The best about my life, Nice HomeWork #2 Kelas Matrikulasi Ibu Profesional

Tulisan ini dibuat dalam rangka Nice HomeWork #2 Kelas Matrikulasi Ibu Profesional.

Setelah membaca berulangkali materi ‘berat’ kali ini tentang Membangun Peradaban dari Rumah, akhirnya saya menyimpulkan bahwa materi kali ini memiliki tujuan untuk melihat dengan kacamata yang lebih jernih mengenai keunikan suami, anak-anak, lingkungan bahkan diri kita sendiri yang selama ini mungkin luput dari perhatian. Berikut ‘surat cinta’ saya kepada suami, anak-anak, diri sendiri, dan lingkungan tempat saya tinggal:

a. The best of my hubby

Yogi Yogama, the best 9 things about him
Yogi Yogama, the best 9 things about him

#1 Pengertian dengan keadaan istri yang angin-anginan. Sebuah keberkahan luar biasa punya suami yang faham kalau istrinya itu kadang rajin, kadang malas. Kadang rumah bersih, kadang rumah berantakan. Kadang ada di dapur untuk cuci piring, kadang perlu berada di ‘dunia’ lain untuk menulis.

#2 Selalu ada disamping keluarga saat dibutuhkan. Abah ada disamping Mama saat melahirkan 2 anak  hebat, saat terkapar sakit, saat perlu duit, sampai saat anak-anak perlu teman bermain.

#3 Sabar dan tidak suka maksa kalau perlu sesuatu. Ikhlas menunggu dibuatkan sarapan sampai Mama menyelesaikan sebuah tulisan. Tetap bisa menikmati makanan apapun yang disuguhkan. Entah itu tahu goreng, tempe goreng atau sekedar telor ceplok, Alhamdulillah semua disyukuri dengan penuh nikmat. Mama masih harus banyak belajar soal ini.

#4 Teman yang enak buat diskusi dan pendengar yang baik. Ini yang membuat Abah punya banyak teman dan disukai banyak orang.

#5 Pintar mengelola keuangan. Ini sangat penting buat mendampingi Mama yang tidak bisa menabung. Sesuatu banget ketika kita butuh uang, dan uangnya ada!

#6 Selalu punya keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga. Baru niatnya saja, wanginya kenikmatannya sudah terasa.

#7 Tidak egois dan mementingkan diri sendiri. Sebelum ‘berfoya-foya’, pasti menanyakan dulu mengenai kebutuhan keluarga.

#8 Mampu berhenti merokok. Walau sebelumnya perokok aktif, Abah berhasil berhenti merokok tidak lama setelah Raka lahir. Insya Allah, anak-anak jadi tidak punya contoh perokok dalam keluarga.

#9 Bisa menjadi contoh teladan buat istri dan anak dalam hal ketaatan beribadah.

Bagaimana tanggapan beliau? Saya pajang tulisan ini di tempat yang bisa dilihat setiap hari oleh beliau. Supaya tidak lupa, betapa berartinya ia bagi keluarga.

b. The best of my kiddos

Ada 3 hal yang menjadi perhatian saya dalam mengamati tumbuh kembang anak, yaitu body (fisik), brain (kecerdasan otak), dan behaviour (akhlak) mereka.

9 hal yang Mama suka dari Raka (9 tahun)

Raka, the best 9 things about him
Raka, the best 9 things about him

Body:
#1 Suka sayur (sawi, bayam, wortel) dan buah (mangga dan strawberry) sehingga jarang sakit.
#2 Energik, tidak bisa diam, dan selalu ada saja kegiatan yang dilakukan.
#3 Selalu bersepeda ke sekolah setiap hari sejak TK B.

Brain:
#4 Daya ingat kuat dan cerdas. Cukup sekali melihat, Raka bisa langsung faham dan hapal. Sangat Mama perlukan untuk mencari barang-barang Mama yang gampang hilang.
#5 Kreatif menemukan solusi masalah. Senang mencoba dan berkreasi dengan segala macam keterampilan tangan ala Art attact. Tidak apa-apalah rumah kita jadi berantakan.
#6 Senang bermain di rumah bersama teman-teman. Raka anak rumahan yang senang menjamu teman-teman di teras rumah. Raka pintar melayani teman-teman membuat makanan dan minuman. Walau sering dimarahi Mama karena kita seringkali tidak punya cukup banyak untuk melayani anak-anak sekompleks.

Behavior:
#7 Rajin sholat fardhu tanpa perlu diingatkan sejak umur 7 tahun.
#8 Mandiri dalam menyiapkan makan sendiri. Kalau lapar bisa membuat roti, ayam tepung, popcorn, jus. telur, teh dan banyak lagi. Bahkan sesekali mau membuatkan Mama juga.
#9 Disiplin untuk selalu bangun pagi dan siap ke sekolah setiap pk 6.30, padahal sekolahnya masih 1 jam kemudian.

9 hal yang Mama suka dari Sasya (hampir 6 tahun)

Sasya, the best 9 things about her
Sasya, the best 9 things about her

Body:
#1 Cantik dengan rambut yang panjang dan halus.
#2 Pintar merawat kebersihan diri sendiri. Berbeda dengan Mama, Sasya sangat suka mandi. Mandi pagi dan sore sendiri, rajin keramas, berendam, membersihkan tubuh dan memakai wangi-wangian. Ini membuat Sasya sangat enak dipeluk dan dicium-cium.
#3 Suka sayur (asem, buncis, sawi) dan buah (melon, pisang, tomat) sehingga jarang sakit.

Brain:
#4 Suka mengkhayal dan bercerita.
#5 Suka menggambar, membuat komik, dan membuat mainan kreasi sendiri.
#6 Rajin mengerjakan tugas-tugas sekolah dan membantu Mama merapikan rumah.

Behavior:
#7 Suka memeluk dan tidak merepotkan Mama.
#8 Baik dan pinter main bersama teman-teman.
#9 Mandiri mengurus keperluan sendiri.

Ketika saya sampaikan hal-hal ini pada anak-anak, luar biasa tanggapan mereka. Mereka menyimak dengan mata berbinar-binar dan penuh rasa ingin tahu. Senyumnya itu loh…. menyungging tulus dari bibir kecil mereka. Mereka senang. Itu pasti. Ehm, mungkin kita memang sering lupa menyampaikan betapa mereka punya arti buat kita.

Dan saya pun bertanya balik, apa yang kalian suka dari Mama?  Jawabannya: “Wah itu banyak Ma, repot ah ngomongnya….” ????? Ya sudahlah, Mama susun sendiri saja.

c. The best about Shanty

Kalau saya mencoba sebentar keluar dari diri saya dan berkenalan dengan yang namanya Shanty Dewi Arifin, rasanya saya memang akan suka dengan si Shanty ini. Kenapa? Here are 5 things I love about her:

#1 Easy going, easy to please, dan nyantai. Temenan sama Shanty mah nggak pake ribet selama kamu orangnya nggak ribet dan nggak baperan.

#2 Suka belajar dengan cara membaca, menulis, dan berbagi.

#3 Suka berpikir detail, berencana, dan suka keteraturan.

#4 Berpikiran terbuka pada beragam perbedaan. Shanty bukan orang yang fanatik atau parno-an sama sesuatu.

#5 Shanty pendendam dan susah memaafkan orang. Tapi Alhamdulillah, karena Shanty orangnya easy going (lihat #1), daftar ini belum panjang isinya sampai sekarang.

d. 9 things I love about my environment

Setelah selama 23 tahun menetap di kota yang menurut Psikolog dan Budayawan Belanda MAW Brouwer sebagai kota yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum ini, sangat mudah bagi saya menjawab pertanyaan mengapa saya ditempatkan Bandung.

Karena Tuhan tahu, saya pasti bisa mengeluarkan yang terbaik yang saya bisa di lingkungan tempat saya tinggal sekarang.

Lingkup kompleks:

#1 Memiliki tetangga dengan beragam latar belakang untuk saling melengkapi.

#2 Lingkungan yang memungkinkan anak-anak memiliki teman dan tempat bermain yang aman.

#3 Dekat dengan akses pendukung pendidikan seperti sekolah, perpustakaan, sarana olahraga, dan hiburan.

#4 Adanya komunitas yang memungkinkan terjadinya silahturahmi seperti pengajian, pertemuan kompleks hingga grup WA. Jadi walau banyak yang memiliki kesibukan lain dan terkadang tidak punya waktu untuk sering bertemu, kemajuan teknologi sudah memungkinkan silahturahmi tetap terjalin diantara warga.

Lingkup kota:

#5 Sebagai kota besar yang memiliki banyak kegiatan dan akses ke tempat-tempat menarik.

#6 Seluruh keluarga berkumpul disini. Baik orangtua maupun mertua dan jaraknya pun cukup dekat.

#7 Hanya berjarak sekitar 3 jam dengan ibukota Jakarta sebagai pusat informasi.

e. Peran spesifik keluarga

Dengan sejumlah keunikan dan keberuntungan diatas, jadi apa peran spesifik keluarga kami?  Tugas apa yang kami emban sebagai bentuk rasa syukur kami atas nikmat yang begitu luar biasa ini?

Keinginan untuk berbagi pengalaman baik memberi maupun menerima, saya kira bukanlah peran spesifik sebuah keluarga. Setiap manusia adalah inspirator, motivator, dan berusaha bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya. Disadari atau pun tidak, orang-orang disekitar kita telah menjalankan peran mereka sebagai umat manusia yang berusaha memberi manfaat bagi sesama. Saya belajar banyak dari suami, anak-anak, keluarga, dan teman-teman di sekitar saya bagaimana mereka berarti bagi orang lain.

Saat ini, saya berusaha MEMBERI ARTI sekaligus MENERIMA ARTI bagi orang-orang di sekitar saya. Baik itu Shanty sebagai seorang Mama dan Istri dalam keluarga, Tetangga di Cluster Bali , Orangtua siswa di Has Darul Ilmi, Fasilitator di komunitas Institut Ibu Profesional Bandung, ‘Cheerleader’ di #ODOPfor99days dan dimana pun Tuhan memberikan kesempatan-Nya.

Akhir kata, saya hanya bisa mensyukuri dengan berusaha memberikan yang terbaik yang saya bisa.
I try my best

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: