hoax, fitnah, caci maki beredar di dunia maya. Kominfo telah menutup 800 ribu portal yang menebarkan radikalisme, terorisme, berita bohong. Diceritakan juga bagaimana yang menjadi target penyebaran adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ini dicuci otaknya dengan panduan langsung dari Suriah. Banyak petinggi mereka adalah orang Indonesia. Anak-anak tanpa sadar menjadi berubah dan terlambat untuk disadari oleh orang terdekat di sekitarnya. Serem…. juga ya.

Acara kumpul-kumpul blogger seperti ini tujuannya untuk kembali mengingatkan peran aktif para blogger, yang konon katanya “penguasa dunia maya” untuk membantu menjaga kedamaian di dunia maya. Jangan sampai hanya karena 10% orang menulis tentang berita negatif, kita semua jadi hancur. Di luar sana ada orang-orang yang mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah per bulan hanya dari berita-berita negatif. Serius euy jadi pengen baca buku yang direkomendasikan oleh salah satu pembicara Pak Prof. Karim Suryadi – Trust Me, I’m Lying: Confession of a Media Manipulator tulisan Ryan Holiday, seorang mantan penebar berita hoax.

Ajang cipika cipiki para blogger di Holiday Inn Pasteur Bandung
Ajang cipika cipiki para blogger di Holiday Inn Pasteur Bandung

72 tahun memperkokoh kebhinekaan dalam membangun negeri

Prof. Karim Suryadi, yang juga Dosen UPI dan penulis kolom politik di PR setiap Selasa, menyampaikan mengenai penghargaan tentang keberagaman berpendapat di Indonesia. Keberagaman itu bagus. Karena kalau satu ada yang gagal, yang lain tidak ikut hancur. Di situ kesamaan menjadi tidak selalu menjadi yang terbaik. Jadi nikmatilah keberagaman.

Asap itu tidak bergantung pada apinya tapi pada kayu bakarnya. Reaksi masyarakat itu sangat bergantung pada kipasnya. Dilihat dari sifatnya saja manusia itu suka keberagamaan. Tantangan hidup dalam hidup ini beragam, itu sebabnya keberagaman menjadi sebuah keniscayaan. Secara alamiah kita itu beragam. Take it! Tidak perlu dipaksakan untuk sama dan seragam semua.

Walau ada blogger yang mencoreng nama korps, bukan berarti blogger tidak bisa punya peran positif di dunia maya. Nah ini yang bikin bangga sebagai blogger. Menurut Enda Nasution, yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia, tidak semua orang bisa jadi blogger loh.

Enda Nasution Flash Blogging Bandung
Enda Nasution Flash Blogging Bandung

Sebagai seorang blogger banggalah karena kita mampu berkontribusi dengan membuat konten yang original (content creator). Bukan sekedar ngasih like doang, ngasih komen doang, repost punya orang doang. Tapi segitu juga lumayan kok, daripada sekedar cuma baca doang. Nggak semua orang bisa jadi blogger. #ProudtobeBlogger

 

Tips buat para Blogger

Dari 2 orang pemateri kece pada acara yang bertema 72 tahun Memperkokoh Kebhinekaan dalam Membangun Negeri, saya dapat tips-tips ngeblog seru nih:

  • Kehati-hatian dalam menulis. Proses komunikasi yang sudah diposting dalam blog tidak bisa dikembalikan. Maaf atau klarifikasi tidak cukup untuk mengembalikan keadaan.

 

  • Tetap lah bersifat kritis. Kritik yang baik tidak hanya yang objektif tapi juga komprehensif. Ada sebuah buku bagus yang ditulis oleh Redaktur USA Today yang menyebutkan untuk mengkritik pemerintah secara objektif, namun ketika pemerintah bagus, pujilah. Jangan mencela pejabat publik, karena itu adalah jabatan sementara yang sejatinya melayani masyarakat.

 

  •  Bangun kepercayaan pembaca blog kita. Orang akan setia pada blog yang terpercaya. Kepercayaan itu datang dari melihat track record tulisan kita sebelumnya. Jadi pastikan fakta yang kita sampaikan benar.

 

  • Tidak perlu berlebihan membantah berita negatif. Tidak perlu terlalu menghabiskan energi untuk klarifikasi dan konfirmasi. Cukup berikan bukti kerja nyata saja.

 

  • Blog yang bagus adalah yang informatif, spesifik, berguna, personal, subjektif, unik/khas dan berusahalah menjadi bagian dari pergaulan dengan blog-blog lain.

 

Serunya acara ini, kita harus diberi waktu hanya sekitar 1 jam setelah mendengar pemaparan untuk segera memamerkan ilmu baru ini di blog. Mentang-mentang judul acaranya Flash Blogging, jadi nulisnya juga kudu flash. Dan ternyata saya bisa!!!

 

Banyak jalan menjadi merdeka, tapi ada satu jalan menjadi terjajah, adalah saat memberi nurani kita pada orang lain. – Prof. Karim Suryadi.

 

 

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: