Kebetulan yang Teratur

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) – QS Al An’am 6:59

Di keluarga kami tanpa kami rencanakan, terjadi beberapa kebetulan yang teratur. Aneh, tapi unik juga. Rasanya sayang juga kalau sejumlah keteraturan ini tidak saya kumpulkan dalam satu tulisan.

Kebetulan #1

Abah Yogi dan Mama Shanty sama-sama anak pertama yang punya 2 adik. Bunda Mita dan Mang Kiki adik Abah Yogi. Dan Hala Sandra dan Muti Ika adik Mama Shanty.

Jadi ketika menikah, kami berdua sama-sama menyandang nomor registrasi keanggotaan keluarga ke-6. Baik di keluarga Mama Shanty di Citra maupun di keluarga Abah Yogi di Pasir Salam.

Dan Raka yang lahir 9 bulan kemudian otomatis jadi cucu pertama, dapat nomor kartu anggota ke-7 di kedua keluarga. Anggota keluarga ke-7 yang lahir di tahun 2007.

Kebetulan #2

Ini mengenai profesi. Abah Yogi dan Mama Shanty bertemu saat keduanya bekerja sebagai Arsitek di PT Penta Rekayasa Bandung. Kami menikah tahun 2006.

Setahun kemudian adik si Abah, Bunda Mita menikah dengan Om Heda yang sama-sama punya background Planologi. 2 bulan kemudian, adik Mama Shanty, Hala Sandra menikah dengan sesama penyiar.

Selanjutnya Muti Ika menikah dengan Om Opik di tahun 2012 yang sama-sama bekerja di kantor konsultan akuntan publik. Dan terakhir Mang Kiki dan Tante Reta sama-sama bekerja untuk proyek pemberdayaan masyarakat di PNPM.

Bisa jadi ini menyimpulkan betapa tidak kreatif dan sempitnya pergaulan kami. Ketemunya, lu lagi lu lagi. Ha…ha…

Kebetulan #3

Anggota ke-8 dalam keluarga diisi oleh anak pertama dalam keluarga adik kedua, Yaka dan Kimmy. Uniknya urutan bulan ulang tahun pernikahan orangtua bisa sama dengan urutan kelahiran anak.

Bunda dan Ayah Yaka menikah bulan Mei, anaknya lahir bulan Februari. Abah dan Mama Raka menikah bulan Juni, anaknya lahir bulan Maret. Mama dan Papa Kimmy menikah bulan Juli, anaknya lahir bulan April.

Kok bisa? Itulah kuasa Sang Maha Pengatur.

Kebetulan #4

Setelah anggota ke-9 diisi oleh para Om dalam keluarga, Sasya hadir di tahun 2010 sebagai anggota keluarga ke-10 baik di Citra dan Pasir Salam.

Setelah Sasya, jajaran anak kedua dalam keluarga hadir. Ada Rhea dan Malik sebagai anggota nomor 11 di keluarga besar masing-masing.

Kebetulan #5

Sebenarnya posisi nomor 12 ini sudah lama diincar oleh Om Opik karena merupakan angka favorit Muti Ika. Sampai rela melepas kesempatan menjadi nomor 10 dan 11 kepada Sasya dan Malik loh.

Ternyata memang nomor 12 ini tempatnya para pasangan adik terkecil. Mang Kiki berhasil menyumbangkan anggota baru, Tante Reta di tahun 2016.

Dengan sejumlah keteraturan ini, jadi bertanya-tanya, apakah anggota keluarga no 13 di Pasir Salam akan diisi dengan posisi anak pertama dari adik terkecil? Seperti Xabi si nomor 13 di Citra.

Kita serahkan pada Allah sang Maha Pengatur.

Citra 2015
Keluarga Citra Lebaran 2015
Pasir Salam 2016
Keluarga Pasir Salam Lebaran 2016

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

2 thoughts on “Kebetulan yang Teratur

  • August 27, 2016 at 5:57 am
    Permalink

    Hem…
    Jadi lebih enak kalo terdata begini yaa teh…?

    *ada semacam nomer dalam keluarga.

    Reply
    • August 30, 2016 at 10:39 pm
      Permalink

      Kalau keluarga kecil masih gampang ngitungnya Len. Itu iseng-iseng aja awalnya.

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: