Harga Diri

Saya pernah baca mengenai seseorang yang suka mengeluarkan kalkulator imajiner di kepalanya saat bertemu orang lain. Dengan cepat, ia bisa mengkalkulasi berapa harga pakaian, sepatu, tas tangan, hingga asesoris yang dikenakan orang lain. Dalam beberapa majalah wanita, ada juga nih bagian yang memuat hal seperti ini. Baju merek A harga 1 juta, Rok merek B harga 599 ribu, Tas merek C price by request. Total general untuk sebuah penampilan bikin kepala geleng-geleng dan menjadi agak terintimidasi. Ini jadi harus segini buat bisa berpenampilan menarik? Kok jauh ya dari budget?

Kira-kira apa gunanya memiliki kemampuan matematika yang canggih seperti ini?

Bagi sebagian orang, hal itu berguna untuk memposisikan diri dan bagaimana bersikap terhadap orang tertentu. Bisa jadi orang yang punya harga total lebih tinggi dari dirinya, mendapatkan pandangan penuh kekaguman. Atau orang yang penampilannya seadaanya, akan dipandang lebih rendah.

Masih ingat dengan Hotman Paris Hutapea yang dikenal sebagai pengacara 30 Milyar. Tadinya saya pikir ia adalah pengacara yang dibayar 30 Milyar. Dalam wawancaranya di Mata Najwa berjudul Rupa-rupa Pengacara yang tayang 31 Agustus 2016, ternyata 30 Milyar itu dari nilai barang-barang yang dipakai dari atas ke bawah. Serius?

Coba deh keluarkan kalkulator untuk menghitung cincin 5M, kalung 15M, sepatu 30 juta, dasi bling-bling 300 juta, jam rolex, jas, dan lain-lain. “Malah sering lebih dari itu,” menurut pengacara hukum bisnis internasional berusia 57 tahun ini.

Buat apa sih Bang berpenampilan seperti itu?

Menurut Hotman, ia memakai barang-barang yang bling-bling untuk ‘menggertak lawan.’ Seperti kalau orang pribumi, gampang down kalau ketemu bule. Bawaannya ketika lihat bule, mudah terintimidasi dan dianggap orang yang lebih hebat. Kalau buat orang Asia, penampilan bling-bling terbukti ampuh membuat lawan ‘ngeper’ duluan. Jadi penampilan ini semata-mata adalah kepentingan bisnis.

Saya jadi langsung iseng menghitung penampilan saya sendiri sehari-hari. Jilbab diskonan 30 ribuan, baju pasar pagi 100 ribuan, Sandal 70 ribuan. Total sekitar 200 ribuan lah.

Kemudian saya bertemu sesama orangtua murid yang penampilannya manis sekali. Saya nggak punya bayangan berapa harga penampilannya itu. Tapi menurut mata saya, jauh lebih menarik dari yang saya pakai. Jilbab, baju, alas kakinya memiliki warna yang padu padannya menarik. Iseng lah saya nanya dengan memuji penampilannya. “Beli di mana Mam, kok manis banget sih penampilannya?”

“Di pasar pagi depan rumah,” katanya santai.

Serius? Pasar pagi yang sama dengan saya? Kenapa penampilan dia manis, saya berantakan? –terlepas dari kenyataan dia cantik, saya … ya gitu deh…

Nah jadi kejadiannya bisa juga seperti ini. Harga mungkin tidak jauh beda, tapi efek yang dihasilkan beda. Mari kita bayangkan jika Reza Rahardian yang dibungkus barang 30 M, dan berdiri di samping Hotman Paris. Yang mana yang lebih bikin klepek-klepek?

Tapi apakah benar, harga seseorang bisa dinilai dari penampilannya?

Saya kira ini tergantung cara pandang dan wawasan seseorang menilai dirinya sendiri. Orang seperti Hotman Paris yang berpandangan dengan penampilan mahal ia merasa bisa mengintimidasi lawan. Maka jika ia tidak berpenampilan seperti itu, ia akan merasa lemah.

Mungkin banyak orang yang seperti Hotman Paris, tapi saya kira banyak juga yang tidak.

Masih ingat dengan penampilan almarhum Om Bob Sadino yang nyantai dengan celana pendeknya jinsnya? Om Bob nggak perlu repot-repot bikin orang lain terintimidasi dengan penampilannya, reputasinya sudah membuat orang selevel presiden pun angkat topi.

Jadi menurut saya, semua kembali kepada cara kita memandang diri sendiri. Ketika kita meletakkan harga diri kita pada penampilan, maka kita cenderung menilai orang lain seperti itu. Demikian pula sebaliknya. Ketika kita cuek dengan penampilan diri sendiri, maka kita pun cenderung akan tidak terlalu memperhatikan penampilan orang lain. Bisa jadi efek kalkulator di kepalanya belum ganti batrei.

Tadi pagi saya ke dokter gigi untuk menanyakan harga pemasangan gigi palsu. Dibutuhkan biaya sekitar 3 juta untuk memasang gigi palsu yang saya inginkan. Tiba-tiba kalkulator di kepala saya jalan.

Gigi lengkap tanpa gigi palsu 10 juta, mata tajam tanpa perlu operasi lasik 20 juta, kulit sehat tanpa paket perawatan 20 juta, ginjal yang sehat tanpa cuci darah 100 juta, jantung tanpa ring 100 juta, usus yang sehat 30 juta, kaki yang kuat berjalan kemana-mana tanpa kaki palsu, dan masih banyak lagi. Total general, kayanya lebih dari 30 Milyar. Disitulah saya merasa harga diri saya tidak kalah daripada Hotman Paris Hutapea.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: