Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian Anak

Tulisan ini merupakan tulisan bersambung berupa laporan harian dalam melatih kemandirian anak selama 10 hari sebagai tugas kelas Bunda Sayang Ibu Profesional.

 

#day1 (Kamis, 23 Februari 2017)

Mendapatkan tantangan 10 hari untuk melatih kemandirian anak lumayan bikin saya berpikir. Pengalaman melatih kemandirian anak yang selama ini saya terapkan biasanya menunggu kebutuhan alami anak. Namun dalam 10 hari kedepan kami diminta untuk mencoba melatihnya bersama. Saya pun berpikir, “Waduh, kalau direkayasa begini, bisa nggak ya?”

Saya pun membahasnya dengan anak-anak mengenai tugas ini. Kira-kira kemandirian apa yang perlu kami latih bersama. Kebetulan Raka dan Raisya sudah cukup besar untuk bisa diajak diskusi. Kami pun memutuskan untuk melatih beberapa hal selama 10 hari ini.

Raka akan melatih konsistensinya dalam meletakkan tas sekolah ditempatnya, bekal makanan di tempat cuci piring, dan baju kotor langsung di kamar mandi. Selama ini Raka masih suka meletakkan barang-barang pulang sekolah di ruang tamu atau di kamar tidur.

Sementara Sasya memilih untuk minum 4 gelas air putih setiap hari. Sasya ini masih susah banget untuk minum air tidak berasa.

Anak-anak saja nih? Nggak dong, kan perlu role model. Maka Mama pun ikut berlatih konsistensi untuk bisa meletakkan barang pada tempatnya sebelum tidur dan minum 8 gelas air putih setiap hari.

Semua sepakat untuk menceklist form ini setiap hari. Deal!

Tantangan 10 Hari Raka, Sasya dan Mama
Tantangan 10 Hari Raka, Sasya dan Mama

 

#day2 (Jumat, 24 Februari 2017)

Hari kedua tantangan 10 hari Raka berhasil konsisten untuk meletakkan tas pada tempatnya, mengeluarkan bekal untuk menaruhnya di tempat cuci piring, dan menaruh seragam sekolah yang kotor di kamar mandi tanpa diingatkan.

Sementara Sasya hanya sanggup minum 2 gelas air putih, segelas susu dan segelas Nutrisari. Masih belum sanggup untuk 4 gelas air putih. Ia sempat protes sih, “Kenapa Raka dapat tantangan yang gampang?” Tapi menurut Raka, yang gampang itu Sasya, karena cuma diminta minum 4 gelas saja. Maklum, Raka tidak punya masalah dengan minum air putih.

Tantangan setiap orang memang beda-beda. Mama juga tidak terlalu sukses di hari kedua. Karena dibantu si Bibi yang bekerja hari ini (waktu bekerja Bibi adalah seminggu dua kali), barang-barang cukup rapi hari ini. Ditambah lagi Abah yang lagi keluar kota, sehingga tidak banyak barang yang tidak pada tempatnya. Jadi bisa dibilang nilainya 1/2 lah untuk hari ini. Untuk masalah minum Mama hanya sanggup 5 gelas. Bisa jadi susahnya Sasya minum air putih nurun dari Mama.

 

#day3 (Sabtu, 25 Februari 2017)

Di hari ketiga yang bertepatan dengan hari Sabtu, Raka jadi bertanya,  “Kalau hari nggak sekolah, tantanganku apa?” Iya ya, saya lupa mempertimbangkan kalau Sabtu dan Minggu tidak ada acara meletakkan tas, bekal dan pakaian sekolah.

“Ya udah, enaknya diganti dengan apa ya?” tanya saya.

“Meletakkan barang lain aja pada tempatnya,” Raka mencoba mengusulkan.

Boleh lah. Alhasil hari ini ini Raka berhasil dapat ceklist karena membantu Mama meletakkan barang-barang yang tidak pada tempat, hingga merapikan bungkusan Lego yang baru dibelinya. Biasanya sering bertaburan dan harus Mama yang membersihkan.

Sasya juga hari ini akhirnya untuk pertama kalinya minum 4 gelas sehari. Padahal hari pertama hanya 3 gelas, dan hari kedua hanya 2 gelas. Kelihatan sekali dia bangga menggambarkan gelas ke-empat di lembaran ceklist sebelum tidur.

Anak-anak memang saya minta memberi ceklist tantangan yang berhasil mereka lalui. Biar lebih terasa serunya.

Kalau Mama gimana hari ini? Minumnya cuma sanggup 5 gelas. Tapi soal beberes lumayan hebat ini. Oh iya, untuk Mama patokannya semua barang paling lambat diletakkan pada tempatnya sebelum tidur. Dan rasanya memang enak tidur dengan rumah yang rapi dan bersih.

 

#day4 (Minggu, 26 Februari 2017)

Wah hari ini bisa dibilang kacau balau karena Mama ada acara seharian di luar rumah. Anak-anak hanya dengan Abahnya. Rumah kacau balau, dan Sasya tidak terlalu ingat sudah minum berapa gelas hari ini. Tapi setidaknya dia minum 2 gelas pada sore dan malam hari. Raka karena tidak ada tantangan yang spesifik, jadi bisa dianggap tidak merampungkan tugasnya meletakkan barang ditempatnya. Hanya dianggap 1/2 saja lah, karena beberapa mainan yang dimainkan seharian sudah dikembalikan di tempatnya.

Target si Mama hari ini juga jadi bubar. Hanya sempat beberes sedikit di malam hari dan terkapar kecapaian. Semoga besok lebih baik lagi.

 

#day5 (Senin, 27 Februari 2017)

Berhubung sudah kembali hari sekolah, rutinitas tantangan bisa kembali berlangsung normal. Raka tanpa disuruh sudah tahu untuk langsung meletakkan barang-barang pulang sekolah. Malah saya yang baru memperhatikannya di malam hari. Bahkan tanda ceklist di papan pun sudah ia contreng sendiri.

Sasya masih kesulitan bisa memenuhi target 4 gelas air putihnya. Bukan tidak mungkin itu karena Mamanya juga kesulitan buat minum 8 gelas sehari. Masya Allah, ini sudah 5 hari kok ya mentok saja di 5 gelas!

“Kalau Mama bisa mestinya anak-anak pasti bisa juga!!!” *jadi ingat harus minum dulu sebelum publish.

Ceklist Tantangan 10 hari hingga hari ke-5
Ceklist Tantangan 10 hari hingga hari ke-5

#day6 (Selasa, 28 Februari 2017)

Di hari ke-6 Raka sudah otomatis merapikan barangnya. Kepikiran mau menambahkan tantangan baru yang lebih seru.  “Kang, kemandirian apa lagi ya yang perlu kita latih?” tanya saya. Habis bingung juga, rasanya semua yang standar-standar dia sudah bisa. Catatan mengenai kemandirian Raka dan Sasya bisa dibaca dalam postingan Pengalaman Melatih Kemandirian Anak. “Udah ah itu aja,” jawab Raka malas. Ya ok  deh, kayanya segini dulu saja selama 10 hari sampai benar-benar otomatis.

Terus terang ini pengalaman pertama saya melatih kemandirian anak dengan cara di catat, Sebelumnya berjalan begitu saja. Apakah itu mengenai ibadah atau belajar. Kayanya kalau keberhasilan baru 5 hari, belum bisa dibilang sebagai kebiasaan. Baiklah kita akan konsisten sampai 10 hari.

Sasya juga hari ini pintar sekali mampu menghabiskan bekal minum yang dibuatnya sendiri. Air madu ramuan sendiri rasanya lebih pas kalau menurut Sasya. Jadi hari ini sukses bisa minum 4 gelas.

 

#day7 (Rabu, 1 Maret 2017)

Hari ini hujan mengguyur cukup lebat. Raka pulang sekolah naik sepeda sambil hujan-hujanan kesenangan. Melihatnya seperti itu  saya membantunya menaruh dan mengeringkan tas sekolahnya yang basah. Sambil memberinya handuk dan membantu membuka bajunya di kamar mandi untuk mandi air hangat.

Jadi bagaimana ya, apa perlu di ceklist atau tidak tantangan hari ini? Setelah di negosiasikan, akhirnya kami putuskan memberikan ceklist 1/2 di daftar.

Sasya sih hari ini hanya mampu minum 3 gelas. Mudah-mudahan nanti sebelum tidur bisa nambah 1 gelas lagi.

Kalau si Mama sih masih sama seperti biasa.

 

#day8 (Kamis, 2 Maret 2017)

Hari ini Raka hebat karena Raka sudah otomatis meletakkan tas di gantungan tas, membongkar bekal dan meletakkan baju seragam kotor di tempatnya sebelum bermain game “Nasi Goreng” bersama Sasya.

Sementara Sasya agak kesulitan untuk diminta minum hari ini. Gelas air putih yang disediakan tidak disentuh. Sasya hanya mampu minum 3 gelas hari ini. Mudah-mudahan kebutuhan cairan dalam tubuhnya bisa banyak terganti oleh banyak buah yang dimakannya hari ini. Sya… Sya, minum kok susah banget (sama kaya Mamanya).

 

#day9 (Jumat, 3 Maret 2017)

Di hari ke-9 Raka pulang sekolah dengan agak kelelahan. Barang-barangnya langsung dilempar seenaknya. Jadi perlu diingatkan untuk meletakkan tas dan bekal di tempatnya. Baju juga sempat di taruh di tempat tidur, sebelum diletakkan di keranjang baju kotor di kamar mandi.

Kalau Sasya karena menjelang hari terakhir, lagi semangat untuk minum air putih. Sekedar supaya bisa segera memenuhi target dan menggambar gambar gelas di lembar ceklist. Hari ini target 4 gelas terpenuhi.

 

#day10 (Sabtu, 4 Maret 2017)

Alhamdulillah akhirnya rampung juga kami menyelesaikan tantangan ini. Pada hari terakhir Raka mengganti kewajibannya dengan merapikan semua mainan ke tempatnya sebelum tidur. Sasya juga semangat untuk menyelesaikan gelas terakhirnya menjelang tidur.

Kalau dilihat dari data, Raka sukses di 8 hari sedangkan Sasya hanya sukses 3 hari menyelesaikan targetnya. Kalau soal Mama tidak perlu dibahas ya.

“Habis sih, Raka gampang sekali tantangannya,” protes Sasya. Raka sih memang sempat untuk menawarkan tukeran tantangan. Buat Raka jauh lebih gampang minum 4 gelas sehari daripada ‘ribet’ menaruh barang-barang ditempatnya. Maklum Raka minumnya bisa 6-8 gelas sehari dengan gampangnya sejak kecil.

Jadi disini kelihatan setiap anak memiliki tantangan kemandiriannya masing-masing. Kesulitan buat anak yang satu pada usia tertentu, belum tentu menjadi masalah buat anak yang lain.

Buat saya sendiri tantangan selama 10 hari ini masih jauh dari target menilai kemandirian seorang anak. Seorang anak bisa disebut mandiri, ketika ia sudah bisa melakukan sesuatu hal secara alami sesuai kebutuhannya tanpa ceklist dan bahkan tanpa disuruh. Jadi saya kira, kami masih harus melatih kebiasaan ini selama setidaknya 3 bulanan.

Ketika saya tanya apakah anak-anak mau melanjutkan tantangan ini untuk 10 hari ke depan? Keduanya serempak menjawab: “TIDAK!!!”

 

Ceklist Tantangan 10 hari Kemandirian Anak
Ceklist Tantangan 10 hari Kemandirian Anak

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian Anak

  • April 28, 2017 at 1:17 pm
    Permalink

    Wow, terima kasih sharing nya.
    Bisa di praktekin di rumah.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: