Warning: Error while sending QUERY packet. PID=384626 in /home/shantyst/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1889

Sakit

Saya ini paling takut sama yang namanya sakit. Bawaan kalau sakit langsung ingat mati. Alhamdulillah walau kurus kering kerontang, saya jarang sakit. Tapi kalau sampai kena sakit bahkan seringan flu pun, saya merasa itu hal besar yang akan segera membawa saya pada kematian. Seperti saya pernah merasa sakit di mulut, saya pikir itu kanker mulut. Ternyata setelah ke dokter katanya itu hanya sariawan. Atau saat masuk angin, saya pikir saya mengalami penyakit maha parah yang mengharuskan masuk ruang operasi. Asli lebay banget kalau urusan sakit saya mah.

 

Kenapa orang sakit?

Makanya saya paling semangat untuk mencari tahu apa yang membuat seseorang tertimpa sakit. Ada yang bilang sakit itu karena makanannya tidak sehat. Banyak cerita orang yang makannya tidak sehat lebih mudah terkena penyakit. Hanya anehnya, dalam satu keluarga yang gaya makannya sama-sama tidak sehat, kenapa hanya satu orang yang terkena penyakit. Sedangkan yang lain tidak. Ada juga orang yang makannya sangat terjaga, juga mengalami sakit yang sama.

Penjelasannya, makan sehat bukan supaya kita terjamin dari tidak terkena penyakit. Tapi makan sehat itu tujuannya untuk menjaga asupan nutrisi ke badan sehingga kita bisa beraktifitas dengan lebih produktif.

Hal yang sama juga berlaku untuk olahraga. Olahraga bukan semata-mata untuk menghindari sakit, tapi untuk menjaga kebugaran tubuh sebagai makhluk yang memiliki otak dan harus bergerak demi kelangsungan hidupnya.

Baca ilmu dari dr. Erik Tomarere mengenai Tubuh Sehat Bugar dengan Gaya Hidup Sehat pada Gathering BKOM September lalu.

Makan dan olahraga kita lakukan lebih kepada bentuk syukur kepada nikmat Tuhan yang telah memberikan kita tubuh ini. Tubuh yang perlu dirawat dan dijaga. Kalau kita tidak mensyukurinya dalam bentuk menjaga makan dan olahraga, Allah bisa marah loh.

Jadi ingat perkataan Allah yang disampaikan kepada Nabi Musa dalam QS Ibrahim 14:7 yang berbunyi:

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.

See… kalau tidak bersyukur dengan menjaga makan sehat dan berolahraga, bukan tidak mungkin kita dapat azab penyakit. Takut sih, tapi teuteup aja malas. Hadeuh!

 

Faktor Stress

Saya masih cari-cari alasan lain kenapa orang sakit. Salah satunya ternyata ada faktor stress. Orang yang hidupnya penuh ketegangan katanya mudah terserang penyakit. Saya pun percaya ini. Sampai bertemu dengan seseorang yang menurut cerita hidupnya sangat easy going, ternyata kena penyakit parah. Saya juga sering memperhatikan berita kematian di koran yang mayoritas diisi oleh orang-orang yang sangat tua dan beretnis Cina. Bagi saya Cina itu identik dengan pekerja keras yang di kepalanya hanya kerja-kerja-kerja. Mereka adalah orang-orang yang sangat rentan dengan stress kalau menurut saya. Tapi kok banyak ya dari mereka yang umurnya panjang banget.

Ada juga Ibu suri Elizabeth dan anaknya Ratu Elizabeth II (mamanya Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward). Mereka ini hidupnya kurang stress apa coba? Urusan negara sampai urusan anak-anak mereka yang bikin pusing. Tapi mereka sehat-sehat saja dan berumur panjang. Walau kini Ibu Suri telah meninggal di usia 102 tahun.

Hal lain yang menjadi perhatian saya soal halal tidaknya kita menghidupi diri. Apakah makanan kita halal, harta kita halal? Mungkin kalau banyak tidak halalnya, kita jadi lebih mudah sakit. Sekali lagi saya mendapatkan fakta bahwa ada orang yang jelas-jelas penghidupannya dari harta yang tidak halal, badannya sehat-sehat saja tuh. Sementara ada seorang yang merupakan alim ulama kondang jatuh sakit. Jangankan alim ulama, wong Rasulullah juga mengalami sakit kok.

Jadi mau kita stress atau tidak stress, harta halal maupun tidak halal, urusan sakit atau sehat bisa saja menimpa setiap orang. Pandangan hidup dan kehidupan spiritual yang menenangkan memang sangat membantu kita untuk menjalani hidup dengan lebih damai. Bukan sekedar menghindari stress untuk menjauhi penyakit.

Jadi bagaimana dong?

Mama saya memberikan nasehat bijak, “Kalau sakit, tidak usah melihat kebelakang. Pikirkan ke depan saja bagaimana cara mengobatinya. Tidak bisa disesali apa pun penyebabnya, karena walau kita sudah melakukan semua yang baik, tapi tetap sakit juga. Jangan dibuat stress dengan apa penyebabnya. Fokus saja bagaimana mengobati dengan cara terbaik jika kita ditimpa sebuah penyakit. Dan syukuri kesehatan selagi masih diberi.”

Ini tidak hanya berlaku bagi penyakit, tapi juga setiap musibah yang menimpa diri kita. Tidak masalah apakah sebuah masalah ditimpakan pada diri kita karena kesalahan kita sendiri atau orang lain. Jangan jadikan itu sebagai masalah. Fokuslah ke depan untuk memperbaiki kehidupan. Dan ambillah hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita.

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah 2:216)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: