Mengapa Saya Perlu Belajar Forex?

Terus terang sebagai emak-emak yang kebanyakan mengkonsumsi berita, saya cukup gerah melihat betapa mudahnya orang-orang tertipu investasi bodong. Bayangkan saja, dalam 3 bulan pertama tahun 2017 saja, OJK – Otoritas Jasa Keuangan telah menghentikan 19 perusahaan penghimpunan dana masyarakat yang tidak berijin dan berpotensi merugikan masyakarat. Begitu gampangnya orang-orang mempercayakan uang mereka dalam jumlah besar kepada orang lain. Kalau uangnya sudah hilang dan dibawa lari baru deh nangis-nangis darah. Mending kalau itu uang tidur yang tidak mengganggu kebutuhan keluarga. Lah ini uang untuk anak sekolah, uang naik haji, dana pensiun, atau bahkan uang hasil pinjaman. Pusing nggak sih.

Walau sekarang belum punya uang banyak untuk di investasikan, sebelum tertipu segala macam investasi yang ajaib-ajaib, saya pikir tidak ada ruginya kita belajar mengenai jenis investasi yang katanya sangat menggiurkan ini. Mumpung ada Bapak Eko Trijuni (Head of Analyst & Education) dan Bapak Rizal Perwira (Relationship Manager) dari PT International Mitra Futures atau dikenal dengan Foreximf.com, yang murah hati mau berbagi ilmu. Bersama teman-teman dari Blogger Bandung, pada jam bobo siang Selasa, 8 Agustus 2017 lalu saya beruntung dapat ilmu baru mengenai Forex.

Jadi tidak ada salahnya sedia payung sebelum besok lusa dapat hujan duit yang bisa diinvestasikan. #ngayal

 

Apa itu Forex?

Forex itu singkatan dari Foreign Exchange atau Valuta Asing (Valas). Ini adalah salah satu investasi dari pertukaran mata uang asing. Tahu Money Changer kan? Kalau kita mau ke Amerika misalnya, kita tukar uang rupiah kita dengan uang dollar amerika di Money Changer. Nah Forex ini seperti itu prinsipnya tapi dalam bentuk online.

Berikut perbedaan antara Forex dengan Money Changer/Bank konvensional:

# Money Changer melayani penjualan dalam bentuk fisik uang dengan biaya yang tinggi, sementara Forex cukup dengan online.

# Modal Money Changer harus sama besarnya dengan nilai transaksi. Misalnya mau menukar 1 juta rupiah, ya harus ada uang 1 juta rupiah. Sedangkan dalam Forex modalnya kecil karena cukup menyediakan dana 1% dari nilai transaksi. Istilahnya leverage 1:100.

# Waktu buka Money Changer dibatasi jam kantor dan harus bersifat offline. Sementara Forex terbuka 24 jam dengan bursa pasar uang di seluruh dunia yang cukup diakses sambil dasteran dengan laptop atau smartphone.

# Perbedaan harga jual dan beli di Money Changer cukup besar. Bisa sampai diangka Rp 1.000,-. Sementara di Forex sangat rendah.

Pak Eko Trijuni dari Foreximf.com
Pak Eko Trijuni dari Foreximf.com

Dalam dunia Forex, pasangan mata uang di sebut Currency Pair.  Ada Major Currency Pairs (EURUSD, GBPUSD, AUDUSD, NSDUSD, USDJPY, USDCHF dan USDCAD dan Cross Currency Pairs atau Cross Rates (EURGBP, EURCHF, GBPJPY, dan sebagainya). Komoditi emas juga ada di Forex yang diperdagangkan dengan simbol XAUUSD.

 

 

Apa bedanya Forex dengan investasi lainnya?

Sebelumnya kita perlu tahu dulu bahwa ada perbedaan antara investasi dengan trading. Misalnya kita ambil contoh sebuah produk properti berupa rumah. Yang namanya investasi, rumahnya sekedar kita sewakan. Investor akan mendapat keuntungan dari penyewaan walau tidak terjadi perubahan kepemilikan rumah. Biasanya ini merupakan proses yang berlangsung lama.

Sedangkan trading atau penjualan, terjadi perubahan kepemilikan. Proses transaksi terjadi cukup cepat. Forex ini merupakan bentuk trading atau penjualan. Bukan investasi.

Sekarang mari kita bandingkan untung ruginya dengan beragam jenis investasi yang lain seperti Deposito, Properti, Reksadana, Obligasi, dan Saham.

 

Deposito Properti Reksadana Obligasi Saham Forex

Modal

Minimum

5 juta Harga 1 rumah 100 ribu 5 juta 5 juta 5 juta

Tenor

1 bulan 1 tahun sewaktu-

waktu

sewaktu-

waktu

sewaktu-

waktu

sewaktu-

waktu

Return

per year

6% 10-20% 6-20% 6-12% 10-20%

10-50%

Likuiditas semi likuid tidak liquid semi liquid tidak liquid liquid

liquid

 

Dari sini terlihat kalau trading Forex memang merupakan instrumen yang paling high return. Bisa sampai 50%. Nah cuma memang cukup high risk. Ada ilmunya yang perlu dipelajari dengan seksama.

 

Halal kah Forex?

Kalau kata Pak Eko Trijuni, kehalalan Forex itu seperti ayam. Ayam itu tentu saja halal. Tapi tentu saja harus dilihat bagaimana cara menyembelihnya. Kalau syarat dan ketentuannya tidak dijalankan bisa saja menjadi haram.

Penjelasan ini saya lihat juga sejalan dengan Fatwa MUI yang dimuat di laman www.syariahonline. Kesimpulannya Forex halal dengan ketentuan tertentu yang dapat dibaca di Fatwa MUI tentang Trading Forex.

 

Perlu modal berapa untuk Forex?

Walau disebut bisa mulai di angka 5 juta rupiah, idealnya untuk bisa agak lega bermain di Forex dimulai dari angka 20 – 30 juta. “Kita bisa mencoba dulu dengan dummy account. Setelah bisa menunjukkan profit yang stabil, barulah membuka real account,” saran Pak Eko Trijuni.

Apakah ada jaminan uang kita tidak akan hilang?

Ya tidak ada lah. Tidak ada bentuk penanaman modal yang pasti untung. Ini harus dipahami oleh setiap penanam modal. Hanya saja, kita bisa mengatur dengan mengatur besarnya loss. Jadi jargonnya bisa diganti tidak lagi high return – high risk, melainkan high return – limited risk.

Bagaimana dengan waktunya? Seberapa banyak kita perlu menginvestasikan waktu kita untuk mengamati pergerakan nilai jual?

Pergerakan pasar uang memang sangat cepat. Tapi kita bisa memilih jenis trader yang sesuai dengan waktu yang kita miliki. Ada dikenal isilah short time trader dan part time trader. Untuk yang sibuk, bisa memilih part time trader dengan mengamati pergerakan keuangan setiap 4 atau 12 jam sekali.

 

Apa tips agar sukses dalam trading Forex?

Ketika saya sharing acara ini di timeline Facebook saya, sejumlah teman langsung menyampaikan komentar negatif tentang Forex. Banyak yang loss lah, terlalu beresiko lah, dan sejenisnya. Sepertinya Forex menjadi makhluk yang menakutkan. Tapi apa benar begitu?

Sebenarnya ada banyak trader kaya raya dari Forex. Sebut saja Bill Lipschutz yang membukukan keuntungan US$300 juta dalam 1 tahun atau George Soros yang pernah untung 1 Milyar dollar dalam 1 hari hanya dari Forex. Dan tentu saja banyak yang lainnya. Itu fakta dan bukan hoax.

Berikut tips dari Pak Eko Trijuni untuk bisa sukses ber-Forex ria:

#1 Kenali dulu bisnis Forex dan dasar-dasar trading

#2 Pelajari polanya dengan melihat analisa teknis (mempergunakan chart atau grafik pergerakan harga dan mempelajari perilaku pasar) dan analisa fundamental (data ekonomi seperti inflasi, pekerjaan, pengangguran, perumahan, suku bunga dan juga data non ekonomi seperti politik, perang, bencana alam).

#3 Pelajari manajemen resiko dan atur keuangan.

#4 Buat perencanaan trading.

#5 Pergunakan kesempatan menggunakan demo account. Coba untuk bisa membukukan profit secara konsisten di 1-2% dengan demo account, baru menggunakan real money dengan live account. “Saya lebih suka habis waktu mengajarkan orang dengan demo account daripada mendengarkan curhat orang yang kalah trading,” tambah Pak Eko.

#6 Kendalikan diri. Forex bisa jadi akan sangat memainkan emosi, orang bisa panik ketika harga jatuh atau naik dan mengambil keputusan yang salah.

#7 Banyak-banyaklah belajar, berlatih, praktek dan berdoa.

Kalau mau banyak belajar tentang Forex, bisa ngubek-ngubek websitenya Foreximf.com. Di sana ada lengkap panduan untuk belajar Forex untuk tingkat pemula, dasar, lanjutan hingga mahir. Lengkap selengkap-lengkapnya.

 

Bagaimana caranya agar tidak tertipu investasi bodong?

Sudah uang cuma segitu-segitunya, aduh jangan sampai lah harus kena tipu orang-orang serakah. Jadi mari kita mencoba lebih cerdas dalam melihat kemana uang harus kita simpan agar tidak tertipu investasi bodong. Berikut ciri investasi bodong yang sering dijumpai:

# Menjanjikan keuntungan yang fantastis tanpa menjelaskan resiko.

# Menggunakan skema ponzi dalam mengambil keuntungan. Bahwa keuntungan diambil dari nasabah baru.

# Menggunakan kedok MLM. MLM murni mengandalkan keuntungan dari penjualan produk, sementara MLM berkedok ponzi mengambil keuntungan dari masuknya dana anggota baru. Biasanya produk jualannya merupakan barang yang tidak signifikan dengan harga yang mahal.

# Diminta merekrut anggota baru dengan janji keuntungan.

# Nama perusahaan dan nomor rekening penyetoran uang tidak terdaftar di OJK dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Jadi jangan asal mentransfer uang ke nomor rekening abal-abal. Semua rekening untuk menampung dana nasabah tercatat di Bappebti dan terpisah dari rekening operasional perusahaan yang akan dikliring (dicatat) setiap hari. Pemodal bisa mengecek sendiri di website Bappebti.

Kita juga perlu tahu, bahwa pialang resmi yang beroperasi di Indonesia itu ada yang legal dengan mengantongi ijin resmi dari OJK dan Bappebti dan ada juga yang offshore dari luar negeri. Tapi sebenarnya banyak juga yang siluman dan tidak terdaftar di mana-mana. Nah ini yang berbahaya dan beresiko menggelapkan dana nasabah karena tidak bisa dipantau. Namanya juga uang dalam jumlah yang besar, sangat besar godaannya untuk terjadi penyelewengan atau kesalahan dalam pengelolaannya. Ah jadi ingat kasus First Travel yang bikin gondok itu.

Pialang atau perusahaan trader ini sebenarnya untungnya dari mana sih?

Mereka itu untungnya dari komisi dalam setiap transaksi. Jadi pada dasarnya mereka ingin sebanyak mungkin nasabah menang atau setidaknya loss-nya tidak terlampau jauh. Jangan sampai banyak orang kapok ber-trading. Semakin banyak orang suka menanamkan uang dalam bidang ini, tentunya akan semakin menguntungkan mereka. Itu sebabnya mereka sangat semangat untuk membantu mengedukasi para nasabah.

Ternyata ya, kesadaran investasi di bidang keuangan masih sangat rendah di Indonesia. Di negara maju, banyak orang tua yang mempercayakan sejumlah uang untuk anak-anak mereka ber-Trader di pasar modal.

 

Jadi beranikah saya ber-Forex ria?

Kesimpulan saya dalam belajar selama 4 jam di Foreximf.com adalah kita perlu benar-benar memahami dulu mengenai bidang apapun yang akan kita modali. Jangan sampai jika hasilnya nanti mengecewakan, kita jadi menyalahkan pihak lain.

Kita harus mengenali dulu segala kemungkinannya. Perlu banyak belajar dan mempelajarinya dari orang-orang yang sudah sukses dalam trading Forex sebelum benar-benar memutuskan terjun. Dan jangan hanya mendengar cerita buruknya saja. Mungkin kita bisa memulainya dari jenis investasi yang lebih sederhana, sebelum ke tingkat yang lebih rumit.

Saya jadi teringat kisah nyata Pialang Chris Gardner yang dibintangi oleh Will Smith dalam film The Pursuit of Happyness. Dibalik cerita sedih seorang ayah tunggal yang luntang-lantung tidak punya rumah, kita bisa belajar betapa beratnya syarat untuk mempelajari ilmu sebagai pialang.

Bagaimana dengan teman-teman? Siapkah ber-Forex ria?

Kalau teman-teman sendiri lebih suka menginvestasikan uang dalam intrumen keuangan yang mana?

Share ya dalam kolom komen dibawah…

Bersama teman-teman Blogger Bandung di kantor Foreximf.com yang cozy
Bersama teman-teman Blogger Bandung di kantor Foreximf.com yang cozy

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Mengapa Saya Perlu Belajar Forex?

  • August 18, 2017 at 4:11 am
    Permalink

    belum pernah coba, masih takut2. ntar klo sudah paham benar baru coba ikut.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: