Solusi masalah anak dengan Islamic Hypnoparenting bersama Ust. Ucu Najmudin

Setiap anak membawa masalahnya sendiri-sendiri. Ada yang pemarah, pemalu, penakut, tidak mau belajar, pemalas, sulit fokus, dan hal lain yang memicu emosi kita sebagai orang tua. Walau bukan tidak mungkin sebenarnya masalah anak ini cerminan dari masalah kita sebagai orang tua juga. Bukan kah banyak dari kita yang juga gampang marah, minder menghadapi orang lain, susah untuk mempelajari hal baru, atau sekedar bosan mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Kalau mau jujur, beda-beda tipis sama masalah anak sebenarnya. Cuma gengsi ah buat ngaku…

Ketika Kelas 2 Forum Orang Tua Siswa (FOTUS) Has Darul Ilmi mengundang Ust. Ucu Najmudin – penulis buku Multiple Therapy for Muslim, Jurus sakti mengatasi masalah dan emosi anak dalam hitungan menit (Pembela Islam Media, 2012) pada 11 Februari 2017 untuk berbagi ilmu, para orang tua menjadi begitu antusias. Tidak kurang dari 28 orang tua dan seorang guru sudah duduk manis di Aula Has Darul Ilmi untuk mendapatkan ilmu dari ayah 13 anak ini (5 anak kandung dan 8 anak angkat yang diasuh sejak kecil).

Serius menyimak pemaparan Ust. Ucu Najmudin untuk mengatasi solusi masalah anak
Serius menyimak pemaparan Ust. Ucu Najmudin untuk mengatasi solusi masalah anak

Pada pukul 8.30 di Sabtu pagi yang dingin gerimis, Ust. Ucu membuka materinya dengan mengenalkan 4 jenis stress yang dialami setiap orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Keempat stress tersebut (bisa juga dibaca dalam buku Adi W. Gunawan, The Miracle of Mindbody Medicine, GPU 2012) adalah:

#1 Eustress adalah stress jangka pendek yang positif karena dapat meningkatkan kreatifitas, motivasi, antusiasme dan aktifitas fisik. Familiar kan dengan istilah the power of kepepet? Nah ini contohnya eustress yang sehat, karena bisa mengeluarkan sisi terbaik dari diri kita.

#2 Distress adalah stress dirasa terlalu berat sehingga menimbulkan rasa putus asa dan frustasi untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Ada 2 jenis distress yaitu jangka pendek seperti ketakutan karena dikejar anjing dan jangka panjang seperti stress menghadapi ujian akhir. Setelah tekanan berhasil dilalui, maka stressnya akan hilang.

#3 Hyperstress adalah kondisi bila seseorang didorong melampaui batas kemampuannya mengatasi tekanan. Hal-hal sepele bisa jadi pemicu meledaknya emosi orang yang mengalami hyperstress.

#3 Hypostress adalah kebalikan dari hyperstress. Orang yang mengalami hypostress merasa hidupnya monoton, membosankan, tidak ada tantangan dan kehilangan semangat hidup. Anak yang mengalami hypostress terlihat begitu pendiam. Mungkin ini yang sering saya katakan sebagai masa-masa ‘nge-hang’, diam nggak tahu mau ngapain.

Menurut ustad Ucu, bentuk stress pada setiap orang berbeda-beda. Ada anak yang mengompol, anak menangis lebih dari 7 menit, anak pendiam berat di sekolah tapi di rumah hebohnya minta ampun, sampai mengamuk hanya karena masalah sepele, itu bisa jadi karena stress. Bahkan ibu-ibu yang sering lupa naruh barang dimana atau mulai kebingungan mau masak apa di tukang sayur bisa jadi menunjukkan tanda stress juga.

 

Solusi masalah umum anak

Dalam kesempatan ini Ust. Ucu meminta peserta menuliskan 1 saja masalah anak dalam selembar kertas untuk dikumpulkan. Dari situ terlihat bahwa masalah umum yang dihadapi orang tua adalah anak yang pemarah, penakut, dan kurang fokus. Ehm rasanya ini bukan hanya masalah anak deh, banyak orang tua yang mengalaminya juga.

 

Masalah anak menangis

“Biasanya cara gampang yang dipilih untuk mengatasi adalah memberi anak jajanan. Apalagi kalau diasuh Bapaknya,” kata Ust. Ucu. Sebenarnya durasi anak menangis itu cukup 7 menit. Biarkan saja ia meledakkan emosinya. Sabar saja menunggu 7 menit. Anak yang menangis lebih dari 7 menit biasanya karena ada gangguan di usus atau mengalami tekanan psikologis.

 

Masalah anak mengompol

Mestinya anak umur 5-6 tahun sudah tidak mengompol. Jika di atas usia itu masih ngompol, bisa jadi ia mengalami stress. Saat anak tertekan, ginjalnya menjadi lemah. Ini yang membuat anak menjadi sering ngompol. Ditambah lagi jika ia merasa ketakutan ke toilet.

Solusi untuk anak yang masih suka ngompol adalah dengan menghangatkan ginjalnya. Berikan perasan air kencur yang diberi madu secara rutin selama 1 minggu.

 

Masalah anak kurang fokus

Anak kurang fokus karena supply oksigen ke otak tidak lancar. Untuk mengatasinya cobalah anak untuk minum air putih minimal 4 gelas sehari atau sekitar 1 liter (kalau orang dewasa 2 liter). Menurut wikipedia, 55-78% tubuh manusia terdiri dari air. Kurang air akan menyebabkan kurang konsentrasi. Jadi iklan itu benar adanya…

Kalau anak tidak suka air putih, bisa digantikan dengan melon atau semangka yang banyak mengandung air. Sebaiknya di juice biar pencernaannya tidak berat. Menurut Ust. Ucu, 2 potong besar semangka bisa setara dengan 3-4 gelas air. Bagaimana dengan memberikan minuman manis? “Minuman manis malah akan membuat anak menjadi pemarah karena kadar tanin yang tinggi,” kata ustad yang telah menulis 8 buku terapi ini.

 

Masalah anak pemarah

Kalau anak pemarah, coba untuk melihat siklus BABnya. Anak yang sehat BABnya harus rutin sehari sekali dan tidak keras. Anak yang emosional atau pemarah biasanya BABnya 2 hari atau 3 hari sekali. Ada racun yang tidak terbuang sempurna dari badannya.

Anak yang BABnya tidak lancar bisa diterapi dengan minum minyak zaitun (Virgin oil/VCO) yang dicampur madu selama 1 minggu rutin setiap hari. Ust. Ucu juga mengingatkan bahwa untuk terapi yang berkaitan dengan perut, harus diminum sebelum tidur. Biasanya setelah 7 hari detox secara konsisten masalah anak akan beres. Solusi lain dari anak yang pemarah coba kurangi susu formulanya. Atau ganti dengan susu yang dari tumbuhan.

 

Masalah anak susah bangun pagi

Coba di lihat apakah ada contoh susah bangun pagi di rumah? Biasanya anak mencontoh. Selain juga bisa juga karena pola tidur yang salah karena tidur kemalaman. Perlahan ubah pola tidurnya. Perbanyak makan buah agar ususnya tidak dingin. Beri minum air hangat sebelum tidur.

 

Masalah anak sulit calistung

“Punya anak TK jangan disuruh baca tulis dulu,” pesan Ust. Ucu. Soal membaca dan menulis itu gampang sekali. Ustad Ucu menceritakan pengalamannya tentang salah satu anaknya yang tidak bisa baca tulis saat masuk kelas 1. Cukup dengan diterapi menulis huruf d dan b secara berdampingan dalam 1 lembar kertas tidak bergaris, hanya dalam 3 bulan, masalah baca tulis bisa dilalui. Ustad Ucu memang pernah mempelajari 18 huruf yang dapat dijadikan terapi dalam Grafologi. Jadi bukan asal menulis, memang ada huruf-huruf tertentu yang bermanfaat untuk terapi.

 

Masalah anak ceroboh

Anak yang ceroboh (suka jatuh atau menumpahkan barang)  biasanya terjadi karena otak kiri dan kanannya tidak seimbang. Bisa di coba dengan terapi berenang 1 minggu dua kali.

 

Kedekatan dengan anak

Penting buat orang tua mengelap keringat anak dengan tangannya sendiri. Adanya hormon feromon dalam keringat membuat anak dekat dengan orang tuanya. Bukan dengan pembantunya atau orang lain. “Begitu juga kalau suami pulang kantor ya, jangan dibiarkan keringatnya diusap orang lain,” guyon pak ustad. Menyuapi anak itu juga bisa merangsang kedekatan dengan anak. Ada banyak hormon di mulut yang bertemu dengan jari-jari orang tuanya.

Jika anak memiliki teman yang menurut kita memberi pengaruh kurang baik, jangan langsung dimusuhi dan meminta anak menjauhinya. Karena bisa jadi malah anak kita ‘dicekokin.’ Sebaiknya dekati teman anak tersebut. Bawa mereka ke rumah kita. Rangkul mereka dengan memberi tanggung jawab, kasih makan, agar hatinya terbeli dan bisa diajak bekerja sama.

 

3 buku terapi terbaru Ust. Ucu Najmudin
3 buku terapi terbaru Ust. Ucu Najmudin

Terima masalah anak dengan ikhlas

Coba ngacung siapa yang senang kalau anaknya tidak di rumah? Karena kalau anak di rumah berarti menambah pekerjaan dan masalah. Semakin lama di sekolah itu semakin baik. Menurut Ust. Ucu terimalah masalah anak dengan ikhlas. Bagaimana pun ini akan terekam dalam otak dan perasaan anak. Orang tua yang ikhlas menerima kekurangan anaknya, biasanya masalahnya akan lebih mudah diselesaikan. Jika orang tua ridho, maka Allah akan ridho.

Janganlah memberikan rasa negatif pada anak, dengan memberi label pada anak seperti anak saya nakal, anak saya pemalas, atau anak saya susah di atur. “Beda efeknya ke anak ketika si anak disembunyikan karena dianggap memalukan, dengan yang bisa menerima anaknya apa adanya. Yang oleh mamanya disuruh “Jangan turun dari mobil ya, nanti Mama malu.” biasanya bisa ngamuk tuh setiba di rumah. Berbeda dengan yang ikhlas dan bangga menerima kekurangan anaknya,” cerita Ust. Ucu.

Saya jadi teringat Mami Ubii Grace Melia yang putrinya menderita Congenital Rubella Syndrome (kebocoran jantung, celebral palsy, global development delay, tuna rungu akut). Penerimaan Mami Ubii terhadap kondisi putri sulungnya ini ternyata tidak hanya menjadi berkah buat si anak, tapi juga buat kehidupan si Mami yang bisa menginspirasi dan bermanfaat buat banyak orang. Cerita keseharian Mamii Ubii mendampingi anaknya yang berkebutuhan khusus bisa diikuti di blognya Mami Ubii.

Ikhlas adalah kuncinya. Ikhlas menerima kondisi anak. Ikhlas menerima setiap masalah. Ikhlas terhadap penyakit yang kita derita. Jika sudah ikhlas, biasanya sembuhnya lebih cepat.

 

Mendidik anak itu harus dilakukan berdua dengan ayah dan ibu. “Bagaikan berjalan itu harus dengan 2 kaki. Kalau satu kaki, pastinya akan lelah dan tidak terasa seimbang.” Ada 17 ayat dalam Al Quran mengenai pendidikan anak diantaranya 14 dialog ayah dan anak yang menunjukkan pentingnya hubungan antara Ayah dan anak. Kumpulan ayat Al Quran tentang dialog Ayah dan Anak ini pernah saya tulis di sini.

Fotus Has Darul Ilmi bersama Ust. Ucu Najmudin
Fotus Has Darul Ilmi bersama Ust. Ucu Najmudin

Doa untuk anak

Ustad lulusan S2 Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Islam Nusantara Bandung ini menyampaikan bahwa kekuatan terapi penyembuhan dipengaruhi oleh spiritual (50%), sikap mental (20%), kondisi emosi (20%), dan obat (10%).

Titipkanlah anak kepada Allah sambil berdoa:

“Ya Allah, sholehkan anak saya dan jadikan saya perantara untuk kesolehan anak saya.”

Lakukan sambil memegang anak saat ia tidur. Doakan anak setiap hari selama 14 hari selama konsisten. Lebih afdol jika dilakukan oleh kedua orang tua.

 

Sebagai penutup, Ust. Ucu menyampaikan 3 kunci menghadapi masalah anak:

  1. Usahakan BAB anak lancar setiap hari
  2. Minum air putih 1 liter/hari
  3. Minum juice tomat untuk kestabilan emosi dan strawberry untuk meningkatkan konsentrasi seminggu 2 kali sebagai terapi perutnya. Karena masalah anak sekarang umumnya di perut.

Ust. Ucu Najmudin membuka praktek konseling dan terapi di Klinik Moeslim Therapy, Jl. Gumuruh Belakang 55A Gatot Subroto Bandung. Beliau bisa dihubungi di 0857 2125 3744 / 0812 3047 47432.

Sebagai penutup, simak lah video mengenai anak yang peniru berikut. Semoga kita semua bisa dituntun menjadi role model yang baik bagi anak tercinta.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: