Katakan dengan Bunga

Teman-teman pernah dapat bunga?

Saya nggak pernah dapat setangkai bunga. Kasihan ya…

Tapi kalau bunga papan sebagai ucapan selamat, pernah saya terima beberapa biji saat menikah. Sepertinya pemberian bunga papan sudah baku di kalangan tertentu. Sebagai orang pelit dan tidak tahu berterima kasih, saya sih tidak begitu suka kirim-kirim bunga. Bukan apa-apa, sayang bunganya dibuang.

Rangkaian bunga sebenarnya cukup mahal. Untuk bunga papan harganya antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- rupiah. Saya bahkan pernah mendengar ada bunga impor yang harganya setangkainya sangat mahal dan menjadi dekorasi di pelaminan sebuah pernikahan. Saya sempat bertanya mengapa harganya begitu mahal? Ternyata karena bunga tersebut hanya ada di musim tertentu dan berbau sangat wangi. Sayang saya lupa nama bunga tersebut.

Kalau boleh saya sih mau uangnya saja. Demikian perkataan orang-orang yang tidak bisa mengapresiasi seni…

Sampai suatu saat saya membaca mengenai seorang perangkai bunga yang bekerja untuk istana kepresidenan. Namanya Ibu Martinneke. Seorang wanita kelahiran Padang 23 Mei 1937. Senior banget lah! Beliau ini perangkai bunga tetap Istana sejak tahun 1982 hingga masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kini beliau menetap di Padang dan memiliki Lembaga Pendidikan dan Keterampilan Hj. Martinneke untuk membagi ilmu merangkai bunga yang telah ditekuninya sejak usia 18 tahun.

Artikel itu membuka mata saya tentang seni merangkai bunga. Merangkai bunga tidak sesederhana yang di duga. Bagaimana warna, bentuk, dirangkai dalam sebuah komposisi yang indah dan memiliki nilai filosofi yang dalam.

Rangkaian bunga ada di mana-mana. Tampilannya yang cantik, bentuknya yang indah, warnanya yang manis hingga wanginya yang begitu semerbak. Ada bunga tangan yang biasa dibawa pengantin, bunga dekorasi ruangan, bunga tatanan di meja, bunga ucapan selamat, bunga duka cita, hingga bunga papan yang lagi wara-wiri di timeline kita saat ini.

Siapa saja sih orang yang suka kirim-kiriman bunga ini?

Banyak ternyata. Mulai dari pasangan yang ingin baikan, ucapan selamat ulang tahun, wisuda, kenaikan jabatan, ungkapan duka cita, atau sekedar ngegombalin jagoan yang kalah di pilkada.

Apa tidak sayang bunganya di buang?

Bunga itu kan umurnya memang tidak panjang. Di tangan florist yang handal, keindahan bunga-bunga potong ini naik derajatnya. Ada ilmu dan bakat luar biasa yang diperlihatkan di sana. Tidak gampang loh merangkai bunga itu. Saya pernah belajar ilmu merangkai bunga Ikebana di Jepang. Asli hasilnya nggak nyeni banget ketika di tangan saya. Dengan sedkit sentuhan Bu Guru yang memindahkan dan sedikit mengubah sudut tangkai bunga, hasilnya menjadi jauh lebih indah. Luar biasa deh!

Rangkaian bunga-bunga yang cantik ini kemudian diberikan kepada seseorang. Menyejukkan mata dan menebarkan keindahan. Kemudian diabadikan dalam foto yang tak akan lekang waktu.

Bagaimana, berminat belajar merangkai bunga untuk mengungkapkan perasaan kita?

 

Bacaan lanjutan:

http://www.harnas.co/2015/01/19/martinneke-perangkai-bunga-istana

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Katakan dengan Bunga

  • April 30, 2017 at 5:39 pm
    Permalink

    Indah memang binga,di tangan ahlinya

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: