Belajar Food Photography bersama Putra Agung dan Ika Rahmah di Ur Flavor Market TSM

Sekarang ini, kebanyakan orang kalau disodorin makanan – apalagi jika penyajiannya menarik – yang refleks dilakukan adalah di foto. Setelah itu langsung di upload di sosial media. Bahkan saya pernah dengar cerita tentang seorang chef yang marah karena makanannya langsung dimakan tanpa difoto dulu oleh konsumennya. Duh segitunya. Padahal ada yang bilang, memfoto makanan itu mengurangi beberapa persen kenikmatan makanan. Entah efek makanan jadi agak dingin karena harus berpose dulu atau efek dosa karena ngabibitaeun orang.

@dapurhangus
@dapurhangus
thefoodexplorer.com drink
Thefoodexplorer.com

Kalau lihat foto-foto ini kok ya rasanya liur netes ya? Antara pengen icip-icip dan pengen bisa foto seperti itu juga.

Dan mulailah saya kebawa arus foto makanan.

Foto bekal makanan
Bekal lunch anak-anak

Aduh, sakit mata lihatnya dibanding foto-foto para maestro diatas.

Kamera mereka canggih, kamera saya nggak? Eits jangan salah, walau foto buduk begini, saya pake DSLR Canon EOS 600D. Dan saya baru tahu, ternyata foto makanan yang menarik itu banyak juga yang hanya menggunakan kamera HP. Nggak percaya? Baca deh di artikel Tips memontret makanan menggunakan kamera ponsel ini.

Jadi kenapa #kokdiabisa_koksayanggak?

Alhamdulillah, para master dunia persilatan food photography ada yang mau berbagi ilmu mereka dalam acara #UrFlavorMarket di TSM Bandung, 13 Februari 2016. Di suatu sore yang indah, Komunitas #BloggerBDG berhasil menyeret Putra Agung  dari The Food Explorer   dan Ika Rahmah dari @Dapurhangus untuk berbagi ilmu foto-foto keren mereka.

Ilmu dari Putra Agung

Kalau mau dapat ilmu dari Putra Agung, ternyata kita perlu ngintip hasil kerja beliau di www.thefoodexplorer.com. Dijamin terpesona!

TFX bebek
thefoodexplorer.com
TFX mie
Thefoodexplorer.com

Untuk satu makanan, Putra Agung mengaku bisa menghabiskan 5-30 menit untuk mengabadikannya.

Selain di foto, makanan itu direview rasa, penampilan dan harganya. Jadi kerjasama antara food blogger dan perusahaan kuliner sangat penting.

Salah satu rahasia yang nyaris bukan rahasia lagi, untuk menghasilkan foto bagus adalah pencahayaan. Sehingga para food blogger mengenal istilah “Shoot your lunch, eat your dinner.” Yang terjemahan bebasnya, moto itu kalo lagi siang yang terang benderang, pas malam yang rada remang-remang mah makan aja. Tinggal banyak berlatih, dan sim salabim, foto Anda tidak akan bikin sakit mata lagi.

Ilmu dari Ika Rahmah

@dapurhangus Ika Rahmah
@dapurhangus Ika Rahmah

@dapurhangus2Ika Rahmah yang dikenal juga dengan #janganpanggilsis ternyata sama jagonya soal foto makanan.

Menurut pemilik akun @dapurhangus ini, foto makanan yang bagus itu adalah yang bisa buat orang ngiler. Jadi selama kamu lihat foto dan belum bisa ngiler, itu artinya fotonya masih belum bagus-bagus amat.

Dari foto-foto yang dipamerkan di akun Instagram, FB atau Websitenya, kita bisa lihat bagaimana Ika berani mengambil sudut pandang yang menarik. Ada yang sejajar mata (eye level), dari atas (bird eye level), dan 30-40 derajat untuk makanan yang posisinya tidak terlalu tinggi. Hasilnya memang menakjubkan.

Baik Putra Agung maupun Ika Rahmah memulai karir dari mereview makanan di blog. Kini mereka lebih banyak melayani permintaan jasa fotografi makanan. What a dream job, makan enak dan di bayar.

Ilmu dari dr. David

Tapi apakah food fotografer akan selalu makan makanan yang mereka foto? Waduh bahaya juga dong buat yang gampang melar. Untuk itu masih ada satu ilmu lagi dari dr.David dari DF Klinik, sebuah klinik kecantikan di daerah Setrasari Bandung. Dr. David mengajak para blogger untuk tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa diri setiap kali lihat makanan enak.

Pada dasarnya makan itu harus seimbang. Jangan malas untuk hitung-hitungan apa yang sudah dimakan. Kalau hari ini agak lebih banyak lemak, besok harus lebih banyak sayuran. Selain bentuk tubuh, kecantikan dan kehalusan kulit juga sangat dipengaruhi makanan. Seperti jika ingin menghilangkan komedo yang membandel, coba deh untuk mengurangi makanan berminyak. Konsumsi cukup lemak sehat seperti omega 3 dan alpukat.

Dalam kesempatan ini, dr. David kembali mengingatkan pentingnya untuk mengetahui perbedaan antara lemak jenuh dan lemak tak jenuh, agar masyarakat tidak salah kaprah.

Lemak Jenuh Lemak Tidak Jenuh
Dikenal sebagai Lemak tidak sehat Lemak sehat
Sifat Non essensial Essensial
Sumber Dari sumber hewani seperti daging merah, minyak sawit goreng. Dari sumber nabati seperti minyak kelapa, minyak zaitun.
Kondisi pada suhu kamar Padat (terasa lengket di tenggorokan) Cair
Baik untuk Dipanaskan (deep frying) Tidak dipanaskan, dipakai untuk dressing salad tanpa dimasak.

Syarat raw food atau mengkonsumsi makanan mentah adalah harus organik yang tanpa pestisida. Makanan harus dibersihkan dengan garam dan cuka hingga bersih. Raw food cocok untuk orang yang memiliki masalah kesehatan serius seperti kanker.

Putra Agung @thefoodexplorer
Putra Agung @thefoodexplorer
Ika Rahmah @dapurhangus
Ika Rahmah @dapurhangus
dr. David @DF Clinic
dr. David @DF Clinic

 

About the Event

Beef Picnic Roll Kudeka @Kudeka.id

Sore itu di TSM dalam acara #UrFlavorMarket, ada sejumlah makanan enak dan unik yang dipamerkan. Terasa benar bahwa Bandung itu memang kota kuliner. Luar biasa hasilnya ketika orang-orang kreatif mencurahkan seluruh hatinya pada makanan, maka hasilnya dijamin membuat lidah bergoyang.

Seperti makanan yang saya coba di salah satu stand. Namanya Kudeka, yang menyajikan berbagai jenis roti. Roti doang? Iya, roti doang. Tapi jangan tanya rasanya. Ketika masuk dilidah, lumer di lidah. Langsung deh dicatat alamat IGnya. Ini nih, tipe roti yang bakal bikin ngidam kumat.

Sebuah acara yang keren, ilmu dapat, perut kenyang dan bertemu teman baru para Blogger Bandung. Terima kasih #BloggerBDG dan #Smartfrencommunity.

#pesertapuas

#urflavormarket with my girl
#urflavormarket with my girl
Seriusnya para Blogger Bandung yang lagi live twit
Seriusnya para Blogger Bandung yang lagi live twit

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: