Review film Insurgent

Ada yang suka cerita-cerita dystopia?

Apaan tuh dystopia? Dystopia novel itu kebalikan dari Utopia novel. Kalau utopia itu tentang cerita masa depan impian nan indah, nah dystopia atau anti-utopia itu cerita tentang masa depan yang suram dan ajaib.

Contoh novel-novel keren Dystopia itu seperti Trilogi The Hunger Gamesnya Suzanne Collins (The Hunger Games 2008, Catching Fire 2009, Mockingjay 2010), Trilogi The Maze Runnernya James Dasner (The Maze Runner 2009, The Scorch Trial 2010, The Death Cure 2011), dan Trilogi Divergentnya Veronica Roth (Divergent 2011, Insurgent 2012, Allegiant 2013). Novel-novel ini benar-benar menyita perhatian banyak orang, terbukti dengan lakunya novel-novel ini diatas puluhan juta kopi di seluruh dunia. Dan filmnya pun box office. Sepertinya, semua orang penasaran bagaimana penampakan khayalan-khayalan yang luar biasa itu.

Divergent series (1)

Awalnya saya juga nggak tergoda untuk baca dystopia novel. “Apaan sih khayalan nggak penting, bikin masalah yang mengada-ngada,” pikir saya. Saran saya, bagi orang yang berpikiran sama, jangan pernah sekalipun pegang atau coba-coba baca novel jenis ini. Kenapa? Karena begitu menyentuhkan, kemungkinan besar bakal kesirep dengan jampe-jampe yang maha dasyat yang membuat kita nggak bisa berhenti membaca sampai halaman terakhir. Kemudian ganti buku seri selanjutnya. Kemudian melirik seri dystopia novel yang lain. Dan merasa wajib nonton filmnya. Korbannya sudah terlalu banyak.

Insurgent quote2 (1)

Insurgent adalah film sekuel dari Divergent series yang keluar Maret 2015 lalu. Dibintangi oleh Shailene Woodley sebagai Tris Prior dan si ganteng Theo James sebagai Four. Mungkin biar tidak bingung, saya kasih sedikit cerita tentang seri pertama Divergent ya. Jadi ceritanya, di masa depan manusia dibagi dalam 5 faksi. Ada faksi Abnegation (orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan low-profile), Amity (pembawa kedamaian), Condor (orang-orang yang jujur), Dauntless (para pemberani), dan Erudite (para intelektual). Pada usia 16 tahun, setiap anak akan melalui sebuah acara dimana mereka akan disuntikkan serum untuk mengetahui mereka masuk pada faksi yang mana.

insurgent cable
Jeanine meminta Tris membuka kotak pesan

Tris Prior yang awalnya bernama Beatrice Prior, berasal dari keluarga Abnegation. Saat disuntikkan serum, ternyata Tris bisa cocok dengan beberapa faksi. Itu artinya Tris Divergent. Menjadi divergent sebenarnya aib dan perlu dirahasiakan. Pada akhirnya Tris memilih masuk faksi Dauntless. Di faksi ini Tris bertemu Four, yang ternyata Divergent juga. Divergent diakhiri dengan cerita pembantaian faksi Abnegation oleh faksi Dauntless yang otaknya telah dipengaruhi serum yang dibuat oleh Jeanine (Kate Winslet) dari faksi Erudites. Sebagai Divergent, Tris dan Four tidak terpengaruh oleh serum itu.

Film Insurgent dimulai setelah 5 hari masa pembantaian itu. Jeanine mengumumkan bahwa Divergent adalah musuh yang harus dimusnahkan. Dalam reruntuhan pemukiman Abnegation, ditemukan sebuah kotak 5 sisi yang memiliki  lambang setiap faksi. Jeanine menduga, kotak itu berisi pesan dari pendiri kota, untuk bisa menyelesaikan masalah Divergent ini. Karena hanya Divergent yang bisa membuka kotak, Jeanine memerintahkan semua Divergent ditangkap.

Selain Divergent yang memiliki kemampuan beberapa faksi, ada juga kelompok factionless yang malah tidak masuk ke faksi manapun. Dan ternyata pemimpinnya adalah Evelyn (Naomi Watts), ibu Four. Evelyn mengajak Four dan Tris bersatu untuk mengalahkan kezaliman Jeanine.

Film yang bermodal 110 juta dollar ini, ternyata mampu meraup box office hampir 300 juta dollar. Dalam novel, kisah ini sebenarnya terjadi di Chicago. Tapi sebenarnya shooting dilakukan di Atlanta. Asli, filmnya keren banget. Jadi tidak sabar menunggu lanjutannya film Allegiant yang akan tayang Maret 2016 ini.

 

Insurgent quote (1)

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Review film Insurgent

Leave a Reply

%d bloggers like this: