Tips ber-WhatsApp Group dengan Nyaman

Teman-teman punya berapa WhatsApp Group (WAG)?

Banyak atau sedikitnya jumlah WAG itu relatif. Ada teman yang saya tahu memiliki 40-60 WAG, ada juga yang tidak sudi memiliki satu pun. Padahal ia adalah orang terkenal. Loh kok bisa? Ya bisa lah kalau niat. “Saya hanya masuk grup saat diperlukan, dan keluar jika urusan sudah selesai,” jelasnya. Ehm… menarik untuk ditiru.

Saya sendiri saat ini membatasi diri maksimal memiliki maksimal 19 WAG. Kenapa 19? Saya suka saja angkanya. 19 grup itu terdiri dari 1 grup teman kuliah, 4 grup keluarga, 3 grup lingkungan, 3 grup sekolah anak-anak, dan 8 grup komunitas dan belajar. Itu pun dengan mayoritas jumlah anggota grup dibawah 50 orang.

Sejujurnya lebih dari itu saya pusing lihatnya. Terlebih melihat chattingan yang terlalu banyak hanya dalam waktu beberapa jam saja. Kalau tidak bisa mengikuti chattingan yang terlalu banyak dan mengambil manfaat dari sebuah grup, saya memilih untuk left group dan bergabung dengan komunitas tersebut dalam grup Facebook yang lebih fleksibel. Terus terang berada dalam grup beranggotakan banyak orang itu lumayan nambah kerjaan jika tidak dimanajeman dengan baik. Grup bermutu bisa jadi grup ‘ramutu’ karena hal ini.

Dalam beberapa komunitas grup diatas 100 orang susah untuk dihindari. Terutama grup untuk tujuan belajar bersama. Dengan kapasitas grup WhatsApp yang kini mencapai 256 orang, menjadi lebih efisien jika sejumlah orang digabungkan ke dalam satu grup besar. Hanya sayangnya, tidak semua orang memiliki gaya yang sama dalam melayangkan pesan tertulis.

Kalau kurang dari 100 orang, biasanya WAG masih aman-aman dan lucu-lucu aja. Tapi kalau sudah mulai hujan chatting, apalagi mulai keluar perang pendapat atau ocehan-ocehan penuh singkatan yang hanya Tuhan dan si penulis yang tahu apa artinya, ini mulai nggak asyik.

Kenapa perlu WAG?

Bagaimanapun juga WAG itu asyik loh. Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari sana. Dengan WAG kita bisa tetap menjalin silahturahmi dengan orang lain yang tidak memungkinkan untuk sering bertemu, seperti teman lama atau keluarga jauh.

WAG juga bisa jadi tempat kita berkoordinasi dalam sebuah komunitas. Kita jadi tidak perlu buang-buang waktu untuk dandan, menghabiskan waktu di jalan hanya untuk sekedar menangkap ide-ide dari teman-teman. Cukup ngobrol-ngobrol, dan keputusan dapat segera diambil. Pertemuan offline pun menjadi lebih efektif dan efisien karena sebelumnya sudah dibahas dalam WAG.

WAG ini juga sangat bermanfaat buat teman-teman yang tersebar di berbagai tempat. Dari yang rumahnya di Setiabudi sampai Ujung berung. Dari anggota keluarga di Bandung sampai di pelosok desa kecil di Sumbawa. Dari Temanggung sampai Las Vegas. Semua bisa bergabung dalam satu grup dan membahas hal yang sama.

#9 Tips WAG nyaman

Berikut beberapa tips dari saya agar kita bisa nyaman belajar dan mengambil manfaat dari sebuah WAG yang beranggotakan 100 orang lebih:

 

#1 Pastikan kotak settingan Enter is Send TIDAK tercontreng.

Enter is send bisa ditemukan di bagian setting WA. Saat layar pada posisi chat (yang ada daftar banyak group & chat), bisa di klik bagian kiri bawah atau kanan atas yang titik 3. Pilih Setting. Selanjutnya pilih Chats. Dan ketemu deh kotak Enter is send.

Tujuannya untuk  membiasakan membuat pembicaraan yang utuh. Jangan setiap satu kalimat send. Ketika ada komentar teman yang nyelip diantara apa yang kamu mau sampaikan, orang lain yang kapasitas otaknya terbatas, jadi bingung bacanya.

Kita mungkin tidak sempat nulis satu artikel utuh, tapi setidaknya dalam WAG kita belajar mengutarakan pendapat secara tertulis dengan lebih terstruktur dan enak untuk dipahami.

Enter is send
Pastikan Enter is send dalam setting tidak tercontreng.

 

#2 Aktifkan Predictive Text

Membaca singkatan itu melelahkan. Dengan predictive text, kita cukup tulis satu atau dua huruf, maka smartphone yang terkadang lebih pintar dari pemakainya ini, akan memberikan pilihan kata yang bisa kita pilih.

Misalnya mau menulis kata “tentang”. Baru nulis “te” si HP sudah sok tau ngasih pilihan kata “tetapi”, “tentang”, “tentu” yang bisa kita pilih.

Jadi cukup dengan 2 kata. Tidak perlu menyingkat menjadi “ttg” yang menggunakan 3 kata.

Perlu HP canggih? Nggak juga. HP Samsung Android sejutaan seperti punya saya bisa kok.

Predictive text bisa diaktifkan di Keyboard Setting. Beda-beda posisinya untuk tiap HP. Kalau di HP sejuta umat Samsung Android, bisa langsung di klik di layar keyboard yang gambar roda di sebelah spasi. Kalau gambar setting roda belum muncul, bisa tekan agak lama. Nanti muncul pilihan gambar roda itu. Tinggal diaktifkan predictive textnya dan pastikan menggunakan bahasa Indonesia untuk input languagenya. Jangan bahasa daerah masing-masing ya. Nanti bingung HPnya.

Predictive Text
Tampilan settingan Predictive Text di HP Samsung

 

#3 Biasakan untuk membubuhkan nama

Biasakan deh untuk membubuhkan nama dalam setiap pendapat panjang atau komentar karena tidak semua peserta memiliki kebiasaan men-save nama peserta lain. Tujuannya untuk mengurangi chat yang tidak relevan dengan materi dan mengurangi keramaian chat yang bisa mengganggu orang lain. Sekaligus bertanggung-jawab atas setiap pendapatnya dan memperkenalkan diri.

 

#4 Pastikan semua chat yang penting ada di grup FB

Tujuannya agar mereka yang tidak sanggup ‘manjat’ ratusan chat, bisa tidak ketinggalan materi penting dengan cukup membuka grup FB untuk mendapatkan informasi penting. Jadi penting untuk sebuah komunitas memiliki grup Facebook sebagai arsip informasi penting.

Dalam grup Facebook setiap anggota bisa membukanya kapan saja memiliki waktu luang sesuai manajemen waktu masing-masing. Mau di sore hari setelah menyelesaikan semua kewajiban utama, bisa lagi di perjalanan, atau hanya di akhir minggu. Tinggal diatur saja.

 

#5 Manfaatkan fasilitas Starred Messages

Setiap kali melihat pesan yang penting, beri tanda bintang. Cukup dengan menekan agak lama pada pesan tersebut. Setelah yang penting-penting diberi bintang, segera lakukan clear chat. Untuk yang benar-benar penting, bisa langsung dicopy-pastekan ke notes di smartphone.  Nanti akan terekam lengkap siapa yang mengirim dan waktu pengirimannya.

 

#6 Hindari membuat daftar copasan yang panjang

Dalam sebuah grup, sering kali terjadi permintaan untuk melanjutkan sebuah daftar. Kalau kurang dari 20 orang, masih lucu. Tapi kalau sudah diatas itu, mulai menyebalkan. Belum lagi jika ada data yang tumpang tindih. “Saya sudah nulis di nomor 25, tapi kok hilang setelah daftar sampai ke angka 30?” protes seorang teman.

Ada juga yang hobi meng-copas ucapan yang sama seperti ulang tahun atau duka cita. Tolong deh, untuk grup diatas 100 orang hindari kebiasaan ini. Kalau ingin mengucapkan hal tersebut, sebaiknya cukup menghubungi orangnya langsung, sehingga tidak membebani chat grup.

 

#7 Aktifkan no media auto download

Ini buat saya penting sekali. Dalam sebuah grup kita sering mendapatkan orang-orang yang mudah berbagi video berukuran besar atau gambar-gambar yang kurang pantas. Video yang besar tidak pernah jadi masalah berarti bagi orang-orang yang memiliki koneksi wifi dengan ngebut dan kapasitas memori HP yang mumpuni.

Buat teman-teman yang koneksi internetnya terbatas dan menggunakan HP bermemori kecil, sangat disarankan untuk memastikan media tidak otomatis terdownload. Baik dalam keadaan menggunakan mobile data, terkoneksi dengan wifi, maupun saat roaming. Pilihannya bisa dilihat di Setting.

Dengan mengaktifkan ini, gallery teman-teman tidak akan dipenuhi oleh foto atau video yang mungkin tidak berguna. Apalagi kalau ada gambar-gambar yang tidak pantas. Kan repot kalau anak-anak tidak sengaja membuka galeri kita.

Kalau kita ingin mendownload, cukup dengan meng-klik gambar yang agak buram. Hanya gambar dan media yang di klik yang akan masuk ke memori HP kita.

Media Auto Download
Pilihan Media Auto Download bisa dilihat di setting.

 

#8 Silent-kan Group Notifications

Saya berharap semua orang sudah tahu yang satu ini. Suka sedih kalau masih mendengar ada yang mengeluh grupnya ribut tang ting tung setiap ada yang chat. Teman-teman, tang ting tung di chat itu bisa di silent. Biar ada ribuan chat yang masuk, tidak akan terdengar suara sedikitpun. Caranya cukup dengan membuka bagian Notifications dalam Settings. Disitu bisa diatur suara untuk pesan yang masuk, baik pesan personal atau pun pesan dalam grup.

Tapi kalau kamu tipe orang yang tidak tahan godaan untuk selalu mengecek pesan WhatApp, mending HPnya dimatikan sekalian dan disimpan di laci.

 

#9 Jadilah Silent Reader ideal

Cukuplah membaca dalam diam. Tidak perlu banyak komentar yang tidak perlu. Tapi langsung mempratekkan apa yang disampaikan. Tidak banyak chat, tapi paling awal mengerjakan amanah.

 

Siap bergabung dengan WAG dengan lebih cerdas teman-teman? Sharing dong pengalaman ber-WAG kalian dalam komen dibawah.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

6 thoughts on “Tips ber-WhatsApp Group dengan Nyaman

  • October 28, 2016 at 12:52 pm
    Permalink

    Hola teh shan..
    Waww super banget tulisannya
    Dc punya banyak grup, tapi silent reader semua.
    Sekarang2 ini, baru bisa cek2 WA kalau malam atau pas di luar rumah kayak sekarang. Alhasil, pas buka WA, udah ribuan chat. Huhu..
    Sepertinya harus left beberapa komunitas nih, karena kurang berkontribusi, hanya SR aja. Heu..

    Reply
    • October 28, 2016 at 2:37 pm
      Permalink

      Tapi jangan left group dari grup kita ya. I still need you there.

      Reply
  • October 28, 2016 at 2:12 pm
    Permalink

    Ingin rasanya left beberapa grup yang dirasa kurang bermanfaat.

    Tapi ada ketakutan tersendiri.

    Salah satunya, takut di cap *gak mau silaturrahim*
    Jadi,
    Meskipun peddih…karena ga sanggup manjat…aku tetap bertahan.

    *uhhuuhhuu….

    Reply
    • October 28, 2016 at 2:35 pm
      Permalink

      Itu pilihan Len. Kata Om Adjie kan, belajar melepaskan…. bukan menggenggam lebih banyak. Mindfulness…

      Reply
  • October 28, 2016 at 8:33 pm
    Permalink

    19 buatku termasuk banyak mba..haha..tapi super sekali tipsnya terima kasih ya…beberapa dipraktekkan…

    Reply
  • August 22, 2017 at 1:11 pm
    Permalink

    Sharing mba @Shanty Dewi Arifin sangat sangat.membantu saya..tks ya mba..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: