Seperlu Apakah Menetapkan Tujuan?

Teman-teman tipe orang fokus pada tujuan terukur atau tipe orang membiarkan hidup ini bagai air mengalir? Mana yang lebih baik? Bagi orang yang goal oriented, menetapkan tujuan di awal bagai menentukan kota mana yang akan dituju bagi seorang pelancong. Jika ingin ke Inggris, mereka akan tahu jalurnya lewat mana. Tidak mungkin dari Indonesia mau ke Inggris, tapi lewat Australia. Sementara bagi orang yang membiarkan hidup ini mengalir, ia akan berjalan kemana saja tanpa tujuan berarti. Berusaha menikmati setiap momen seadanya saja. Hari ini di Indonesia, ya dinikmati saya. Besok keangkut ke Singapore ya Alhamdulillah. Atau kesasar ke Mesir, ya dinikmati saja. Pokoknya semua disyukuri saja, nggak ngoyo amat jadi orang. Paling nanti jadi galau melihat orang-orang yang sudah sampai ke kota impian masing-masing, dan kita masih tidak tahu mau kemana.

Percayalah, saya pernah menemukan sejumlah orang dari kedua tipe ini dan kedua-duanya adalah orang-orang yang bisa kita nilai berhasil dalam hidup. Punya jabatan, kekayaan, dan kepopuleran. Kedua-duanya bahagia dengan kondisi mereka.

“Saya nggak pernah mimpi loh, bisa sampai pada posisi ini. Saya hanya berusaha berjalan pada relnya saja,” kata orang yang easy going.

“Saya sudah membayangkan hal ini terjadi sebelumnya, karena saya selalu memiliki bayangan keberhasilan ini,” kata orang yang goal oriented.

Tapi anehnya, ternyata ada juga orang yang tidak bahagia ketika ia tiidak punya tujuan yang membuatnya fokus pada sesuatu. Hidup mengalir membuatnya malah semakin terpuruk dan tidak berarti. Bagai layang-layang putus.

Sebaliknya ada juga yang stress dengan target-target yang tidak bisa dipenuhi. Atau pun ketika ia bisa mencapainya, ia bingung mau diapakan keberhasilannya itu. Rasanya kosong dan hampa. Kalau di film-film Hollywood banyak nih adegan orang sukses, kaya, populer, tapi tetap bisa tidak menikmati hidup.

Jadi salahnya dimana?

Saya jadi berpikir, setiap orang perlu mengenal dirinya sendiri. Mau goal oriented atau easy going mengikuti air mengalir, tidak masalah. Selama itu sesuai dengan karakter kita dan kita nyaman menjalaninya. Bukan karena sekedar ikut-ikutan orang lain. Apalagi kalau sampai stress sendiri menjalaninya. Pasti ada yang salah itu.

Target atau tujuan yang kita tetapkan sudah benar kalau dengan target itu membuat kita jadi merasa lebih bersemangat dan punya arah. Ada tantangan yang rasanya perlu dikejar. Kita bisa merasakan bahwa target itu akan kita raih.

Tapi kalau target kita ternyata bikin kita tidak bergerak alias nge-hang, bisa jadi karena bebannya terlalu banyak. Kalau setelah dikurangi masih terasa terlalu banyak juga, mungkin harus dipikirkan untuk melepaskannya sementara waktu. Mungkin saja kita lagi jenuh dan perlu pengalihan yang menyegarkan.

Tidak perlu putus asa. Mari kita coba, coba, dan coba lagi. Yang penting dan tidak boleh terlupakan, adalah menikmati setiap prosesnya hari demi hari.

#RamadhanInspiratif

#Challenge

#Aksara

#Day5

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: