Kaleidoskop Review Buku 2016 Shanty’s Story

Selama tahun 2016 sebenarnya saya membaca cukup banyak buku. Walau kemampuan baca saya belum secanggih Ollie Salsabeela yang sanggup 1-2 buku per hari, setidaknya saya rata-rata bisa menamatkan 1 buku selama 3-4 hari. Dengan catatan bukunya seru. Setelah dibaca, baru deh ditulis reviewnya. Sayang kecepatan saya membaca, dan memahami isi bacaan, belum sebanding dengan kecepatan menulis review. Di tahun 2016 ini, saya hanya mampu menulis 12 review buku saja.

Berikut link 12 review buku yang saya tulis di blog ShantyStory.com.

#1 99 Perbedaan Cara Mengelola Waktu Miliarder vs Orang Biasa (Monica Anggen)

Sebenarnya seri 99 Perbedaan Miliarder VS Orang Biasa ini terdiri dari 5 seri. Selain Perbedaan Cara Mengelola Waktu, ada juga Perbedaan Cara Bangkit dari Kegagalan, Perbedaan Cara Berpikir, Perbedaan Cara Mengelola Uang, dan Perbedaan Kebiasaan. Warna-warni dan ingin dimiliki semuanya kalau nggak ingat kemampuan kecepatan membaca dan daya beli.

#2 Gadis Kecil itu Bernama Ara (Bunda Ve) 

Buku ini bagus sekali untuk dibaca para orangtua yang anaknya mengalami kesulitan belajar. Berdasarkan pengalaman Bunda Ve sebagai psikolog, kasus seperti ini yang pertama ditangani adalah orangtuanya. Menarik sekali membaca bagaimana proses seorang ibu untuk bisa menemukan kembali dirinya demi membantu anaknya. Ternyata kesulitan belajar anak, bisa jadi karena masalah yang ada pada diri orangtuanya.

#3 Bicara Bahasa Anak (Rani Razak Noeman)

Buku parenting ini saya ulas setelah mendengar seminar Bunda Elly Risman di Unpad. Bisa jadi karena sama-sama pernah di Yayasan Kita dan Buah Hati, pembahasan Bunda Elly mengenai kesalahan umum gaya bahasa orangtua persis sama dengan yang disampaikan dalam buku ini. Pengalaman penulis dengan kedua anaknya juga menjadi pelajaran yang menarik bagi para pembaca.

#4 Aku Berubah Maka Aku Sukses (Nicola Cook)

Buku yang saya temukan di perpustakaan Bapusibda ini sempat saya pinjam beberapa kali saking cintanya. Menurut Nicola Cook rahasia bisa berubah salah satunya adalah dengan mengenali keunikan diri. Gunakan porsi waktu terbesar untuk sesuatu yang benar-benar kita sukai.

#5 Sejenak Hening (Adjie Silarus)

Ini adalah buku yang secara kebetulan di share oleh seorang teman di Jumat MasterMind Grup WhatApp IIP Bandung yang saya ikuti. Selanjutnya jadi penasaran untuk membaca bukunya, kenalan sama penulisnya, sampai memintanya Kulwap dan Kopdar. Lengkap lah ilmu dari Adjie Silarus tentang mindfullnes saya pelajari. Sebuah ilmu penting untuk bisa menikmati kondisi saat ini, di sini, sekarang.

#6 Catatan Hati Ibunda (Asma Nadia)

Buku yang saya embat dari lemari adik ipar di Jakarta ini, berisi kumpulan 19 cerita keren dari beragam macam ibu. Ada ibu single parent, ibu yang anaknya sakit, ibu yang working mom, sampai ibu yang ditinggal anaknya meninggal. Lengkap dan menyentuh.

#7 Rindu (Tere Liye)

Setelah terpesona membaca Rembulan Tenggelam di Wajahmu, saya jadi agak ketagihan baca novelnya Tere Liye. Tapi bingung juga memilih novel yang mana diantara puluhan Novel best seller Tere Liye. Dan Rindu adalah rekomendasi banyak fans Tere Liye. Benar saja, saya tidak kecewa membaca novel setebal 500 halaman lebih ini. Bayangkan saja, 5 pertanyaan kehidupan yang paling banyak ditanyakan manusia, terjawab di sana. I love this novel so much.

#8 Sadar Penuh Hadir Utuh (Adjie Silarus)

Rasanya belum afdol kalau tidak membaca buku kedua Adjie Silarus ini. Setelah dibuat banyak merenung pada buku pertamanya Sejenak Hening, dalam buku kedua Adjie lebih banyak menyampaikan teknis apa yang bisa dilakukan untuk bisa mindfullness dalam hidup. Ini lah buku untuk praktek, praktek dan praktek.

#9 Blogging: Have Fun and Get The Money (Carolina Ratri)

Buat saya, bukunya Ratri yang satu ini wajib dimiliki oleh setiap orang yang ingin belajar nge-blog. Lengkap sekali pembahasannya. Mulai dari teknis, konten tulisan, sampai bagaimana mendapatkan manfaat dari blog semua dibahas tuntas oleh Ratri.

#10 Milea Suara Dilan (Pidi Baiq)

Novel ini saya dapatkan langsung dari penerbitnya untuk direview. Walau bukan selera novel saya, tapi bisa dibilang saya akhirnya jatuh cinta sama novel idola anak remaja ini. Ceritanya memang unik. Tidak bagus, tapi menarik dan perlu untuk dibaca. Asli tidak menyesal menghabiskan waktu hampir seminggu untuk membaca 3 novel seri Dilan.

#11 Problem Solving 101 (Ken Watanabe)

Buku rekomendasi seorang teman ini sebenarnya sudah sempat saya baca versi gratisannya dalam bentuk e-book. Tapi karena isinya begitu bagus, plus harganya ternyata terjangkau, saya merasa perlu memiliki edisi cetak berbahasa Indonesianya. Buku penting yang mengajarkan cara berpikir memecahkan masalah untuk anak-anak dan orang dewasa.

#12 Your Personal Breakthrough (Valensius Calvin)

Buku yang ditulis anak muda kelahiran 1995 ini sebenarnya ringan saja. Namun menjadi begitu berbobot karena merupakan intisari dari pengalamannya sebagai lulusan SMA yang memilih menjadi pengusaha di usia 17 tahun. Jangan dibayangkan ia tidak melanjutkan sekolah karena asyik berbisnis seperti Bill Gates. Calvin tidak bisa melanjutkan kuliah benar-benar karena tidak ada biaya. Jangankah untuk kuliah, untuk menebus ijasah SMAnya saja ia tidak sanggup. Tapi siapa sangka, nasib bisa berubah hanya dalam tempo 2 tahun.

Selain 12 buku di atas, saya kok merasa perlu menambahkan 2 review buku yang pernah saya buat di tahun 2014. Jadi seumur-umur, saya ini baru buat 14 review buku. Pantas saja saya sering lupa dengan buku yang dibaca. Kita cenderung lupa jika tidak ditulis. Itu kalau saya.

#13 Chicken Soup for the Soul series (Jack Canfield, dkk)

Sebagai fans cerita pendek penghangat jiwa seperti ini, saya punya sekitar 1 lusin buku seri Chicken Soup. Review ini sebenarnya saya buat dalam rangka salah satu tugas pada saat belajar di Akademi Menulis 5 Menara bersama Ahmad Fuadi.

#14 Sang Alkemis (Paulo Coelho)

Bagi saya, Sang Alkemis adalah novel terbaik yang pernah saya baca seumur hidup. Jadi wajar saja kalau buku ini terjual 65 juta kopi dan telah diterjemahkan dalam 69 bahasa. Sebuah rekor penulisan yang sangat luar biasa untuk seorang penulis yang masih hidup. Padahal sebenarnya ceritanya cukup sederhana. Yaitu tentang penggembala bernama Santiago yang ingin mencari harta karun di bawah Piramida Mesir. Namun perjalanan itu mengajarkan begitu banyak makna kehidupan yang sangat dalam.

 

Demikian 14 buku yang sempat saya tulis reviewnya. Buku lain yang bagus yang sempat saya baca di 2016 namun belum ditulis reviewnya seperti Novel setebal bantal Intelegensi Embun Paginya Dewi Lestari, beberapa novel dan buku pengembangan diri. Mudah-mudahan tahun depan saya bisa lebih rajin dalam menulis review buku. Rencananya saya akan membuat blog khusus untuk review buku di Shanty’s Book Review.

Buat saya menulis review buku bermanfaat untuk membantu pemahaman terhadap isi buku yang dibaca. Jadi tidak sekedar lewat dan terlupakan. Bagi orang lain, review buku juga bermanfaat untuk bisa menseleksi buku mana yang perlu dibaca. Sekarang ini kecepatan buku terbit sering terasa tidak seimbang dengan waktu kita membaca. Rasanya waktu habis untuk baca status sosial media atau artikel ringan di blog. Padahal buku itu merupakan buah pemikiran yang lebih dalam dan memancing kita untuk bisa lebih berpikir kritis, yang wajib kita luangkan waktu untuk membacanya. Saya pikir 1 buku setiap 2 minggu merupakan ukuran yang cukup ideal. Namun buku mana yang harus kita pilih? Di situ lah peran penting review buku yang direkomendasikan teman-teman kita.

Buat teman-teman yang suka membaca, jangan lupa untuk saling berbagi apa yang dibaca di grup #ODOPfor99days 2017 setiap hari Jumat 2 minggu sekali. Yuk mari kita lebih banyak membaca dan memahami isi buku di tahun 2017. Semoga tingkat literasi bangsa Indonesia bisa naik dari peringkat buncit di antara bangsa-bangsa lain.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: