My Kiddos Curriculum, Nice HomeWork #3 part 2

Nice HomeWork pada pekan ke-4 kelas Matrikulasi Ibu Profesional semakin menarik nih. Setelah sebelumnya di Nice HomeWork #1 kami diminta menyusun indikator pribadi sebagai ibu profesional, lalu di Nice HomeWork #2 keluarga dibuat termehek-mehek dengan surat cinta dari para Mama. Kemudian dengan melihat potensi keluarga dengan kacamata yang bersih kita diminta untuk menyusun kurikulum yang gue banget di Nice HomeWork #3. Kini Nice Homework #3 part 2, tugasnya adalah membuat Kurikulum yang “Anak-anak Gue Banget.”

Arkananta’s Diary

Punya catatan perkembangan anak-anak memang selalu menjadi PR abadi saya sejak jaman dahulu kala. Alhamdulillah dengan Nice HomeWork kali ini, PR itu bisa punya alasan kuat untuk segera dieksekusi dengan lebih rapi. Kini kumpulan catatan perkembangan Raka Raisya bisa disusun dengan lebih rapi di blog  Arkananta’s Diary.

Harapannya catatan sederhana dalam blog tersebut selain sebagai panduan bagi Mama untuk membimbing Raka Raisya, juga sebagai hadiah buat Raka Raisya jika ingin mengenang masa kecil mereka. Jika tulisan itu bisa bermanfaat bagi orangtua lain sebagai bahan masukan, tentunya kami sangat bersyukur.

Kenapa harus blog? Karena saya selalu punya pikiran bahwa Raka dan Raisya tidak akan selamanya berada di samping saya. Suatu saat mereka melanglang buana keliling dunia, mereka tetap bisa mengakses tulisan tersebut. Dengan berbagi perkembangan anak-anak di blog, harapannya kami tetap menjaga silahturahmi dengan keluarga besar yang tersebar dari Medan hingga Sumbawa. Insya Allah.

Apa yang diamati?

Ada 3B yang saya amati dari anak-anak: Body, Brain, & Behavior.

Body: Pengamatan terhadap pertumbuhan fisik anak-anak.

Brain: Pengamatan terhadap perkembangan kecerdasan otak anak-anak. Cerdas dalam arti mereka memiliki daya ingat yang kuat, punya inisiatif pada sesuatu yang merupakan kebutuhan diri mereka sendiri, dan kreatif menemukan solusi dari sebuah masalah.

Behavior: Pengamatan terhadap perkembangan akhlak anak-anak. Yang menjadi perhatian disini adalah bagaimana anak-anak percaya Dia (keimanan), percaya diri sendiri (self esteem), dan dan percaya mereka (kemampuan bersosialisasi dengan orang lain).

Apa materi kehidupan yang perlu dipelajari?

Walau tidak menyusun kurikulum baku untuk anak-anak, tapi kami memiliki beberapa nilai dasar yang berusaha kami tanamkan kepada anak-anak. Berikut #7 nilai yang kami nilai penting dan berusaha kami contohkan sebagai orangtua dalam keseharian, dengan harapan dapat menjadi modal bagi kehidupan anak-anak di masa depan mereka.

#1 Keimanan

Menanamkan keyakinan bahwa Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang pantas untuk disembah, yang Maha berkuasa atas segala sesuatu, sebagai satu-satunya tempat meminta dan memohon pertolongan. Hanya Dia yang pantas untuk ditakuti. Untuk dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat, kita wajib melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai petunjuk Al Quran dan teladan Rasulullah. Segala sesuatu di muka bumi ini terjadi atas seijin-Nya.

Mereka tidak boleh menyekutukan Allah, melalaikan perintah-Nya atau mengerjakan larangan-Nya.

#2 Rahmatan lil alamin

Menanamkan untuk memiliki cita-cita yang luhur untuk kemaslahatan umat manusia di muka bumi ini. Menjadi pribadi yang suka menolong dan penuh kasih sayang, tanpa dibatasi oleh Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan tertentu.

Mereka tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi, tidak menolong orang lain yang tengah kesusahan sementara mereka mampu, pemarah, kasar, dan menyakiti orang lain.

#3 Disiplin dan suka bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita

Menanamkan mental tekun dan berkemauan kuat. Tidak mudah putus asa dan mengikuti hawa nafsu kemalasan.

Mereka tidak boleh menjadi orang yang lemah kemauan, berputus asa, bermalas-malasan dan membuang waktu untuk hal yang tidak berguna.

#4 Kejujuran dan dapat dipercaya

Menanamkan untuk memegang amanah tanggung-jawab yang diberikan dan menepati janji.

Mereka tidak boleh berbohong, menipu, mencuri, korupsi, dan mengambil hak orang lain secara tidak adil.

#5 Bersyukur

Menanamkan kemampuan untuk selalu mensyukuri nikmat Allah. Melihat gelas sebagai setengah isi dan bukannya setengah kosong.

Mereka tidak boleh menjadi pribadi yang suka mengeluh, menyalahkan orang lain, dan menyia-nyiakan nikmat Allah.

#6 Istigfar

Menanamkan kesadaran bahwa diri mereka adalah manusia yang mungkin salah. Mampu melakukan introspeksi diri, menerima masukan dan kritik orang lain dengan bijak. Mampu melihat kelemahan dan kekurangan dirinya sehingga tidak sombong dan bisa bekerja sama dengan orang lain untuk hasil yang lebih baik.

Mereka tidak boleh merasa diri selalu paling benar dan menyalahkan orang lain sehingga tidak bisa menerima masukan orang lain.

#7 Sederhana

Menanamkan gaya hidup sederhana dan tidak berlebihan. Bahwa barang atau jasa itu dibeli sesuai fungsinya dan bukan karena gengsi.

Mereka tidak boleh boros, berlebih-lebihan, pamer, sombong, dan membeli sesuatu sekedar karena ingin dipuji orang lain.

Kapan pengamatan dilakukan?

Kami membagi pengamatan dalam 3 fase utama, yaitu:

0 – 7 tahun: masa-masa anak mengeluarkan ‘warna’ alami mereka. Diberi kebebasan untuk mengeluarkan seluruh minat tanpa berusaha diarahkan pada hal tertentu. Peran orangtua sebatas mencatat apa yang mereka lakukan.

7 – 14 tahun: masa-masa anak memilih ‘warna’ yang ingin mereka perkuat.

14 – 21 tahun: masa-masa anak menguatkan ‘warna’ pilihan mereka dengan lebih mendalam untuk bisa bermanfaat buat orang lain.

Apa keunikan dan minat anak?

Selama ini, minat dan kegiatan mereka selalu saya rekam dalam bentuk album kegiatan di Facebook pribadi saya. Hingga saat ini, Raka 9 tahun dan Raisya 6 tahun (bulan depan) tidak banyak saya arahkan untuk melakukan kegiatan tertentu. Semuanya murni inisiatif mereka sendiri dan dilakukan dengan mata terbinar-binar penuh semangat. Mereka tidak akan saya biarkan buang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak mereka sukai walaupun itu penting bagi mereka. Karena saya yakin, akan tiba waktunya mereka butuh kegiatan tersebut secara alami.

Sengaja saya tidak mengarahkan mereka untuk kegiatan tertentu dengan tujuan agar anak-anak memiliki kemampuan untuk berinisiatif sedini  mungkin dan mengeluarkan ‘warna’ alami mereka.

Yang saya lakukan adalah sebatas menyediakan bahan-bahan yang mereka butuhkan. Dengan demikian, rasa percaya diri mereka dapat terasah bahwa mereka mampu menemukan jalan mereka sendiri. Sebuah modal penting bagi kehidupan mereka suatu saat nanti. Karena sebagai orangtua, kami berharap mereka dapat segera mandiri, tidak bergantung pada orang lain, apalagi menyusahkan orang lain.

Keunikan dan Minat Raka 9 tahun kelas 3:

  • Sangat suka matematika dan hal berbau hitungan.
  • Tidak bisa diam dan selalu keadaan melakukan kegiatan. Kalau tidak ada kegiatan yang menarik, ia akan tidak tenang.
  • Daya ingat yang sangat bagus.
  • Suka melakukan segala macam percobaan keterampilan yang dinilainya menarik. Sejauh ini Raka telah menekuni: origami, lego, merajut, puzzle 2D dan 3D, seni cutting paper, percobaan-percobaan science, menghapal juz amma, memasak, main pianika, membuat komik, ilmu tentang alam semesta dan perbintangan, dunia balapan F1 dan Moto GP, minecraft,bangunan-bangunan tinggi dunia, dan banyak lagi. Semuanya didokumentasikan dalam album FB.
  • Sebelum menguasai dengan baik, Raka tidak akan berhenti dan akan melakukannya berulang-ulang.
  • Inisiatif untuk sholat fardhu, belajar, mempersiapkan makan sendiri sudah muncul sejak usia 7 tahun.

Keunikan dan Minat Raisya/Sasya 5 tahun – TK A:

  • Kegiatan yang Sasya suka diantaranya: mengkhayal, bercerita, menggambar, membuat kreasi rekaan sendiri, bermain dengan teman.
  • Sasya baru bisa membaca, dan ini sepertinya akan menjadikannya gerbang untuk mengekplorasi lebih banyak hal baru lagi.

Lebih lanjut tentang keduanya makhluk ‘ajaib’ ini, bisa dilihat di Arkananta’s Diary.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: