Gathering BKOM: Tubuh Sehat Bugar dengan Gaya Hidup Sehat dari dr. Erik Tomarere (bagian 2)

Setelah tarik napas dan peregangan, mari kita lanjut dengan bagian kedua dari materi Tubuh Sehat Bugar dengan Gaya Hidup Sehat dari dr.Erik Tomarere, spKO. Bagian pertama bisa dibaca di sini ya.

Manusia adalah herbivora

Tabel perbandingan anatomi gigi
Perbandingan anatomi gigi pemakan daging, sayuran, buah, dan manusia.

Sebuah tabel memperlihatkan perbandingan gigi dari karnivora (pemakan daging), Omnivora (pemakan daging dan sayuran), Herbivora (pemakan sayuran), Frugivora (pemakan buah), dan gigi manusia. Dari bentuk gigi, dan ciri-ciri lainnya, menunjukkan bahwa manusia lebih sesuai ciri fisiknya dengan pemakan sayuran dan buah-buahan.

Herbivora memiliki ciri khas seperti: tidak punya cakar, struktur gigi yang rapat dengan profil gigi taring yang kecil, memiliki kemampuan rahang untuk mengunyah, memiliki kelenjar saliva yang menghasilkan air liur/enzim pencernaan untuk mencerna karbohidrat dan serat agar beban kerjanya tidak berat, memiliki asam lambung dengan pH basa, usus sangat panjang untuk mencerna makanan.

Sedangkan hewan karnivora atau pemakan daging, memiki ciri fisik yang mendukung jenis makanannya. Mereka memiliki cakar, struktur gigi taring yang besar dan jarang-jarang, gerakan rahang mereka mantap untuk menerkam mangsanya dengan gerakan hanya membuka dan menutup, air liur mereka sedikit, lambung mereka bersifat asam karena diperlukan untuk membunuh bakteri dari hewan yang mereka mangsa, usus pendek karena jika panjang, bakteri bisa membusukkan makan secara berlebihan. Hewan Karnivora makannya tidak sering-sering, cukup 1 minggu sekali.

“Pemakan daging seperti harimau, giginya jarang-jarang dan tidak dempet seperti manusia. Agar kalau makan daging, tidak nyangkut di giginya. Kan mereka tidak punya tusuk gigi.” guyon dr. Erik.

Dari ciri anatomi fisik tersebut, manusia lebih cocok menjadi herbivora dan frugivora. Bahkan secara naluri, bayi manusia berbeda dengan bayi harimau jika melihat kelinci misalnya. Bayi harimau memiliki naluri untuk memakannya, sedangkan manusia bisa jadi malah dianggap mainan.

William C. Roberts, MD, dokter ahli jantung membuat sebuah penelitian. Ia memberikan makanan berkolesterol tinggi pada hewan karnivora dan herbivora. Hasilnya 100% hewan herbivora mengalami penyumbatan pembuluh darah atau penyakit jantung (atherosclerosis). Sebaliknya, tidak ada satu pun hewan karnivora yang mengalami penyumbatan pembuluh darah. Padahal sama-sama diberikan makanan yang mengandung kolesterol. Kesimpulannya, karena manusia mengalami penyakit jantung yang sejatinya merupakan penyakit para hewan herbivora. Maka manusia semestinya adalah herbivora juga.

Plant-Based Diet

Dokter Erik menceritakan bahwa ia berkesempatan menghadiri International Plant-Based Nutrition Healthcare Conference tahun 2014 untuk para dokter dan praktisi kesehatan di Amerika Serikat. Dalam konferensi tahunan ini, mereka membahas tentang penyakit-penyakit yang berhasil disembuhkan dengan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang alami. Istilahnya Plant-Based Diet atau Lifestyle Medicine. Sebuah ilmu kedokteran yang didasari oleh gaya hidup sehat. Plant-Based Diet bukan pengobatan alternatif seperti yang dikenal umum masyarakat. Pendekatan keilmuannya sudah  banyak. Komunitasnya pun sudah banyak di seluruh dunia.

Let food be thy medicine and medicine be thy food. – Hippocrates

Biarlah makanan menjadi obatmu dan biarkan obatmu menjadi makananmu. Jadi tidak perlu secara khusus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Diperlukan motivasi yang tinggi untuk bisa mengubah selera.

“Hanya perlu waktu untuk bisa mengubah selera. Bukti bahwa kita bisa mengubah selera, cobalah lihat sapi. Sapi di Indonesia dengan sapi di Amerika kira-kira seleranya sama nggak? Sama-sama rumput dan tumbuh-tumbuhan kan?

Tapi kenapa manusia bisa berbeda-beda selera? Jangankan di dunia, di Indonesia saja bisa berbeda-beda. Di Jawa Tengah senang manis, di Sunda senang yang gurih, Padang senang yang santan. Ini buktinya selera bisa diubah. Jadi jangan berpikir saya sudah dari sananya begitu. Kalau kita sudah tahu itu penting, selera bisa diubah!” dr. Erik menyemangati para peserta.

Plant-Based Diet atau diet makanan dari tumbuhan alami seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah. Makanan alami dipercaya mengandung banyak antioksidan yang membantu tubuh mencegah dan menyembuhkan penyakit degeneratif.

Pestisida pun mengurangi antioksidan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Jika tanpa pestisida, tanaman akan mengeluarkan fitokimia sebagai sistem pertahanan alami dari hama penyakit. Tumbuhan yang sudah dipestisida dengan obat kimia, fitokimia yang dihasilkannya sedikit. Padahal hal itu sangat baik untuk tubuh manusia. Itu sebabnya banyak orang yang suka sayuran organik.

Ingat ingat ya, lebih banyak antioksidan pada karedok dibanding gado-gado karena karedok tidak dimasak. Lebih banyak antioksidan pada gado-gado dibanding gudeg karena proses pengolahan yang lebih pendek. Ketika makanan dipanaskan, antioksidannya rusak.

Mengapa apel setelah dipotong dan dibiarkan beberapa saat sering terlihat kecoklatan? Itu menunjukkan enzimnya rusak. Enzim berfungsi sebagai katalis. Dokter Erik memberikan ilustrasi seperti ketika kita membangun rumah. Seluruh bahan bangunan telah siap. Tukang bangunannya itu adalah enzim. Tanpa enzim, tubuh kita tidak bisa mencerna makanan. Makanan yang diawetkan seperti makanan kalengan yang memiliki expired date lama karena enzimnya sudah dibuang. Kalau tidak dibuang, makanan akan busuk seperti apel yang berwarna kecoklatan tersebut.

Antibiotik mengurangi bakteri baik di usus besar. Itu sebabnya jangan terlalu cepat minum antibiotik. Lebih baik dari alam saja jika demam. Seperti jaman dulu dengan dibalur bawang merah atau kunyit. Jika radang mulut, cukup banyak kumur-kumur, banyak minum, makan buah yang mengandung vitamin C tinggi.

Tips makan sehat

Piramid Plant-Based Diet
Piramida makanan menurut Plant-Based Diet

Beberapa tips makan sehat dari dr. Erik:

  • Pilihlah makanan yang bersifat basa dengan pH 7,4 (alkaline forming food)

Makanan hewani dan diproses lebih bersifat asam dalam tubuh. Contohnya gula pasir, yang pHnya sangat asam ketika di dalam tubuh. Itu sebabnya softdrink yang banyak mengandung gula kurang baik untuk tubuh. Tubuh yang asam akan bekerja keras untuk menetralkan pH menjadi kondisi basa. Disitulah peran Kalsium. Jika terlalu banyak Kalsium yang disedot tubuh untuk proses ini, timbullah penyakit osteoporosis atau keropos tulang. Jeruk itu walau asam dimulut, sebenarnya sangat basa dalam tubuh. pHnya bisa mencapai 9. Semakin lama diproses sifat makanan menjadi semakin asam. Sedangkan semakin alami akan semakin basa.

Untuk mencerna protein juga diperlukan kalsium. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa negara yang konsumsi susunya paling tinggi, tingkat osteoporosisnya paling tinggi. Padahal niatnya minum susu supaya tulang kuat. Namun karena susu itu protein tinggi, kalsiumnya jadi terambil juga untuk bisa dicerna oleh tubuh. Kalsium alami bisa didapatkan pada sayuran seperti daun kelor. Bahkan vitamin C daun kelor itu lebih tinggi dari jeruk.

 

  • Makanlah buah terlebih dahulu saat perut kosong

Dengan demikian buah tidak mengalami pembusukan saat menunggu lambung mencerna makanan berat yang baru saja kita makan. Air di lambung membutuhkan proses sekitar 15 menit. Buah di lambung membutuhkan proses sekitar 30 menit. Sedangkan makanan lain seperti nasi, sayuran dan lauk pauk lainnya membutuhkan waktu lebih lama, kurang lebih 3-4 jam untuk keluar dari lambung.

“Jika kita polisi lalu lintas supaya tidak macet di lambung mana yang kita suruh lewat duluan? Makanya sebelum makan, minum air dulu. Baru setelah itu makan buah. Tunggu dulu 30 menit, baru setelah itu makan yang lain. Kalau kebalik, yang terjadi adalah pembusukan di lambung. Antioksidannya jadi tidak bisa terpakai karena busuk.”

 

  • Buah potong biasa adalah yang terbaik

Tidak perlu di blender, apalagi hanya diambil sarinya dengan juicer. Boleh pakai juicer, kalau mau menghabiskan ampasnya juga. Antioksidan itu adanya di serat. Kecuali kalau sudah tidak punya gigi, boleh di blender. Mengunyah itu penting, untuk menghindari kepikunan dan alzaimer.

 

  • Hindari ngemil diantara waktu makan dan cukup minum air putih saja

Perlu waktu jeda 3-4 jam untuk lambung mencerna makanan. Ini penting agar lambung tidak kerja ektra dan lembur terlalu banyak. Lambung belum sempat optimal bekerja, sudah datang tumpukan pekerjaan baru. Apalagi jika makan malam terlalu banyak. Orangnya sudah tidur, lambungnya masih lembur untuk kerja keras. Akhirnya kita tidurnya gelisah dan tidak bisa nyenyak. Bangun pagi dengan perut lapar. Padahal itu bukan lapar sebenarnya, namun perutnya lelah setelah ngeronda semalaman. Itu pentingnya perut istirahat diantara waktu makan.

Catat ya: 3-4 jam istirahat makan. Cukup minum. Saat jam makan malah tidak perlu minum. Sebenarnya makanan memiliki kandungan air hingga 70%. Apalagi di mulut kita sudah ada air liur. Makanya mengunyahnya pelan-pelan hingga kena air liur semua baru ditelan. Suka seret itu karena makannya buru-buru. “Saya dari dulu makan tanpa minum nggak pernah seret tuh,” cerita dr. Erik.

Kalau makannya cukup, kita sebenarnya tidak perlu ngemil. Biar tidak mengantuk daripada ngemil mending jalan kaki. Waduh, nasehatnya berat amat ya.

 

  • Hindari makanan yang mengandung kolesterol dan tinggi lemak

Kolesterol itu diproduksi oleh hewan yang memiliki liver. Tumbuhan tidak memiliki liver, jadi tidak mengandung kolesterol. Namun ada lemaknya. Kolesterol itu terkandung dalam susu, keju, mayonese dan makanan yang berasal dari hewan lainnya. Santannya tidak mengandung kolesterol, melainkan pengolahannya yang menjadikannya tidak sehat.

Konsumsi lemak tertinggi yang paling sering kita temui adalah minyak goreng. Untuk membuat 1 sendok minyak goreng dari jagung dibutuhkan 7 jagung untuk diproses dan diambil minyaknya. Itu makanan yang sangat padat kalori. Tapi mana mungkin kita bisa buat pisang goreng hanya dengan 1 sendok minyak jagung kan? Coba dibalik disuruh makan 7 buah jagung rebus. Pasti habisnya cuma 2-3 potong. Jadi lemaknya lebih rendah. Pilih makanan yang volumenya banyak dan mengenyangkan, tapi lemaknya sedikit.

 

  • Minum air alami

Air dari mata air membawa mineral HCO3, Na, Ca, Mg dari batu-batuan dengan pH diatas 7 yang dibutuhkan tubuh kita. Jadi sebenarnya tidak perlu membeli air berlabel dengan iming-iming kandungan mineral tertentu. Kalau Kangen Water bukan dari batu-batuan mineralnya tapi dari metal/logam. Jadi bukan alami. Kalau mau bisa membuat infus water dari jeruk yang pHnya mencapai 9. Itu bagus sekali.

 

  • Karbohidrat whole grain

Whole grain itu maksudnya karbohidrat yang biji-bijiannya masih utuh, seperti beras-berasan. Makan beras merah itu kandungan seratnya lebih banyak dan mengenyangkan, padahal volumenya sedikit. Bagus untuk orang diabet karena tingkat gulanya rendah. Yang bagus itu beras merah, beras hitam, umbi-umbian (ubi cilembu, ubi sampeu, jagung, talas, kentang).

5 warna sayuran
5 Warna sayuran yang kaya dengan fitonutrien

 

Sudah selesai seminarnya? Belum! Masalah olahraga lanjut di bagian 3 ya. Kasihan siapa tahu teman-teman lelah baca 1500 kata di atas.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: