Belajar dari Muna Sungkar si Momtraveler

“Shan, jalan-jalan ke Sumbawa dong.”

“Kalau liburan, jalan-jalan ke Jakarta dong.”

“Kapan mau main ke Solo?”

“Ada tiket promo ke Singapore tu Kak, nggak minat ngajak anak-anak ke sana?”

Bagi saya, ajakan seperti di atas dari para saudara atau kenalan adalah utopis. Walau terbiasa melarat, tapi untuk urusan traveling masalah utama bukan di uangnya. Kok yang kebayang betapa repotnya bawa 2 anak usia di bawah 7 tahun jalan-jalan. Di mana enaknya? Kebayang aja betapa rewelnya melayani makan mereka, rasa nyaman mereka di tempat baru, atau lelah mereka. So, bawa anak jalan-jalan dengan durasi perjalanan lebih dari sehari, bukanlah pilihan.

Sampai saya ketemu yang namanya Muna Sungkar dengan blognya Momtraveler’s Tale. Bawa anak jalan-jalan itu bukan tidak mungkin. Dan banyak orang yang melakukannya loh.

Serius?

Iya beneran. Jadi si Ibu dosen di Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Islam Sultan Agung  Semarang ini beneran bisa menikmati acara jalan-jalannya bersama Nadia, putri semata wayangnya yang kini berusia 8 tahun. Nggak pake ribet, nggak pake mahal, dan tentunya nggak pake ngeluh. Bahkan Ibu cantik yang masih berusia awal 30-an ini telah membuat buku perjalanan keren yang diterbitkan oleh grup Gramedia.

 

Buku si Momtraveler

Buku pertama Muna Sungkar adalah hasil keroyokan berupa kumpulan cerpen berjudul 11 Warna Pelangi Cinta (Sixmidad, 2014). Baru buku kedua, mulai deh wangi travelernya keluar dengan menelorkan buku  3 Emak Gaul Keliling Kota, Catatan 3 Emak Menjelajahi Museum di Yogyakarta, Solo, dan Semarang (BIP, 2015).

Pada akhir tahun 2015, barulah Muna Sungkar menerbitkan buku solonya. Jelajah Ujung Barat Indonesia Banda Aceh Sabang (Elex Media, 2015)  yang merupakan cerita perjalanan ke tanah leluhurnya.

jelajah-ujung-barat-indonesia-banda-aceh---sabang
jelajah-ujung-barat-indonesia-banda-aceh—sabang
3 emak gaul keliling kota
3 emak gaul keliling kota

Kok bisa ya keren begitu?

Ya, itu lah kalau kita mengerjakan sesuatu dengan hati dan rasa senang. Pasti hasilnya akan luar biasa. Bukan kaya kita, eh saya, yang belum-belum sudah lihat ribetnya dulu.

 

Kenapa harus baca Momtraveler?

Siapa bilang harus? Nggak harus lah kalau kamu memang berniat jadi katak dalam tempurung yang nggak kemana-mana. Tapi kalau kepingin jalan-jalan untuk menambah wawasan, ada baiknya nyimak tips-tips keren dari orang yang sudah duluan menjalaninya. Supaya kita nggak perlu jatuh pada lubang yang sama. Biarkan Muna saja duluan yang jatuh. Dan mari kita belajar dari pengalamannya. Loh?

Kita bisa nyimak pengalaman jalan-jalan si Momtraveler dalam laman-laman yang rapi. Ada Traveling Books, Traveling Notes, Traveling Tips, sampai Yummy food. Jadi tahu deh, apa saja yang perlu kita simak kalau lagi jalan-jalan sehingga acara traveling kita jadi lebih bermakna.

Kok bisa ya nulis asyik dan keren begitu?

Muna sudah mulai menulis rutin setiap minggu di blog sejak awal 2014. Menyisihkan sekitar 50% penghasilannya untuk jalan-jalan demi bisa mendapatkan nutrisi berharga untuk blognya.

“Untuk yang agak jauh, diusahakan bisa setahun dua kali. Nggak ada jadwal tetapnya sih, sedapat tiket murah aja,” aku si Momtraveler yang selalu rajin menyambangi berbagai situs maskapai penerbangan.

“Kalau untuk yang dekat-dekat, diusahakan sesering mungkin. Kalau traveling, jadwal wajibnya review kuliner,” lanjutnya dalam sebuah obrolan di grup WhatsApp.

 

Emang Momtraveler pernah kemana saja?

Ada yang dekat-dekat tempat tinggal di Semarang, seperti ke Museum Ullen Sentalu Jogja,  atau menikmati keindahan Curug Sewu di Kendal.  Sampai ke yang agak jauh seperti Aceh dan Lombok.  Dari ke kota besar seperti Singapura sampai ke puncak gunung di Lumajang. Kita bisa simak bagaimana usaha ibu dan anak (saat itu masih berumur 4 tahun) ini bisa sampai ke puncak, padahal dua-duanya punya asma. Tu kan, kalau niat mah, segala bisa dilakukan.

Saat mendaki Bukit Sikunir
Saat mendaki Bukit Sikunir (Klik foto untuk tahu cerita dibaliknya)

Saat ini Muna tengah mempersiapkan perjalanan ke Jepang. Semoga bisa terwujud ya. Karena sepertinya banyak yang akan menunggu kisah Momtraveler saba Tokyo.

Kalau sudah puas melahap suguhan di Momtraveler, coba deh mampir ke blog-blog mom traveler lain rekomendasi Muna yang bisa dilihat di blognya. Asli bikin kita jadi pengen jalan-jalan bersama anak. Ternyata memang bukan tidak mungkin jalan-jalan bareng anak. Nice sharing Mom.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

11 thoughts on “Belajar dari Muna Sungkar si Momtraveler

  • March 8, 2016 at 10:12 am
    Permalink

    OMG…love this article! Makasih untuk review nya yg cantik mak. Yuk ah sekarang ga boleh males lg traveling with kids ya

    Reply
  • March 8, 2016 at 11:43 am
    Permalink

    Keren-keren banget reviewnya….tulisannya ini provokatif mba. Bikin kepengen jalan mulu kaya mba Muna.

    Reply
  • March 8, 2016 at 11:34 pm
    Permalink

    Tsahhhh mupeng pengen lan jalan nihhh..hheee

    Reply
  • March 9, 2016 at 10:14 pm
    Permalink

    Baca tulisan ini jadi kepengen punya suami dan anak yang kompak travelling *semoga terwujud

    Reply
  • March 10, 2016 at 10:39 am
    Permalink

    Iyap. Emang bukan nggak mungkin untuk bisa traveling sama anak, seperti Mba Muna. Semoga kalau sudah jadi ibu nanti, aku bisa jadi momtraveler juga ya. Aamiin.

    Reply
  • March 15, 2016 at 5:27 am
    Permalink

    sepertinya Mbak Muna memang diciptakan untuk memprovokasi ibu-ibu yang selama ini takut “repot” dalam traveling sambil membawa anak agar lebih berani mengambil langkah 🙂

    nice article Mbak Shanty 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: