Mengapa Saya Kurang Suka Buka Puasa Bersama

Tulisan ini saya buat dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada teman-teman yang punya banyak jadwal Buka Puasa Bersama. Buka Puasa Bersama itu acara yang bagus kok. Minggu lalu saya juga menghadiri acara Buka Puasa Bersama di rumah orang tua saya untuk komunitas keluarga Sumbawa. Alhamdullillah jadi bisa bertemu kenalan yang sudah lama tidak bertemu, sekaligus menambah kenalan baru. Ini bagus sekali.

Namun, ada beberapa hal yang membuat saya sejujurnya kurang suka acara Buka Puasa Bersama. Jadi kalau bisa, saya akan menghindari acara Buka Puasa Bersama. Kenapa? Berikut alasannya:

 

#1 Antrian Sholat Magrib

Kalau kita buka puasa di tempat umum seperti pertokoan atau restoran, Masya Allah, itu antrian sholat magribnya luar biasa panjangnya. Alhamdulillah banyak orang tetap ingat untuk menjalankan sholat, walau kondisinya sangat padat. Mungkin tempat umum sekarang perlu mempertimbangkan untuk memperluas area sholat, mengingat kesadaran orang untuk sholat tepat waktu sekarang mulai meningkat.

Saya pernah cukup trauma ketika mengantri sholat magrib di Bandung Indah Plaza beberapa tahun yang lalu. Itu antrian menuju ke tempat wudhunya melalui sebuah lorong sempit yang sangat padat. Kita hanya bisa berjalan bagai siput selama sekitar 20 menit menuju ke tempat wudhu. Orang-orang sangat padat nyaris tidak bisa bergerak. Kasihan sekali anak-anak yang pendek terjebak dalam kerumunan seperti itu. Momen itu bikin saya kapok sekapok kapoknya untuk buka puasa di pertokoaan atau restoran lagi.

Jika acara Buka Puasa Bersama dilaksakan di rumah dan bukan di tempat umum, biasanya masalah antrian ini bisa lebih terkontrol. Tapi itu tergantung juga jumlah undangan yang hadir. Kalau hanya belasan orang tentu masih nyaman untuk melaksanakannya bersama-sama di rumah yang memiliki kapasitas terbatas. Tinggal pintar-pintar saja memilih berwudhu sebelum tiba waktunya buka.

 

#2 Jadwal Taraweh yang terganggu

Di Bulan Ramadhan, tibanya waktu taraweh itu kan tidak terlalu lama. Hanya sekitar 1 jam dari waktu magrib. Ketika kita tengah berkumpul dengan teman lama, tentunya kita masih ingin ngobrol-ngobrol dulu. Rasanya kurang lah waktu ngobrol yang kepotong untuk makan tajil, sholat magrib, dan makan berat. Biasanya sesi ngobrol bisa lanjut sampai jam 8 hingga 9 malam. Baru setelah itu kita pamit pulang.

Berhubung saya orangnya pemalas, kalau di atas jam 9 malam, saya sih biasanya langsung terkapar. Bablas deh itu yang namanya sholat taraweh. Walau tidak menutup kemungkinan saat nggak ada acara apa-apa saya terkapar kekenyangan setelah makan malam.

 

#3 Jam Tidur Anak-anak

Ini masalah emak-emak yang masih punya tugas nidurin anak-anak sekitar pukul 8 atau 9 malam. Kalau kita ngumpul sama teman-teman, enaknya kan ngobrol tanpa diganggu anak-anak. Lah kalau anak-anak sudah low bat di jam 8-an ya nggak asyik banget buat diajak ke acara Buka Puasa Bareng. Idealnya sih kalau acara malam seperti ini, anak-anak tidak perlu dibawa dan dititipkan dulu. Cuma ya jarang-jarang dapat kesempatan seperti ini di bulan Ramadhan. Orang lain yang mau dititipkan juga kan ingin ibadah sholat taraweh. Kayanya kok nggak tega meminta mereka menjaga anak-anak, sementara kita asyik berkumpul dengan teman-teman.

Ketika berurusan dengan anak-anak dibawah usia 10 tahun, buka puasa paling nyaman adalah di rumah. Mereka bisa santai menyiapkan buka puasa yang mereka sukai dengan ritme yang sama setiap hari. Sementara ini, saya masih seperti itu.

 

#4 Low Battery

Ini personally banget. Mungkin ada orang yang biasa tidur larut, tapi saya biasanya sehabis Isya sudah low bat. Ini mata lemnya banyak kalau malam. Kalau dipaksakan tidur larut, tentunya sulit untuk bisa bangun jam 3 dinihari menyiapkan saur. Makanya saya berusaha menghindari acara malam, baik bulan puasa maupun tidak. Malam itu enaknya untuk istirahat dan menyendiri, bukan waktunya bersosialisasi ramai-ramai.

Nah kalau perlu bersilahturahmi, kayanya waktu yang pas adalah acara halal bihalal di bulan Syawal. Acaranya bisa pagi, siang, hingga sore. Waktunya lebih longgar dan santai. Anak-anak pun bisa ikut dan tidak membebani orang lain untuk menjaga mereka. Jadi tidak perlu mengganggu jam sholat atau ibadah lain yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Bagaimana dengan teman-teman? Punya berapa jadwal Buka Puasa Bersama tahun ini?

 

#RamadhanInspirasif

#Challenge

#Aksara

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Mengapa Saya Kurang Suka Buka Puasa Bersama

  • August 13, 2017 at 3:02 pm
    Permalink

    Aku jg kurang suka mba klo bkn di rumah atau lokasinya nggak nyaman tempat sholatnya. Bbrp thn terakhir ini memang jarang dateng.. 😀

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: