Gathering BKOM: Tubuh Sehat Bugar dengan Gaya Hidup Sehat dari dr. Erik Tomarere (bagian 1)

Pada 3 September 2016 lalu, BKOM (Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Bandung) mengadakan sebuah acara menarik bertajuk Gathering BKOM 2016. Bertempat di Pine Hills (dulu Pine Forest) Cibodas Maribaya Lembang, dr. Erik Tomarere, sp.KO menyampaikan sebuah seminar mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Yang asyiknya, acara ‘mewah’ ini gratis bagi 50 member BKOM yang setia berolahraga rutin di fasilitas fitness dan yoga BKOM.

Selain mendapatkan materi seminar yang bermutu, para member juga diajak mengikuti sejumlah permainan kelompok dengan hadiah yang seru-seru. Acara yang dikemas oleh EO Mentari tours & travel ini benar-benar memberikan keakraban dengan sesama member. Padahal banyak juga yang akhirnya baru kenalan dalam acara ini. Yang tadinya mau malas-malasan olahraga, jadi semangat lagi deh. Buat teman-teman yang mau ikutan acara seperti ini, bisa mulai bergabung di BKOM untuk ikut acara gathering tahun depan. *kicepin panitia supaya diajak lagi.

Grupnya emak-emak BKOM
Grupnya emak-emak BKOM

Berikut materi dari seminar yang disampaikan dari dr. Erik Tomarere sp.KO (spesialis kedokteran olahraga), mengenai Tubuh Sehat Bugar dengan Gaya Hidup Sehat. 

Mengapa perlu sehat dan bugar?

Dokter kelahiran Bandung, 6 Mei 1971 ini membuka seminarnya dengan mengingatkan kembali mengapa kita perlu memiliki tubuh yang sehat dan bugar.

Gaya hidup sehat mencakup nutrisi/makanan sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, sinar matahari, air minum, manajemen stress, sampai ke beragama/beribadah. Dua gaya hidup sehat yang terpenting yang akan dibahas dalam seminar kali ini adalah nutrisi dan olahraga.

Dalam beberapa tahun terakhir, usia harapan hidup di Indonesia meningkat 10 tahun. Lumayan lah, dari yang tadinya 65 tahun menjadi 75 tahun. Namun sedihnya, kualitas hidupnya menurun. Umur panjang tapi sakit-sakitan. Jadi yang penting bukan sekedar umur panjang, namun kualitas hidup tetap baik sehingga bisa produktif.

Kualitas hidup ditandai dengan tubuh yang sehat dan bugar. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita bisa mengerjakan kewajiban kita kepada keluarga dan pencipta kita. Apalagi sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung-jawab pada keluarganya.

Belum lagi jika kita sakit, sejumlah biaya akan terkuras. Tujuan BPJS adalah agar kesehatan masyarakat meningkat dengan cara pengobatan. Bulan-bulan pertama, cukup banyak biaya yang dikeluarkan BPJS. Kalau fokusnya pada pengobatan, negara bisa bangkrut. Hal ini juga terjadi di Amerika. BPJS sekarang juga ranahnya sudah mulai pada usaha preventif atau pencegahan penyakit dan promotif  atau peningkatan kebugaran. BKOM bisa menjadi salah satu mitra nantinya.

Penyebab kematian tertinggi di Indonesia salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Biaya memasang satu ring 50 juta rupiah. Bayangkan jika beban ekonomi untuk biaya pengobatan itu dialihkan kepada yang lain.

Olahraga membantu meningkatkan produktivitas. Bukan hanya otot kita saja yang dilatih supaya besar, namun juga otaknya. Orang-orang yang rajin berolahraga akan lebih cerdas. Pada orang tua, olahraga bisa mencegah kepikunan. Orang yang berkarir, menjadi lebih efisien dalam bekerja. Kerjaan 5 jam bisa selesai dalam 1 jam.

Tingkat kejahatan lebih rendah karena saat berolahraga, produksi hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih baik meningkat. Orang menjadi tidak mudah stress. Masih ingat kan dengan ungkapan latin Mens sana in corpore sano, bahwa dalam tubuh yang bugar terdapat jiwa yang sehat (a sound mind in a sound body)?

Jadi apa masih ragu untuk bertekad memiliki tubuh yang sehat dan bugar?

Dunia saat ini telah dibebani oleh masalah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, atau stroke. Sederhananya penyakit degeneratif itu maksudnya penyakit yang disebabkan menurunnya kualitas sel  seiring bertambahnya usia. Sel tidak bisa bergenerasi atau bertumbuh lagi untuk memperbaiki dirinya. Puncak pertumbuhan sel pada usia 20-an. Setelah mencapai puncak, mulailah sel tubuh mengalami penurunan atau degenerasi. Proses degenerasi ini lah yang menyebabkan penyakit degeneratif. Sel mempengaruhi rusaknya jaringan dan organ tubuh.

Dulu sih kita bilangnya ini penyakit orang tua. Namun penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat ini, kini menjadi penyebab kematian terbanyak pada usia produktif. Mencapai 63% loh! Penyakit degeneratif mulai menghantui mereka yang usianya 40-an ke bawah juga. Baru 30-an sudah sakit jantung atau stroke.

Yang menyebabkan degenerasi sel adalah pilihan gaya hidup seperti makan dan olahraga. Normalnya proses penurunan degenerasi sel terjadi 0,5 – 1% setahun. Dengan gaya hidup sehat, penurunan sel bisa jadi 0,1 – 0,2% per tahun. Sebaliknya jika gaya hidupnya buruk, regenerasi sel bisa lebih dari 1 – 2%.

Kabar baiknya adalah bahwa penyakit degeneratif dapat dicegah dan disembuhkan. Ada 2 pendekatan untuk masalah penyakit degeneratif, yaitu pendekatan medis dan gaya hidup sehat. Pengobatan medis tingkat keberhasilannya hanya 10% untuk menekan angka kematian. Sebuah penelitan di AS bahkan menyebutkan pengobatan medis menjadi penyebab kematian ketiga terbesar. Ini bisa jadi karena pengobatan lebih pada menyembuhkan GEJALA penyakit , dan sedikit menyentuh PENYEBAB utama penyakit. Di samping itu, biaya pengobatan sangat mahal dan tidak semua orang mampu.

Sedangkan perubahan gaya hidup tingkat keberhasilannya mencapai 70%. Sayangnya kesadaran gaya hidup sehat ini masih RENDAH bagi masyarakat Indonesia. Sssstttt, kamu termasuk yang bergaya hidup sehat atau tidak?

dr.Erik Tomarere, SpKO di Gathering BKOM 2016
dr.Erik Tomarere, SpKO di Gathering BKOM 2016

Apa itu Gaya Hidup Sehat?

“Jadi solusi menghindari penyakit degeneratif sebenarnya mudah dan sederhana. Gampang nggak melakukannya?” tanya dr. Erik. “NGGAK!!!” jawab para peserta yang masih mencintai gorengan.

Dibutuhkan motivasi yang cukup tinggi untuk memiliki kesadaran makan sehat, olahraga dan penanganan stress yang baik. Gaya hidup sehat ini adalah gaya hidup biasa yang sepantasnya dilakukan manusia kalau ingin sehat.

“Mending mana gaya hidup sehat dengan pengobatan medis? Gaya hidup sehat sebenarnya tidak ada pengeluaran ekstra. Makan dan bergerak atau olahraga kan memang merupakan kebutuhan standar. Olahraga bisa dimana saja. BKOM hanya menyediakan tempat dan memotivasi Bapak Ibu supaya rajin berolahraga.”

Gaya hidup sehat itu adalah kehidupan sehari-hari. Sederhana dan tidak sulit.

Manusia perlu di reset seperti komputer yang perlu di install ulang. Bayi yang baru lahir itu punya rasa yang alami. Tidak ada bayi yang maunya pedes-pedes atau manis-manis. Lidahnya masih alami.

Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian gen, sel, jaringan, organ, dan sistem yang rusak. Di sini lah hebatnya pencipta kita. Dalam DNA kita telah di set kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Bagaikan mobil, tubuh kita sudah memiliki montir sendiri dalam tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah asupan nutrisi yang cukup dan olahraga cukup.

Dokter yang aktif untuk mempopulerkan Program Gaya Hidup Sehat Alami di Kahuripan Lifestyle Center ini juga memberikan beberapa buku rekomendasi untuk bisa mengobati penyakit jantung dan diabetes dengan cara alami tanpa obat maupun operasi. Jadi ada pilihan lain selain memasang ring atau minum obat seumur hidup bagi orang-orang yang sudah di vonis penyakit jantung atau diabetes.

Lebih lanjut mengenai hal tersebut bisa dibaca dalam buku Reversing Hearth Disease dari Dr. Dean Ornish’s, Prevent and Reverse Hearth Disease karya Dr.Esselstyn, dan The Reverse Diabetes diet tulisan Dr. Neal Barnard’s.

Jangan pula menganggap bahwa gaya hidup sehat itu mengganti obat kimia dengan obat herbal/tumbuh-tumbuhan. “Gaya hidup sehat bukan mencari solusi dari kapsul, pil atau suplemen tertentu, walau dengan iming-iming herbal. Tidak ada itu ‘magic bullet’ yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Jadi jangan menanyakan hal-hal seperti apakah daun sirsak bagus untuk diabet atau sejenisnya. Saya sudah bosan jawab pertanyaan seperti itu.”

Gaya hidup sehat itu bersifat menyeluruh. Holistik istilahnya. “Jadi tidak bisa karena sudah merasa rajin olahraga, tapi makanan bisa bebas.” Gaya hidup sehat harus menyeluruh dari makan sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan manajemen stress yang baik.

Bukan juga perubahan gaya hidup sementara hingga tubuh sehat kembali. Percuma jika setelah sehat, kembali lagi ke gaya hidup lama yang tidak sehat. Seperti cerita dr. Erik tentang pasiennya yang menderita diabet selama 1 tahun. Ketika diperiksa gulanya hampir 500. Setelah diberi terapi gaya hidup sehat – tanpa perlu dirawat di rumah sakit, dalam 1 minggu gula darahnya bisa turun hingga 200. Ia bisa berhenti minum obat diabet dan cukup meneruskan pola hidup sehat. Seminggu kemudian turun jadi 100. Pasiennya bertanya, “Saya kan sudah sembuh nih Dok, sampai kapan saya harus makan seperti ini?”. Dokter Erik hanya lempeng menjawab, “Kalau Bapak sudah bosan sama badan sehat dan kangen sama diabetnya, boleh berhenti gaya hidup sehat.”

Gaya hidup sehat perlu terus dilakukan seumur hidup selama masih hidup dan ingin tubuh sehat. Jangan pernah percaya pada obat ajaib yang bisa menyembuhkan semua penyakit dan tidak perlu mengubah gaya hidup yang tidak sehat.

Berhubung ini sudah 1300 kata, materi makanan sehat dan Plant-Based Diet bisa di baca dalam bagian 2.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: