Warning: Error while sending QUERY packet. PID=261424 in /home/shantyst/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1879

Teknik Public Speaking for Business Women dari Indari Mastuti

Di dunia kepenulisan, khususnya di Bandung, siapa sih tidak kenal Teh Indari Mastuti. CEO Indscript Creative  dan juga Perempuan Inspiratif Nova 2010 (plus selusin penghargaan lain keren lainnya) ini telah banyak membantu para perempuan yang memiliki hobi menulis dan berbisnis. Bagaimana tidak terkenal, Komunitas yang diinisiasinya seperti IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis), dan yang saya baru dengar – Komunitas Emak Pintar beranggotakan belasan ribu orang.

Kali ini Teh Indari bukan mau berbagi soal kepenulisan. Bersama Teh Atalia Praratya Ridwan Kamil, kedua ibu cantik ini akan berbagi ilmu Public Speaking for Business Women di Harris Hotel & Conventions Festival CityLink Bandung Jl. Peta pada 24 Juli 2016 lalu. Sebuah acara padat ilmu dari pk 8.00 – 16.00 WIB, spesial untuk 50 orang saja. Banyak teman-teman yang bertanya mengenai informasi acara ini. Saya sendiri kebetulan melihat flyernya pada saat-saat terakhir dari teman blogger, Raisa Hakim  yang bergabung dengan Komunitas Emak Pintar. Alhamdulillah masih kebagian remah-remah Berkah Ngeblog.

Flyer acara
Flyer acara Public Speaking for Business Women bersama Indari Mastuti dan Atalia Praratya

Teh Indari membuka materi Public Speaking for Business Woman dengan menceritakan alasan mengapa ia merasa harus belajar Public Speaking. Ini mengingatkan saya pada ajaran Febrianti Almeraa mengenai Urgensi Public Speaking bagi para Ibu, untuk mengetahui dulu alasan kita memerlukan ilmu Public Speaking.

Ada 2 alasannya kenapa seorang Indari Mastuti perlu belajar Public Speaking. Yang pertama untuk pengembangan diri. Ia merasakan manfaat hal ini ketika mengikuti sebuah perlombaan karya tulis semasa SMA. Ternyata penilaian terbesar dari para juri bukan terletak pada materi tulisannya, melainkan pada bagaimana materi tersebut dipresentasikan. Dengan Public Speaking yang mumpuni, kebeli deh itu hati para juri.

Alasan kedua adalah untuk pengembangan bisnis. Sebagai seorang penulis yang juga memiliki agen kepenulisan, ia merasa perlu ‘menjual’ karya-karya dan ilmu-ilmu yang dimilikinya dengan berbicara di depan banyak orang.

Apa sih susahnya bicara di depan orang lain? Apa bedanya dengan ngobrol atau bergosip dengan sekumpulan teman? Untuk urusan kedua ini, apalagi emak-emak, jago banget lah. Tidak perlu pakai kursus belajar ngomong harga jutaan.

Tapi masalahnya, apakah itu GAGASAN bisa tersampaikan dengan EFEKTIF dan EFISIEN?

Indari Mastuti
Indari Mastuti

Kalau bisa bicara 5 menit kenapa harus 50 menit? Itulah gunanya ilmu Public Speaking. Hampir semua kalangan memerlukan ilmu untuk bisa menyampaikan gagasan dengan tidak bertele-tele dan membosankan. Apakah ia seorang pedagang, guru, penulis, bahkan Ibu Rumah Tangga untuk bicara dengan anak dan suaminya.

“Kalau diminta bicara 2 menit tentang bisnis misalnya. Saya akan bicara hal yang paling menarik dari saya yang orang lain perlu tahu. Saya akan cerita pengalaman saya Bangkit dari Bangkrut,” Teh Indari memberi contoh. Tidak perlu panjang lebar cerita sejarah bisnis dari A-Z.

Dan jangan salah, menyampaikan informasi dengan efektif dan efisien tidak hanya dibutuhkan di dunia offline, tapi juga online. Kita itu perlu membuka komunikasi di dunia online yang lebih bisa merangkul banyak orang. Teh Indari sempat cerita bagaimana ia mendekati Ibu Walikota Atalia Praratya yang jadi idola banyak orang itu. Jurus-jurus ilmu Public Speaking pun diterapkan disini. Mulai dari mencari tahu kegiatan dan ketertarikan seseorang. Baru kemudian masuk ilmu ‘jual diri’ dengan menyampaikan kelebihan diri yang mungkin bermanfaat buat orang lain.

Sebenarnya, ilmu public speaking itu tidak hanya berlaku untuk bicara di depan orang banyak saja. Bicara dengan 1 orang lain, suami, atau anak-anak pun, kita perlu efektif dan efisien. Coba ngacung siapa yang masih dapat predikat Mama-mama cerewet yang hobi ngomel panjang lebar, sambil maksudnya tidak bisa ditangkap oleh yang diajak bicara. Yang ngacung, mari ikuti materi menarik berikut.

#4 kunci Public Speaking

Menurut Teh Indari, sebenarnya kunci Public Speaking itu ada #4 saja:

#1 Berlatih

Tidak ada seorang pun yang bisa berhasil tanpa persiapan. Yang pintar menulis itu karena jam terbang menulisnya tinggi. Yang pintar ngomong, itu karena memang jam terbangnya ngomongnya tinggi. Jangan minder kalau lihat sekarang teh Indari atau teh Atalia Public Speakingnya keren. Mereka juga dulunya mengaku berdarah-darah.

“Jangan malu latihan di depan suami. Kalau di depan suami saja malu, apalagi di depan orang banyak,” kata Teh Indari. Jadi tidak perlu mengundang orang se-RT kalau mau latihan Public Speaking. Suami jangan hanya dijadikan teman berantem saja, jadikan juga sebagai teman untuk bisa memberi masukan penampilan kita.

#2 Sesuatu yang baru

Jangan menyampaikan hal basi. Setiap orang ingin mendengarkan hal yang tidak pernah dia dengar sebelumnya.

#3 Mengangkat keunikan diri kita

Jalan hidup seseorang itu membuat setiap orang begitu unik, berbeda dan menakjubkan. Temukanlah ini.

Bisa minta bantuan pasangan untuk menemukan ini. Teh Indari juga bercerita bagaimana seorang ibu datang padanya untuk membuat sebuah buku mengenai motivasi diri. Si Ibu pun mulai menulis status-status sosial yang nantinya akan menjadi isi bukunya. Tapi kemudian suami si Ibu protes. “Nggak pantes nulis buku motivasi, pantesnya buku resep aja.” Jadilah si Ibu ganti membuat buku resep saja.

#4 Efektif dan Efisien

Jangan suka ngalor ngidul menceritakan banyak hal. Latih diri untuk bicara esensi dari apa yang perlu disampaikan.

Faktor Kegagalan Public Speaking

Pernah lihat orang ngomong yang nggak asyik banget? Bikin ngantuk, nggak jelas apa yang mau dia sampaikan atau suaranya terdengar lemah. Kalau belum pernah, ntar lihat saya ngomong deh. Teh Indari menyimpulkan #10 faktor yang menyebabkan seseorang di nilai gagal dalam Public Speaking.

PS
#10 Faktor Kegagalan Public Speaking dari Indari Mastuti.

 

Jadi bagaimana caranya menghindari kegagalan diatas?

  • Kenali siapa pendengar

“Saya nyamannya bicara di depan ibu-ibu. Karena saya ibu-ibu dan mengenal ibu-ibu. Ketika bicara di depan anak remaja, saya tidak bisa bicara seperti di depan ibu-ibu. Saya akan bercerita pengalaman saya di waktu remaja dan punya ukuran badan seperti mereka.”

  • Siapkan topik yang akan disampaikan. Cukup 1 saja. Jangan semua isi kepala mau dipamer.
  • Berlatih story telling atau bercerita. Menyampaikan pengalaman dalam bentuk cerita lebih menarik daripada menyampaikan poin-poin.
  • Antusias dengan cerita yang disampaikan. Bagaimana mungkin kita bisa berharap peserta menjadi semangat mendengar kita bicara, kalau kitanya sendiri tidak bicara dengan hati.
  • Persiapkan slide yang gue banget.

Teknik Public Speaking untuk Pebisnis

Dari 15 teknik yang disampaikan teh Indari, saya mengelompokkannya menjadi 5 teknik yang bisa disampaikan untuk menjamin kemampuan Public Speaking kita meningkat.

Teknik #1 Tampilkan keunikan diri

Bisa dengan berpuisi, main musik, bernyanyi, atau melucu ala stand up comedy. Tapi jangan sekedar ikut-ikutan dan maksa ya. Tahu suara cempreng malah nyanyi. Kasihan audiencenya.

Teknik #2 Interaksi dengan Audience

Bisa dengan menyapa, memuji, hingga menyentuh. Termasuk juga mengakui perasaan grogi, kurang menyiapkan materi, dan sejenisnya.

Teknik #3 Menggunakan alat bantu Slide dan Video

Mulailah mengkoleksi video-video dan gambar-gambar menarik dan inspiratif dalam flash disk. Gunakan Slide dengan komposisi 10% text dan 90% Visual. Kalau tiba-tiba kita nge-blank, video ini bisa ditayangkan untuk mencuri waktu.

Teknik #4 Penegasan materi

Untuk menegaskan materi, bisa dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat atau menggunakan teknik bertanya dan bertanya.

Teknik #5 Teknik menceritakan masa dulu, sekarang, dan masa depan

shanty
Saya mempratekkan teknik masa dulu, sekarang dan masa depan. (Foto oleh Ibu Jerapah)

Teknik #6 Banyak bergerak untuk mengurangi grogi

Termasuk juga teknik memegang barang seperti contoh produk, kartu nama, atau bahkan memegang kertas catatan agar tidak lupa. Ini bukan hal yang haram kok. Teman-teman bisa lihat bagaimana Teh Indari menggerakkan tangannya dalam video presentasi di sini.

10% Materi, 90% Praktek

Ini adalah iklan dalam flyer tentang acara Public Speaking for Business Women yang memikat saya untuk turut serta dalam acara ini. Bagaimana caranya kita bisa praktek dengan 50 peserta? Ternyata memang bisa loh. Ketika pertama kali datang, 50 orang peserta telah dibagi ke dalam 10 meja bundar. Kami diminta saling berkenalan. Tapi bukan kenalan biasa, melainkan kenalannya berupa presentasi yang direkam dengan kamera HP masing-masing, oleh temannya selama 2 menit saja. Sebelumnya dipastikan bahwa teman semeja adalah teman baru yang belum dikenal sebelumnya, baik di dunia offline maupun online.

kelompok
Kelompok Meja Raflesia: Shanty, Diana, Melati, Bu Mega, dan Natasza.

Serius ya, nggak gampang berkenalan dengan orang lain dalam bentuk video yang direkam. Apa yang perlu kita sampaikan tentang diri kita dalam 2 menit saja? Setelah beberapa kali re-take, jadilah video 2 menitan saya yang direkam oleh si cantik Diana Anggraini pemilik brand kosmetik Envyme. Setelah semua video terkumpul, tantangan selanjutnya adalah memilih video penampilan terbaik. Dan penampilan terburuk (tega ya…). Setiap video harus dikomentari dan disampaikan ke pada pemilik video.

nilai
Penilaian terhadap penampilan Shanty dari teman-teman sekelompok

Sudah selesai tantangannya? Belum!

Setelah teh Indari menjelaskan tentang sejumlah teknik presentasi, perwakilan setiap meja diminta mempratekkan teknik tersebut. Hanya 2 menit saja. Nah, berhubung semua sudah ada jatahnya, nggak ada yang bisa nyumput deh. Dari yang terbaik di meja, sampai yang terburuk bergantian mempratekkan teknik-teknik yang disampaikan. Ini keren sekali! Kita jadi bisa tahu prakteknya seperti apa teknik-teknik tersebut.

Setelah melihat 50 penampilan teman-teman, menurut saya the most common mistakes yang dilakukan Public Speaker termasuk saya adalah:

  • Suara yang sering tidak pas kerasnya. Terlalu keras, terlalu pelan, dengan intonasi yang datar dan tidak bersemangat. Penampilan-penampilan yang bagus, umumnya memiliki suara yang kuat dan menguasai ruangan. Walau begitu ada juga yang suaranya tidak terlalu keras, tapi bisa memukai pendengar dengan intonasi yang tepat. Master ini mah.
  • Nada suara yang datar dan monoton.
  • Menyampaikan hal yang standar dan membosankan seperti pengakuan saya grogi atau status sebagai ibu sejumlah anak. Saya mulai paham kenapa hal ini terasa membosankan. Karena informasi itu sangat tidak penting buat pendengar. Kamu mau grogi kek, anakmu berapa kek, bukan lah informasi yang dibutuhkan orang lain. Dan saya baru sadar, bahkan saya tidak tahu berapa anak teh Indari.
  • Lu mau ngomong apa sih? Content is the king. Walau suara tidak terlalu kuat, tapi kalau apa yang ingin disampaikan adalah hal yang menarik, orang akan menyimak.

Dibagian akhir, semua peserta terbaik dari setiap meja, diminta kembali menyampaikan materi 2 menit dengan tema Perempuan bisa jadi pahlawan keluarga dan perempuan lainnya. Serunya, Teh Atalia sudah hadir untuk bisa menyaksikan beberapa presenter.

Acara ini juga bertaburan hadiah. Tidak hanya yang terbaik dan terberuntung loh yang dapat hadiah dari para sponsor. Semua penampilan terburuk dari setiap meja pun dapat hadiah selembar tiket berenang di The Clover Grand Sharon. Ya…tahu gitu saya mau juga atuh jadi yang terburuk.

Menambah pertemanan

Dalam setiap acara yang saya ikuti, salah satu keuntungannya adalah menambah hubungan pertemanan. Saya akan selalu pulang dengan tambahan beberapa teman FB baru. Dari sejumlah acara yang sering saya ikuti, acara Public Speaking for Business Women ini, memegang rekor tambahan teman baru terbanyak. Bahkan nambah 1 grup WA baru untuk teman kelompok berlima, sekedar dalam rangka memudahkan proses share foto dan informasi. Entah kenapa, rasanya aura pertemanannya begitu kental. Begitu enak untuk SKSD-Sok Kenal Sok Dekat. Alhamdulillah, semoga silahturahmi bisa terus berlanjut dengan teman-teman baru yang asyik-asyik ini.

Materi dari Teh Atalia Praratya bisa dibaca dalam postingan Rahasia Public Speaking Atalia Praratya.

Harris Hotel
50 orang yang terbagi dalam 10 meja di Ruang Fizz Harris Hotel

(1670 kata)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

5 thoughts on “Teknik Public Speaking for Business Women dari Indari Mastuti

  • July 25, 2016 at 9:38 pm
    Permalink

    Bookmark.
    Ilmu penting banget.

    Haturnuhun teh Shan uda berbagi.
    Kerreen.

    Reply
  • July 26, 2016 at 5:51 am
    Permalink

    Teh Shanty, nuhun sudah berbagi…
    Rapih banget dan kece tulisannya…. Suka deh sama konten dan layoutnya…
    Lienda masih punya PR di bagian berbicara cepat dan penegasan materi yang kadang masih kurang greget hehe…
    Yuk perbanyak jam terbang…
    Practice make perfect, isn’t it ?
    🙂

    Reply
  • July 26, 2016 at 8:31 am
    Permalink

    Mantep ni materinya. Btw investasinya lumayan juga ya *gagal fokus

    Reply
    • July 26, 2016 at 9:34 am
      Permalink

      Banget kata saya mah. Tapi ada peserta yang dari Jakarta, bilang itu murah. #bedalevel ha…ha…

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: