Ketika Anak Buka YouTube yang Tidak Pantas

Beberapa hari yang lalu, saya cukup kaget ketika melihat sebuah adegan dari sebuah film pendek di YouTube yang tengah dilihat Sasya, putri saya yang berumur 5 tahun. Sebuah film kartun dengan adegan Anna dan Elsa pemeran Frozen berciuman. Entah sudah berapa anak-anak yang terkecoh dengan keyword Frozen, dan melihat video ini. Bagaimana mungkin ada orang yang tega-teganya buat video seperti itu. Dan ternyata si pembuatnya bukan hanya membuat 1 video itu saja, tapi disebelah-sebelahnya ada video-video sejenis yang sangat tidak pantas dilihat anak-anak. Bahkan salah satu video telah dilihat oleh 5 juta orang. Oh My God!!!

Tapi mikir juga, ini tegaan para pembuat video itu atau saya yang mengijinkan anak bebas buka-buka YouTube? Saya nggak bisa kontrol para pembuat video yang jika hari ini satu ditutup, besok muncul 10 situs baru. Hari ini saya larang anak saya lihat, besok-besok dia bisa nebeng punya temannya. Yang paling mungkin saya lakukan adalah memberikan pemahaman jika kejadian yang sama terulang.

Dengan jantung berdegup, saya berusaha tenang. “Sasya tahu apa yang boleh dan nggak boleh dilihat di YouTube?” tanya saya. “Nggak tahu, makanya aku jadi bingung,” jawabnya sambil malu-malu panik gitu. Rasanya si pembuat video itu pengen saya iris-iris, karena sudah tega-teganya bikin gadis saya bingung.

“Kita nggak boleh lihat aurat orang lain Sya. Malu,” kata saya. ”Makanya aku jadi bingung,” katanya sekali lagi. “Kalau Sasya bingung, nanti tanya Mama ya,” kata saya sambil menjelaskan bahwa ia juga tidak boleh melihat adegan yang hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Saya berusaha menjelaskan bahwa itu tidak baik dan dapat merusak otaknya. Otak kecilnya yang penuh ide kreatif nan keren itu!

Terus urusan YouTube ini bagaimana? Apa harus langsung dihilangkan saja? Rasanya tidak juga. Karena kalau saya lihat history YouTube di tablet yang biasa dipakai anak-anak, isinya banyak yang bagus.

Dengan YouTube, Raka belajar merajut, mendapatkan tutorial minecraft, sampai belajar tentang alam semesta yang sangat membuat dia ketagihan. Sasya pun banyak mendapat ide kreatif dari YouTube. Saya dan Abahnya juga banyak belajar dari channel-channel bagus di YouTube. Intinya, YouTube tetap banyak manfaatnya. Hanya saja ada orang sakit jiwa yang memang niat banget merusak anak-anak kita.

 

Restricted Mode

Alhamdulillah saya punya teman keren tempat bertanya soal beginian. Kang Mumu Kakatu, yang sangat perhatian soal keamanan berinternet untuk anak-anak. Kang Mumu memberi tips praktis untuk membatasi konten YouTube, yaitu dengan mengaktifkan settingan Restricted Mode.

Berikut langkah-langkahnya:

#1 Buka setting di YouTube. Biasanya ada di titik tiga vertikal di kanan atas.

Setting YouTube
Setting YouTube

#2 Klik General.

General YouTube
General YouTube

#3 Aktifkan Restricted Mode pada posisi on. Untuk laptop, Restricted Mode ada di bagian paling bawah.

Rectricted Mode YouTube
Rectricted Mode YouTube
Rectricted Mode di Laptop

Walau ada peringatan bahwa no filter is 100% accurate, tapi setidaknya video Frozen terkutuk itu bisa tersaring untuk tidak dilihat anak-anak. Jadi sebenarnya si pembuat video sudah memberikan flag atau signal bahwa video ini memang bukan hal yang pantas dilihat untuk segala usia. Tinggal kita sebagai orangtua, harus lebih cerdas sedikit dibanding gadget yang kita miliki. Demi anak-anak kita.

Semoga bermanfaat.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: