Aku Berubah Maka Aku Sukses karangan Nicola Cook

Buku Aku Berubah maka Aku Sukses sebenarnya pernah saya review sedikit di blog lama. Buku yang judul aslinya A New You, The Small Change That Make the Biggest Difference to Your Life karangan Nicola Cook ini saya temukan tanpa sengaja di Perpustakaan Remaja Bapusibda Kawaluyaan Bandung. Rak buku 158 tepatnya, jika ingin mencari ke sana. Ada banyak kok.

Buku yang ditulis oleh penulis best seller dan pembicara internasional ini memang benar-benar menarik karena isinya cukup mudah kita praktekkan dalam kehidupan sehari. Buku yang wajib dibaca untuk orang-orang yang masih selalu bingung kenapa hidup kita kok jalan ditempat. Orang sudah kemana, kita kok masih disini-sini saja. Atau untuk orang-orang yang selalu penuh semangat 45 diawal, tapi melempem dalam waktu tidak lama bagai kerupuk ditoples yang tidak ditutup rapat.

Semuanya dibahas lengkap oleh Tante Nicola dalam 2 bagian. Bagian pertama membahas mengenai mengembangkan pola pikir yang tepat, dan bagian kedua mengenai mengembangkan keahlian yang tepat.

Berikut beberapa poin penting yang saya pelajari dari buku ini:

  • Untuk meraih kesuksesan lakukanlah perubahan-perubahan kecil secara bertahap dan berkesinambungan serta menjaga konsistensi dalam waktu yang lama. Perubahan drastis dalam waktu singkat tidak akan pernah berhasil.

Pola umum yang terjadi adalah seperti roket yang lepas landas menuju ruang angkasa dengan bahan bakar, dorongan, dan energi penuh. Ketiganya memang mampu mengantarkan roket hingga mencapai atmosfer bumi, tetapi tingkat kekuatan dorongannya seiring waktu melemah dan akhirnya sekedar berputar mengelilingi bumi tanpa arah dan kembali ke bumi dengan tangki kosong.

Semangat di awal, dan berakhir dengan rasa kecil hati dan menyerah. Menjadi siklus yang bersifat destruktif.

  • Untuk bisa berubah kita perlu mengembangkan pola pikir yang tepat(80%) dan keahlian yang tepat (20%).
  • Dimulai dengan mengenali apa yang kamu inginkan dan apa yang membuatmu stres.
  • Setiap orang diberkahi dengan keunikan masing-masing. Temukan pekerjaan yang membuatmu merasa mengalir dan habiskan 75% waktumu untuk menguatkannya.

Tanda berada pada keadaan mengalir: merasa sangat senang, penuh energi serta hasrat dalam melakukan tugas itu. Waktu berlalu dengan cepat dan merasa bergairah.

  • Be egois lah disini. Layani dirimu sendiri dulu baru melayani orang lain. Pastikan sinarmu cukup terang.

Dahulukan kebutuhan diri kita sendiri. Melayani diri sendiri terlebih dahulu sangatlah berbeda dengan sikap egois. Bayangkan diri kita sebagai bola lampu. Dengan energi penuh, kita mampu menyinari ruangan. Jika kita tidak merawat cahaya yang kita miliki, cahaya kita akan meredup dan kemudian padam. Kita tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada orang lain.

Bahkan kita akan terpaksa mencuri energi orang lain untuk dapat menerangi jalan.

  • Be positif dan jangan bermental korban. Kamu punya kemampuan untuk memilih reaksi yang paling memberdayakanmu. Ambil hikmah dari setiap kejadian untuk membuatmu lebih baik dimasa depan.

Kita sering terlalu fokus pada apa yang dilakukan orang lain maupun ketidakadilan yang kita terima, sehingga kita terlalu cepat menilai bahwa diri kita adalah korban. Orang yang merasa dirinya sebagai korban merupakan orang yang tidak mau bertanggung jawab terhadap emosi yang sepatutnya mereka tanggung.

Untuk memberdayakan diri, kita harus mengambil 100% tanggung jawab atas diri sendiri dan tidak menyalahkan orang lain.

  • Rahasia hidup produktif:

Bagi aktivitas harian menjadi 3 bagian: keunikan kita yang sangat kita sukai mengerjakannya sebanyak 70%, kewajiban (stuff) yang dilakukan untuk bertahan hidup seperti pekerjaan rumah tangga sebanyak 25%, dan energy zapper pekerjaan yang hanya menguras energi dan tidak kita sukai sebanyak 5%. 

Hilangkan kegiatan yang bersifat energy zapper, limpahkan kepada orang lain pekerjaan yang sifatnya stuff, dan buatlah jadwal tetap untuk aktivitas yang disukai.

  • Lakukan pengulangan. Perlu 32 hari secara terus menerus untuk membiasakan paradigma baru.
  • Pahami bahwa tujuan komunikasi adalah menyamakan persepsi, bukan sekedar membuat orang lain mengetahui apa yang kita ucapkan. Kuncinya adalah dengan memperhatikan apa yang dikatakan, intonasi dan cara mengatakan, bahasa tubuh serta maksud perkataan. Pastikan memakai bahasa yang sama (visual, auditori atau kinestetik).
  • Untuk menjalin relasi dengan orang lain, cobalah untuk berempati dan mengembangkan rasa penasaran dibanding menghakimi orang.
  • Pelajari teknik lead and pace (mengikuti dan memimpin) untuk mengetahui sejauh mana hubungan kita dengan orang lain. Ketika merasa nyaman, kita secara tidak sadar meniru orang lain.
  • Untuk mempengaruhi orang lain kita perlu mengetahui apa keinginan mereka, apa kebutuhan (alasan mengapa mereka menginginkan sesuatu) mereka dan apa penderitaan yang mereka rasakan.
  • Pemimpin adalah orang yang memiliki inisiatif untuk mengambil tindakan. Mereka menciptakan perubahan. Bukan orang yang hanya bisa mengeluh dan menyalahkan orang lain. Kepemimpinan dimulai dengan mempengaruhi diri sendiri terlebih dahulu.
  • Sehat itu bukan dari timbangan, melainkan dari seberapa banyak energi yang dapat kamu gunakan untuk meraih kesuksesanmu.

Bangunlah kesehatan dari dalam ke luar dengan: makanlah makanan yang sehat (5 porsi buah dan sayur setiap hari, minum 2 lt air), jaga kesehatan fisik dengan berolahraga rutin, dan menjaga kesehatan emosional dengan pola pikir sehat.

  • Ingat konsekuensi mengerikan jika kamu menunda untuk berubah.

Pikiran manusia lebih termotivasi menghindari penderitaan daripada kemungkinan mendapatkan rasa senang. Inilah membuat orang tetap makan coklat banyak padahal ingin diet, membuat mahasiswa menunda mengerjakan tugas pada saat-saat terakhir, membuat orang lebih memilih tidur daripada olahraga.

Bayangkan kita mengalami lebih banyak penderitaan jika tidak juga mau berubah, dan sebaliknya merasakan lebih sedikit penderitaan jika mau berubah ke arah lebih baik.

  • Jadikan kebiasaaan dengan memiliki program 12 bulan. Miliki teman yang mendukung dan profesional, kurangi paparan berita negatif, isi dengan hal positif

Data Buku Aku Berubah maka Aku Sukses, Mengubah Diri Anda secara Maksimal melalui Perubahan-perubahan Minimal

cover aku berubah maka aku sukses nicola cookPengarang         : Nicola Cook

Editor                  : H Wibi Hardani

Penerbit             : Erlangga, 2012

Halaman             : xv + 272 hlm, 21×14,5cm

Harga                   : Rp 120.000,-

 

 

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

3 thoughts on “Aku Berubah Maka Aku Sukses karangan Nicola Cook

  • Pingback: Stay at home mom vs working mom, its My Story (part 2) – Shanty's Story

  • December 19, 2016 at 8:00 am
    Permalink

    Teh Shanty… Kok rasanya masih sulit ya utk mengembangkan pola pikir. Masih sering merasa menjadi korban. Klo tipsnya Teh Shanty apa supaya bisa always happy gitu, apapun yg dilakukan oleh orang2 di sekeliling qta?
    Truz mau nanya lagi nih. Kan sebaiknya qta gunakan 75% waktu dlm sehari hal yg qta sukai. Tapi klo ada batita kan otomatis 75% nya itu saya pakai bwt momong. Jadi kadang merasa kekurangan me time sehingga kadang gampang baper klo ada masalah.
    Gimana ya solusinya?

    Reply
    • December 19, 2016 at 8:11 pm
      Permalink

      Bisa jadi sulit Nia. Mengembangkan pola pikir kalau menurut saya sangat tergantung wawasan. Semakin banyak informasi dari berbagai pihak akan membantu membentuk pola pikir. Itu gunanya banyak membaca, dan memiliki banyak teman. Jangan ngumpet sendirian atau hanya mau membonsai pikiran hanya dengan satu cara pandang saja. Itu kalau saya.

      Kalau soal jadi korban, saya belajar dari Tausiah yang pernah disampaikan Aa Gym di mesjid TSM. Coba deh baca tulisan saya The Power of Istigfar. Mental korban bisa dibantai oleh QS Asy Syura 42:30. “Dan Musibah apapun yang menimpamu adalah akibat tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahanmu.”

      Mana ada orang yang selalu happy, Nia. Apa enaknya hidup selalu happy? Kita merasa happy, karena tau rasanya sedih. Nabi saja pernah sedih kok. Kalau saya sih hidup dijalani saja. Tertawa saat bahagia, menangis saat sedih. Dinikmati saja sewajarnya. Kalau lagi sedih ya intropeksi diri saja, istigfar. Mungkin lagi diingatkan. Setelah kesulitan ada kemudahan katanya.

      Soal anak, I feel you… Hidup saya bisa dibilang pernah 90% diisi 2 balita selama 7 tahun. Padahal saya sukanya nulis. Stress juga jadinya. Tapi ya dinikmati saja. Saya harus memilih. Saya memilih menyediakan waktu total untuk anak saat mereka kecil karena itu masa yang tidak akan bisa tergantikan. Saya merasa harus meletakkan pondasi kuat pada 5 tahun pertama kehidupan anak-anak. Kalau hal yang saya suka itu masih bisa dikejar setelah anak-anak usia sekolah. Nanti kalau anak-anak sudah usia sekolah, kemandirian mereka akan tumbuh secara alami. Saat itu lah kita bisa mengejar apa yang kita suka. Sekarang coba sukanya digeser dulu ke tugas sebagai baby sitternya Allah. Nggak semua orang dapat amanah itu loh. Hanya orangtua terpilih yang diberi tugas maha mulia itu.

      Segala sesuatu ada waktunya Nia. Sabar saja. Dinikmati saja mumpung bisa.

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: