Belajar Sadar Penuh Hadir Utuh bersama Adjie Silarus

Dalam satu kalimat

Sebuah bacaan untuk mengingatkan kita pentingnya berhenti sejenak, menarik napas, menikmati saat ini tanpa diganggu oleh kenangan di masa lalu ataupun ketakutan akan masa depan.

Hal menarik

  • Hidup ini perlu keseimbangan. Tidak hanya diisi oleh mengejar mimpi untuk masa depan yang lebih baik, tapi juga menikmati apa yang ada saat ini. Bukan hanya perlu tergesa-gesa, tapi juga sabar menunggu. Bukan hanya sibuk dalam keramaian, tapi juga diam dalam keheningan. Bukan hanya urusan menambah apa yang kita punya, tapi juga mengurangi dan mengikhlaskan
  • Napas adalah ekstrak dari kebahagiaan. Hirup dan hembuskan napas dengan kesadaran penuh. Satukan hati, perasaan dan pikiran dalam hembusan napas. Jadikan napas sebagai jangkar untuk memfokuskan pikiran.
  • Multitasking itu melelahkan. Selesaikan satu pekerjaan, baru mengerjakan pekerjaan yang lain. Fokuslah apa yang tengah dikerjakan. Saat makan, makanlah. Saat bekerja, bekerjalah.

Pisahkan kegiatan mengkonsumsi informasi (browsing, membaca), berkomunikasi (chatting di WA, ngobrol) dan menciptakan sesuatu (bekerja yang menghasilkan sebuah karya).

  • Waktu itu subjektif bergantung kondisi emosional kita. Orang yang meletakkan fokus pada pergerakan napas, cenderung memandang waktu lebih panjang.
  • Beri jeda diri dari distraksi teknologi dengan cara memutus diri dari sambungan internet.
  • Kegagalan melatih kebiasaan baru adalah karena tidak mempelajari dulu kemampuan dasar untuk mengubah kebiasaan. Jangan mau lari padahal jalan atau merangkak saja belum bisa.
  • Jangan ijinkan diri kita untuk terbebani oleh pikiran orang lain terhadap diri kita.

Sudut pandanglah yang mempengaruhi persepsi kita.

  • Banyak kesalahpahaman terjadi karena kurangnya kemampuan untuk mendengarkan. Tidak ada percakapan yang berkesan jika semua orang ingin berbicara mengenai diri sendiri. Setiap orang harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan dengan tidak tergesa-gesa.
  • Kesederhanaan membuat hidup lebih bahagia
  • Bertemanlah dengan stress. Terimalah rasa sakit hati. Jangan dilawan.

Kutipan

Belajar dari Sherlock Holmes yang tidak peduli apakah Bumi mengelilingi Matahari atau Matahari mengelilingi Bumi:

Hal yang membuat luar biasa adalah Sherlock dengan sangat selektif memilih dan memilah informasi apa saja yang diizinkannya mengisi otaknya. (hal 58)

Belajar dari Clark Kent si Superman yang memilih naik kereta daripada terbang ketika menuju ke Metropolis:

Ternyata, cepat tidaklah selalu lebih baik. Sebaliknya memperlambat atau bahkan berhenti sejenak juga bukan selalu bentuk ‘buang-buang waktu’. (hal 62)

Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa mindfulness meningkatkan kekebalan tubuh dan dapat mengurangi stres sebesar 30% hanya dalam 20 menit pelatihan. (hal 68)

Ada waktu tersendiri yang tersedia cukup untuk membersihkan rumah dan menyelesaikan pekerjaan rumah, tetapi kesempatan untuk menyapa anak-anakmu hanya ada di saat-saat tertentu. (hal 150)

Seni berbicara itu adalah seni menyampaikan hal-hal ‘ke luar diri’. Adapun seni mendengarkan adalah seni memahami diri sendiri, kembali ‘ke dalam diri’. Mendengar adalah kemampuan tingkat tinggi bagi manusia. Perlu kepekaan dan kebijaksanaan yang baik untuk bisa mendengarkan. (hal 180)

Mendengarkan, tanpa tergesa-gesa untuk berbalas kata dalam memberikan penilaian, dapat menyembuhkan luka batin siapa pun yang sedang berbicara. (hal 182)

Dalam rangka menyembuhkan luka batin, kita harus menghancurkan tembok kecemasan yang tanpa kita sadar dibangun oleh ketidaksabaran. (hal 203)

Penilaian Pribadi

Sadar Penuh Hadir Utuh adalah tipe buku yang wajib dimiliki oleh orang-orang yang biasa tergesa-gesa, merasa selalu dikejar oleh sejumlah pekerjaan yang tidak pernah selesai. Adjie di buku ini mengajak kita untuk menekan tombol paused dalam hidup. Berhenti dulu dari penyesalan di masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan, tarik napas dan berada dengan kesadaran penuh hanya untuk saat ini, di sini, kini.

Bernapas saja kuncinya! Memang awalnya saya sendiri susah untuk memahaminya. “Serius Djie, masa sih cuma bernapas doang?” tanya saya saat bertemu Adjie di Bandung beberapa waktu lalu. Tapi memang benar, sejumlah langkah-langkah yang Adjie sampaikan dalam buku ini memang cukup aplikatif dan efektif. Kita hanya perlu banyak berlatih dengan lebih konsisten setiap hari.  Nah di sini baru ketemu masalahnya. Konsisten!

Perbandingan dengan buku lain

Buku ini memang berbeda dengan buku Adjie Silarus sebelumnya Sejenak Hening (Metagraf, 2014). Dalam Sejenak Hening, Adjie lebih banyak memberikan pandangannya secara umum. Sedangkan dalam Sadar Penuh Hadir Utuh, diberikan teknis langkah-langkah yang bisa diaplikasikan dengan sangat padat.

Ada langkah-langkah praktis untuk berlatih: mindfulness sehari-hari, mindful eating,  informal mindfulness, menjedakan diri dari distraksi teknologi, kebiasaan baru,  mengatasi kecanduan, dan untuk hidup lebih sederhana. Saking banyaknya, kita jadi bingung mau mulai dari mana dulu.

Tentang Penulis

Adjie Silarus adalah praktisi mindfulness yang lulus dengan predikat Cumlaude dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2010 dan CEO SukhaCitta, sebuah perusahaan yang berkaitan dengan hidup berkarya dan bahagia melalui pendekatan mindfulness.

Rating 8. Must have book!

Data Buku Sadar Penuh Hadir Utuh karya Adjie Silarus

Penerbit: TransMedia Pustaka, 2015

Halaman: xxiv + 270 hlm, 14×20 cm

Harga    : Rp 70.000,-

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: