5 Penyebab Kesulitan Mengatur Waktu

Biasanya, hari pertama menjadi hari yang mudah. Begitu juga 10 hari permulaan. Nanti baru terasa sulitnya setelah masuk di 10 hari kedua. Kalau tidak kuat tekad, 10 hari ketiga biasanya sudah bubar. Kenapa itu terjadi?

Kemarin saya sempat sekilas melihat Dewi Hughes yang bercerita sedikit tentang rahasia berat badannya yang turun 75 kg. Jelas bukan soal dietnya yang saya tertarik, tapi bagaimana kekuatan pikiran yang mempengaruhi suatu tekad. Yang diubah itu mindsetnya. Kalau belum apa-apa sudah pesimis, maka biasanya itu yang terjadi.

Maka kali ini saya mencoba untuk merubah mindset dulu. Seperti saya sampaikan kemarin, target Ramadhan tahun ini adalah berusaha memiliki manajemen waktu yang lebih baik. Tidak lagi tergesa-gesa dalam satu waktu, dan berleha-leha di waktu yang lain. Baiknya kan semua dikerjakan sesuai porsinya dengan fokus.

Saya akan mencoba menanamkan di dalam kepala kalau manajemen waktu itu mudah. Walau selama ini masih kesulitan mempraktekkan banyak teori mengatur waktu yang efisien, bukan tidak mungkin hal ini disebabkan karena ada kondisi yang tidak sesuai saja dengan kasus saya. Banyak kok orang-orang yang berhasil mengoptimalkan waktu mereka. Kalau mereka bisa, kenapa saya nggak?

Hari ini saya mencoba mencari tahu apa sih yang membuat saya selalu gagal dalam mengatur waktu. Berikut beberapa hal yang saya temukan:

 

#1 Terlalu banyak

Setiap hari saya punya kewajiban terhadap diri sendiri, keluarga, dan juga orang lain. Harus beribadah, harus mengurus diri, harus melayani keluarga yang ingin berbagi, harus urus rumah, harus berbagi dalam bentuk tulisan, harus ini, harus itu. Di atas kertas, semuanya pasti bisa dikerjakan. Kenyataannya itu menjadi hal yang sulit. Karena ternyata energi saya belum sekuat itu. Ini yang namanya nafsu gede, tenaga kurang.

 

#2 Energi negatif

Walau aslinya bukan pemarah, tapi kalau dipikir-pikir saya menyimpan kemarahan pada diri sendiri karena ketidakmampuan menyelesaikan masalah. Kok gitu aja nggak bisa sih? Bukan tidak mungkin rasa marah ini yang akan menguras energi. Terkadang efeknya dikeluarkan dengan mengomeli dan menyalahkan hal-hal yang diluar diri. Padahal sebenarnya itu semua berawal dari kemarahan pada diri sendiri.

 

#3 Kurang bersyukur

Saya masih menganggap tuntutan sebagai bentuk kewajiban yang harus dipenuhi. Ini yang membuat lelah. Ketika saya mengeluh lelah mengurus setumpuk pakaian yang harus disetrika, bagaimana kalau Allah marah dan memilih mengambil saja setumpuk pakaian tersebut. Coba lihat saja, banyak kok orang yang tidak perlu menyetrika karena tidak punya punya pakaian. Mau? NGGAK!

 

#4 Terpaku pada jam

Melihat jarum jam, itu bikin tertekan. Masih banyak yang harus dikerjakan, tapi waktu terbatas. Ada orang yang suka memajukan waktu sekedar untuk bisa mencuri waktu barang 10, 20 menit (tapi ada juga yang 30 menit loh!). Kalau buat saya cara ini tidak pernah berhasil membuat pengaturan waktu menjadi lebih baik. Banyak faktor yang membuat saya tidak bisa terpaku pada jam. Kadang suatu pekerjaan begitu sulit atau ada gangguan tak terduga seperti kedatangan tamu, dan lainnya. Kalau terpaku pada jam, bawaannya jadi stres banget.

 

#5 Tidak mengenali kemampuan diri

Ini erat kaitannya dengan menentukan prioritas apa yang perlu kita kerjakan. Seringkali saya mengerjakan sesuatu bukan karena benar-benar suka atau merasa perlu mengerjakan hal tersebut, tapi karena ikut-ikutan saja. Kalau orang lain bilang itu penting, maka saya akan ikut-ikutan meletakkannya pada prioritas 1. Padahal belum tentu itu yang perlu saya kerjakan saat ini. Salah taruh prioritas karena kurang mengenal potensi diri, bisa jadi bikin kemampuan manajemen waktu jadi berantakan. Setiap orang berhak menentukan prioritas apa yang perlu dikerjakan dalam suatu waktu tertentu, dengan cara yang paling nyaman. Ini adalah hidup kita, bukan orang lain.

 

Demikianlah, hari ini ketemu nih 5 penyebab lemahnya managemen waktu saya. Mudah-mudahan dengan mengenali penyebabnya, saya bisa lebih optimal dalam mengatur waktu dengan lebih baik. Sekedar laporan, dari 12 kegiatan hari ini, saya sukses melaksanakan 10. Tinggal 2 yang harus ditunda besok. I feel so proud of my self.

Bagaimana dengan teman-teman? Apa yang menyebabkan teman-teman kesulitan mengatur waktu? Jangan malu-malu, sharing ya pengalamannya dalam kolom komen dibawah.

#RamadhanInspiratif

#Challenge

#Aksara

#Day2

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

5 thoughts on “5 Penyebab Kesulitan Mengatur Waktu

  • May 28, 2017 at 9:12 pm
    Permalink

    Kesulitan mengatur waktu…karena ada drama Korea yang menggoda.

    Heuu~~
    Receh banget penyebabnya yaa, teh…?

    Tapi solusinya sekarang…kerjakan semua prioritas dulu, lalu nonton sebagai rewardnya.

    Trus,
    Karena anak-anak sudah bisa main sendiri serta membantu mengerjakan beberapa pekerjaan Mama, jadi waktu kosongnya bisa dibuat baca buku.

    Alhamdulillah~
    Bonus punya anak berjarak dekat.

    Reply
  • June 8, 2017 at 2:46 pm
    Permalink

    Kalau terlalu banyak target yang ingin dilakukan, malah gak jadi ngapa-ngapain giman itu mba? hee..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: