Cita-cita Setinggi Langit atau Setinggi Tanah?

Taruhlah cita-citamu setinggi mungkin. Gapailah bintang di langit.

Itu adalah sebuah konsep yang berusaha ditanamkan di kepala banyak orang. Tapi benarkah kita harus punya cita-cita setinggi langit? Bagaimana kalau kita tidak merasa perlu punya cita-cita aneh-aneh. Seperti cerita si Agus dalam film Cita-citaku Setinggi Tanah. Trillernya bisa di tonton di sini.

Ketika teman-temannya menyampaikan cita-cita mereka yang hebat-hebat, Agus mengatakan bahwa cita-citanya adalah makan di restoran Padang. Itu saja. Mungkin kita akan ketawa seperti teman-teman Agus di film yang disutradarai oleh Eugene Panji tahun 2012 ini. Masa iya kita tidak boleh memiliki cita-cita yang dinilai sederhana oleh kebanyakan orang, padahal sebenarnya perlu diraih dengan penuh perjuangan oleh kita. Sekedar mencoba realistis saja.

Percayakah kamu bahwa Tuhan sudah menetapkan nasib manusia? Selembar daun yang jatuh pun sudah ditakdirkan Allah. Kemudian muncul pendapat mengapa manusia harus pusing-pusing mengejar cita-cita. Mengapa tidak cukup mensyukuri hidup, nikmatilah apa yang diberikan di tangan saat ini. Kerjakan saja sepenuh hati apa yang ada dalam genggamanmu saat ini. Tidak perlu terlalu ngoyo mencapai sesuatu. Lakukan yang terbaik, dan lihatlah keajaiban demi keajaiban yang akan menghampiri hidup kita.

Cita-cita atau keinginan itu sebenarnya diperlukan untuk memberikan arah dan batasan kita dalam melangkah. Cita-cita seperti saat kita menentukan tujuan ingin menuju kota tertentu. Kita yang tinggal di Indonesia menetapkan cita-cita ingin menuju Inggris. Sepanjang hidup kita akan mencari jalan bagaimana caranya menuju ke Inggris. Ada dorongan yang kuat yang membuat kita merasa perlu ke Inggris.

Dalam perjalanan, kita mungkin tersangkut dulu di Singapura atau di tanah Arab. Tapi kita terus melangkah maju menuju Inggris. Tidak berhenti dan diam saja di Indonesia. Cita-cita menuju ke Inggris ini membantu kita untuk terus bersemangat menjalani hari. Semangat itulah yang kita butuhkan dalam hidup ini untuk membuatnya menjadi lebih bermakna.

Sudah siap menggapai cita-cita teman-teman? Dan tidak masalah apakah cita-citamu setinggi bintang di langit atau pun setinggi tanah.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: