Oleh-oleh Seminar 7 Keajaiban Rezeki dari Ippho Santosa (bagian 2)

Masih mau tahu bagian kedua dari Seminar Ippho Santosa di Pusdai Bandung ini? Mari kita lanjutkan. Tidak banyak kok, cuma 1800 kata lagi kok. Bagian pertamanya bisa di baca di sini.

Sepasang Bidadari

Ada sepasang bidadari yang menjadi rahasia kesuksesan seseorang. “Sepasang bidadari itu adalah orangtua atau mertua dan pasangan hidup,” jelas Ippho.

Ada penelitian bahwa orang yang sering menunjukkan kemesraan di depan publik biasanya hidupnya bermasalah. Orang itu kalau romantis, dia tidak perlu ditunjukkan pada siapapun. Dinikmati saja. Yang penting pastikan hubungan kita selaras dengan mereka.

Coba perhatikan hubungan orang-orang disekitar kita dengan orangtuanya. Ada artis yang ribut dengan orangtuanya, biasanya hidupnya berantakan. Sebaliknya mereka yang memuliakan orangtuanya, mendapat banyak keberuntungan. Kita kenal Slank dengan Bunda Iffetnya. Slank menjadi band dengan massa terbesar di Indonesia. Ada juga grup Wali yang ringback tonenya di catat MURI sebagai ringback tone paling banyak di download di dunia dengan 8 juta download dalam 2 bulan. Mengalahkan Michael Jackson. Kenapa coba? Karena Michael Jackson berantem sama bapaknya. Berbeda dengan Faang atau Apoy yang memuliakan ibu mereka. Contoh lain datang dari Bu Susi Pudjiastuti yang juga begitu memuliakan ibunya. Beliau yang hanya berijasah SMP bisa diundang tampil di Harvard – kampus paling bergengsi di muka bumi.

Menurut sebuah penelitian di Harvard sejak tahun 1937-1938 (yang terus diupdate setiap tahun), anak-anak yang dekat dengan ibunya cenderung lebih sukses finansial. Jadi dekat dengan orangtua itu menyehatkan dan mengayakan. Itulah sebabnya ibu-ibu sebisanya jangan tinggalkan anaknya. Dampingi anak kita. Mereka akan tumbuh lebih sehat, taat, hangat dan bersahabat.

Coba saja Anda bayangkan dititipi kucing oleh Ratu Inggris atau Raja Arab Saudi seharga 2 triliun untuk dijaga. Pasti kita menjaganya sepenuh hati. Anak kita ini titipan Allah yang harganya tak ternilai. Mestinya dijaga dengan lebih sepenuh hati. Kecuali jika ada keadaan memaksa seperti ditinggal suami, tidak punya saudara laki-laki, dan harus menjadi tulang punggung keluarga. Sekarang sering anak-anak ditinggalkan tidak dalam keadaan yang benar-benar terpaksa. Kondisi memaksa ini ada fikihnya.

Selaraskan impian dengan orang-orang terdekat, seperti orangtua, mertua, pasangan, saudara. Pastikan doanya sama dan selaras.

“Siapa yang sudah punya impian? Siapa yang sudah menyampaikan impian ini kepada orangtua dan mertuanya?”

Jaman sekarang orang mulai jarang orang yang selaras dengan saudara. Minimal hatinya ridho. Semakin banyak kita selaras dengan orang lain, semakin baik. Persis seperti sholat berjamaah. Negeri ini susah maju salah satunya karena tidak selaras. Beda-beda maunya. Jika selaras terjadi percepatan, sebaliknya jika tidak selaras terjadi perlambatan. Yang ekstrim itu durhaka sama orangtua atau menyakiti istri.

Dalam kesempatan ini, Ippho juga meminta peserta untuk googling kata kunci Seminar Motivasi Ippho. Disana kita bisa melihat banyak artikel atau video tentang Seminar Motivasi Ippho Santosa. Jadi jangan semata-mata terpaku pada acara seminar seperti ini. Seusai seminar Anda masih bisa belajar. Asal punya pulsa, Anda bisa belajar ilmu dari Ippho Santosa.

Mengapa banyak orang belajar tidak sukses juga. Belajar nggak nempel-nempel di otak. Ippho berbagi tips cara belajar. Pilih dulu guru yang aman tauhid dan akidahnya untuk diikuti. Setelah itu ikuti acara-acaranya secara keseluruhan, ikuti ceramahnya, pesantren kilatnya, trainingnya, pelajari bisnisnya, bila perlu kalau ada rejeki sampai umroh bareng. Seperti mata kuliah, tidak semua harus dipelajari. Pilih satu agar tidak habis waktu, habis energi, habis uang. Ilmu itu bukan yang penting banyaknya, tapi kedalaman pemahamannya.

“Jangan hanya kulit-kulitnya saja. Nanti kolesterol,” canda Ippho.

Kenapa hidup kita stagnan?

Kalau hidup stagnan, coba di cek apakah: 1. Sedekahnya gitu-gitu aja. 2. Ilmunya gitu-gitu aja. 3. Actionnya gitu-gitu aja. Jika ingin berubah, lakukan sebaliknya.

Resep kaya itu juga sederhana. Ada 3, yaitu: 1. Harus suka jualan, 2. Hidup hemat, dan 3. Berinvestasi atau membeli aset. Jika tidak suka jualan, hidup boros dan tidak suka berinvestasi, Insya Allah bokek.

Kalau kerja melulu, kapan dong menikmati hidupnya?

Kita bisa menikmati hidup ketika  bisa membeli sesuatu tanpa mencicil. Itulah waktunya menikmati hidup! Ehm, enaknya membayangkan beli barang impian cash tanpa perlu nanya apakah ada fasilitas cicilan tanpa bunga.  

Makanya aneh kalau melihat orang bisa membanggakan diri punya kartu kredit banyak. Atau rumah besar tapi nyicil. Harta banyak tapi hasil berutang.

Kalau ingin sukses, sebenarnya caranya sederhana. Lihat kehidupan orang rata-rata, dan lakukan sebaliknya. Tidak perlu mengikuti trend ganti handphone terbaru seperti orang-orang. Ippho mencontohkan dirinya yang masih setia dengan samsung seri lama, atau Dude Herlino dan beberapa orang terkenal lain yang seringnya muncul di televisi, tapi masih memakai I phone seri lama. Padahal sebenarnya jangankan HP terbaru, tokonya Hpnya saja mungkin bisa dibelinya. Ada pemilik travel umroh besar di Indonesia yang mobilnya hanya CRV. Padahal anak buahnya saja banyak yang memiliki Mercedes.

Kita ini sebenarnya bukan ingin kaya. Tapi sekedar ingin terlihat kaya.

Kita lupa, bahwa yang penting itu kaya beneran.

Perisai Langit dan Ilmu Sedekah

Ada amalan-amalan yang terkait dengan rejeki. Seperti tahajud 15-20 menit sebelum subuh.

“Mau merayu calon mertua, tahajud dengan Surat Al-Fatihah dan berikan Surat Tanah. Luruh hatinya. Ciri laki-laki sejati itu tidak banyak bicara, namun banyak transfer,” guyon Ippho yang disambut tawa para peserta.

Sedekah itu adalah sesuatu yang kita berikan untuk orang lain. Sedekah berbeda dengan sholat yang harus sesuai rukun dan khusyu. Sedangkan sedekah tidak perlu ritual tertentu. Sholat 2-5 menit, sedekah 2 detik selesai. Sedekah itu menyehatkan. Karena pada saat memberi hormon endorpin dan dopamin meningkat. Keduanya adalah hormon yang bertanggung jawab untuk menahan rasa sakit dan membuat rasa senang.

Ippho juga bercerita tentang walikota ke-108 New York bernama Michael Bloomberg. Seorang multi milyarder pemilik perusahaan Blooberg LP yang menjadi walikota New York tahun 2002-2014. He is a legend! Walau ia seorang Yahudi totok, Blooberg adalah orang yang pasang badan ketika masyarakat Amerika menolak didirikannya Pusat Budaya Islam dan Mesjid di dekat Ground Zero New York. Jajak pendapat yang dilakukan CNN menunjukkan 70% responden menolak didirikannya bangunan itu. Karena dianggap tidak menghormati ribuan korban yang tewas karena 2 pesawat yang ditabrakkan ke twin tower oleh anggota militan Al-Qaeda pada 11 September 2001. Namun Bloomberg sebagai walikota, turut mendukung terwujudnya mesjid tersebut sebagai bentuk toleransi beragama di kotanya. Ia tidak ingin ada perlakuan diskriminatif seperti yang terjadi sebelumnya menimpa warga Yahudi, Quakers dan Katholik di New York. Akhirnya Komisi Tata Kota New York menyetujui pembangunan mesjid senilai 100 juta dollar amerika ini.

Bloomberg juga dikenal sebagai dermawan yang sangat suka menyedekahkan hartanya. Puluhan juta dollar ia sumbangkan pada sejumlah kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak. Dan dia bukannya jadi miskin, malah makin mengukuhkan namanya sebagai orang ke-6 terkaya di dunia dengan kekayaan 51 milyar dollar amerika.

Memberi itu, baru terasa sebagai memberi jika benar-benar terasa lekat di hati kita. Sesuatu yang begitu kita cintai. Bisa jadi karena harganya yang mahal atau begitu kita cintai.

Ilmu Memantaskan Diri

Agama lain jumlah sedekahnya bisa triliunan. Semestinya umat Islam sebagai mayoritas bisa lebih banyak dari itu. Namun ternyata hasilnya hanya di milyaran. Kita semestinya malu. Menurut Ippho, “nNbi pernah berkata: Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Yang penting harganya cocok. Masa kanker, tumor sedekahnya goceng. Goceng itu kalau sakitnya batuk, pilek, mimisan, korengan, panu, mungkin masih bisa. Mau jodoh putih, cantik, sholehah, taat, sedekahnya 10 ribu. Boneka Barbie aja 200ribu tau nggak? Nggak cocok itu angkanya.”

Cinta ditolak, Sedekah bertindak.

Dalam mencari jodoh itu bisa diterapkan ilmu kepantasan. Kita akan dipertemukan dengan orang yang memang pantas dengan kita. Kalau ingin pasangan bernilai 8, 8 kan dulu diri kita. Lah kita nilainya 6 abal-abal. Subuh menjelang jam 6, Zuhur menjelang jam 2, pengen dapat pasangan sholehah, cantik, putih. Ya nggak ketemu frekuensinya.

Ada juga cerita tentang seorang yang mengomel bahwa di Madinah itu ternyata banyak wanita tidak benarnya juga. Sementara gurunya yang jalan ke Prancis atau Itali yang demikian bebasnya malah tidak pernah bertemu yang seperti itu. Kenapa hal seperti ini terjadi? Bisa jadi karena selalu memikirkan hal tersebut. Pikiran itu ada vibrasinya.

Orang itu kalau pikirannya kotor, ditaruh dimana pun tetap akan rusak. Walau ditaruh ke pesantren atau ke Mekah. Sedangkan orang yang imannya lurus, ditaruh di kota yang tidak mengenal Islam pun, imannya akan terjaga. Kata kuncinya adalah kepantasan. Allah akan mengirimkan orang yang pantas untuk kita. Memberikan apa yang pantas untuk kita. Pelajarilah ilmu memantaskan diri.

Seperti kata khalifah Ali bin Abi Thalib: Pancing rejeki dengan sedekah. Kita tidak bisa memancing ikan paus dengan nasi. Kalau ingin ikannya besar, umpannya juga harus besar. Setidaknya menurut kita.

Awalnya paksakan sedekah, baru kemudian bisa dan terbiasa. Kalau menunggu ikhlas kelamaan. Kita boleh pamrih dan berharap sejauh itu pada Allah. Sedekah itu boleh diam-diam atau terang-terangan. Karena kalau terang-terangan bisa menjadi syiar dan motivasi untuk yang lain. Yang penting niat dijaga.

Yang tidak boleh itu diam-diam tidak sedekah. Tidak boleh juga merasa bangga dan baik dengan amalnya. Lihat kencleng dibuka isinya cuma 1 lembar yang merah dari dia. Kemudian walau tidak diomongkan, timbul rasa bangga diri karena yang lain hanya yang biru saja. Itu juga tidak baik. Khalifah Utsman pernah sedekah dilihat oleh satu kota. Masa kita bilang Ustman pencitraan. Ustman itu 2 anak nabi dinikahi, kita anak tetangga saja gagal.

Berapa persen idealnya sedekah kita? Kalau menurut Ippho 15%. Tidak usah banyak nanya. Lakukan saja. Umat Kristiani biasa sedekah dengan 10%. Anda lebihkan. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Orang rata-rata sedekah 2,5 – 10%. Anda mau jadi orang rata-rata atau diatas rata-rata?

Kalau ingin percepatan rejeki, sedekahlah sekali-sekali yang ekstrim. Relakan barang yang begitu kita cintai. Punya mobil 2 sedekahkan satu. Punya emas banyak, sedekahkan. Sedekah sampai badan gemetar.

Ippho meminta peserta langsung praktek dengan menyedekahkan sebagian harta untuk membantu memperbaiki sejumlah sekolah melalui ACT. Maklum baru termotivasi, sejumlah sumbangan terkumpul. Selain uang, ada yang menyumbang motor, hp, atau barang-barang emas yang melekat di tubuh. Bahkan ada lelang Al Quran yang terjual seharga 15 juta dan 8 juta rupiah.

Ippho Santosa dengan para pemenang lelang Al Quran
Ippho Santosa dengan para pemenang lelang Al Quran

Sedikit saran, sebaiknya teman-teman mempersiapkan diri untuk memberikan sumbangan terbaik jika datang ke acara seperti ini. Sedekah yang memang telah diniatkan untuk acara ini. Bukan sedekah insidental tanpa pemikiran yang panjang sekedar karena ingin lepas dari masalah yang membelit dalam kehidupan. Mengenai Keikhlasan bersedekah baca dalam postingan Tentang Keikhlasan Bersedekah.

Tentang ACT – Aksi Tanggap Cepat

Sebagai penyelenggara acara seminar ini, ACT adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang telah banyak membantu menyelesaikan isu-isu sosial baik di Indonesia maupun di dunia. Kegiatan mereka cukup banyak seperti menjadi mitra Departemen Sosial dalam Penanggulangan Bencana dalam negeri, bantuan memperbaiki sekolah-sekolah di daerah tertinggal, bantuan kemanusiaan di tingkat global (Palestina, Syria, Rohingya), dan banyak lagi. Selengkapnya bisa di baca di website ACT.

Ippho mengaku tidak menerima bayaran untuk memberikan motivasi dalam acara ACT. Sebenarnya motivator yang didatangkan ACT dibayar dengan halal. Biasanya dengan uang sponsor. Tapi sering juga ada acara yang tidak ada sponsornya, kata Ippho yang mengaku sudah mengikuti acara ACT sejak 2010.

Lebih lanjut tentang Ippho Santosa bisa dibaca dalam sejumlah bukunya seperti: 13 Wasiat Terlarang! Dasyat Dengan Otak Kanan (Elex Media Komputindo, 2008), 7 Keajaiban Rezeki (Elex Media Komputindo, 2010), Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan otak Kanan (Elex Media Komputindo, 2011), Hanya 2 Menit: Anda Bisa Tahu Potensi Rezeki Anda (Elex Media Komputindo, 2012), Muslim Millionaire (Elex Media Komputindo, 2013), Success Protocol (Elex Media Komputindo, 2015) dan masih banyak lagi.

Buku Ippho Santosa
Buku Ippho Santosa

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Oleh-oleh Seminar 7 Keajaiban Rezeki dari Ippho Santosa (bagian 2)

  • October 3, 2016 at 5:38 pm
    Permalink

    Mashaallah,
    Ternyata pengertian sedekah ini yang harus diubah yaa, teh..

    *jadi banyak koreksi setelah baca resume teteh.

    Haturnuhun, teh Shan.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: