Belajar Ngeblog bersama Langit Amaravati

Pada hari Minggu, 8 Januari 2017 lalu, saya mengikuti acara berguru pertama di tahun 2017. Bertempat di Co&Co Space – sebuah co-working space di daerah Dipati Ukur Bandung, Neng Uchan alias Langit Amaravati diundang oleh Reaterary untuk berbagi ilmu ngeblog yang telah ia tekuni sejak tahun 2009. Coba deh intip blog www.langitamaravati.com, cakep banget dah.

Lah ngapain diriku ikutan belajar ngeblog padahal sudah punya blog cantik kaya shantystory.com ini? (Penonton dilarang protes) Sejujurnya saya sekedar mau say hello saja sama Langit dan teman-teman blogger yang kebetulan datang. Sekaligus mau ngasih selamat kepada pemenang pertama lomba #SwitchableMe. Kali-kali aja dapat bocoran kenapa Mamanya Aksa dan Salwa ini bisa selalu menang kalau ikut lomba.

Dalam sebuah grup kecil, kami belajar tentang cara membuat blog. Cocok banget nih buat teman-teman yang belum pernah buat blog. Walau saya pernah menulis cara membuat blog dalam postingan Membuat Blog itu Gampang, tetap menarik mendengar penjelasan Langit di kelas ini.

Setelah sempat tertunda selama 1 jam yang memungkinkan para peserta kenalan dan saling add friend di FB, Langit memulai kelas dengan menjelaskan pesatnya perkembangan dunia online. Sepertinya semua orang pasti punya akun media sosial atau pernah belanja online kan? Menurut data pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 132 juta atau sekitar 54%. Jadi wajar lah, kalau Indonesia masuk peringkat ke 4 di Asia dan ke-8 di dunia yang penduduknya terbanyak menggunakan internet. We are a digital society!

 

Blogger VS Penulis

Jadi blogger itu makhluk apa sebenarnya?

Sederhananya, blogger itu adalah orang yang menulis pengalaman pribadinya di blog. Apakah blogger berbeda dengan penulis? Saya sendiri sempat tahu ada penulis yang tidak mau disebut sebagai blogger, melainkan cukup sebagai penulis saja walau ia punya blog. Dan banyak sekali penulis terkenal, seperti Raditya Dika atau Adhitya Mulya, yang memulai karir penulisannya dari ngeblog.

Kalau buat saya pribadi perbedaan antara blogger dan penulis itu tergantung darimana penghasilan mengalir. Yup, ujung-ujungnya memang ke duit dan penghasilan. Bahasa halusnya penghargaan terhadap profesi. Blogger fokus menggunakan blognya untuk mendapatkan penghasilan utama. Sementara Penulis menggunakan media cetak seperti buku, koran, majalah, sebagai penghasilan dominan mereka. Namun jangan salah, Blogger bisa mencetak tulisannya di blog dan menjualnya menjadi buku yang laris seperti cerita My Stupid Boss atau Notes From Qatar-nya Muhammad Assad. Penulis juga hampir semua menjual buku mereka di blog, seperti Dewi Lestari, Ika Natassa, dan lainnya.

Hari gini, semua orang punya blog. Kamu kapan?

 

Apa yang diperlukan untuk menjadi Blogger?

Ada 4 modal yang menurut Langit Amaravati diperlukan untuk menjadi seorang blogger, yaitu:

#1 Passion Menulis

Diperlukan rasa senang menulis untuk menjamin tetap bergairah menulis di blog. Kalau belum apa-apa sudah stress duluan mau buat blog, mending nggak usah aja. Ngeblog itu perlu energi untuk bisa rutin menulis dan terus menggali ilmu. Nggak lucu juga kalau blog diisi hanya 1 bulan pertama, dan kemudian dianggurin selama 1 tahun berikutnya hingga lupa passwordnya apa (Bukan bermaksud menyindir siapa-siapa).

 

#2 Alat kerja

Idealnya sih sebagai blogger kita memiliki laptop, smartphone, dan jaringan internet yang mantab. Bisa juga ditambah kamera DSLR, kalau memang punya. Tapi kalau nggak punya juga ya nggak masalah. Percaya nggak, Monica Anggen – penulis buku bestseller serial Miliarder dan Orang Biasa, memulai karir menulisnya tanpa memiliki laptop. Dengan kondisinya sebagai single parent dan harus bekerja full day (saat memulai karir), ia mampu menyisihkan waktu untuk menulis tangan sejumlah draft buku. Pada akhir minggu, ia menggunakan beberapa jam untuk ke warnet demi bisa mengetik dan mengirimkan tulisannya. Dan sekian tahun kemudian, ia mampu menghasilkan puluhan buku, dimana 5 diantaranya dapat logo bestseller. Kalau nggak percaya, baca sendiri ceritanya di blog Monica dalam tulisan Tidak Punya Komputer/Laptop Bukan Alasan Untuk Tidak Menulis.

 

#3 Skill ngeblog

Untuk bisa membuat blog, teman-teman perlu tahu ilmunya membuat blog – yang menurut saya gampang banget itu. Baru setelah itu perlu ilmu untuk mengelola blog dengan baik, membuat template yang cantik, ilmu menulis dengan benar sesuai standar EBI atau Ejaan Bahasa Indonesia (jadi bukan EYD lagi ya sekarang!), ilmu SEO biar postingan kita bisa muncul di halaman pertama Mbah Google, ilmu cara cari duit dari blog (monetizing blog), dan lain-lain. Semua harus dipelajari sedikit-sedikit sambil jalan ya.

 

#4 Attitude

Walau ngeblog itu kelihatan seperti pekerjaan 2 dimensi, tapi jangan salah, sikap dan perilaku seorang blogger itu penting untuk dijaga. Bahkan menurut pengisi acara yang pernah memenangkan event bergengsi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2013 ini, tanpa Attitude yang baik, 4 modal di atas menjadi tidak ada gunanya bagi seorang blogger. Jadilah blogger yang memiliki sikap profesional, bisa menepati janji, dan tidak nyebelin banyak orang. Harus dipahami, bahwa saat kita menulis di blog, tulisan kita akan dibaca umum. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari lulusan es-de hingga es-tujuh, dari orang di pelosok desa kecil di Indonesia hingga urban people di negerinya Uncle Trump. Jadi bijak-bijaklah dalam menulis.

 

Apa yang mau ditulis di Blog?

Secara umum yang menarik untuk ditulis di blog adalah pengalaman pribadi. Blogger serius, biasanya memiliki niche atau topik blog tertentu yang mereka minati. Topik yang memiliki komunitas yang besar seperti kuliner (food blogger), traveling (travel blogger), fashion (fashion blogger), pernak-pernik kecantikan (beauty blogger), teknologi, tips, review buku, parenting, dan banyak lagi. Atau kalau mau campur-campur, dikenal juga istilah lifestyle blogger. Pokoknya segala hal yang dia suka dan menjadi gaya hidupnya ditulis semua di blog.

Sejalan waktu biasanya orang akan menemukan niche blog yang benar-benar sesuai dengan panggilan jiwanya. Jadi jangan khawatir, kalau baru 1 atau 2 bulan belum tahu mau memilih niche tertentu.

Kenapa perlu punya niche?

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba teman-teman pikirkan, jika memerlukan informasi mengenai produk lipstik tertentu misalnya, apakah lebih percaya bertanya pada orang yang selalu bicara tentang alat kecantikan, atau orang yang obrolannya campur-campur antara lipstik, tas, masakan dan lain-lain? Tentunya kita lebih percaya pada orang yang fokus dan ahli dalam suatu bidang.

Lagi serius belajar ngeblog di Co&co Coworking Space
Lagi serius belajar ngeblog di Co&co Coworking Space

Cara membuat Blog

#1 Punya e-mail untuk membuat akun blog

Kalau buat e-mail, pastikan passwordnya jangan terlalu aneh-aneh sampai kita lupa ya.

 

#2 Memilih platform

Sebenarnya ada banyak platform yang digunakan orang untuk ngeblog, tapi untuk mempersingkat waktu, kita bahas 2 pilihan yang paling umum dipakai sejuta umat. Apakah mau WordPress atau BlogSpot? Biar teman-teman nggak bingung, BlogSpot itu sebenarnya namanya Blogger. Cuma karena ekstensinya blogspot, kita suka bilangnya BlogSpot. Padahal sebenarnya nama websitenya www.blogger.com.

Kalau ada waktu, silakan mengecek platform lain seperti Tumblr, Wix, Weebly, LiveJournal, TypePad, dan lainnya.

Semua platform ini ada versi gratisannya. Kita hanya akan perlu membayar, jika ingin memiliki domain sendiri, seperti shantystory.com. Jadi tidak kos lagi di shantystory.wordpress.com atau shantystory.blogspot.co.id.

Ada beberapa hal yang sama dari WordPress dan Blogspot. Ini yang pernah saya pelajari setelah memiliki Blogspot di blog shantybelajarmenulis.blogspot.co.id dan WordPress di shantystory.com yang sebelumnya dipindah dari shantystory.wordpress.com. Yang pertama adalah keduanya sama-sama memiliki tampilan dashboard yang user friendly. Buat kita yang pemula, gampang untuk mengatur segala pernak-pernik blog. Cukup dengan drag atau geser-geser, jadi deh. Kalau bingung dengan petunjuk bahasa Inggris, bisa diubah settingnya dalam bahasa Indonesia. Masih bingung juga? Tinggal tanya Mbah Google, semua jawaban ada di sana. Kalau menurut saya sih ini lebih ke masalah selera. Sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung sudut pandang masing-masing.

 

Masalah user friendly for dummies

Kalau buat saya, baik WordPress maupun BlogSpot sama-sama user friendly. Kalau ada yang bilang BlogSpot lebih sederhana dan WordPress lebih rame dashboardnya, menurut saya itu hanya masalah kebiasaan. Seperti cara membuat menu berdasarkan kategori. Ini jauh lebih mudah di WordPress daripada di BlogSpot.

 

Masalah theme atau template

Soal ini, susah dipungkiri WordPress juaranya. Tapi ya tergantung selera juga. Kalau sukanya yang sederhana ala BlogSpot ya nggak apa-apa juga. Kalau WordPress templatenya yang canggih-canggih. Yang paling saya suka yang magazine style seperti templatenya shantystory.com ini. Jadi post yang ditampilkan di halaman pertama, bisa dikumpulkan dalam kategori tertentu seperti di majalah. Terus bisa yang ada postingan yang bergeser dan bergerak-gerak begitu. Keren kalau kata saya mah.

Tapi memang ada bedanya template yang disedia di WordPress.com dan WordPress.org. WordPress.org itu adalah untuk yang sudah migrasi ke domain sendiri. Nanti lah kita bahas soal ini, karena akan panjang lagi ceritanya.

 

Masalah migrasi ke domain sendiri

Nah dibagian ini, Blogger.com lah pemenangnya. Nggak pake ribet, cukup dengan membeli domain alias dot com yang paling harganya 100 ribuan, di BlogSpot kita sudah bisa membuang ekstensi blogspot.co.id dibelakang nama blog kita. Tidak perlu ada biaya apa-apa lagi dan bebas diisi apapun dengan kapasitas unlimited. Maklum, BlogSpot alias Blogger ini kapasitasnya unlimited. Serius loh, asli unlimited.

Beda dengan WordPress.com. Untuk gratisannya dengan ekstensi namablog.wordpress.com, kapasitasnya hanya 3 GB. Jika sudah penuh atau ingin punya blog dengan hanya menggunakan ekstensi namablog.com, kita perlu beli domain dan jasa webhosting yang harus dibayar per tahun. Sekitar 300 ribuan lah.

Untuk punya bayangan seperti apa besarnya kapasitas sebuah blog, saya berikan contoh blog saya ini. Blog Shantystory.com sejak pertama kali dibeli akhir Februari 2016 memiliki 193 postingan dengan kapasitas 350 MB. Jadi rata-rata 0,6 MB per postingan. Ini karena saya sangat irit menjaga ukuran image dalam setiap postingannya. Walau dimensinya mencapai 800×400 px, ukuran setiap image saya jaga di angka 100KB saja.

Menurut saya itulah 3 pembeda utama dari WordPress dan BlogSpot. Saya pribadi adalah fanatik WordPress fans. Semata-mata karena cinta dengan templatenya. Saya benar-benar nggak nyaman dengan template sederhananya BlogSpot. Soal mahal, itu adalah harga yang harus dibayar. Terkadang untuk cantik memang ada harganya. We are not talking about women here…

 

#3 Memilih nama blog

Pilih nama blog yang pendek dan mudah diingat orang. Jangan terlalu panjang dan tidak menggunakan garisbawah atau tanda baca tertentu. Biasanya banyak orang memilih namanya sendiri. Usahakan juga semua akun media sosial memiliki nama yang sama. Jadi jangan di twitter Shanty, di Facebook Shanty Dewi Arifin, di Instagram ShantyDA misalnya. Bukan hanya orang lain yang bingung, kita sendiri saja mungkin bisa lupa.

 

#4 Menentukan niche blog

Jika memungkinkan dan sudah memiliki minat dalam bidang tertentu, sebaiknya blog memiliki niche blog yang spesifik. Ini lebih memudahkan jika suatu saat ingin bisa mendapatkan uang dari ngeblog. Seperti dibahas di atas, blog dengan niche blog tertentu, akan lebih menjual dan dipercaya oleh pihak lain.

Usahakan untuk rutin meng-update blog dengan postingan yang kita buat.

 

#5 Memilih Template

Pilihlah template yang sederhana namun bisa memikat orang di 3 detik pertama. Jadi jangan memberikan warna-warna genjreng yang bikin sakit mata atau segala efek hujan salju dan iringan musik yang aneh-aneh. Amannya, pilihlah background putih atau broken white dengan tulisan gelap.

Layout template yang standar adalah: Header atau nama blog di bagian atas (biasanya dilengkapi dengan image selebar badan blog dan susunan menu blog), Main post yang berisi postingan, Side bar di sebelah kanan untuk keterangan penting seperti data blogger, kategori postingan, dan lainnya, dan terakhir Footer pada bagian bawah.

 

Monetizing Blog

Walau ini baru belajar buat blog, tapi mau tahu dong bagaimana itu ceritanya orang-orang bisa kaya raya dari ngeblog? Walau belum kaya raya, Mamanya Aksa dan Salwa menyampaikan beberapa cara bagaimana blog bisa menghasilkan uang. Di antaranya:

 

#1 Mereview produk orang lain (Job review)

Pendapatan dari mereview produk orang lain ini bisa antara Rp 250.000,- hingga jutaan, tergantung kualitas sebuah blog. Untuk mengukur kualitas sebuah blog, digunakan beberapa ukuran seperti nilai DA/PA, Alexa Rank, dan beberapa ukuran lainnya.

Dalam mereview sebuah produk ada beberapa tips yang perlu diingat. Jika ingin membandingkan dengan produk lain, bandingkanlah yang sekelas. Compare apple to apple. Review lah produk dengan jujur. Sampaikan kelebihan dan kekurangan produk secara proporsional.

Blogger biasanya lebih disukai untuk memasarkan suatu produk karena dinilai lebih jujur dibanding iklan langsung dari produsennya. Lebih lanjut mengenai Job Review akan kita bahas dalam tulis yang lain. Panjang ini ceritanya.

 

#2 Dipasang Iklan di blog dan program afiliasi lain

 

#3 Ikut lomba

Sekarang ini lomba blog banyak banget dengan hadiah blog yang begitu menggiurkan. Mulai dari uang jutaan rupiah, gadget, atau sekedar jalan-jalan. Blogger itu memang lagi di sayang-sayang sama para produsen. Bukan apa-apa sih, dibanding dengan beriklan di TV atau Koran ratusan juta, efeknya lebih terasa jika sejumlah orang menulis review tentang produk mereka di blog.

Info mengenai lomba blog bisa dilihat di komunitas-komunitas blogger atau grup-grup yang biasa menginformasikan sebuah lomba seperti serbakuis.com.

Nah kalau lomba memang Langit jagoannya. Kalau beliau sudah ikut lomba, yang lain langsung pada minder. Dalam sesi tambahan saat makan siang setelah acara ditutup, Langit sempat berbagi tentang tips menang lomba. Walau ia sudah pernah berbagi 11 mantra untuk memenangkan lomba blog, tetap saja saya mah nggak mau rugi kalau tidak dengar versi livenya. Dan benar saja, memang ada bocoran lain yang ia sampaikan. Ternyata untuk bisa merasakan mengenai produk yang ingin kita review, kita bisa mendatangi toko produk tersebut dan mencobanya. Berlagak saja seolah-olah ingin membeli, dan bertanya dengan rinci. Bila perlu pakai foto segala. Iya juga ya, kenapa nggak kepikiran bisa begitu? Untuk mengerjakan sebuah lomba juga perlu fokus. 1 minggu hanya mengerjakan 1 tulisan itu saja.

Ternyata setiap ikut lomba itu memang harus niat. Sudah punya mental menang karena memang sudah memiliki konsep untuk menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik. Ikut adalah untuk menang, dan bukan sekedar ikut untuk iseng-iseng. Apalagi yang dikerjakan asal-asalan dan menjelang deadline. Wah kalau begitu, mending mundur saja. Tapi untuk bisa sampai di level langganan menang lomba, ya nggak bisa ujug-ujug juga. Harus banyak latihan dan mencoba dengan serius. Ah jadi kabita ikutan lomba kalau di sebelah si Uchan.

Namun teman-teman jangan kaget, memang ada juga penyelenggara lomba yang nakal. Pemenangnya bikin para peserta lain protes karena hasilnya sangat tidak fair. Memang ada saja yang seperti ini, dan kita perlu lebih berhati-hati.

Tidak terasa hampir pukul 14.00 ketika kami sudah puas bergosip panjang lebar dan sesi wajib foto-foto. Seperti biasanya, acara seperti ini mungkin ilmunya tidak luar biasa. Namun kesempatan bersilahturahmi dan menambah jaringan pertemanan baru itu yang selalu memberi arti membuat saya ketagihan datang ke acara-acara seperti ini. Selalu ada saja informasi baru yang mencerahkan yang kita dapatkan.

Terima kasih banyak ilmunya Neng Uchan Langit Amaravati. Buat yang masih penasaran sama Langit, bisa menyimak Kulwapnya bersama #ODOPfor99days di sini. Semoga bermanfaat.

Ngeblog bersama Langit Amaravati di Co&co Coworking Space Bandung
Ngeblog bersama Langit Amaravati di Co&co Coworking Space Bandung.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

3 thoughts on “Belajar Ngeblog bersama Langit Amaravati

  • January 19, 2017 at 5:24 am
    Permalink

    Senangnya bisa ikut sharing ini.. Semoga ada lagi dan bisa ikutan, btw blog teh Shanty emang keren dan menarik selain themesnya, tulisannya juga aku sukaaa

    Reply
  • January 23, 2017 at 9:20 am
    Permalink

    Vote : #Bermanfaat pastinya di share atuh ya.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: