Oleh-oleh Seminar 7 Keajaiban Rezeki dari Ippho Santosa (bagian 1)

Belum lama ini karena sebuah kasus, motivator Indonesia jadi banyak di bully netizen. Keluar semua dendam kesumat kepada para motivator yang dianggap hanya bisa memberi mimpi indah tanpa solusi yang jelas. Bisanya ngomong doang. Hanya bikin kita semangat di dalam ruangan dan begitu selesai atau tamat membaca bukunya, kita akan lupa lagi. Dan masih banyak lagi keluhan orang tentang seminar motivasi.

Tapi semua fakta itu tidak menyurutkan niat saya untuk menghadiri  Seminar 7 Keajaiban Rezeki dari Ippho Santosa. Acara penggalangan dana untuk ACT – Aksi Tanggap Cepat ini dilaksanakan secara gratis di salah satu gedung pernikahan termahal di Bandung, Bale Asri Pusdai. Pada 18 September 2016, selama sekitar 2 jam, Ippho menyampaikan beberapa poin-poin yang ia tuliskan dalam bukunya yang telah terjual hingga 1 juta copy – 7 Keajaiban Rezeki (Elex Media Komputindo, 2010).

Dalam buku 165 halaman tersebut, Ippho menyebutkan 7 hal yang merupakan keajaiban rejeki.

#1 Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri)

#2 Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga)

#3 Golongan Kanan (Lingkar Diri)

#4 Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama)

#5 Perisai Langit (Lingkar Diri)

#6 Pembeda Abadi (Lingkar Diri)

#7 Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri)

Ippho membuka seminar dengan menyampaikan 2 syarat yang harus diikuti jika ingin berubah. Yang pertama adalah jangan tunda dan jangan banyak nanya. Langsung saja praktek. Insya Allah langsung ngefek.

Asah otak kanan

Ippho Santosa di Pusdai Bandung, 18 September 2016
Ippho Santosa di Pusdai Bandung, 18 September 2016

Kita dari kecil diasah otak kiri. Otak kanan kurang terjamah. Otak kanan itu fleksibel dan mampu beradaptasi. Orang bisa sukses jika fleksibel dan mampu beradaptasi dimana pun ia berada.

Motivator muda kelahiran  Pekan Baru, 30 Desember 1977 ini bercerita bahwa dulu Dinosaurus seangkatan dengan Komodo. Komodo yang lebih kecil lebih mampu beradaptasi sehingga hingga kini masih ada. Berbeda dengan Dinosaurus yang kini sudah punah.

Orang yang bercita-cita besar berarti percaya kalau Tuhan Maha Besar. Orang yang bercita-cita kaya berarti percaya Tuhan Maha Kaya. Bagi Allah, menghadirkan sebuah Alphard atau Avanza itu sama mudahnya. Menjadikan Anda seorang staff atau direktur sama gampangnya. Terus kenapa kita minta yang ece-ece?

Menurut Ippho kalau orang yang merasa hidupnya sudah cukup kaya dan tidak perlu produktif lagi, itu sama saja dengan egois. Karena coba lihat sekeliling kita. Masih banyak tetangga yang masih kekurangan, masih banyak orang-orang yang membutuhkan lapangan kerja. Jangan hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga saja. Allah itu memberi seberapa besar kebutuhan kita. Pantaskan diri kita untuk menerima yang besar.

Ciri lain otak kanan itu imajinatif, kreatif, intuitif, empatis. Ini biasa ada pada anak-anak TK. Kita orangtuanya yang mendidik anak makin dewasa semakin kiri otaknya.

Muslim dan Kekayaan

Paling susah menyuruh muslim untuk kaya. Alasannya orang kaya itu dihisabnya lama. Rumah Nabi di Madinah kecil saja. Sebuah fakta yang tidak bisa terbantahkan.

Tapi coba pahami juga hal ini. Orang kaya itu hisabnya lama jika hartanya bermasalah. Tapi kalau hartanya digunakan untuk kebaikan, malah akan mempercepatnya masuk surga. Semua pintu surga kebaikan dari amal kekayaannya akan memanggil-manggil dirinya. Harta itu sebenarnya netral. Bukan sebuah kejahatan.

Rasulullah itu memang pernah miskin. Ketika menjadi pengembala di saat kecil, ketika di boikot dan di embargo. Hanya sekitar 3 tahun. Tidak lama-lama. Ini bisa jadi pelajaran buat kita. Makanya kalau miskin, jangan lama-lama. Nggak usah lama-lama kalau mau cari pengalaman rasanya jadi orang miskin.

Salah satu cara kaya adalah dengan magang pada ahlinya. Tidak perlu menjadi nabi, orang Bandung atau Cimahi saja kalau punya kepribadian jujur dan rajin, kemudian magang di pengusaha. Hampir bisa dijamin dalam 10 tahun ke depan akan kaya.

Agama menuntun kita untuk lebih baik dari hari ke hari. Lebih baik ilmunya, lebih baik amalnya, dan juga lebih baik nafkahnya. Kalau sama saja dari tahun ke tahun, kita termasuk golongan yang merugi.

Sejarah mencatat bahwa nabi, keluarga nabi, sahabat nabi, pemimpin agama, ulama-ulama besar, pemuka organisasi keagamaan, adalah orang-orang kaya.

Rumah nabi di Madinah kecil karena hanya tinggal berdua dengan istrinya dan tidak punya anak. Dalam Islam itu sebuah rumah seharusnya kamar anak laki dan perempuan dipisah. Demikian juga kamar orangtua dan kamar pembantu. Ada juga tambahan kamar untuk menghormati tamu. Minimal punya 5 kamar. Jadi bisa dibilang rumah tipe 21 itu tidak islami.

Umar bin Khatab pernah diriwayatkan membuat penataan kompleks perumahan dengan lebar jalan 3,5 meter. Sudah dipikirkan bahwa bukan hanya unta saja yang lewat di sana, tapi juga mobil. Jadi teman-teman yang tinggal di gang itu bisa dibilang kurang islami.

Ada lagi cerita Rasulullah dan Aisyah sering mandi bersama di bejana. Sekarang namanya bath tub. Mana bisa romantis kalau mandi bersama pakai gayung. Pakai ada acara nimba lagi!

Sekarang soal memilih kelas pesawat terbang, khususnya untuk penerbangan jarak jauh. Lebih islami mana kelas First Class atau Business Class? Dalam penerbangan jarak jauh, penumpang harus tidur. Islam menganjurkan untuk tidur dalam posisi berbaring hadap ke kanan. Dan itu hanya bisa di dapat di First Class yang harganya 2 kali lipat.

Dari sejumlah cerita di atas, disimpulkan bahwa harta itu diperlukan. Banyak ibadah mensyaratkan punya harta. Haji, Umroh, Akikah, Zakat, Sedekah, Wakaf, Qurban, semuanya memakai uang. Berhaji sekarang hampir 40 juta tapi antri 12 tahun. Padahal haji adalah amalan yang harus disegerakan. Pakai ONH Plus 120 juta atau seperempat milyar jika ingin berdua dengan pasangan. Kalau kere, bagaimana mau melaksanakan rukun yang satu ini?

Ippho melanjutkan, “Niatkan dan ikhtiarkan untuk kaya. Jangan malah membela-bela kemiskinan. Hati-hati ngomong biar miskin asal bahagia. Nanti miskin terus. Sekarang ok lah, diri sendiri bisa bahagia. Tapi apakah anggota keluarga bisa bahagia? Apakah bisa membahagiakan tetangga dan teman? Laki-laki sejati sanggup hidup susah. Tapi laki-laki sejati tidak akan memberikan kehidupan yang susah untuk keluarganya. Mestinya bilang Miskin aku bahagia, Kaya aku bisa membahagiakan orang lain.”

Jadi yakin masih mau miskin? Kalau masih nggak percaya, boleh bikin seminar sendiri 7 Keajaiban Kemiskinan.

Peserta
1000 orang yang terdaftar untuk mendengarkan Seminar Motivasi dari Ippho Santosa di Pusdai 18 September 2016

Dalam kesempatan ini Ippho juga meminta peserta untuk untuk bangkit dari duduk lesehan. Saling berhadapan berpasangan. Sambil menutup mata agar bisa lebih menghayati apa yang akan disampaikan. Orang pertama diminta mengucapkan: “Saudaraku, demi Allah aku ridho dan turut mendoakan agar hidup engkau berkah, berlimpah, memiliki rumah tangga yang sakinah, anak-anak yang sholeh dan sholehah. Karena aku tahu, engkau juga ridho kepadaku, mendoakan aku agar hidupku berkah, berlimpah. Saudaraku, Insya Allah kita bisa. Karena aku tahu kau mendukungku. Aku pun mendukungmu.”

Kemudian teman kedua diminta mengucapkan: “Saudaraku, demi Allah aku ridho dan turut mendoakan agar hidup engkau berkah, berlimpah, memiliki rumah tangga yang sakinah, anak-anak yang sholeh dan sholehah. Karena aku tahu, engkau juga ridho kepadaku, mendoakan aku agar hidupku berkah, berlimpah. Saudaraku, Insya Allah kita bisa. Karena engkau mendukungku. Aku pun mendukungmu.”

Tanpa relaksasi atau hipnosis, mengucapkan kalimat diatas terasa begitu menggetarkan. Itulah efek dari saling mendoakan, saling ridho, saling mendukung, saling mengikhlaskan. Inilah kata kunci membuka pintu rejeki, bukan orang lain yang menghalangi rejeki kita tapi karena kita tidak ridho dengan rejeki orang lain itulah yang menghalangi rejeki kita. Bukan orang lain menghalangi impian kita, tapi karena kita tidak ikhlas dengan pencapaian impian orang lain, itulah yang menghalangi impian kita.

Teman sukses, kita yang kesal. Harusnya kalau kita ingin punya mobil,  orang lain punya mobil kita senang. Misalnya kita ingin mobil merek tertentu. Tetangga kita punya. Kita seharusnya senang karena bisa membayangkan enaknya naik mobil tersebut. Itu sekaligus sebagai doa bagi kita. Luar biasa sekali ketika orang yang dapat mobil baru atau posting foto jalan-jalannya, kita yang ikut bahagia dan bersyukur. Bukan malah misuh-misuh menuduh orang pamer atau sombong. Jadi mulai sekarang, ridholah pada pencapaian orang lain. Karena itu sekaligus menjadi doa buat kita.

Tidak hanya ikut senang dengan pencapaian orang lain, kita juga perlu empati dengan kesulitan orang lain yang tidak menimpa kita. Padahal bisa jadi belum waktunya saja hal yang sama menimpa kita juga.

Misalnya kita ingin lancar di jalan dan terhindar dari kemacetan, semestinya kita tidak nyaman melihat orang yang terjebak dalam kemacetan. Bukannya malah menertawakan atau mensyukuri orang yang tengah berada dalam kemacetan. Idealnya kita membantu, jika tidak memungkinkan, tunjukkanlah empati. Paling minimal bantulah dengan doa semoga jalan mereka dilancarkan. Insya Allah doanya memantul lagi pada diri kita.

Benci dan Dengki menutup pintu rejeki

SEBAGIAN muslim itu ada yang gampang sekali menunjukkan kebenciannya pada golongan yang berbeda. Ada kemarahan dan kebencian yang mudah sekali disulut di media sosial terutama menyangkut golongan tertentu. Kita tidak bisa mengeneralisir bahwa suatu golongan pasti salah dan patut dibenci. Kalau Ippho mengambil contoh Yahudi, saya akan mengangkat contoh Muslim.  Muslim bisa ngamuk kalau digeneralisir sebagai agamanya teroris. Karena memang tidak semua, bahkan hanya segelintir muslim yang terbukti sebagai teroris. Hal ini juga berlaku pada golongan lain. Juga mengenai Yahudi, di Israel atau di Amerika, Ippho pernah bertemu dengan Yahudi yang membela Palestina. Bahkan menurut Ippho, ada fikihnya kalau sembelihan orang Yahudi halal dimakan, berbeda dengan sembelihan dari Cina. Zionis yang menekan Palestina adalah musuh kita bersama. Tapi tidak semua Yahudi jelek. Tempatkanlah sesuatu pada tempatnya. Yang tidak boleh, membenci etnis tertentu.

Kalau kita tidak suka golongan tertentu, bersaing lah. Bukan benci.

Seperti adanya kasus ketimpangan dimana 1 orang kaya di Indonesia bisa memiliki 5 juta hektar tanah. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Kita diijinkan untuk bersaing bebas, tapi benci dan dengki pada orang ini tidak boleh. Ketika membenci, pikiran tidak bisa bekerja dengan sempurna. Kita jadi tidak bisa berhitung dan menganalisa dengan baik dalam keadaan marah. Yang menutupi potensi sebagai muslim adalah kebencian dan kedengkian.

“Guru saya bilang, ke anjing saja tidak boleh benci. Apalagi ke orang,” kata Ippho. Bagi muslim yang dihindari dari anjing adalah najisnya. Kalau pun terkena, tidak dosa juga. Tinggal dibersihkan sesuai syariat yang telah ditentukan. Jadi kalau anda penguasa yang anda nilai sangat zalim, bukan anda benci, tapi anda bersaing.

Menurut sebuah penelitian, kalau kita membenci pankreas dan lambung menjadi rusak. Jadi benci dan dengki itu menutup potensi, menutup rejeki, dan merugikan kesehatan, menghapuskan amal. Dunia akherat tidak bagus semuanya. Orang yang lapang hatinya biasanya awet muda. Sedangkan pendengki biasanya kelihatan dari raut mukanya yang terlihat lebih tua dari umurnya.

“Kita ini hidup di jaman sosial media. Banyak akun-akun yang menebarkan kebencian yang membuat emosi terkuras. Saran saya, Anda kan punya sedikit otak, bisa berpikir. Unfollow. Beres!”

3D yang menghalangi rejeki: Dengki, Dendam, Dongkol

Dalam hidup kita pasti pernah dapat rejeki yang tidak disangka-sangka. Biasanya hal seperti ini datang pada saat mood kita lagi bagus. Jadi catat ya, lapang hati = lapang rejeki. Jika ada hal yang tidak sempurna, jadikan itu sebagai alat berjuang untuk  kita. Sehingga kita menjadi lebih termotivasi.

“Sadar euy! Insyaf euy! Nggak lagi-lagi!” sahut peserta menirukan kata-kata Ippho sambil menepuk bahu temannya.

Tentang sepasang bidadari dan mengapa hidup kita stagnan saja selama ini, bisa di baca pada bagian 2.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

2 thoughts on “Oleh-oleh Seminar 7 Keajaiban Rezeki dari Ippho Santosa (bagian 1)

  • October 3, 2016 at 5:12 pm
    Permalink

    Makasih banyak mba atas sharing-nya. Jadi semangat lagi. Iya, kaya itu harus.

    Reply
  • October 3, 2016 at 5:27 pm
    Permalink

    Hadus jadi orang muslim yang kaya dan zuhud yaa teh..

    Aamiin.
    Semoga Indonesia makin kaya dan sejahtera semua.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: