Oleh-oleh Gadget dalam Perspektif Agama (Islam) oleh Agus Sofyandi Kahfi

Agus Sofyandi Kahfi sebagai pembicara kedua dalam Seminar Great Gadget Great Generation adalah seorang dosen senior Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung. Dalam sesi ini beliau mencoba melihat gadget dalam sudut pandang agama Islam.

Pandangan Islam terhadap penggunaan gadget

Mengenai kemajuan teknologi, Allah telah berfirman:

“Hai kelompok jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, tetapi kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu dan teknologi).” (QS Ar Rahman 55:33)

Dengan kata lain, tidak ada yang salah dengan kemajuan teknologi. Permasalahan terjadi hanya ketika manusia tidak memanfaatkan teknologi sesuai aturan dalam agama.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar Ruum 30:41)

Dampak gadget bagi anak dan remaja

Agus Sofyandi Kahfi dalam Great Gadget Great Generation
Agus Sofyandi Kahfi dalam Great Gadget Great Generation

Dalam Islam, perkembangan gadget termasuk dalam masalah muamalah yang hukumnya mubah atau tidak diharamkan. Kemajuan teknologi sangat diperhatikan dalam Islam karena dinilai dapat digunakan untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Seperti suatu hadis yang bercerita tentang seorang yang bertanya mengenai cara bertanam kurma kepada Rasulullah. Jawaban Rasulullah ternyata disalahkan oleh seorang petani kurma yang lebih mengetahui tentang persoalan tersebut. Dan Rasul pun berkata, “Kalian lebih tahu urusan dunia kalian.” (Al hadist)

Yang harus diperhatikan adalah bagaimana menyikapi dampak positif dan negatif gadget bagi umat manusia.

Dampak Positif:

  • Gadget membantu mengembangkan ilmu pengetahuan

Dalam Al Quran disebutkan berkali-kali bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.

“Hai orang-orang beriman! Apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha terliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al Mujadalah 58:11)

Dengan adanya gadget, anak-anak lebih mudah memahami sejumlah materi yang bermanfaat. Kini terdapat sejumlah materi pendidikan yang mudah diakses dengan biaya yang murah jika dibandingkan dengan buku.

“Rasullullah selalu mengajak untuk melihat jauh ke depan. Didik anakmu sesuai dengan jamannya. Karena anak-anak akan hidup di jaman yang berbeda. Saya yang lahir di tahun 1954 akan berbeda dengan Kang Mumu yang lahir di tahun 1991.”

Islam tidak akan pernah mengharamkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

  • Gadget membantu perubahan tata nilai dan sikap yang sangat tradisional menjadi lebih rasional
  • Gadget membuka kesempatan menjalin silahturahmi yang lebih luas tanpa dibatasi jarak dan waktu. Dengan sosial media seperti sms, WA, Facebook, dapat membantu masyarakat untuk bisa saling berhubungan dengan mudah.

Dampak Negatif:

  • Gadget menimbulkan pola hidup konsumtif dan berlebihan

Merasa perlu untuk memiliki gadget lebih dari satu atau lebih canggih dari yang dibutuhkan. “Orang gampang merasa Hpnya sudah jadul, padahal sebenarnya tidak jadul-jadul amat.”

Muncul ingin merasa lebih dipandang oleh orang lain.

  • Gadget membuat orang menjadi lebih individualistik

Terkadang gadget membuat orang menjadi lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial yang memberi kontribusi positif (rahmatan lil alamin) di dunia nyata. Anak menjadi lebih suka mengerjakan sesuatu secara sendirian dibanding bersama-sama dengan orang lain. Kemampuan interpersonalnya menjadi kurang terasah. Padahal sangat dikecam oleh Rasul seorang muslim ketika ia menyenangkan dirinya sendiri dan melupakan tetangganya.

  • Gadget menyebabkan cara berpikir instan

Anak cenderung cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya dan menjadi generasi yang berpikir serba instan dan dangkal. Dulu itu anak jika ingin main mobil-mobilan harus membuat sendiri dari bahan yang dicari sendiri. Sekarang anak-anak maunya langsung beli jadi.

Belum lama ini ditemukan cara-cara curang membuat skripsi, tesis bahkan disertasi. Daripada susah-susah mikir, mending tolong dibuatkan saja. Tidak ada pemikiran yang runtut bahwa skripsi adalah hasil dari proses belajar. Bukan hal instan.

Al Quran saja mengajarkan bahwa alam ini diciptakan bertahap, tidak ada yang instan dan tanpa tahapan. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah didapatkan.

  • Gadget menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial
  • Gadget memungkinkan anak terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik dengan mengakses situs pornografi dan kekerasan

Karakteristik anak dan remaja yang kecanduan gadget:

  • Kehilangan keinginan untuk melakukan aktifitas lain selain bermain gadget.
  • Menunjukkan kondisi emosi dan perasaan yang labil dan sering membantah. Mereka mudah marah jika diingatkan untuk mengurangi aktifitas bermain gadgetnya.
  • Panik jika tidak mendapatkan akses bermain gadget (nomophobia)
  • Sering berbohong.

Mengatasi kecanduan gadget bagi anak dan remaja

  • Meningkatkan kualitas keimanan dan moralitas anak dengan memberi contoh penggunaan gadget yang benar.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar) dan pelajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An Nahl 16:125)

Kita sering menyuruh anak sholat, tapi kita sendiri menunda-nunda sholat. Kita larang anak main game, tapi kita main game di depan anak. Jangan hanya menunjukkan otoritas sebagai orangtua. Tapi tunjukkanlah manfaat dan ketidakmanfaatan sesuatu pada anak agar mereka bisa benar-benar faham. Ingatkan anak dengan cara yang bijaksana.

  • Mengajak anak menjadikan gadget sebagai sarana meraih sesuatu yang terbaik bagi kehidupan

“…agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS Hud 11:7)

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahf 18:7)

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk 67:2)

Bagaimana HP dan komputer kita ini bisa bermanfaat dan mendekatkan diri kita kepada Allah.

  • Mendidik anak untuk mampu memanfaatkan gadget sebagai sarana memelihara keseimbangan hidup untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS Al Qasas 28:77).

Materi selanjutnya dari Kak Seto dapat di baca  dalam post Oleh-oleh Mendidik Anak di Era Digital dan Materi sebelumnya dari Kang Mumu dapat di baca dalam post Oleh-oleh Seminar Nasional Great Gadget Great Generation.

Peserta Seminar Great Gadget Great Generation Unisba
Peserta Seminar Great Gadget Great Generation Unisba

(950 words)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: