Rahasia Public Speaking Atalia Praratya

Setelah puas sejak pagi mendengar pengalaman Teh Indari Mastuti ber-Public Speaking dalam acara Public Speaking for Business Women, sekitar pk 15.00 WIB pemateri yang ditunggu-tunggu tiba di Harris Hotel & Conventions Festival CityLink Bandung. Tidak bisa dipungkiri, salah satu daya tarik acara yang berlangsung pada 24 Juli 2016 ini adalah kehadiran Teh Cinta Atalia Praratya. Banyak peserta penasaran dengan ilmu Public Speaking ‘enakeun’ ala Ibu Walikota Bandung ini.

“Saya juga dulunya pemalu, grogi, gemetaran. Mulai belajar jadi MC di Unpad untuk acara wisudaan. Seneng sekali, padahal bayarannya cuma sepiring rujak,” cerita Teh Lia yang mengaku sempat belajar Public Speaking di Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS).

Sebagai Ibu Walikota, kini dalam 1 hari ia bisa harus tampil dalam 8 tempat. Dengan berbagai audience yang berbeda-beda. Mulai dari anak kecil, remaja, pejabat, dan lain-lain. Pernah suatu kali ia begitu lelah sehingga meminta asistennya untuk menyampaikan ke panitia bahwa ia hanya akan jadi pendengar dan tidak sanggup menjadi pembicara karena terlalu kelelahan. Tapi setelah mengikuti acara, jadi tidak tahan pengen pegang mike. “Teu tahan, meni hoyong nyarios.”

“Dulu saya demam panggung. Sekarang, kalau tidak ada panggung saya demam.” – Atalia Praratya

Dalam kesempatan ini Teh Lia menyiapkan sejumlah slide mengenai Communication Skill yang ternyata ia pelajari secara serius sebagai mahasiswa jurusan Komunikasi Unpad.

slide
Ilmu Communication Skill dari Bu Wali

Ada 10 kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk sukses dan #1 adalah kemampuan komunikasi. Selanjutnya adalah: Kejujuran, Kerjasama, Etika kuat, Kemampuan Analitik, Fleksibilitas, Kemampuan Interpersonal, Motivasi dan Inisiatif, Kemampuan Komputer, dan terakhir adalah Orientasi pada Detail.

3 hal yang berpengaruh dalam Public Speaking:

  • Kata-kata (content) memberi pengaruh sekitar 7%
  • Intonasi suara (verbal) memberi pengaruh sekitar 38%
  • Bahasa Tubuh dan Penampilan (non verbal) memberi pengaruh sekitar 55%

 

#1 Aspek Non-Verbal

Kita mulai dengan membahas yang sangat berpengaruh, yaitu hal-hal non verbal seperti:

  1. Penampilan

Jangan tampil didepan dengan kucel, kulehe, kararudet, nyengsol karudungna. Perhatikan penampilan yang rapi,” kata Teh Atalia sambil memberi contoh penampilan sang suami dalam jas yang rapi. Perhatian orang nantinya akan teralihkan pada kerudung yang miring-miring atau keliman baju yang lepas.

  1. Postur Tubuh
  2. Sikap tubuh. Dari sikap tubuh, biasanya kelihatan kepribadian seseorang. Apakah dia itu ramah, sombong, atau grogi.
  1. Kontak Mata

“Pandang matanya ya. Jangan dengan alasan menundukkan pandangan, Bapak-bapak ngelihatnya malah ke dada,” cerita Teh Lia. Jangan juga melihat ke kejauhan. Tidak ada siapa-siapa disana. Pendengar ada di depan kita. Lihat matanya, perhatikan warna kerudungnya, kenali siapa yang menjadi pendengar kita.

  1. Ekspresi

 

#2 Aspek Verbal

Great Speaker is a great storyteller.

Rumus Verbal:

VIP – Volume, Inflection (Nada Suara), Pace (Kecepatan)

Perlu juga untuk melatih pernapasan perut. Hasil akan terasa berbeda. Kalau ke teman, cempreng juga tidak masalah. Tapi kalau di depan orang banyak, intonasi yang pas sangat berpengaruh.

Tips suara saat bicara: Bicara penuh PD, Berbicara dengan tempo/irama, Variasikan suara, Berhenti sejenak untuk bicara point penting. Jika ada point penting, ulangi sekali lagi.

Hindari padding (ucapan seperti mmm, eee, eh).  “Ini adalah masalah saya juga, ketika menghadapi wartawan yang datang tiba-tiba,” aku Teh Lia. Padding terjadi karena kita berpikir baru bicara. Cobalah untuk bicaralah pelan-pelan untuk menghindari padding.

 

#3 Konten

Isi kepala dengan banyak wawasan dan membaca. “Isi otak kita ini dengan apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Itulah yang ibu sampaikan.” Orang lain belum tentu mengerti apa yang kita rasakan dan pikirkan.

Juga kenali pendengar dan bicaralah dengan bahasa mereka. “Itu sebabnya saya rewel sekali soal ini kalau diminta bicara. Harus tahu usianya berapa? Latar belakang pendidikannya bagaimana? Gaya humornya seperti apa? Seleranya seperti apa? Bahasanya bagaimana?”

Jangan mengatakan bahasa yang terlalu tinggi buat Ibu Rumah Tangga atau anak TK. “Moal ngartoseun.” Jika mengenal audience dengan baik, kita akan bisa bermain cantik untuk bicara di depan mereka,” ujar Teh Lia berbagi rahasia.

 

Tips menghadapi grogi dari teh Atalia

3P – Persiapan, Persiapan, dan Persiapan dan 3L – Latihan, Latihan, dan Latihan

buku
Berbagi cara menikmati hidup dalam buku 89 Cara Bahagia ala Atalia (GPU, 2016)

Menurut Ibu cantik yang baru mengeluarkan buku 89 Cara Bahagia ala Atalia, kuncinya adalah di Persiapan dan Latihan. “Intinya latihan berani dulu. Saya mulai dari berani bertanya. Pokoknya ngacung dulu kalau ada kesempatan. Ketika ditunjuk, malah bingung. Biar saja orang mau komenter, ‘begitu saja kok ditanyakan.'”

Berlatihlah untuk belajar membuka di awal, memasukkan intisari materi ditengah, dan menutup acara. Ini sama di mana-mana. Latih saja itu.

Diakhir setiap penampilan, tutup dengan Quotes. Karena orang biasanya tidak bisa mengingat seluruh yang disampaikan. Namun Quotes terakhir biasanya akan memberikan kesan yang mendalam dan bisa diingat oleh audience untuk waktu yang lama.

Visualisasikan kepada audience pengalaman kita.

Lakukan Pemanasan. “Ke kamar mandi heula weh. Cek kerapian penampilan. tarik napas.” Teh Atalia menyarankan untuk berlatih hypnoterapi agar tidak terlalu gugup.

Sapa Audience

Untuk menangani gugup dan lupa apa yang ingin disampaikan, Teh Lia mengaku pernah mengalaminya juga. Cobalah untuk berhenti sejenak, tarik napas dalam. Kemudian tersenyumlah dengan tulus dan tebarkan pandangan pada audience. Baru setelah itu mulailah bicara dan berkonsentrasi.

Tidak perlu khawatir kalau pulang dari sini masih grogi kata Teh Lia. “Banyak berlatih. Saya juga perlu belajar sampai 20 tahun hingga bisa seperti sekarang,” katanya menyemangati.

Quotes
Quotes penutup dari Teh Atalia: “Kita adalah apa yang sering kita lakukan. Keunggulan bukanlah aksi sekali, tapi kebiasaan.”

 

(830 kata)

***

Materi menarik lain mengenai ilmu Public Speaking bisa dibaca dalam beberapa artikel berikut:

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

3 thoughts on “Rahasia Public Speaking Atalia Praratya

  • July 26, 2016 at 8:19 am
    Permalink

    Wii..kapan ya ditraining sama Bu Wali. Udah cantik, pinter lagi. Mantep.

    Reply
    • July 26, 2016 at 9:32 am
      Permalink

      Katanya sehari bisa 8 event. Sepertinya momen dengar beliau bicara, tidak akan terlalu langka.

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: