Membuat Blog itu Gampang

Tulisan ini saya buat khusus untuk teman-teman yang menganggap nge-blog itu makhluk angkasa luar yang diluar jangkauan. Atau buat teman-teman yang mengartikan nge-blog sebagai harus punya akun di blogspot (karena tidak tahu yang lain). Jangan khawatir, saya tidak akan bilang kalian dummies. So kalau pengen punya blog, nggak perlu cari buku Blogging for Dummies. Cukup baca tulisan ini saja.

Serius loh ada bukunya Blogging for Dummies
Serius loh ada bukunya Blogging for Dummies

Membuat blog itu sangat lah gampang. Sama gampangnya dengan membuat akun sosial media seperti Facebook atau Twitter. Tinggal mendaftarkan diri, dan langsung posting deh isi kepala kita. Pernak-perniknya bisa dilengkapi sambil jalan.

 

Kenapa kita perlu buat blog?

Ini pertanyaan penting yang harus dijawab dulu jika ingin buat blog. Kalau buat saya, ada beberapa alasan kenapa ingin punya blog. Berikut diantaranya:

 

  • Menyimpan isi kepala di tempat mudah di akses dan rapi

Isi kepala saya ini banyak banget dan berantakan. Mulai dari kegiatan harian sebagai ibu rumah tangga, ide-ide aneh yang berseliweran, opini-opini dari sejumlah keributan di sosmed, informasi-informasi keren yang menambah wawasan, hingga ke mimpi-mimpi setinggi langit. Ada keinginan untuk merekam isi kepala itu ke dalam sebuah eksternal harddisk, biar internal harddisknya tidak nge-hang akibat kebanyakan diisi. Maklum internal harddisknya sudah cukup tua dan kapasitasnya terbatas.

Blog buat saya adalah eksternal harddisk. Bisa saja saya menyimpan tulisan dalam tulisan tangan di buku tulis, file di laptop, notes di HP atau sekedar status di FB. Tapi tulisan di sana memiliki kelemahan sulit di cari kembali jika diperlukan. Jika menulis di blog, saya bisa dengan mudah melacak kembali tulisan tersebut.

 

  • Belajar

Dulu waktu jaman kuliah, setiap materi kita catat di kertas loose leaf dan disimpan dalam folder yang diberi batas warna-warni. Kalau tidak sempat mencatat, tinggal fotocopy catatan teman yang lebih rapi. Tujuannya agar bisa dipelajari kembali jika diperlukan. Punya tulisan di blog juga fungsinya sama. Sebuah catatan elektronik yang rapi, minimal untuk diri kita sendiri.

Menulis di blog itu akan dibaca orang lain. Di sini kita bisa sekaligus belajar untuk mengungkapkan isi kepala kita dengan lebih rapi dan terstruktur. Kemampuan literasi kita menjadi terasah. Semoga dengan makin banyak yang nge-blog, tingkat literasi bangsa Indonesia tidak nyungsep lagi di peringkat 60 dari 61 negara.

Innalillahi, peringkat literasi bangsa Indonesia hanya 1 tingkat di atas Botswana. Sumber: updatahloo
  • Berbagi

Yang asyik dari nge-blog adalah memudahkan kita untuk bagi-bagi pahala dengan berbagi informasi menarik dengan orang lain. Kebayang ribet banget kalau kita harus mengulang-ulang cerita yang sama ke sejumlah orang. Dengan ditulis di blog, teman-teman kita jadi mudah untuk ikut baca-baca.

Etikanya boleh kok meng-copy atau men-share tulisan orang lain, selama sumber aslinya ditulis. Yang haram itu jika tidak mencantumkan sumbernya dan seolah-olah itu tulisan kita sendiri. Kalau menurut saya, semua tulisan yang telah ada di media sosial, itu memang sudah diniatkan untuk terpublikasi luas. Itulah sebabnya, perlu kehati-hatian menuliskan sesuatu di media sosial. Ribet urusannya kalau sampai menyinggung orang lain atau berbagi berita yang salah.

Masalahnya, apa nih yang harus kita bagi?

Apa saja yang kita suka. Biar gampang, coba deh cari tema apa yang paling kita butuhkan. Misalnya kamu suka tentang pengembangan diri atau pengasuhan anak. Mulailah dengan berbagi soal tersebut. Loh tapi kan saya cuma sekedar nyari-nyari, masa malah mau buat blog tandingan? Ih…GR, siapa juga yang nyuruh buat blog tandingan. Apa yang kita cari-cari itu, biasanya menunjukkan minat kita pada bidang tertentu. Kalau kita suka nyari resep, mungkin kita bisa buat tulisan bagaimana hasil praktek resep tersebut. Buat yang suka nyari-nyari soal kerajian tangan, bisa buat tulisan tentang kumpulan link-link keren soal kerajinan tangan dan ulasannya.

 

  • Merekam pengalaman

Waktu itu berjalan dengan cepat. Tau..tau sudah besok, tau-tau sudah bulan depan. Banyak pelajaran yang kita jalani dalam keseharian. Pengalaman melihat anak jalan pertama kali, pengalaman jalan-jalan ke tempat tertentu, pengalaman sedih, pengalaman senang, bergantian dengan cepat. Sayang sekali jika pengalaman tersebut hanya disimpan dalam ingatan yang kapasitasnya terbatas.

Sangat menyenangkan ketika saat ini, kita bisa membaca lagi momen-momen penting dalam hidup kita. Bagaimana pengalaman kita mempersiapkan pernikahan dengan segala keriwehannya, pengalaman hidup mati melahirkan buah hati tercinta, pengalaman memalukan bertamu memakai baju yang sama dengan sarung bantal tuan rumah. Semua itu menarik untuk direkam. Dan tau nggak, ternyata banyak orang lain yang bisa belajar dari pengalaman pribadi kita itu. Bukan nggak mungkin, suatu saat nanti, anak cucu kita bakal belajar banyak dari catatan yang kita buat di blog.

 

  • Branding diri

Kamu ingin dikenal orang lain seperti apa? Apakah ingin dikenal sebagai orang yang hobi masak, hobi jalan-jalan, hobi dandan, hobi nulis, hobi photographi, atau hobi cari uang? Nah di blog kita bisa bebas deh bikin personal branding. Nggak perlu bayar jasa konsultan personal branding khusus. Cukup konsisten nulis dalam jangka waktu yang lama. Insya Allah, personal branding akan terbentuk secara alami dengan sendirinya.

 

  • Manfaat lain

Sebenarnya teman-teman bisa menemukan sendiri manfaat lain dari nge-blog. Bisa untuk menambah penghasilan, mencari teman dan komunitas, tong sampah buat curhat, atau sekedar agar eksis dan gaya-gayaan.

 

WordPress atau Blogspot?

Jadi gimana caranya buat blog?

Mari kita mulai. Sebenarnya ada banyak platform buat sekedar berbagi tulisan untuk mencapai tujuan-tujuan diatas. Kita bisa nulis di Notes FaceBook (FB), mini blog Tumblr, LiveJournal, TypePad, dan lain-lain.

Notes FB sebenarnya cukup sederhana. Cukup dengan punya akun FB, kita bisa berbagi tulisan. Tampilannya pun enak buat dibaca. Sayangnya Notes Facebook hanya bisa dibuat dari laptop, dan tidak bisa di HP. Juga pembacanya hanya terbatas untuk orang yang memiliki akun FB saja.

Jadi untuk urusan nge-blog, sejuta umat memilih platform Blogspot atau WordPress. Saya juga sempat bingung saat pertama kali. Jadi mending Blogger atau WordPress nih. Di tahun 2014, saat masih awam, adik saya menyarankan buat blog di Blogger dengan alasan lebih mobile friendly. Jadi tampilan Blogspot di HP lebih enak dilihat daripada WordPress. Juga lebih sederhana fitur-fiturnya.

Akhirnya saya pun membuat blog di shantybelajarmenulis.blogspot.co.id untuk mencatat tulisan-tulisan selama belajar menulis di Akademi Menulis 5 Menara bersama Pak Guru Ahmad Fuadi. Di blogspot saya menemukan satu kesulitan yang agak mengganggu. Yaitu cara membuat menu tulisan yang berdasarkan kategori tertentu. Suka lihat kan, deretan kategori di blog yang memudahkan kita untuk mencari tema tertentu.

Ada teman yang memberi tahu bahwa urusan menu berdasarkan kategori itu sangat mudah dibuat di WordPress. Dengan tutorial via whatsapp, akhirnya saya bisa juga membuat menu untuk pengelompokan tulisan yang berusaha saya cari dalam 1 tahun terakhir. Apalagi setelah melihat theme WordPress yang keren-keren, langsung deh jatuh cinta.

 

#5 langkah nge-blog

Berikut langkah-langkah membuat blog di WordPress: (Sebenarnya untuk Blogspot juga kurang lebih sama)

 

#1 Buka situs WordPress.com

Klik buat situs web. Setelah itu isi langkah 1-6 tentang rencana isi situs, ingin tampilan seperti apa, memilih tema, pilihan nama blog, pilihan paket (pilih gratisan saja dulu), dan terakhir memasukkan alamat e-mail, nama pengguna, dan password.

Dan ta …da… kita sudah punya blog.

See, gampang kan. Nggak usah terlalu khawatir soal pilihan tema, nanti bisa gonta-ganti kok. Sehari 3 kali pun boleh. Yang perlu dipersiapkan matang malah nama blog. Ini seperti ngasih nama anak. Bila perlu ada bubur putih bubur hitam dulu biar berkah. Nama ini selayaknya mencerminkan isi blog.

 

#2 Aktifkan blog dengan mengisi verifikasi

WordPress akan mengirimkan verifikasi melalui e-mail. Isilah dengan alamat email, nama pengguna, password dan alamat blog. Setelah itu WordPress akan membalas dengan e-mail untuk mengaktifkan blog. Setelah blog aktif, kita akan mendapatkan tampilan dashboard tempat mengutak-atik isi blog. Nggak usah panik dulu melihat banyaknya perabotan di rumah baru. Pelan-pelan buka satu demi satu.

 

#3 Mulailah dengan membuat postingan tulisan

Saran saya, tetap nulis dulu di Microsoft Words atau Notes di HP, baru setelah itu tinggal di copy-paste ke badan postingan.

Terus kita kasih pernak-pernik seperti menentukan kategori tulisan, memasukkan foto, memberi heading, quotes, dan lain-lain. Ini bisa sambil jalan juga. Saya tiap baca lagi tulisan saya, suka ada aja yang gatal buat ditambah-tambahin. Jadi tidak perlu terlalu khawatir postingan belum sempurna sebelum dipublish.

Untuk memasukkan foto, siapkan image ukuran yang optimal untuk web agar tidak terlalu berat untuk dibuka orang yang memiliki akses internet lambat. Dimensinya bisa disesuaikan sesuai permintaan masing-masing theme. Ada yang minta dimensi 800x800px, 800x445px, 600x400px, dll. Kalau saya biasanya menjaga size file sekitar 100KB. Jadi jangan masukkan gambar mentah dari kamera yang dimensinya 2592x1728px dengan size 1,81MB. Untuk ini bisa minta bantuan software pengolah gambar seperti photoshop atau tinypng.com untuk membantu mencompress file tapi hasilnya tetap kinclong.

 

#4 Mempermanis blog

Setelah itu mulai deh menata perabot di rumah baru biar lebih enak buat dilihat. Coba-coba deh theme yang kita suka. Setelah ketemu yang paling mendekati, kita coba customized sesuai kebutuhan kita. Apa saja informasi yang ingin kita sampaikan di blog dan dimana letaknya.

Kita bisa cari urusan ini dalam fitur widget. Jadi widget ini adalah informasi-informasi yang biasa kita tempatkan di atas, bawah, atau samping blog. Ini beda-beda tergantung theme yang kita pilih. Ada widget untuk memasukkan text informasi blog, foto, postingan yang paling banyak dikunjungi, arsip tulisan, akun media sosial kita, dan banyak lagi.

Di setiap postingan juga ada fitur sharing otomatis ke semua media sosial yang kita miliki. Setiap kali kita publish sebuah postingan, otomatis akun FB, Twitter, Google+, Path, LinkedIn, Path, Tumblr atau lainnya bisa langsung mengabarkan pada dunia. Saya pernah heran juga ketika ada teman yang bilang ketemu postingan saya di Path. Masalahnya saya lupa kalau saya punya path dan hampir tidak pernah buka-buka akun itu. Untung WordPress rajin banget merawat dan mengingat akun-akun tersebut. Kita cukup sekali memasukkan data akun media sosial yang ingin kita jadikan tempat sharing, dan selanjutnya serahkan ke Tante WordPress untuk merawatnya sehingga seolah-olah kita eksis banget di semua media sosial. Padahal password aja sudah lupa lagi.

 

#5 Rawat blog dengan rutin

Setelah punya rumah, harus dirawat ya. Kudu rajin nyapu-nyapu. Jangan dianggurin lama sampai banyak sarang laba-labanya. Usahakan setidaknya seminggu sekali kita buat tulisan baru. Ada baiknya kita buat komitmen untuk berlatih menulis setiap hari biar cepat pintar. Iklan #ODOPfor99days lewat…

Biar semangat, gabung deh dengan komunitas-komunitas blogger. Biasanya virus semangat nge-blog akan cepat menyebar di sini karena sering ada informasi acara-acara menarik yang bermanfaat buat para blogger. Saya sendiri bergabung dan mengikuti informasi dari komunitas blogger seperti Kumpulan Emak Blogger (KEB), Blogger Perempuan (BP), Blogger Bandung, Kompasiana, dan Warung Blogger. Memang sih ketemunya lu lagi, lu lagi. Tapi tetap aja seru.

Referensi lain

Blogging Carolina Ratri
Serba serbi blogging dari Carolina Ratri. Benar-benar 101-nya blogging nih.

Oh iya, kalau kamu perlu buku panduan buat nge-blog, saya sarankan bukunya Carolina Ratri Blogging: Have Fun And Get Money. 101 nya nge-blog ada disini semua. Dibuku ini kita belajar mengenai cara buat blog, mempercantik tampilan blog, teknik menulis untuk blog, sampai ke cara cari uang dari blog. Tapi kalau terlalu melarat buat beli buku seharga Rp 54.000,- ini,  kamu bisa juga baca tips-tips blogging keren dari blognya Carolina Ratri atau Shintaries.

Kalau saya yang rada lelet belajar sesuatu, memang enaknya nanya dan diterangkan langsung kalau ada yang membingungkan. Makanya jangan malu bertanya. Jangan mengulang kesalahan saya yang memerlukan waktu 1 tahun hanya untuk mau tahu bagaimana caranya buat menu berdasarkan kategori. Baca petunjuk yang tertulis kok ya nggak bisa-bisa. Eh, pas nanya teman, ternyata dalam waktu singkat langsung bisa. Jadi banyak nanya aja. Minimal Mbah Google akan menjawabnya.

Nah, gampang kan buat blog? Nggak pake lama, nggak pake susah. Jadi buruan buat blogmu dalam 1 jam ke depan.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

6 thoughts on “Membuat Blog itu Gampang

  • July 21, 2016 at 2:40 pm
    Permalink

    Asa ada yang berubah setelah berkunjung ke rumah teh Shanty.
    Ternyata ganti theme yaa teh…?

    Gimana soal target kalimat per tuisan, teh…?
    Perlu diperhaikan ga yaa…?

    Reply
    • July 22, 2016 at 4:36 am
      Permalink

      Thank you for noticing Len. Iya nih, bukannya nulis ngejar setoran malah asyik utak-utik theme.

      Target kalimat pertulisan nggak terlalu dipentingkan lagi nih. Yang penting yang mau disampaikan tercapai. Bisa lebih panjang dari target, bisa lebih sedikit.

      Reply
  • July 24, 2016 at 8:36 pm
    Permalink

    masih belum ngerti bikin kategori nih mbak. ajarin, please 😀

    Reply
    • July 25, 2016 at 7:35 pm
      Permalink

      Buat Category sama saja seperti bikin tag label. Tinggal add category di bagian bawah setiap postingan.

      Reply
  • October 29, 2016 at 10:58 am
    Permalink

    salam kenal mbak shanty….. ngeblog memang mengasyikkan….plong dan lega rasanya kalo habis posting

    Reply
  • January 20, 2017 at 2:14 pm
    Permalink

    membuat blog memang gampang mbak, tapi rajin ngurusnya itu yang butuh ekstra semangat, happy blogging mbak

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: