Warning: Error while sending QUERY packet. PID=262476 in /home/shantyst/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1879

Tulisan pertama yang memalukan

Saya bisa memaklumi perasaan teman-teman yang malu ketika tulisannya dibaca orang lain. Ketika pertama kali membuat blog serius pada awal tahun 2014, saya begitu takut dan malu memperlihatkan tulisan saya pada orang lain.

Blog pertama saya -Shantybelajarmenulis.blogspot.co.id, dibuat setelah melakukan sholat istikhorah untuk memilih platform WordPress atau Blogspot. Agak lebay memang. Maklum pertama kali ngeblog. Blog itu rencananya untuk merekam perjalanan belajar menulis di kelas Akademi Menulis 5 Menara bersama Bang Ahmad Fuadi. Ya semacam catatan kuliah elektronik gitu lah. Bukan apa-apa sih, ini karena tulisan tangan saya yang jelek sekali dan susah terbaca. Jadi kalau menulis di blog kan enak lihatnya. Dan tentunya akan mudah diakses darimana saja tanpa harus terikat dengan buku fisik.

Dua tulisan pertama saya adalah tulisan untuk seleksi masuk Akademi Menulis 5 Menara. Yang pertama adalah Opini mengenai Trilogi Negeri 5 Menara (488 kata), dan yang kedua adalah Kenapa ingin belajar menulis di Akademi Menulis 5 Menara (638 kata).

Percaya tidak, itu tulisan utuh pertama saya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Sebagai orang yang mengaku suka menulis dan ingin berguru menulis kepada seorang penulis senior, saya malu sekali karena tidak punya satu pun tulisan yang utuh. Setidaknya untuk layak di posting di sebuah blog.

Ketika akhirnya memberanikan diri memposting tulisan tersebut, saya masih malu-malu kucing. Blog saya buat privat dan hanya memberi akses kepada teman-teman tertentu dengan memasukkan email mereka. Saking tidak PD-nya, saya sibuk meminta pendapat teman-teman tentang tulisan saya. Bisa jadi saya berharap mendapatkan pujian untuk menguatkan diri. Tapi saya tidak mendapatkan tanggapan berarti dari teman-teman. Tidak dipuji, tidak dihujat. Bahkan mungkin tidak dibaca karena tidak menarik.

Tapi dari situ saya mulai berpikir. Kenapa saya sedemikian malunya memperlihatkan tulisan saya pada dunia? Apa yang saya takutkan? Takut dibilang jelek? Ternyata kalau tulisan kita jelek, mereka tidak akan tertarik meneruskan membaca. Apalagi berkomentar. Jadi kalau kita perlu masukan orang lain, kita tidak bisa membatasi diri hanya menulis sembunyi-sembunyi. Tulisan kita harus dilihat sebanyak mungkin orang. Kalau ada yang benar-benar membaca dan memberi masukan, itu luar biasa sekali.

Akhirnya setelah beberapa minggu, saya beranikan diri juga untuk mengganti settingan blog dari private ke public. Dan mulailah saya menulis untuk umum. Satu dua bulan berlalu tidak ada yang baca. Di tahun 2014 saya menghasilkan 25 tulisan. Sebagian besar adalah materi di Kelas Akademi Menulis 5 Menara. Setahun masih belum ada yang baca juga. Di tahun 2015 saya hanya membuat 15 tulisan dalam 1 tahun. Semangat menulis pun mulai mengendor. Namun menjelang akhir tahun sekitar bulan Agustus, saya mulai punya hobi baru dengan menuliskan materi dari seminar-seminar yang saya ikuti. Nah dari situ deh, mulai ada satu dua orang yang membaca blog saya. Hampir 2 tahun akhirnya blog mulai dapat kunjungan yang berarti. 2 tahun Saudara-saudara!

Di tahun 2016, kami mulai membuat #ODOPfor99days. Baru bersama-sama teman-teman Odopers inilah kerajinan menulis saya agak mulai terlatih. Akhirnya jadi kenal yang namanya komunitas blogger, terpapar virus pengen punya blog dot.com dan nggak nebeng yang gratisan lagi, mulai bergaul dengan blogger-blogger beneran, sampai mulai kecipratan berkah-berkah ngeblog.

Semua bermula dari membuka diri. Jadi teman-teman, kalau ada rasa malu di dada itu wajar. Tapi sebenarnya rasa malu tidak akan membawa tulisan kita kemana-mana. Malu cuma akan membawa tulisan kita jalan ditempat tanpa kemajuan berarti. Yang kita perlukan adalah konsisten berlatih menulis setiap hari dan membuka mata untuk belajar dari tulisan orang lain.

Siap menulis dan memamerkan tulisanmu pada dunia? Sssttt… kalau butuh teman senasib, bisa gabung di #ODOPfor99days 2017.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: