Ketika Musibah Datang

Mengapa hal buruk menimpa kita?

Ketika membaca koran atau menonton berita di televisi, selalu ada saja berita-berita tragis yang menyayat hati. Berita perceraian karena perselingkuhan lah, KDRT, kecelakaan, penyakit parah, pelecehan seksual, kehilangan harta benda, dan lain-lain. Bukan hanya musibah yang umum, bahkan musibah yang aneh-aneh seperti mobil yang kecemplung ke sungai atau tersebarnya video viral tengah melakukan hal yang menyebabkan diri menjadi bullying nasional. Entah mimpi apa mereka semalam? Ah itu lah berita, bad news is a good news, katanya.

Dulu saya sering berusaha mencari-cari apa penyebab mengapa seseorang mengalami musibah aneh-aneh. Apakah mereka melakukan sesuatu yang bisa kita pelajari untuk menghindari musibah tersebut? Sekilas sepertinya iya. Jaga rumah tangga dengan baik supaya tidak diselingkuhi, jangan pelit keluarkan zakat kalau tidak mau kehilangan, jaga kesehatan demi jauh dari penyakit, dan sejenisnya.

Tapi ternyata ya tidak selurus itu. Hasil temuan saya, segala sesuatu bisa terjadi pada siapa pun. Ada yang sudah berusaha keras menjaga rumah tangganya, tetap diselingkuhi. Ada yang tidak pelit, mengalami kerugian besar dalam usaha. Dan yang banyak juga terjadi, teman-teman yang bergaya hidup sehat ditimpa penyakit parah. Bukan maksud saya mau mengatakan bahwa kita tidak perlu melakukan hal yang baik. Tapi musibah itu bisa menimpa siapa pun. Tidak ada istilah suatu musibah rasanya tidak mungkin menimpa kita, karena kita telah berusaha lurus selurus lurusnya mengikuti a-z ketentuan yang berlaku. Segala sesuatu mungkin menimpa siapa saja. Termasuk saya dan teman-teman.

Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri dan selalu berserah diri pada yang di Atas. Tapi bagaimana pun ada rasa takut di dalam hati kalau membaca berita-berita sedih. Bagaimana kalau hal itu menimpa diri kita?

 

Ayat Al Quran penghangat jiwa saat ditimpa musibah

Berikut beberapa ayat Al Quran yang bisa menghangatkan jiwa kita ketika ditimpa musibah:

 

  • Bahwa segala sesuatu terjadi atas Ijin-Nya

Semua orang tentu akan sangat sedih dan menangis ketika musibah menimpa. Itu adalah emosi manusia yang sangat wajar. Yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi itu sudah ditentukan akan terjadi. Tidak bisa dihindari jika Allah menghendaki itu terjadi. Yakin saja, ada sebuah rahasia dan hikmah di balik sebuah kejadian.

 

QS Al An’am 6:59

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

 

  • Sebagai bentuk ujian untuk naik kelas

Tidak berbeda dengan anak sekolah, kalau mau naik kelas ya harus ada ujiannya dulu.

 

QS Al Baqarah 2:155-157

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jugalah kami kembali)“.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

  • Setiap musibah sekedar sesuai kesanggupan kita

Percayalah berat ringannya musibah itu sudah diperhitungkan oleh-Nya. Ia lebih mengenal hamba-Nya. Insya Allah setiap orang bisa keluar sebagai pemenang dalam menghadapi ujian-ujiannya dengan kesabaran.

 

QS Al-A’Raaf 7:42

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka Itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

 

  • Kekuatan istigfar, intropeksi diri dan syukur nikmat

Berhenti menyalahkan orang lain atas musibah yang terjadi. Berusaha untuk melihat ke dalam diri apa yang bisa kita perbaiki. Dan mencoba mensyukuri nikmat kehidupan yang masih tersisa, sebelum ikut diambil juga…

QS An nisa 4:79

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.

 

QS Ibrahim 14:7

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.”

 

  • Pertolongan Allah itu dekat

QS Al Baqarah 2:186

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

 

QS Al Baqarah 2:214

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

 

QS Al Insyirah 94:5-6

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

 

  • Jadikan Sabar dan Sholat sebagai Penolong

QS Al Baqarah 2:45-46

Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Dan salat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.

Yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

 

QS Al Baqarah 2:153

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.

 

Bahagia = Tidak ada rasa Takut dan Sedih

Bagaimana pun rasa takut dan sedih akan terjadinya hal buruk, bisa terselip dalam dada manusia. Insya Allah ini membuat kita untuk selalu awas dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang-orang di sekitar kita selagi masih di beri nikmat.

Berikut beberapa ayat favorit saya untuk melindungi diri dari rasa takut dan khawatir terhadap kehidupan. Sekaligus lebih semangat dalam menghadapi berbagai tantangan yang menghadang jalan hidup kita.

QS Al Baqarah 2:38

Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati“. 

 

QS Al Baqarah 2:62

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

QS Al Baqarah 2:112

Tidak! Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati

 

Ini semua tentang rasa

Tapi apakah suatu musibah benar-benar musibah? Bukan tidak mungkin sesuatu yang kita tangisi pada awalnya ternyata merupakan gerbang keberhasilan kita di masa depan. Saya sempat menulis tentang ini dalam postingan Apakah Sebuah Musibah Benar-Benar Sebuah Musibah? 

Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah 2: 216)

Musibah atau keberuntungan juga sebenarnya adalah 2 sisi mata uang yang sangat dekat dan berhubungan dengan rasa. Sesuatu yang terlihat sebagai musibah, ternyata menyadarkan seseorang dengan rasa cinta yang diberikan orang-orang di sekelilingnya. Sering kita dengar cerita bagaimana musibah bisa membuat seseorang lebih dekat kepada Sang Pencipta. Sebaliknya, keberuntungan yang terlihat begitu gegap gempita, ternyata menimbulkan bara kemarahan dan kebencian di hati yang membuat kita makin berjarak dengan Yang Maha Kuasa.

Hanya kita yang mengalaminya yang dapat merasakan hal ini. Tidak bisa pencitraan dan tidak bisa bohong dengan perasaan kita sendiri.

Semoga bermanfaat. Wallahualam bissawab (dan hanya Allah yang Maha Mengetahui).

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: