Review Buku The Magic Rhonda Byrne

Sebenarnya sudah lama saya tidak beli buku motivasi yang biasanya jadi genre favorit. Walau motivator banyak dihujat sejak ramainya gosip tidak penting mengenai motivator yang tidak mengakui anaknya, buat saya, motivasi tetap diperlukan dalam dosis tertentu. Membaca buku motivasi itu membuka wawasan baru kita mengenai hal-hal yang sering kita lupa. Cuma apa daya, buku-buku motivasi berkualitas harganya jarang yang murah meriah.

Kebetulan pas kemarin mampir di Gramedia, eh ada promosi #Nyala43 dalam rangka ulang tahun Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Flyernya yang sempat saya kira hoax ternyata beneran loh. Ada diskon Rp 43.000,- untuk buku terbitan Gramedia Pustaka Utama dengan pembelanjaan minimal Rp 150.000,-. Sesuatu banget kan? Semoga jaringan penerbit Gramedia yang lain seperti Elex Media Komputindo, Penerbit Buku Kompas, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Bhuana Ilmu Populer (BIP), Gramedia Widasarana Indonesia (Grasindo) memiliki ide yang sama saat ulang tahun.

Diskon 43 ribu yang lumayan.
#Nyala43, diskon 43 ribu yang lumayan. Selamat Ulang Tahun GPU.

Kalau lagi ada diskon begini, jadi deh buku-buku incaran bisa terbeli. Dan buku yang beruntung saya bawa pulang adalah The Magic-nya Rhonda Byrne. Maklum motivasi lagi agak menurun akhir-akhir ini. Harapannya beberapa sendok motivasi bisa membangkitkan semangat yang lesu.

 

The Magic adalah tentang Syukur

Seperti buku-buku Rhonda sebelumnya, buku ini kembali mengemas konsep lama yang sering kita lupakan dalam hidup.

“Jawaban dari misteri yang tak terpecahkan selama berabad-abad ini terdapat dalam satu kata yang tersembunyi: syukur.” (hal 5)

Konsep syukur ini adalah gagasan klasik yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi lain. Sejumlah agama besar mengajarkan konsep syukur kepada para penganutnya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” – QS Ibrahim 14:7

“Siapa yang memiliki akan memberi lebih banyak, dan ia akan memiliki kelimpahan. Siapa yang tidak memiliki, maka bahkan apa yang dimilikinya akan diambil darinya.” – Kutipan Injil Matius dalam Alkitab

Budha mengatakan bahwa tidak ada perjuangan yang perlu Anda lakukan kecuali untuk bersyukur dan bergembira.

Lao Tzu mengatakan bahwa jika Anda bergembira dengan apa yang ada, seluruh dunia akan menjadi milik Anda.

“Ketika Anda bangun di pagi hari, bersyukurlah atas cahaya pagi, atas hidup dan kekuatanmu. Bersyukurlah atas makanan dan kegembiraan hidup. Jika kau tidak melihat alasan untuk berterima kasih, kesalahan terletak di dalam dirimu sendiri.” – Tecumseh (1768 – 1813), Pemimpin Shawnee, Suku Pribumi Amerika.

 

Jadi apa yang baru dalam The Magic?

Dalam buku ini, Rhonda mengajak pembaca untuk berlatih selama 28 hari. Buku setebal 280 halaman ini terdiri dari 28 Latihan Ajaib yang perlu kita lakukan setiap hari selama 28 hari. Jadi sebenarnya buku ini baru akan tamat kita baca setelah 28 hari. Setiap hari di cicil 4 – 5 halaman, dimana ada latihan harian yang perlu dilakukan.

Karena penasaran, tentu saja saya melakukan pembacaan cepat terhadap latihan selama 28 hari. Secara umum kita bisa melihat ada latihan untuk meningkatkan hubungan antar manusia, kesehatan, uang, karir, dan impian tertentu. Syukur itu memang tidak sesederhana yang kita duga. Perlu dilatih dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sini buku The Magic akan membantu kita untuk melemaskan otot-otot syukur kita yang mungkin saja kaku.

Rhonda menceritakan pengalamannya 6 tahun lalu (sekitar 2006, bisa jadi sebelum membuat buku The Secret):

“Tanpa syukur, hidup saya sulit. Saya punya utang, dan setiap bulan, utang itu semakin besar. Saya bekerja keras, tetapi kondisi keuangan saya tidak pernah membaik. Dalam usaha mengejar pembayaran utang dan kewajiban yang semakin menumpuk, saya terus hiudp di dalam arus stress. Relasi saya berayun seperti pendulum, dari lumayan menjadi buruk, karena sepertinya saya tidak pernah punya cukup waktu untuk setiap orang.” (hal 12)

The Magic bisa dibilang termasuk buku tercepat yang bisa saya tamatkan. Hanya sekitar 2 jam – dengan skimming di sana sini, saya memutuskan segera memulai program 28 hari langsung setelah menutup buku. Padahal tadinya sempat berpikir mulainya besok-besok saja ah. Tapi kok rasanya sayang untuk menunda keajaiban dari rasa syukur dengan latihan dalam buku ini.

Memang benar kutipan Ibnu Khaldun Al Muqaddima (1332 – 1406) Ilmuwan dan Negarawan yang di tulis di halam 18: “Pengetahuan adalah harta, tetapi mempratikkannya adalah kunci dari harta itu.”

“Syukur adalah perasaan. Jadi tujuan utama mempratikkan syukur adalah sengaja merasakannya sebanyak mungkin, karena kekuatan perasaan Anda-lah yang mempercepat keajaiban di dalam hidup Anda. Hukum Newton berlaku satu banding satu – apa yang Anda beri, Anda terima dalam jumlah yang setara. Itu berarti, semakin besar perasaan syukur Anda, tingkat kehidupan Anda pun akan meningkat setara dengan perasaan Anda! Semakin sungguh-sungguh perasaan Anda, semakin tulus syukur Anda, semakin cepat hidup Anda berubah.” (hal 19)

Ah, Tante Rhonda memang bisaan banget lah memotivasi orang.

 

Tentang Rhonda Byrne

Rhonda Byrne adalah penulis Australia kelahiran tahun 1951. Karya fenomenalnya The Secret di mulai sejak ia membuat film dan mengeluarkan buku pada November 2006. Bisa jadi karena sempat di angkat di Oprah Wimprey Show pada tayangan Januari 2007, The Secret kini telah diterjemahkan dalam 50 bahasa dan terjual hingga 20 juta kopi.

Tayangan Oprah Wimprey Show episode The Secret bisa dilihat di sini.

Pada Mei 2007 Rhonda Byrne menjadi salah satu tokoh dalam The Time 100: The People Who Shape Our World dan masuk sebagai Forbes “The Celebrity 100” list. Harus diakui Tante Byrne ini benar-benar pintar menjual buku yang begitu dibutuhkan banyak orang. Terlepas dari betapa konsepnya sebenarnya tidaklah original.

Walau The Secret banyak mendapat kritik karena ajarannya yang di anggap terlalu mengagung-agungkan ‘positif thinking’ dan mengabaikan keberadaan Tuhan, Rhonda Byrne tetap mengeluarkan karya-karya fenomenalnya yang lain. The Power (2010), The Magic (2012), The Hero (2013). Karya-karya yang masuk dalam jajaran New York Times bestseller.

The Secret Series
The Secret Series (sumber: http://www.bangzo.co.uk)

 

Mengenai The Secret dan kritik terhadapnya bisa dibaca di sini.

 

Perbandingan dengan buku sejenis

Ada yang berbeda dari The Magic dengan buku motivasi lain seperti karya-karya Steven R. Covey (seri 7th Habits), Erbe Sentanu ( Quantum Ikhlas, The Power of Positive Feeling), Ippho Santosa (Seri Keajaiban Rejeki), dan lainnya. Kalau buku yang lain, kita cenderung ‘dipaksa’ untuk membaca buku sampai tamat baru bergerak melakukan tindakan. Terkadang dalam beberapa hari kita lupa dengan isi buku tersebut.

The Magic menawarkan diri sebagai buku pendamping selama 28 hari pertama untuk mempraktekkan konsep syukur. Dimulai dari hari pertama untuk membuat daftar 10 karunia dalam hidup dan mengapa kita bersyukur atas karunia ini. Perenungan harian ini yang akan membantu kita untuk bisa merasakan syukur dan benar-benar mendapatkan merasakan manfaat darinya. Bukan syukur sekedar ucapan terima kasih tipis di bibir tanpa makna. Setelah 28 hari, selanjutnya kita bisa berlatih rutin sesuai kebutuhan.

Seriously, this book it worth to try!

Latihan Ajaib harian dalam The Magic
Latihan Ajaib harian dalam The Magic

Data Buku The Magic

Penulis : Rhonda Byrne

Alih bahasa : Susi Purwoko

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, cetakan ke-9 Maret 2016 (cetakan pertama Agustus 2012)

Halaman : 280 hal, 13,5 x 21 cm

Harga : Rp 75.000,-

Untuk pembelian online bisa di beli di sini.

 

Sumber tambahan:

Official website The Secret http://www.thesecret.tv/

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Review Buku The Magic Rhonda Byrne

  • March 26, 2017 at 11:03 pm
    Permalink

    Ketinggalan banyak euy, belum baca satu pun. Padahal denger2 soal the secret udah lama.
    Next bolehlah jadi referensi pas ke toko buku, tapi kapan? XD hellooooo… hihi

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: