Testimoni Kelas Matrikulasi IIP

Percaya nggak jadi Ibu itu kok ya susah banget? Kita dituntut jadi ibu yang pintar mengurus anak, apik mengurus penampilan, bisa masak masakan enak yang murah tapi bergizi, bisa berakrobat dengan waktu, bisa menata rumah dengan rapi, ramah sama banyak orang, sampai bisa cari uang. Tuntutannya banyak sekali dan bikin kita stress sendiri. Gampang sekali kita merasa rapuh dan merasa menjadi ibu paling bodoh di dunia. Apa saja yang kita lakukan rasanya belum benar. Akhirnya kita memilih asyik FB-an sambil menikmati online shopping.

Pada 9 Mei – 18 Agustus 2016 lalu, saya mengikuti Kelas Matrikulasi batch 1 yang diadakan oleh Ibu Septi Peni Wulandani, founder Institut Ibu Profesional. Dari Salatiga, Bu Septi memandu seratusan lebih ibu-ibu koordinator sejumlah kota di Indonesia. Ada 10 materi menarik yang disampaikan dalam kelas tersebut. Mulai dari merumuskan apa yang sebenarnya keluarga inginkan dari seorang ibu, mengenali potensi diri, keluarga dan lingkungan, menemukan misi hidup kita, hingga menggunakan keunikan diri untuk berarti bagi komunitas. Intinya ilmu yang kita perlukan agar tidak merasa menjadi ibu paling bodoh di dunia. Jadi buat yang merasa sudah pintar jadi ibu, bisa jadi tidak memerlukan kelas ini.

Buat saya, kelas ini membantu menstrukturkan ilmu yang sebelumnya saya terima secara berantakan. Kita seperti diberikan kerangka besarnya untuk melihat ini semua arahnya kemana. Saya tidak hanya menganggap Bu Septi sebagai pemateri adalah guru satu-satunya di kelas ini. Bu Septi adalah sekedar orang yang telah berjalan lebih dulu pada relnya. Guru lain yang sangat berperan di kelas ini adalah dalam diskusi bersama teman-teman lain.

Setiap keluarga itu unik. Bagi saya tidak ada ilmu yang baku dalam hal keluarga. Dengan diskusi bersama teman-teman, kita jadi bisa melihat sudut pandang lain untuk bisa menerapkan sebuah ilmu bagi keluarga kita.

Sertifikat Fasilitator Batch 2 untuk Korwil 7
Sertifikat Fasilitator Batch 2 untuk Korwil 7

 

Penasaran mengenai Kelas Matrikulasi? Berikut saya jelaskan satu persatu.

 

Apa itu Kelas Matrikulasi IIP?

Di tahun ke-5 IIP berdiri, Bu Septi melakukan hal yang berbeda dengan kegiatan IIP yang telah berjalan di 24 kota di Indonesia. Mulai tahun 2016, keanggotaan IIP yang biasanya terbuka bebas bagi setiap orang, kini harus melalui pintu khusus yang namanya kelas Matrikulasi. Setiap orang yang berminat bergabung dengan IIP harus mendaftarkan diri secara online dan membayar biaya membership sebesar Rp 100.000,-. Alokasi biaya ini adalah 30% untuk kas IIP Pusat, 30% untuk kas IIP Kota, 30% untuk fee fasilitator, dan 10% sumbangan untuk dana sosial Sejuta Cinta.

Kelas akan berlangsung selama 9 pekan dengan penyampaian 1 materi dan 1 Nice HomeWork (NHW) setiap minggunya. Syarat kelulusan adalah harus mengumpulkan minimal 7 dari 9 NHW yang diberikan. Asli ya, ini berat untuk ibu-ibu. Diperlukan komitmen dan niat yang kuat agar bisa lulus. Jika belum lulus, peserta boleh mengikuti batch selanjutnya tanpa dipungut biaya lagi.

 

Apa setelah lulus kelas Matrikulasi kita serta merta jadi Ibu Profesional?

Maaf belum teman-teman. Kelas Matrikulasi adalah sekedar peletakan dasar untuk ilmu Ibu Profesional. Kalau masa kuliah, ini namanya baru TPB atau Tahap Persiapan Bersama. Masih ilmu umum untuk menyamakan konsep dan visi semua peserta. Setelah lulus dari kelas Matrikulasi, barulah kita memasuki kelas yang sebenarnya.

Ada Kelas Bunda Sayang (belajar ilmu mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan), Bunda Cekatan (belajar tentang ilmu manajemen diri, manajemen keluarga, dan manajemen komunitas), Bunda Produktif (belajar tentang seputar minat dan bakat, proses penemuan diri ke ranah produktif yang sesuai bakat), dan Bunda Shaleha (belajar tentang ilmu perubahan dan kebermanfaatan bagi sesama). Setiap tingkatnya masing-masing lamanya 1 tahun.

Serius? 4 tahun?

Ho oh. Siap-siap aja jaga napas biar nggak DO ya.

 

Kenapa perlu ikut Kelas Matrikulasi IIP?

Sebenarnya nggak perlu-perlu amat sih buat teman-teman yang sudah merasa cukup ilmunya dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu. Menurut saya kelas ini cocok untuk para perempuan yang merasa perlu menstrukturkan ilmu menjadi ibu yang ada di kepalanya. Biar jelas ujung pangkalnya. Dan yang lebih penting lagi, di kelas ini kita akan bertemu dengan teman-teman yang sama visinya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Lumayan lah buat bisa saling sharing dan berbagi ide.

 

Tapi kan materi matrikulasi mudah dibaca dimana-mana (termasuk di blog ini), jadi kenapa harus masuk kelas?

Begini ya teman-teman, maksud saya dan banyak teman-teman lain menempelkan materi matrikulasi di blog adalah selain sebagai catatan pribadi, juga sebagai informasi kepada teman-teman yang lain sebelum mengikuti kelas Matrikulasi berbayar. Supaya teman-teman yang ingin ikut kelas Matrikulasi tidak seperti orang yang beli kucing dalam karung. Tidak tahu apa itu Matrikulasi, kemudian masuk kelas dengan membayar, lalu kecewa dengan isinya. Teman-teman harus benar-benar tahu seperti apa itu kelas Matrikulasi sebelum memasukinya.

Yang berbeda dari sekedar membaca blog orang lain, di kelas Matrikulasi materi disampaikan secara runtut dan dilengkapi dengan mengerjakan NHW. NHW ini kemudian direview setiap minggunya oleh Bu Septi dan Tim Fasilitator.

Kalau teman-teman tidak menjalankan prosedur seperti itu, dikhawatirkan materi tidak tersampaikan secara sempurna. Itu yang sangat dijaga Bu Septi, agar jangan membagikan materi Matrikulasi sepotong-sepotong atau tidak berurutan. Dan percaya deh, porsi mengerjakan NHW itu sangat besar perannya untuk memahami materi. Bahkan menurut saya, tanpa mengerjakan NHW, Materi Matrikulasi ini tidak ada artinya. Sama saja dengan membeli buku parenting yang banyak terdapat di toko buku.

 

Siapa yang perlu ikut Kelas Matrikulasi IIP?

Awalnya saya mengira ini kelas hanya cocok untuk ibu rumah tangga yang telah menikah dan memiliki anak. Ternyata seiring perjalanan waktu, kelas ini sangat cocok untuk para lajang dalam rangka mempersiapkan kerangka berpikir sebelum berumah tangga dan para single parents. Untuk kasus-kasus tertentu, NHW akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.

 

Kapan Kelas Matrikulasi IIP berlangsung?

Kelas Matrikulasi dibuka 3x dalam 1 tahun. Setiap batchnya berdurasi 9 minggu atau 1 materi per minggu. Nantikan informasinya di sejumlah Sosial Media IIP. Untuk orang Bandung, bisa memantau Akun Page, Group Facebook, Twitter dan Instagram IIP Bandung.

 

Bagaimana Kelas Matrikulasi IIP berlangsung?

Kelas akan berlangsung di grup WhatsApp. Setiap kelas akan dipandu oleh fasilitator dalam menyampaikan materi. Setiap Senin pagi digunakan untuk pembahasan NHW yang dikumpulkan akhir minggu sebelumnya, Selasa pagi waktunya untuk menyampaikan materi minggu tersebut, dan pada malamnya ditutup dengan penyampaian NHW yang harus dikumpulkan setiap hari minggu. Di antara waktu itu, peserta boleh berdiskusi bebas.

Berikut 9 Materi Kelas Matrikulasi yang disampaikan dalam batch 2 yang lalu:

#1 Peraturan kelas dan Adab Menuntut Ilmu

#2 [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

#3 [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah

#4 [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani

#5 [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga

#6 [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar

#7 [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari

#8 [Bunda Produktif] Menemukan Misi Spesifik Hidup

#9 [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan

Selain diskusi rutin, sesekali ada kejutan dengan mendatangkan narasumber keren di kelas. Nama acaranya 30 menit lebih dekat. Selama 30 menit, sang narasumber akan menyapa peserta dan siap menjawab curhatan peserta. Di batch 2 sempat narasumber yang pernah bertamu adalah Bu Septi dan Pak Dodik.

 

Tips mengikuti Kelas Matrikulasi

Jadi mau ikut nih? Sabar ya, coba baca dulu tips dari kakak kelas berikut ini:

  • Tetapkan niat dan tujuan mengikuti Kelas Matrikulasi. Cari tahu dulu alasan mengapa perlu ikut kelas ini. Jangan sekedar karena ikut-ikutan dan tidak mau kalah dengan tetangga sebelah.
  • Siapkan komitmen waktu untuk mengikuti Kelas Matrikulasi selama 9 minggu. Teman-teman perlu cukup waktu untuk membaca materi, berdiskusi dan mengerjakan NHW yang cukup memerlukan kosentrasi jika ingin hasilnya maksimal. Tidak banyak, tapi perlu waktu berkonsentrasi untuk bisa mengerjakannya dengan hati. Sebenarnya sekitar 30 menit-1 jam sehari itu sudah sangat cukup.
  • Luangkan waktu untuk melihat sekilas seperti apa materi yang akan diberikan dan jenis NHW yang diminta. Teman-teman mulai bisa curi-curi start untuk melakukan pengamatan terhadap diri sendiri dan keluarga. Serius ya, kalau memaksakan mengerjakan NHW hanya 1 jam menjelang deadline, dipastikan bakal hancur hasilnya. Masalahnya ini menyangkut keluarga kita loh.
  • Aktiflah membantu dikelas dengan menjadi Ketua Kelas atau Koordinator Mingguan. Terkadang partisipasi aktif secara tidak langsung memberikan pemahaman materi lebih untuk peserta.

 

Bagaimana teman-teman? Sudah siap masuk kelas Matrikulasi? Lumayan nanti dapat Sertifikat dan ID Card IIP seperti ini:

Sertifikat Kelas Matrikulasi Shanty Dewi Arifin
Sertifikat Kelas Matrikulasi Shanty Dewi Arifin

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Testimoni Kelas Matrikulasi IIP

Leave a Reply

%d bloggers like this: