Life Balance Quadrant, Meningkatkan kualitas hidup dengan prinsip keseimbangan bersama Jahja B Soenarjo.

Jam menunjukkan pukul 12.50 WIB ketika Pak Jahja B Soenarjo melanjutkan tongkat estafet materi kelima dalam Seminar Menjadi Ibu Bijak. Bener-bener deh ini panitia dari Yayasan Kharisma Satria Kirana, tega banget nggak ngasih jeda istirahat sejak materi pertama pukul 9.00 pagi. Untungnya, materi terakhir ini dibawakan dengan penuh semangat oleh pembicara berpengalaman yang juga Chief Consulting Officer Direxion, sebuah konsultan strategi yang telah berdiri sejak tahun 1993.

Demi membantu para jompo di desa Cileutik Cicaheum, Pak Jahja sharing mengenai Life Balance Quadrant, Meningkatkan kualitas hidup dengan prinsip keseimbangan. Ilmu penting untuk Menjadi Ibu Bijak nih.

Mengapa kita perlu Life Balance?

Apakah kita sering merasa stress? Sering kuatir? Sering ragu? Susah tidur?

“Sama, saya juga pernah stress,” aku pria yang telah menikah selama 23 tahun dan dikaruniani 2 putri ini. Ketika diterjang badai krismon, bisnisnya ikut berantakan. BMW harus diganti dengan Jimny bekas, rumah ngotrak, biasa makan steak di restoran mahal diganti jadi yang lebih alot di tempat makan sederhana.

keseimbangan dalam hidup

Disinilah kita perlu keseimbangan dalam hidup (life balance). Ada 4 kesimbangan yang perlu dijaga yaitu kehidupan spiritual dengan Sang Pencipta, kehidupan sosial, keharmonisan keluarga, dan karir. Keseimbangan ini akan sangat mempengaruhi produktivitas kita dalam menjalani kehidupan. Idealnya dengan keseimbangan ini, kita akan mendapatkan jiwa yang damai, emosi yang stabil, kasih sayang dari keluarga, dan materi yang cukup.

Tapi masalahnya kan tidak sesederhana itu. Ada pengganggu keseimbangan seperti beban kerja yang tidak terkelola dengan baik, kebiasaan multi tasking yang malah membuat kontra produktif, emosi yang labil, sampai ke mengejar target dan impian yang berlebihan.

Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, disanalah ketidakseimbangan terjadi.

“Makanya jangan kecanduan motivator seperti orang kecanduan rokok,” kata Pak Jahya. Daripada bayar mahal acara motivator untuk mendengarkannya bicara 2 jam dan kemudian lupa begitu keluar ruangan. Lebih baik beli buku, dan bisa dibaca berulang kali.

Motivator terbaik dan terhebat adalah diri sendiri.

Nasehat menarik yang sempat bikin saya bingung, ini yang ngomong motivator bukan ya?

Dalam kesempatan ini Pak Jahja menyampaikan 5 hal penting yang pernah disampaikan John C Maxwell dalam bukunya The 17 Indisputable Laws of Teamwork, Embrace Them and Empower Your Team. Dalam Law ke-9 mengenai Countability, disebutkan mengenai Character, Competency, Commitment, Consistent dan Cohesion.

balance life 5C

Character (Karakter)

Karakter adalah dasar hubungan antar manusia. Karakter menjadi sumber dari sebuah trust. “You can buy brains, but you can not buy character,” katanya om Robert A Cook. Karakter lahir dari rumah yang menjunjung nilai spiritualitas. Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual seyogyanya dimulai dari rumah dan keluarga.

Competency (Kompetensi/keahlian)

Karakter saja tidak cukup. Kita juga perlu orang yang kompeten. Untuk memahaminya, Maxwell memberi ilustrasi seperti ini. Jika kita harus dioperasi karena sebuah penyakit yang mengancam jiwa, apakah kita akan memilih seorang dokter berkarakter baik tapi tidak ahli operasi, atau dokter tidak baik yang ahli operasi?

Kompetensi berhubungan dengan IQ atau Intelektual Quotient yang bisa didapat dari bangku sekolah.

Commitment (Komitmen)

Untuk menjadi tim juara, diperlukan komitmen bersama. Untuk melihat apakah sebuah tim bagus, cukup dengan melihat siapa anggota yang paling buruk dari tim tersebut. Kalau ada ada anggota yang cedera, kamu harus membantunya demi mencapai tujuan bersama. Tidak ada kemenangan perseorangan dalam sebuah tim.

Consistent (Konsisten)

Konsistensi adalah hal mutlak dalam keberhasilan sebuah tim. Sudah waktunya sifat angin-anginan dan menunggu mood dibuang jauh-jauh.

Cohesion (Kohesi/keterikatan bersama)

Kohesi disini maksudnya ketertarikan untuk tetap bersama, apapun yang terjadi. Tanpa kohesi yang baik tidak ada yang namanya tim yang baik. Mereka sekedar sekumpulan individu yang bekerja pada sebuah perusahaan yang sama.

Untuk mendapatkan 5C diatas kita perlu keseimbangan Spiritual (soul), Intelectual (brain), Emotional (heart), dan Physical (body).

Masih belum ngerti juga tentang Balance life? Kalau begitu, coba deh kita ikuti tips for dummies to balance your life dari pak Jahja berikut ini:

  • Mulailah setiap hari dengan doa dan rasa syukur.
  • Berikan semangat pada keluarga setiap hari.
  • Bekerjalah dengan rencana dan fokus pada tujuan. Jangan bermimpi yang berlebihan tanpa memahami apa tujuan dan caranya.
  • Bekerjalah dengan tanggung jawab.
  • Selalu menghargai pasangan hidup dan anak. Juga atasan, rekan kerja, dan bawahan di tempat kerja.
  • Atur dengan baik pengeluaran. Biasakan merencanakan dan mencatat keuangan dengan baik.
  • Selalu mengasah diri, karena pembelajaran akan meningkatkan pengetahuan.
Jahja B Soenarjo - Seminar Menjadi Ibu Bijak
Jahja B Soenarjo, Motivator yang mengaku punya hobi ngepel di rumah.
  • Makan dan minum yang teratur dan sehat, hindari kebiasaan buruk.
  • Tidur yang cukup dan berkualitas
  • Olahraga teratur
  • Berteman sebanyak mungkin dengan orang yang tepat. Jadi jangan asal berteman.
  • Jangan bawa masalah kerumah jika anda tidak dapat membahasnya.
  • Jadikan setiap kegagalan sebagai pembelajaran, bukan sekedar ingatan.

Jika kita gagal, yang diingat itu jangan momen gagal dan kesedihannya. Tapi cobalah untuk mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian tersebut.

Nah hikmah inilah yang diingat. Ini untuk mencegah kita jatuh pada kegagalan yang sama. Ingatan sekedar pada momen gagal dan kesedihan malah membuat kita dicekam ketakutan, yang semakin membuat kita malah jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kali.

  • Berusaha mengikuti aktivitas sosial untuk meningkatkan kepekaan dan empati.

Contoh konkritnya bisa dengan ikut membantu menyalurkan bantuan sambil ngobrol-ngobrol dengan para Jompo yang sudah tidak punya siapa-siapa di desa Cileutik Cicaheum. Ikuti aja jadwalnya di Facebook Group Charity Peduli Sesama Yayasan Kharisma Satria Kirana. Pesan sponsor nih.

Demikianlah materi terakhir ditutup pada pukul 14.00 tepat sesuai jadwal. 5 materi luar biasa yang membuat baterai kita serasa di charge full lagi untuk Menjadi Ibu Bijak. Terima kasih kepada Yayasan Kharisma Satria Kirana dan para pembicara yang bersedia membagi ilmu menarik ini tanpa bayaran. Kini para Jompo di desa Cileutik dan para peserta seminar bisa sama-sama tersenyum deh. #pesertapuas.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: