Percakapan Bayi dalam Rahim

Tulisan yang melintas di timeline FB saya ini cukup menarik perhatian. Kenapa? Karena langsung menyentuh lapisan spiritualitas saya yang terdalam. Sebuah tulisan luar biasa dari seorang penulis Hungaria, Útmutató a Léleknek ini aslinya bisa dilihat di status FB Barefoot College.

Berikut saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia mengenai percakapan 2 bayi kembar dalam rahim seorang ibu:

“Kamu percaya hidup setelah kelahiran?” seorang bayi bertanya pada saudaranya.

“Tentu saja. Pasti ada sesuatu setelah kelahiran.  Mungkin kita di sini untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti.”

“Ah yang bener aja,” kata bayi pertama.  “Tidak mungkin ada kehidupan setelah kelahiran.  Kehidupan macam apa itu? “

Bayi kedua menjawab. “Entah ya. Tapi mungkin akan lebih banyak cahaya daripada di sini. Mungkin kita bisa jalan dengan kaki dan makan dari mulut kita. Mungkin akan tumbuh indra lain yang tidak kita mengerti sekarang.”

Bayi pertama menjawab.  “Aneh ah, nggak masuk akal. Jalan nggak mungkin. Makan dengan mulut?  Yang bener aja! Tali pusat cukup memberikan nutrisi dan segala yang kita perlukan. Tapi tali pusat terlalu pendek. Hidup setelah kelahiran benar-benar tidak masuk akal.”

Bayi kedua bersikeras. “Ehm, saya pikir pasti ada sesuatu dan mungkin berbeda dari di sini. Mungkin kita tidak perlu tali pusat lagi.”

Bayi pertama menjawab. “Nggak mungkin. Dan lagi jika ada kehidupan, kenapa tidak ada yang pernah kembali dari sana? Kelahiran adalah akhir kehidupan. Dan hidup setelah kelahiran tidak ada apa-apa selain kegelapan, kesunyian dan kelupaan. Kita tidak akan kemana-mana.”

“Nggak tau juga ya,” kata bayi kedua. “Tapi sepertinya kita akan bertemu Ibu dan dia akan menjaga kita.”

Bayi pertama menjawab, “Ibu? Kamu sungguh percaya ada Ibu? Becanda ah. Jika dia memang ada, dimana Dia sekarang?”

Bayi kedua menjawab. “Dia ada di sekitar kita. Kita dikelilingi oleh-Nya. Kita adalah Dia. Kita hidup dalam diri-Nya. Tanpa dia hidup ini tidak mungkin ada.”

“Selama saya tidak melihat-Nya, logis jika saya bilang Dia tidak ada”, tukas bayi pertama.

Bayi kedua menjawab,  “Terkadang jika kamu dalam keheningan dan fokus dan benar-benar mendengar, kamu dapat merasakan kehadirannya. Dan kamu dapat mendengar suara cinta-Nya memanggil dari Atas”.

Berikut tulisan dalam bahasa Inggrisnya:

In a mother’s womb were two babies.

One asked the other: “Do you believe in life after delivery?”

The other replied, “Why, of course. There has to be something after delivery. Maybe we are here to prepare ourselves for what we will be later.”

“Nonsense” said the first. “There is no life after delivery. What kind of life would that be?”

The second said, “I don’t know, but there will be more light than here. Maybe we will walk with our legs and eat from our mouths. Maybe we will have other senses that we can’t understand now.”

The first replied, “That is absurd. Walking is impossible. And eating with our mouths? Ridiculous! The umbilical cord supplies nutrition and everything we need. But the umbilical cord is so short. Life after delivery is to be logically excluded.”

The second insisted, “Well I think there is something and maybe it’s different than it is here. Maybe we won’t need this physical cord anymore.”

The first replied, “Nonsense. And moreover if there is life, then why has no one has ever come back from there? Delivery is the end of life, and in the after-delivery there is nothing but darkness and silence and oblivion. It takes us nowhere.”

“Well, I don’t know,” said the second, “but certainly we will meet Mother and she will take care of us.”

The first replied “Mother? You actually believe in Mother? That’s laughable. If Mother exists then where is She now?”

The second said, “She is all around us. We are surrounded by her. We are of Her. It is in Her that we live. Without Her this world would not and could not exist.”

Said the first: “Well I don’t see Her, so it is only logical that She doesn’t exist.”

To which the second replied, “Sometimes, when you’re in silence and you focus and you really listen, you can perceive Her presence, and you can hear Her loving voice, calling down from above.”

#Mother Mother Earth News

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: