Tentang #ODOPfor99days dan Target di Semester 2

Apa sih #ODOPfor99days?

#ODOPfor99days atau One Day One Post for 99 days adalah program yang di gagas di RB Menulis Institut Ibu Profesional Bandung sejak Senin, 4 Januari 2016. Berangkat dari kebutuhan beberapa teman yang membutuhkan wadah untuk berlatih menulis bersama dengan konsisten.

Tidak semua orang perlu menjadi PENULIS. Tapi semua orang harus MENULIS.

Setiap hari dari Senin hingga Jumat, kami akan sharing tulisan hari itu pada tread yang disiapkan oleh ketua kelas harian dalam group FB #ODOPfor99days. Saat kelas tengah berjalan pada semester 1 yang berlangsung selama 99 hari (20 minggu, dari Senin, 4 Januari 2016 – Kamis, 20 Mei 2016), grup dibuat secret hanya untuk teman-teman yang telah mendaftar. Baru setelah masa 99 hari selesai kelas dibuka untuk publik.

Jumat dan Sabtu sengaja libur posting dan bisa dipergunakan untuk mereview tulisan dan menambah wawasan dengan banyak membaca.

Di #ODOPfor99days teman-teman bebas untuk menentukan:

  • Apa yang mau ditulis (mau resep masakan, dokumentasi kegiatan anak-anak, review tempat-tempat bagus, atau sekedar curhat harian)
  • Berapa panjangnya (mau cuma 5 kalimat per hari, 500 kata per hari, atau sampai 1 artikel lengkap perhari)
  • Kapan mau menulis (bisa menyediakan waktu menulis khusus 30 menit sehari atau cuma bisa disela-sela jaga anak-anak)
  • Apa target yang ingin dicapai (dalam #33days harus bisa menulis rutin, dalam #66days harus punya beberapa artikel bagus, dan dalam #99days punya 1 buku misalnya).

Feel free to customized your need. Kami di sini sekedar menyediakan WADAH untuk melatih kebiasaan menulis. Tidak ada yang akan mengajarkan apapun. Tapi kita bebas untuk saling berdiskusi dan bertanya.

FAQ tentang #ODOPfor99days

Kenapa harus setiap hari?

Setiap kebiasaan baru yang ingin dibentuk sebaiknya dilakukan on daily basis. Kalau seminggu sekali atau seminggu 2x rasanya masih kurang.

Para penulis terkenal rata-rata menulis setiap hari. Asal tahu saja, Sastrawan Indonesia Agus Noor, punya kebiasaan menulis 5 jam setiap hari. Bahkan JK Rowling atau Enid Blyton punya jam menulis 8-10 jam sehari.

Kenapa harus #99 hari?

Sepertinya ini angka tepat untuk memasukkan kebiasaan baru ke alam bawah sadar. Diharapkan setelah 99x, menulis  sudah otomatis kita lakukan seperti tidur dan makan.

Berdasarkan pengalaman berlatih sampai 30x untuk beberapa hal, ternyata belum cukup untuk menjamin sebuah kegiatan menjadi kebiasaan yang rutin. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan baru terbentuk setelah 60x. Namun kebiasaan 60x sepertinya baru sampai kebiasaan sadar. Perlu sampai 99x untuk bisa masuk ke alam bawah.

Seperti kata Ippho Santosa dalam bukunya 7 Keajaiban Rejeki (Elex Media, 2010). “Selamat mencoba keajaiban demi keajaiban. Dan tunggulah perubahan besar selama 99 hari atau kurang. Semoga kesuksesan segera menghampiri kita – Ma Dao Cheng Gong.”

#33days pertama

  • detoks
  • rasa tidak enak
  • pemaksaan yang berat
  • ada faktor keberuntungan pemula

#33days kedua

  • mulai merasakan manfaatnya
  • mulai lebih ringan
  • jika masih terasa berat, mungkin perlu dicek lagi latar belakangnya.
    Bisa jadi kebiasaan ini memang tidak perlu dan tidak cocok buat kita.
  • mental menang bohongan
  • menganggap remeh
  • rasa bosan
  • masa kritis di perulangan ke 40-60 an.

#33days ketiga

  • mulai masuk ke alam bawah sadar
  • menyatu dengan perilaku sehari-hari
  • mission accomplised, selamat datang kebiasaan baru!

Kenapa harus beramai-ramai?

Kalau sendiri kita cenderung lupa dan malas. Harapannya, kalau ramai-ramai kita jadi dapat ketularan energi teman lain.

Apa yang akan ditulis?

Sebagai pemula, target tulisan boleh diatur sendiri.

Apa hukuman kalau tidak posting?

Hukumannya jelas, ikhlaskan saja keinginan untuk melatih kebiasaan menulis menjadi sekedar keinginan yang mungkin tidak akan pernah terwujud. Jangan lupa, ini sekedar WADAH melatih kebiasaan menulis harian.

Bagaimana tata cara setoran postingan harian?

  1. Setiap tulisan harus dilengkapi dengan hastag #ODOPfor99days #dayx, baik dalam tulisan maupun dalam komen setoran harian.
  2. Komen yang tidak dilengkapi
    hastag akan di remove. Ini untuk memastikan bahwa tidak ada posting yang salah tempat setor.
  3. Sebelum posting, harus dilengkapi 1 kalimat tentang isi tulisan.
  4. Tulisan boleh berupa blog, notes FB, screen shoot note ataupun screen shoot tulisan tangan. Bebas saja soal media, yang penting nulisnya!
  5. Setoran harus di posting pada tread  hari yang sesuai.

Di #ODOPfor99days, kita di tuntut belajar mandiri. Dengan banyak berlatih, kita akan tahu perlu mempelajari apa dan mencari jalan untuk bisa menemukan solusinya. Tidak ada GURU di kelas ini. Silahkan mencari guru di luar kelas, dan membagi ilmunya di grup ini.

Di kelas ini kita tidak bersaing dengan orang lain. Tapi kita bersaing dengan diri kita kemarin dan esok. Silakan pasang target masing-masing. Posisi menentukan prestasi.

#ODOPfor99days Semester 2

Awalnya group ini dibuat buat secret hanya untuk yang terdaftar dengan tujuan supaya kelasnya terkontrol. Setelah program 99 hari pertama selesai, group dibuat public. Tujuannya supaya teman-teman yang lain bisa ikut berlatih dengan lebih santai.

Setelah menyelesasikan 99 postingan setoran akan dilanjutkan di group #ODOPfor99days semester 2 yang dimulai 1 Agustus 2016. Di semester 2 benar-benar orang yang otot menulisnya sudah sedikit luwes dan enak dibentuk. Bukan orang-orang yang dapat suntikan steroid. Bukan apa-apa, selain tidak alami, kasihan badannya.

Di #ODOPfor99days semester 2 targetnya sudah mulai fokus untuk menghasilkan karya yang utuh dalam #99days. Hanya orang-orang yang ototnya sudah luwes yang bisa melalui tahap ini.

Yang belum bisa tidak perlu sedih, tidak perlu memaksakan diri. Nikmati saja masa-masa yang tersisa sampai menunggu pembukaan kelas baru di awal tahun depan. Persiapkan diri sebaik-baiknya supaya bisa jadi Cumlaude.

Yang utama, menulislah karena memang senang menulis. Bukan karena kejar setoran. Seperti kata Bang Ahmad Fuadi dalam Kulwap #ODOPfor99days: Menulis dengan hati.

 

Target Shanty di Semester 2 #ODOPfor99days

Setelah sempat 1 minggu laptop ngadat, kini saya siap tancap gas mengejar ketertinggalan #ODOPfor99days di Semester 2 yang berlangsung selama 20 minggu hingga akhir tahun ini.

Apa yang sudah dicapai?

Dalam 7 bulan terakhir berhasil membuat 99 postingan yang berupa artikel sepanjang 500 – 1500an kata.

 

Apa yang belum dicapai? 
Menghasilkan 1 postingan 1 hari dengan jam menulis yang konsisten. Alasannya karena gaya menulis yang berantakan. Menulis tanpa outline, dicampur dengan cari data dan sosial media. Akibatnya menulisnya menjadi sangat lambat.

 

Apa target menulis hingga akhir tahun?

  • Memiliki jam kerja menulis minimal 1 jam setiap hari Senin – Jumat untuk kegiatan menulis yang terukur hasilnya. Pastikan dengan tanpa diganggu koneksi internet untuk pencarian data maupun sosial media.
  • Meresume 1 buku setiap 2 minggu. Tujuannya untuk berlatih menyelesaikan apa yang dibaca dan memahami bacaan dengan lebih baik. Semoga tidak serakah lagi untuk membaca terlalu banyak buku.
  • Belajar pengalaman menulis dari orang lain setiap 2 minggu sekali. Tujuannya untuk belajar dari pengalaman mereka yang sudah lebih dulu melangkah dan menjaga semangat untuk terus menulis.
  • Berlatih mengikuti lomba menulis minimal 1x sebulan. Tujuannya untuk belajar memenuhi target deadline dan mendapatkan penilaian yang profesional.
  • Membukukan postingan artikel yang ditulis dengan tema tertentu. Tidak perlu muluk-muluk berurusan dengan penerbit besar. Cukup dengan membuat e-book untuk kalangan terbatas saja dulu.

 

“Menulis itu TIDAK BISA DIAJARKAN tapi DITUMBUHKAN” – Darwis Tere Liye

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

2 thoughts on “Tentang #ODOPfor99days dan Target di Semester 2

  • August 25, 2016 at 2:20 pm
    Permalink

    Saya jadi nyaman dengan membuat hal-hal yang berhubungan dengan tulisan dulu.
    (misal : sibuk bikin header image, atau gambar pendukung dalam tulisan saya)

    Kaya gitu wajarkah teh?

    **Haturnuhun masta Shanty.

    Reply
    • August 26, 2016 at 3:30 pm
      Permalink

      Kalau kata orang yang belum mastah kaya saya mah itu wajar Len. Saya pernah seharian ngurusin theme doang. Tapi selanjutnya malas. Gabungan antara nggak sempat dan nggak bisa.

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: