Besar Pasak daripada Tiang

Salah satu ilmu penting dalam hidup adalah kemampuan untuk hidup sesuai pendapatan. Dan bisa jadi ini termasuk mata pelajaran yang sangat sulit buat lulusnya. Bahkan untuk nilai minimal C.

Pendapatan 100, bergaya hidup 100.
Pendapatan 200, bergaya hidup 200.

Masalah akan terjadi jika pendapatan 100 tapi merasa HARUS hidup dengan gaya hidup 200. Standar minimal hidup HARUS 200. Merasa tidak layak hidup dengan standar 100.

Diatas langit ada langit. Standar akan terus naik.

Dan tanpa terasa kita melegalkan segalanya untuk memenuhi standar minimal. Yang sebenarnya sangat relatif.

Ada harga ada barang kata banyak orang. Itu benar sekali. Tapi kalau kita baru punya harga sedikit, SABAR lah untuk barang yang sedikit. Insya Allah jika bersyukur,  kemampuan kita akan bertambah seiring waktu. Dioptimalkan saja apa yang ada sambil terus berusaha.

Semestinya tidak tergoda hutang untuk bisa memenuhi kebutuhan sekunder, apalagi tertier. Beli HP ngutang, beli panci ngangsur, beli baju branded nyicil. Kemarin saya sempat lihat dalam sebuah brosur, bagaimana mobil seharga milyaran bisa dicicil. Ini serius ada yang perlu ngutang untuk mobil milyaran? Kenapa tidak menahan diri untuk membeli mobil cash seharga 200 jutaan misalnya. Kenapa? Kenapa? Mungkin nilai mata kuliahnya bidang ini hanya D.

mobil mewah
image: pixabay.com

Saya salut sama kesabaran teman-teman yang berani tidak berhutang. Bahkan untuk pada KPR Rumah yang nyaris kebutuhan primer setiap orang. Semoga dimudahkan mendapatkan rejeki yang cukup. Saya sendiri masih belum sanggup seperti itu.

Pendapat umum akan bilang mereka bodoh dan kurang berani mengambil resiko. Hidup ini perlu kemampuan mengambil resiko. Hanya orang yang berani melihat peluang yang akan memiliki dunia.

Ada beberapa tipe manusia. Ada yang ditakdirkan suka tantangan naik roller coaster. Menikmati masa-masa penuh naik turun yang menegangkan.  Tapi ada juga yang ditakdirkan hidup santai menikmati komidi putar. Santai saja berputar-putar di tempat yang sama dengan damai.

Tidak ada masalah.

Akan menjadi masalah ketika mereka saling iri dan ingin menjadi pihak yang lain.

Tidak semua orang harus suka naik komidi putar yang damai.

Tidak semua orang harus suka naik roller coaster yang penuh ketegangan.

Yang pasti semua orang bisa naik apa saja yang benar-benar ia sukai. Karena hanya dengan itu hidup akan lebih bermakna.

#RenunganSubuh

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: