Teknik Opening dan Closing Public Speaking dari Kang Canun

Pada pertemuan ketiga RB Public Speaking IIP Bandung, kami mulai masuk pada materi Teknik Opening dan Closing. Seperti biasa, pemateri adalah orang-orang yang sudah malang melintang di dunia Public Speaking. Kali ini materi disampaikan oleh Ikhsanun Kamil Pratama atau Kang Canun si Romantic Couple. Bersama istrinya Foezi Citra Cuaca Elmart atau Teh Fufu, mereka mengeluarkan sejumlah buku best seller seperti Menikah itu Mudah (Trimkom Publishing, 2013), Jodoh Dunia Akhirat (Mizania, 2013), dan Jodohku inilah Proposal Nikahku (Mizania, 2014). Kesuksesan buku tersebut, membuat keduanya kerap menjadi pembicara dalam seminar dan pelatihan mengenai pernikahan. Jadi tidak salah kalau kami berguru pada pria kelahiran 1990 ini.

pesan utama
Tetapkan pesan utama dalam 1 kalimat

Pesan Utama

“Sebelum belajar fiqih, kita harus belajar akidahnya dulu. Sebelum menyampaikan teknik Opening dan Closing, yang pertama adalah kita harus tahu pesan utama apa yang mau disampaikan. Kenapa kita perlu bicara? Setelah kita bicara, apa yang kita ingin peserta lakukan?” kata Kang Canun membuka materinya.

Ringkas pesan utama dalam 1 kalimat. Pikirkan apa yang mau kita tebarkan buat orang banyak. Bukan sekedar untuk kepentingan diri kita sendiri.

Kang Canun mencontohkan ide utama dari sebuah Workshop 5 tahun utama pernikahan adalah Memanage Perbedaan, Mencapai Keharmonisan. Ide ini kemudian dijadikan tagline.

Selanjutnya Kang Canun mengecek 1 kalimat ide utama dari 14 peserta RB Public Speaking yang hadir. Ada yang masih kurang tajam, kurang jelas, atau terlalu luas. Dari 1 kalimat ini bisa kelihatan apakah suatu materi menarik untuk disimak atau tidak.

Sebenarnya meringkas apa yang ingin disampaikan dalam 1 kalimat, tidak hanya berlaku pada saat berkomunikasi lisan. Dalam menulis pun, Agustinus Wibowo penulis kisah perjalanan Titik Nol juga pernah mengajarkan untuk memulai dari 1 kalimat. Setelah itu dikembangkan menjadi judul-judul bab dan paragrap-paragrap. Ini penting agar penulisan menjadi fokus dan tidak melenceng kemana-mana.

Masalahnya kita sering mengumbar semua yang ada di kepala. Segala mau disampaikan. Segala mau ditulis. Entah karena takut dianggap bodoh, mau pamer, atau sekedar panik karena kurang jam terbang.

Peserta
14 dari 23 peserta RB Public Speaking IIP Bandung yang hadir pada pertemuan ke-3 ini.

Teknik Opening dan Closing

Pakaianmu hanya memuliakanmu sebelum duduk, dan ilmumu memuliakanmu setelah duduk. – pepatah Arab.

Seperti juga pakaian, Opening adalah kesan pertama yang akan menggoda pendengar untuk terus menyimak. Selanjutnya tetap yang utama adalah isi dari materinya.

Beberapa jurus pembuka yang bisa digunakan untuk memberikan kesan pertama yang menggoda adalah:

  1. Bercerita
  2. Memberikan kutipan yang berkesan
  3. Mengajukan pertanyaan

Terkadang saat mengajukan pertanyaan respons audience tidak seperti yang kita harapkan. Kita berharap jawaban tertentu, ternyata respon audience berbeda. Solusinya bisa dengan menggali lebih jauh mengenai jawaban tersebut.

  1. Menyampaikan pernyataan dari sebuah data yang valid
  2. Salam yang khas

Dalam kesempatan ini, Kang Canun memberikan contoh setiap jurus dari pengalamannya selama ini sebagai trainer Romantic Couple. Lumayan lah, para ibu-ibu peserta menjadi dapat ilmu pernikahan gratisan tambahan.

Kembali peserta diminta untuk mempraktekkan penggunaan jurus-jurus pembuka. Dari penampilan beberapa peserta jadi terasa susahnya membuat opening yang baik. Kang Canun kemudian memberikan masukan untuk memoles opening dari para peserta sehingga openingnya bisa menjadi lebih menggigit. Disini kelihatan sekali beda levelnya mastah dan newbie.

Mengenai perkenalan

Bagaimana dengan perkenalan diri. Apakah disampaikan sebelum jurus pembuka atau setelahnya? Menurut Kang Canun, biasanya pola yang dipakai adalah Jurus pembuka – memperkenalkan diri – isi – penutup.

Quotes
People don’t care how much you know, until the know how much you care.

Seperti Quotesnya Presiden Amerika ke-26 Theodore Roosevelt, orang tidak mau tahu tentang seberapa banyak yang kamu tahu atau siapapun dirimu, sebelum kamu tunjukkan perhatianmu pada mereka. Jadi sampaikan dulu ide utama yang diperlukan oleh pendengar, baru setelah itu memperkenalkan diri.

Terakhir, tutup dengan kesimpulan yang mudah diingat. Tidak mudah untuk orang mengingat apa yang disampaikan dalam pertemuan 2-3 jam. Untuk itu perlu penutup yang mudah diingat. Jadi teringat Rahasia Public Speaking Atalia Praratya yang memilih untuk selalu menutup materinya dengan kutipan yang inspiratif.

Jangan lupa tersenyum. Tebarkan kesan hangat dan nyaman dengan berwajah ramah.

Bolehkah kita memegang catatan?

Bagi Kang Canun, memegang catatan akan mengurangi integritas. “Kalau kita walk the talk atau menjalani apa yang kita sampaikan tentunya kita akan hapal di luar kepala apa yang mau disampaikan. Tidak perlu catatan. Kalaupun perlu pengingat, cukup dengan bantuan slide.

“Akan lebih ber-power jika kita bicara sesuatu yang telah kita kuasai. Kita harus jujur.”

Ingatlah bahwa dalam bicara di muka umum ada yang namanya personal power dan additional power. Personal power adalah kemampuan diri sendiri. Sedangkan additional power adalah alat bantu seperti powerpoint, slide dan sejenisnya.

Agar opening dan closing terasa alami ingatlah selalu ke pesan utama yang ingin disampaikan.

Penampilan Peserta

Belajar dari pengalaman kelas Public Speaking for Business Women dari Teh Indari Mastuti, saya mulai belajar mendokumentasikan setiap penampilan dengan kamera. Para peserta juga diminta untuk saling memberi review penampilan temannya. Karena kita bisa belajar banyak dengan feedback dari orang lain. Misalnya jadi sadar bahwa kurang senyum, bicara terlalu cepat, atau antara pesan utama dan apa yang disampaikan belum ketemu. Ternyata apa yang sudah disiapkan dalam bentuk tulisan dan apa yang akhirnya terucap bisa jadi sangat berbeda. Insya Allah dengan jam terbang yang lebih banyak masalah-masalah seperti itu bisa teratasi. Semangat untuk 7 pertemuan kedepan bersama teman-teman RB Public Speaking Bandung.

peserta
Peserta Pertemuan 3 RB Public Speaking IIP Bandung

Gerakan Penolong Janda

Dalam kesempatan ini juga, Kang Canun berbagi informasi mengenai sebuah kegiatan sosial bernama Gerakan Penolong Janda yang di gagas oleh Elsa Febiola Aryanti. Sebuah gerakan untuk menyantuni dan memberdayakan para janda, khususnya yang telah lanjut usia. Program mereka diantaranya Sajadah (Santunan Janda di Masa Iddah), Sabar (Santunan Bedah Rumah), Sendiri (Santunan Ekonomi Mandiri), dan Sandaran (Semangat Persaudaraan dan Kebersamaan). Teman-teman bisa menjadi agen kebaikan Penolong Janda dengan membeli paket donasi Rp 150.000,- (sudah termasuk CD Audio Membangun Rumah Tangga Surga bersama Canun dan Fufu) atau seikhlasnya untuk membantu saudara-saudara kita. Info lebih lengkap bisa dilihat di Website Penolong Janda  dan Kitabisa.com.

jamuan
Jamuan Somay spesial dari Nyonya Rumah Teh Putri Yudha

(900 kata)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: