Review 33 Hari Pertama

Akhirnya menjelang akhir tahun ini berhasil juga saya menulis rutin setiap hari selama 33 hari tanpa bolong. Target awal tahun 2016 sebenarnya ingin bisa menulis rutin selama 99 hari terus menerus, ternyata hingga akhir tahun ini hanya sanggup selama 33 hari. Plus 2 hari kemarin sempat bolong karena pergi seharian. Tapi hari ini sudah tidak ada hutang kok. My God, it feels so gooood!

Yang bikin saya suka dengan tantangan menulis ini adalah karena terasa tidak berat. Serius ya, 30 menit sehari untuk menulis bisa lah. Kuncinya ada di menyisipkan waktu yang sangat sedikit untuk menulis. Jadi jika memang ingin melatih kebiasaan menulis, jangan lah dulu kita dibebani dengan keharusan menulis bagus. Yang bikin saya jarang berhasil selama ini adalah keinginan membuat tulisan yang sempurna. Akibatnya, nggak ada yang selesai. Tuntutan bikin tulisan bagus itu benar-benar bikin lelah kalau buat saya. Mungkin nanti kalau sudah lebih jago, targetnya bisa saya naikkan. Tapi untuk sementara ini, sekedar ditulis dulu sudah merupakan sebuah prestasi.

Kalau saya pikir-pikir, tulisan saya di 33 hari pertama ini kaya ulat yang nggak cantik. Nggak enak dilihat. Menjijikkan orang lain. Namun ulat tidak akan selamanya jadi ulat. Ulat akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu pada waktunya. Tidak akan ada kupu-kupu yang cantik tanpa ulat yang menjijikkan. Jadi ya memang harus sabar saja dan menjalani prosesnya.

Jangan pernah berhenti sehari pun!

Rekor saya menulis rutin adalah 49 hari di blog 99 Days Projects yang sengaja saya buat anonymous. Kok anonymous segala? Maklum masih malu-malu memamerkan tulisan. Jadi sebenarnya kalau hari ini bisa 33 hari menulis rutin, itu belum memecahkan rekor. Saat mampu menulis 49 hari itu karena mengikuti tantangan #MenulisRandom2015 bersama teman-teman di Grup Nulisbuku Community pada Juni 2015. Saya mampu karena sudah sempat memulai lebih dulu, di banding program selama 30 hari ini. Akhirnya gagal selama 99 hari karena di jeda oleh libur lebaran.

Begitulah, kalau ada jeda dan sempat berhenti sebentar, memulai lagi itu sangatlah sulit. Bisa jadi ini yang membuat saya kesulitan berusaha melatih menulis rutin 99 hari sejak awal tahun ini. Karena saya memberi jeda pada hari Sabtu dan Minggu. Sebuah kebiasaan yang ingin dilatih itu sepertinya tidak boleh dijeda oleh apa pun.

Kebiasaan itu berawal dari sebuah kebutuhan setiap hari. Seperti makan atau beribadah setiap hari. Kita tidak mungkin berhenti walau sehari pun kan? Begitu juga dengan menulis. Harus terus menulis rutin setiap hari hingga menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Saat rasa butuh ini sudah melekat, nantinya tidak akan terasa berat lagi. Malah yang berat kalau berhenti.

Itu sebabnya dari awal saya berusaha untuk membatasi menulis hanya dengan waktu yang sangat singkat. Cukup 30 menit sehari. Mau jadinya berantakan ya tidak apa-apa. Kualitas akan dibahas setelah 99 hari pertama ini selesai. Insya Allah bisa!

Bahkan sempat beberapa hari, saya punya stok tulisan untuk beberapa hari ke depan, saking banyaknya ide yang bisa dirampungkan dalam 30 menit. Saya pernah membaca mengenai kemampuan menulis artikel dengan sangat cepat dari para mastah blogger, dan ternyata itu memang bisa. Cuma mungkin saya masih beda kualitas dengan para mastah.

Tapi memang sih 2 hari terakhir ini sempat tertunda memposting tulisan di blog karena harus berada di luar rumah. Sempat juga sih terpikir khawatir susah dan berat untuk memulai kembali. Tapi sepertinya saya punya solusi untuk hal ini. Pertama tetapkan di kepala kalau tidak ada kemungkinan untuk menunda menulis. Opsi itu dihapuskan dari kamus. Mau hujan badai sekali pun tetap harus menulis 30 menit. Nah kalau tidak ketemu jaringan internet, boleh lah dengan menuliskannya sekedar di buku tulis dulu. Baru kemudian diposting setelah ketemu internet.

Jadi jangan dibuat susah. Pokoknya menulis dulu saja. Menulis dan menikmatinya waktu kencan 30 menit bersamanya. Kini waktunya menyingsingkan lengan baju untuk memasuki 33 hari kedua di tahun baru 2017. Semangat!!!

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: