Mati Lampu

Pagi ini seperti biasa saya menikmati hari dengan santai. Menulis, baca koran, dan kepoin status teman-teman di Facebook untuk berusaha meneropong bagaimana cara seseorang berpikir. Urusan tumpukan cuci piring bisa nanti saja, nyuci baju tidak akan apa-apa jika ditunda satu dua jam, beberes rumah deadlinenya jam 12 siang menjelang Sasya pulang sekolah. Dia tidak mau masuk rumah kalau rumahnya masih berantakan saat pulang sekolah.

Waktu santai saat tidak ada orang di rumah memang sesuatu banget. Luang banget lah untuk satu dua jam ke depan. Sering saya terlena pada saat-saat seperti ini dan habis begitu saja tanpa hasil yang jelas.

Tiba-tiba…Pret! Mati lampu dong.

Glek, tiba-tiba saya baru sadar lampu mati artinya wifi mati, pompa air mati, pompa tekan mati. Waduh langsung kebayang betapa banyak urusan yang bisa jadi berantakan.

Saya punya amanah untuk meng-copas sebuah materi di grup WhatsApp. Bagaimana ceritanya nih kalau wifi mati. Baiklah, mungkin saya terpaksa harus beli paket internet harian 4 ribu rupiah sekedar untuk koneksi hari ini. Tapi, o…o…. batrei HP sekarat. Aduh emang kebiasaan deh menunda-nunda charge HP hingga menjelang sekarat. Nyesel…nyesel…. Coba tadi sempat charge HP dulu. Akhirnya saya hanya sempat mengirimkan sms ke teman satu grup untuk minta tolong menggantikan tugas saya di grup. Dan turunlah layar HP dengan tirai hitam.

Ya sudahlah, sambil menunggu lampu nyala mungkin saya bisa mandi dulu. Ups pompa tekannya mati! Jadi saya nggak bisa mandi dengan shower. Hadeuh, masa harus pakai ember sih. Males banget. Apalagi airnya dingin karena air panas mati.

Tapi mau bagaimana lagi. Terpaksa ambil ember. Sudahlah mandi kucing asal-asalan saja. Ketika keran dibuka, eh airnya kok makin lama makin mengecil. Masya Allah ternyata air di toren sudah menipis. Mana cukup bahkan untuk sekedar mandi kucing.

Nyesel yang kedua. Coba saya mandi lebih pagi, pasti tidak akan seperti ini. Kenapa juga bersantai dulu sebelum mandi. Kalau mandi lebih pagi, tentunya air toren akan terisi sejak pagi. Mungkin sekarang torennya sudah penuh.

Menyesal yang ketiga adalah kenapa saya menunda memutar pakaian kotor dalam mesin cuci sejak pagi dan mencuci piring kotor. Sekarang itu semua tidak bisa dilakukan karena lampu mati. Semua rencana jadi berantakan.

Mau mulai bekerja dengan buka laptop, baru sadar kalau banyak materi yang di save dalam bentuk link dan membukanya memerlukan jaringan internet.

Ditambah lagi suami menelepon dan meminta saya segera mengirimkan sebuah foto via WhatsApp. Tapi kan nggak bisa karena HP saya habis batrei.

Menyesal sekali! Andai saya mengerjakan hal yang penting dulu, baru bersantai, tentunya hal seperti ini tidak perlu terjadi.

Saya berdoa semoga lampunya segera menyala. Saya akan segera mencharge HP, menyalakan pompa air, mandi dan mengerjakan segala urusan rumah tangga seperti mencuci piring dan pakaian. Bukan cek Facebook!

Satu jam lewat, tidak ada tanda-tanda lampu akan menyala. Menurut tetangga, ada gardu yang meledak. Wah kemungkinan ini akan lama kalau begini ceritanya.

Waktu pun berlalu hanya untuk menyesali diri. Makanya jadi orang jangan suka menunda-nunda!

Akhirnya setelah 3 jam berlalu, lampu pun nyala. Biasanya ada resiko lampu masih akan mati lagi dalam waktu yang tidak lama. Saya pun buru-buru mengerjakan yang penting-penting seperti men-charge HP dan menyalakan pompa air agar toren terisi penuh. Baru kemudian urusan mandi dan cuci mencuci. Dalam ketidakpastian bahwa lampu akan tetap menyala atau mati lagi, saya akhirnya sadar untuk segera mengerjakan yang benar-benar penting.

Kalau niat, banyak pekerjaan bisa selesai dalam waktu singkat. Say no to procrastination!

Tomorrow (Sumber: http://devhumor.com/)
Tomorrow (Sumber: http://devhumor.com/)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: