Oleh-oleh #PadiMeetup di Telkom Bandung

Pada Minggu, 29 Mei 2016 lalu, Pustaka Digital (Padi) menggandeng Ollie Salsabeela dan Feby Indirani untuk berbagi ilmu mengenai membaca, menulis, dan meresume. Sekitar 50 orang yang telah mendaftar sebelumnya rela  meluangkan waktu dari pk 9.00 – 14.00 WIB di Plasa Telkom Lembong.

Penting nggak sih belajar lagi tentang membaca, menulis, dan mereview? Semua orang kan sudah bisa membaca. Menulis juga pastinya sudah pada bisa sejak kelas 1 SD. Masa masih perlu diajarin lagi? Selama hampir 3 jam, Ollie dan Feby mengajak para peserta #PadiMeetup untuk melihat kembali makna membaca, menulis, dan mereview untuk bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari kegiatan ini.

flyer #PadiMeetup Bandung
Flyer #PadiMeetup Bandung

Seni Membaca dan Menulis untuk Memahami Hidup dari Ollie Salsabeela

Siapa Ollie Salsabeela?

Sebenarnya sebelum acara, saya belum sempat kenalan sama pemilik nama asli Aulia Halimatussadiah ini. Tapi bau-baunya sih beliau orang beken kalau melihat 43 ribu lebih followernya di Twitter. Dengan background pendidikan IT dari Gunadharma dan kecintaannya pada buku, Ollie menggagas Nulisbuku.com pada 2010, jaringan digital media Zetta media, dan Storial.co  pada 2015. Ternyata Ollie juga termasuk finalis Kartini Next Generation Award 2013 bersama Ibu Septi Peni Wulandani dan Febrianti Almeera, yang sempat pernah saya tulis beberapa waktu lalu. Selain itu, masih ada setengah lusin lebih penghargaan prestisius yang diraihnya.

Siapa yang masih baca buku?

Buku ya. Bukan status. Bukan judul berita hoax yang kemudian di share tanpa baca isinya. “Saya bisa baca 2 buku perhari,” aku Ollie sambil memperlihatkan buku Memahami Al Quran dengan Metoda Puzzle karangan Agus Mustofa (PadmaPress, 2008) yang tengah dibacanya.

Ternyata bukan cuma Ollie yang hobi baca buku. Diperlihatkan kalau teman Ollie, Raditya Dika yang punya 13,7 juta follower di twitter itu juga hobi baca buku. Bahkan Mark Zuckerberg, mengikuti langkah Oprah Winfrey dengan membuat Page Book Club A Year of Book. Sejak awal 2015, setiap 2 minggu sekali Zuckerberg merekomendasikan buku bagi jutaan followernya.

See…success person love to read. Do you?

Ollie menyarankan untuk menuliskan buku yang dibaca. Whatever you measure will grow, sesuatu yang terukur akan berkembang menjadi lebih baik. Pasanglah target agar membaca menjadi lebih terstruktur. Ollie sendiri ‘pamer’ daftar buku yang dibacanya akun tumblrnya.

 

Tentang literasi

Ollie #PadiMeetup Bandung
Ollie #PadiMeetup Bandung

Belum lama ini bangsa Indonesia dipermalukan dengan berada di peringkat 60 dari 61 negara yang paling ‘literate’. Dari 1000 orang penduduk, hanya 1 orang yang suka membaca.

Ollie mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk memahami apa yang dibaca. Membaca dengan RASA, termasuk berkolaborasi MENDENGARKAN orang lain berbicara, melakukan REFLEKSI dan INTERPRETASI untuk memecahkan masalah, mampu mengemukakan LOGIKA dalam lisan maupun tulisan menggunakan pemikiran KRITIS dalam berwacana.

“Jadi kalau ada orang masih merokok dibawah tanda tulisan dilarang merokok, itu artinya ia masih tidak literate,” jelas wanita kelahiran Juni 1983 ini.

Literasi bukan sekedar bisa baca dan tulis, tapi paham dengan apa yang dibaca. Literasi itu mencakup kegiatan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Literasi itu adalah sebuah kegiatan yang holistik, menyeluruh dan saling berkaitan yang tidak tidak bisa dipisahkan.

Robert Greene penulis buku The New York Times Bestseller, Mastery membaca 200 buku sebelum menulis sebuah buku. Ollie mengaku membaca 10 buku sebelum menulis sebuah buku. Hingga saat ini Ollie telah menulis 30 buku.

 

Apakah kita sudah membaca dengan benar?

Kegiatan membaca buku, seringkali terasa berat bagi sebagian orang. Bisa jadi karena kita salah persepsi tentang membaca. Kalau bukunya tidak menarik atau tidak menjawab kebutuhan kita, kita boleh kok meninggalkan buku yang tengah dibaca. Membaca juga tidak harus sekaligus selesai, tapi bisa dengan dicicil 1 bab setiap hari.

Pertama kita harus tahu dulu kenapa kita perlu membaca. Berikut beberapa diantaranya:

  • Mendapatkan ide baru
  • Mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi
  • Memprediksi sebuah tren
  • Mengerti sebuah konsep
  • Berbagi ilmu dengan orang lain
  • Meningkatkan pengetahuan
  • Meningkatkan keahlian dan talenta
  • Melatih berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat
  • Melakukan riset
  • Memperbaiki hubungan dengan orang lain
  • Atau sekedar sebagai hiburan.

Setelah itu, coba kita evaluasi kebiasaan membaca kita:

Berapa buku atau artikel yang saya baca setiap hari?

Bagaimana cara saya membaca selama ini?

Apakah sering tidak fokus dan gampang lupa isi bacaan?

Apakah saya berbagi apa yang saya baca pada orang lain.

Sebagai latihan, Ollie mengajak untuk mulai menentukan alasan membaca dan membuat target agar kegiatan membaca menjadi lebih bermanfaat. Tentukan berapa jumlah buku yang akan dibaca dalam 1 bulan dan berapa banyak ulasan yang kamu tulis di media sosialmu.

Ollie juga mengajak peserta untuk belajar mengukur kecepatan membaca dengan satuan Words per Minute (WPM). Caranya dengan dalam 1 menit, kemudian hitung berapa baris yang berhasil dibaca. Kalikan jumlah baris dengan rata-rata jumlah kata dalam 1 baris.

Berikut ukuran kecepatan membaca:

  • 150 WPM termasuk kategori pembaca lambat yang hanya mampu membaca sekitar ¾ buku/minggu.
  • 250 WPM termasuk pembaca rata-rata yang mampu membaca sekitar 1 ¼ buku/minggu.
  • 350 WPM termasuk pembaca diatas rata-rata yang mampu membaca sekitar 1 ¾ buku/minggu.
  • Lebih dari 750 WPM adalah pembaca luar biasa yang dalam seminggu dapat membaca hingga 3,5 buku.

Dalam 1 menit saya ternyata hanya mampu membaca 27 baris dengan rata-rata 7 kata per baris. Itu artinya WPM saya 189 sajah. Sepertinya masih masuk kategori pembaca lambat. Pantasan perasaan hutang bacaan nggak beres-beres. Sekarang jadi tahu masalahnya dimana.

 

Minat baca

Yang penting dari membaca adalah kita tahu tujuan kita membaca. Jadi sebenarnya bukan minat bacanya yang perlu ditingkatkan, melainkan membangkitkan minat kita pada sesuatu. Benar sekali ini. Saya jadi teringat Mama saya yang sebenarnya sangat tidak suka membaca. Tapi kalau diperhatikan, ternyata rak buku beliau punya banyak koleksi buku-buku yang diminatinya. Mulai dari buku keterampilan menjahit, memasak dan sejumlah keterampilan wanita yang memang seru-seru. Dan hebatnya, hampir semua dibaca dan dipraktekkan.

Jadi coba cek lagi deh minat kita dengan menanyakan hal-hal berikut:

  • Apa kegiatan yang paling disukai?
  • Apa yang ingin kita ketahui hari ini?
  • Apa prestasi yang ingin kita bangun?
  • Bagaimana cara kita menikmati hidup?
  • Masa depan seperti apa ang ingin kita bangun untuk keluarga?
  • Apa pertanyaan yang belum terpecahkan saat ini?

 

Langkah dalam membaca

Putuskan sebuah buku yang layak dibaca. Perhatikan pengalaman penulisnya, baca sekilas. Buku yang baik mampu menggerakkan pikiran.

Riset untuk mengetahui garis besar isi buku seperti tujuan penulisnya menulis buku tersebut, latar belakang tulisan, karakter yang ditampilkan apabila buku non fiksi, dan lain-lain.

Fokuslah dalam membaca. Pilih tempat yang nyaman dan duduk lah dengan tegak. Haram hukumnya baca sambil tiduran, karena otak kita akan mengasosiasikan itu dengan kegiatan bermalas-malasan atau pengantar tidur. Usahakan untuk sadar dengan apa yang dibaca dan bukannya membiarkan pikiran melayang kemana-mana.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan kritis untuk memahami bacaan. Untuk Fiksi, ajukan pertanyaan seperti siapa karakter utama, cerita ditulis dalam waktu dan tempat yang seperti apa, bagaimana hubungan masing-masing karakter, apa yang terjadi pada mereka, apa kutipan paling menarik, peran apa dari masing-masing karakter yang membangun cerita, hingga ke pertanyaan apa yang dipelajari dari cerita ini. Untuk Non-fiksi, ajukan pertanyaan seperti apa profesi penulis dan alasannya menulis tulisan tersebut, apakah tulisan berupa fakta atau opini, bagian mana dari tulisan yang menunjukkan hal tersebut, apakah kita memiliki pengalaman yang sama dengan penulis, apa pesan dan ide utamanya, apa ada pelajaran baru yang belum pernah ada di buku yang lain, dan kutipan apa yang paling menarik.

 

Teknik membaca

Skimming itu berbeda dengan scanning buku. Skimming itu sekedar membalik halaman buku dengan cepat. Sedangkan scanning membaca cepat dengan lebih teliti. Pergerakan mata bukan kata per kata, tapi per kalimat bahkan per paragraf. Baca daftar isi, paragraf perama dan paragraf terakhir tiap bab untuk mengetahui garis besar bacaan. Baca foto, ilustrasi, kutipan, dan kalimat yang ditebalkan dan diurutkan.

Berikut beberapa teknik dalam membaca yang dapat mempercepat kemampuan membaca:

1. Membaca dengan bantuan telunjuk
1. Membaca dengan bantuan telunjuk
2. Dengan meletakkan telunjuk di tengah kertas, melatih mata melihat seluruh lembar
2. Dengan meletakkan telunjuk di tengah kertas, melatih mata melihat seluruh lembarMeluaskan jangkauan mata dengan meletakkan pandangan ditengah kertas, tapi melihat seluruh kertas.
3. Menyusur dengan pola Z atau S
3. Menyusur dengan pola Z atau S
4. Membagi 3 lembar bacaan dengan garis imajinasi
4. Membagi 3 lembar bacaan dengan garis imajinasi

5. Gunakan imajinasi dengan membayangkan seperti tengah memutar sebuah film di otak.

Penting juga untuk membuat tulisan atau menandai pesan-pesan penting dari sebuah buku. Ollie memperlihatkan kebiasaannya untuk membawa perangkat perang seperti stabilo dan post it saat membaca. Post it yang berisi kutipan penting akan dipajangnya di meja kerjanya, dan baru akan dilepas setelah kutipan itu telah menempel di otak.

Ollie with post it in her desk
Ollie with post it in her desk

Bagikan isi buku dengan orang lain. Bergabunglah dengan book club yang ada di kotamu.

Sudah siap untuk membaca buku? Atau masih bingung nggak punya waktu buat membaca? Ollie memberi beberapa tips:

  • Membaca saat menunggu atau terjebak kemacetan
  • Bangun lebih pagi untuk membaca
  • Menutup hari dengan membaca
  • Hilangkan satu kegiatan yang tidak produktif dan gunakan waktunya untuk membaca
50 Peserta #PadiMeetup Bandung
50 Peserta #PadiMeetup Bandung

Menulis

Setelah membaca, kini waktunya untuk menulis. Kita perlu menulis untuk mengikat ilmu, berbagi, mendapatkan keuntungan finansial, dikenal banyak orang sebagai ahli dalam bidang tertentu, mempengaruhi orang lain dengan pesan positif, menghibur, dan membuka peluang.

Kunci sukses menulis adalah melatih kebiasaan menulis SETIAP HARI (iklan #ODOPfor99days lewat…).  Menulis itu adalah lebih ke persoalan kebiasaan, daripada seni.  Tajamkanlah rasa dalam menulis. Koleksi kata dan kalimat dari kehidupan sehari-hari maupun dari sumber lain. Dan jangan lupa riset mendalam agar informasi lebih utuh.

Ketika menulis, hendaknya kita membuka mata dan telinga. Kenali apa yang menggerakkan hati kita untuk beropini? Siapa orang yang kita harap membaca tulisan kita? Apa yang diminati oleh target pembaca kita? Atau mood seperti apa yang ingin kita ciptakan dalam tulisan.

Buatlah outline sebelum memulai menulis. Biasakan untuk menyampaikan satu ide pokok untuk setiap paragrap atau bab. Gunakan Mind Map untuk membantu.

Tulisan yang baik itu menginspirasi orang lain untuk menuliskan pengalamannya sendiri.

Materi kedua mengenai Langkah-langkah Membuat Book Review dari Feby Indirani dibuat dalam tulisan terpisah.

 

Mengenai Pustaka Digital (Padi)

Padi ini adalah portal kumpulan e-book gratis gaweannya PT Telkom Indonesia. Saat ini telah tersedia 1000 e-book yang terdiri dari  berbagai kategori seperti novel, buku pelajaran, buku anak, non fiksi dan banyak lagi. Sebagian besar buku adalah buku-buku sastra fenomenal dari Balai Pustaka seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk (Hamka), Dari Ave Maria ke Jalan lain ke Roma (Idrus), Matahari dalam Kelam (Motinggo Busye) dan masih banyak lagi.

Rencananya #PadiMeetup akan diadakan beberapa kota seperti Jakarta (21 Mei 2016), Bandung (29 Mei 2016), Surabaya (28 Agustus 2016), Semarang (4 September 2016). Terima kasih banyak deh buat Telkom, Indonesia Book Club, Nulisbuku.com, Zetta Media, dan Storial.co yang telah menyelenggarakan acara keren ini.

Nah kalau sudah dapat ilmu membaca, menulis, dan mereview tinggal dipraktekkan deh. Padi menawarkan sebuah lomba keren buat kita praktek nih.

Book Review Competition Padi
Book Review Competition Padi

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: