Ramadhan Terbaik

Marhaban ya Ramadhan.

Senang sekali ya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ada semangat untuk memperbaiki diri di bulan yang suci ini. Buat saya, Ramadhan merupakan bulan latihan untuk dapat menjalani 11 bulan selanjutnya dengan lebih baik. Namun biasanya saya hanya semangat di awal saja, dan makin ke belakang makin berantakan. Coba yang punya masalah sama ngacung.

Jadi teringat quotenya Albert Einstein untuk tidak mengulang-ulang hal yang sama kalau menginginkan hasil yang berbeda.

Albert Einstein Quotes

Kalau Ramadhan sebelumnya saya heboh dengan segala persiapan yang menguras energi, tahun ini saya mencoba lebih santai. Berusaha untuk tidak tancap gas di awal, tapi berusaha untuk bisa menikmati setiap momen sebaik-baiknya.

Saya lelah! Bukan lelah karena banyak yang dikerjakan, melainkan karena melihat tumpukan pekerjaan yang sepertinya tidak akan pernah selesai. Capek duluan lihatnya. Dan kemudian cari pelarian dengan menghibur diri melihat sosmed. Alhasil, pekerjaan tidak ada yang selesai, dan lelah semakin mendera. Hadeuh!!!

Ramadhan tahun ini, waktunya untuk merenung lagi mengenai apa yang benar-benar bisa membuat saya menikmati hidup tanpa perasaan dikejar-kejar. Bagaimana sih caranya untuk bisa menikmati setiap momen?

Saat sholat ya fokus sholat saja, tidak usah ingat yang setrikaan.

Saat setrika ya fokus setrika saja, tidak perlu tegang memikirkan target mengaji.

Saat mengaji ya mengaji saja, jangan lagi terganggu memikirkan tulisan yang belum disetor.

Paulo Coelho dalam novel fenomenalnya Sang Alkemis, menceritakan tentang percakapan antara Santiago dan Pemandu Unta yang berada dalam ancaman perang suku. Santiago heran mengapa si pemandu unta tidak terlihat takut. Berikut jawaban si pemandu unta yang menurut saya sangat dalam.

Aku masih hidup. Kalau sedang makan, hanya urusan makanlah yang kupikirkan. Kalau sedang berjalan, aku berkonsentrasi pada urusan berjalan. Kalau aku mesti bertarung, mau mati hari apa pun tidak ada bedanya bagiku. Berbahagialah orang yang bisa berkonsentrasi hanya untuk saat ini.

Fokus pada apa yang dikerjakan! Ini adalah masalah utama dalam hidup saya. Semoga dalam perenungan 29 hari di bulan yang penuh berkah ini, saya bisa menemukan solusinya.

Dimulai dengan mencoba mengurangi sejumlah tuntutan dan aktivitas. Belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskan hal-hal yang bisa dikurangi. Mengurangi sebanyak mungkin gangguan untuk bisa merenung dengan hal yang sedikit. Bisa jadi selama ini saya terlalu sibuk mengejar begitu banyak hal, sekedar karena tidak ingin ketinggalan oleh orang lain. Bukan karena betul-betul saya perlukan. Bisa jadi saya akan kehilangan, tapi sekarang lah saat untuk bisa belajar ikhlas…

Ya Allah, jadikanlah Ramadhan ini sebagai Ramadhan Terbaikku dibanding tahun-tahun sebelumnya. Amin.

 

#RamadhanInspiratif

#Challenge

#Aksara

#Day1

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: