Problem Solving 101 Ken Watanabe, Sebuah buku sederhana untuk orang pintar

Belum lama ini saya diberitahu seorang teman tentang sebuah buku berjudul Problem Solving 101 tulisan Ken Watanabe. Katanya sih a simple book for smart people. Sebagai orang yang (merasa) smart dan paling jago kalau urusan memperumit hal-hal yang sederhana, saya merasa sangat membutuhkan buku ini. Langsung dong googling dan mencari celah-celah bisa mengintip isi buku ini.

Alhamdulillah nemu versi pdf berbahasa Inggrisnya. Serius langsung jatuh cinta dan merasa harus punya buku ini. Untungnya sudah ada versi bahasa Indonesianya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Jadi tidak perlu keriting buka kamus untuk menemukan kata yang tidak dimengerti. Harganya pun cukup terjangkau kalau di beli di toko buku diskon.

5 tipe anak
Mengenalkan 5 tipe anak: si pengeluh, si pengkritik, si pemimpi, si sradak-sruduk, dan anak kebanggaan kita semua si pemecah masalah.

Kenapa saya merasa harus punya buku ini, padahal bisa dibaca gratisan secara lengkap? Karena saya ingin anak-anak saya baca juga buku ini. Problem Solving 101 sebenarnya adalah buku untuk anak-anak Jepang yang dituliskan oleh seorang Konsultan yang bekerja untuk firma konsultasi manajemen McKinsey & Company.  Ken Watanabe sudah membantu sejumlah perusahaan besar dunia untuk memecahkan masalah dengan menggunakan sekumpulan alat pemecah masalah yang sebenarnya sederhana. Tapi jika dipergunakan dengan tepat, menjadi senjata yang ampuh untuk mengurai benang kusut permasalahan dalam hidup kita.

Buku yang berat sepertinya?

Nggak banget! Ini buku untuk anak-anak loh. Jadi misinya Om Ken ini, ingin mengalihkan sistem pendidikan yang berfokus pada hapalan, menjadi pendidikan yang berfokus pada pemecahan masalah. Anak-anak dihadapkan kepada masalah, dan diminta untuk menyelesaikan masalahnya dengan cerdas.

Langkah-langkah pemecahan kasus Band Pecinta Jamur
Langkah-langkah pemecahan kasus Band Pecinta Jamur

Ada 3 kasus yang dituliskan dalam buku ini. Kasus pertama adalah tentang Band Rock Pecinta Jamur yang menginginkan agar konser mereka dikunjungi banyak orang. Bagaimana caranya? Kenapa orang-orang di sekolah mereka hanya sedikit yang mau datang ke konser mereka? Salahnya dimana? Apa yang bisa mereka lakukan untuk bisa membuat lebih banyak orang datang ke konser mereka?

Kasus kedua adalah tentang John Octopus yang ingin sekali memiliki komputer untuk menunjang impiannya sebagai sutradara film CGI Hollywood. Tapi uang sakunya kurang, dan ia tidak bisa meminta lebih dari orangtuanya. Apa yang ia bisa lakukan? Bagaimana menjembatani keinginannya saat ini dengan impiannya?

Kasus ketiga adalah tentang kebingungan Kiwi si gadis petualang yang ingin memilih sekolah sepakbola terbaik untuk mewujudkan impiannya. Sekolah bagus tapi jauh dan mahal, atau sekolah dekat yang harganya lebih terjangkau? Bagaimana caranya ia mempertimbangkan sejumlah kriteria yang tersedia?

Dari 3 kasus ini kita diajak untuk bisa berpikir secara runtut. Buku ini benar sangat sederhana, karena hanya akan membantu mengarahkan pola pikir. Kasusnya pun sederhana, tapi sangat aplikatif untuk kita terapkan dalam sejumlah permasalahan dalam hidup kita. Wajar kalau buku yang terbit tahun 2007  ini akhirnya bestseller di negara asalnya, dan memikat banyak pembaca di dunia setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh The Penguin Group tahun 2009.

Problem Solving

Jadi untuk problem solving diperlukan kombinasi antara berpikir dan melakukan. Pada dasarnya ada 4 langkah problem solving:

  1. Memahami situasi saat ini
  2. Identifikasi akar masalah
  3. Membuat perencanaan yang efektif
  4. Melaksanakan dan memodikfikasi hingga sukses.

Ilustrasinya seperti ketika dokter memeriksa pasiennya. Pertama dokter akan bertanya tentang gejala (memahami situasi), kemudian memeriksa (mencari akar masalah). Baru setelah itu mengusulkan obat yang sesuai (perencanaan) untuk di minum oleh pasien.

Dari 3 kasus yang di atas, anak-anak diajar membuat pohon logika. Dengan pohon logika, masalah dibagi ke dalam sejumlah kategori atau cabang-cabang tanpa ada yang ketinggalan atau tumpang tindih. Dengan melihat masalah secara utuh, anak-anak bisa mengeluarkan dugaan mengapa suatu masalah terjadi. Anak-anak akan belajar bagaimana caranya mengumpulkan data yang mendukung suatu dugaan. Mereka juga akan belajar menetapkan pilihan solusi yang paling efektif dari sejumlah pilihan yang tersedia.

Berhubung waktu 30 menit saya sudah habis, silakan selanjutnya segera membaca buku ini sendiri. Highly recommended for everyone yang punya banyak masalah yang ingin diuraikan dalam hidup.

Data Buku

Judul: Problem Solving 101, Sebuah buku sederhana untuk orang pintar

Penulis: Ken Watanabe

Penerbit: Elex Media Komputindo, 2016

Halaman: xiii + 143, 21 x 14cm

Harga: Rp 63.800,-

 

memilih pro kontra
Selain Sholat Istiharoh dalam memilih keputusan, begini cara pembobotan untuk memilih sesuatu.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

4 thoughts on “Problem Solving 101 Ken Watanabe, Sebuah buku sederhana untuk orang pintar

  • April 14, 2017 at 8:47 pm
    Permalink

    Assalamualaikum mbak, saya sangat butuh buku itu dalam penelitian saya, namun di daerah saya di kota Pontianak tidak ada buku itu. Boleh saya tau beli buku itu dimana mbak. Terima kasih

    Reply
    • April 16, 2017 at 6:02 pm
      Permalink

      Coba di sejumlah toko buku online. Versi pdfnya yang berbahasa Inggris bisa di search di google.

      Reply
  • July 8, 2017 at 7:35 am
    Permalink

    Hi mba Shanty, saya sudah coba cari di google versi pdfnya, namun belum ketemu, apakah ada linknya jika berkenan. terima kasih

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: