Gadget sehat bersama Kakatu

Kerjasama membuat program aplikasi untuk menghindarkan anak dari kecanduan game dan pornografi bermula dari kehadiran seorang anak muda dalam seminar Bunda Elly Risman mengenai Melawan Bencana Seksual di Pasteur pada Juni 2014. Saat itu, Mumu – Muhammad Nur Awaludin mendatangi Bunda Elly dan berkata, “Ibu mau nggak jadi ibu saya, ibu saya sudah nggak ada.” Dari sana mulailah perjalanan panjang proses kerjasama Kakatu dan Yayasan Kita & Buah hati.

 

Apa saja fitur Kakatu? 

 

Dengan menginstal aplikasi Kakatu di Play Store Android, para orang tua akan dibantu memilihkan aplikasi yang sesuai untuk anaknya, membatasi waktu anak bermain gadget, dan melihat data berapa lama anak membuka aplikasi tertentu. Bahkan dalam beberapa bulan ke depan, Kakatu akan mengeluarkan fitur browser. Jadi anak kita cukup menggunakan browser Kakatu sebagai pengganti browser yang sering dipakai. Kita tidak perlu khawatir kalau anak kita mencari informasi mengenai ‘Kupu-kupu’ misalnya, akan keluar gambar-gambar ‘Kupu-kupu’ yang tidak boleh dilihat anak.

Sebenarnya proses menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Walau saya sebelumnya sempat bingung dan merasa kesal dengan prosedur pendaftaran, ternyata setelah mendengar penjelasan langsung dari pembuatnya, masalah itu teratasi.

Setelah menginstall aplikasi di Android, orang tua diminta untuk memasukkan informasi data singkat seperti nomor HP anak dan orang tua. Setelah diminta untuk memasukkan 6 digit pin sebagai password, orang tua bisa memilih aplikasi mana yang boleh di akses anak. Untuk hal ini Kakatu membantu para orang tua dengan mereview dan merekomendasikan 27 ribu aplikasi dan games yang aman untuk anak dan mendeteksi 11 ribu konten yang tidak baik untuk anak.

Kemudian para orang tua bisa memilih mode orang tua agar bisa mengakses semua pilihan aplikasi, atau mode anak yang hanya berisi aplikasi yang aman untuk anak. Dengan mode anak ini, tampilan menjadi lebih sederhana dan menarik buat anak. Wajar kalau ada testimoni seorang Ibu yang mengatakan anaknya selalu meminta dipasangkan mode anak digadgetnya. Si anak sudah tahu, kalau mode anak terpasang, itu artinya ia boleh main gadget.

Ketika saya memasang Kakatu di gadget anak-anak, ternyata mengalami kasus yang sama juga. Raka, anak saya yang berusia 8 tahun juga lebih suka mode anak karena ada shortcut langsung ke game yang dia suka. Dan mungkin juga karena lebih personal, karena ada foto si anak dalam fitur kontak. Ditambah lagi, kita bisa merekam peringatan waktu bermain habis dalam bentuk tulisan, suara bahkan video. “Raka, berhenti main gamenya ya!”

Alasan anak bermain game

Sebelumnya para orang tua harus sadar bahwa anak bermain game biasanya karena alasan: dibiasakan dan disediakan orang tua, menyenangkan dan melepas stress dan kebosanan karena tidak ada teman, meningkatkan keterampilan, dan memberikan perasaan berkuasa dan rasa jago.

 

Ciri games yang dapat menimbulkan adiksi:

  • dapat dimainkan secara kelompok
  • terdapat level challenge, quest, reward, dan experience point
  • ada ajang tournament mengenai game tersebut
  • jika bertanya ke orang lain, 70% mereka tahu tentang game-game tersebut
  • bersifat dinamis secara gameplay dan umumnya adalah game online
  • mempunyai storyline atau cerita yang menarik sehingga gamers menjadi terbawa perasaan

 

Jenis game dan tingkat adiksinya:

  • Jenis RPG (Role Playing Games), seperti Dota 2, World of Warcraft, Ragnarok, League of Legends, Final Fantasy, dll. Level adiksi: SANGAT
  • Jenis RTS (Real Time Strategy), seperti Age of empires, COC (Clash of Clans), Warcraft,  Command & Conquer, dll. Level adiksi: SANGAT
  • Jenis Game shooter, seperti Point Blank, Counter Strike, Call of Duty, Conflict Vietnam, dll. Tingkat adiksi: SANGAT
  • Jenis Game adventure, seperti GTA (Grand Auto Theft), Devil My Cry, Assasins Creed, Tomb Raider, God of War, Resident Evil, dll. Tingkat adiksi: SEDANG
  • Jenis Game Racing, seperti: Need for Speed, Burnout, Dirt 2, Asphalt, dll. Tingkat adiksi: SEDANG
  • Jenis Fighting Game, seperti: Street Fighter, Smack Down, Mortal Combat, dll. Tingkat adiksi: SEDANG.
  • Jenis Arcade, seperti: Tetris, Zuma, Temple Run, Angry Birds, Flappy Bird, dll. Tingkat adiksi: SEDANG
  • Jenis Sport Game, seperti: Sepak bola, Winning eleven, PES, FIFA, Tenis, Basket, dll. Tingkat adiksi: SEDANG
  • Jenis Edu Games, seperti: Duolingo (belajar bahasa), Toddler kids puzzles puzzinga, games belajar mewarnai, mengenal binatang,  dll. Tingkat adiksi: KURANG

Perhatikan rating konten dari setiap game. Disana dicantumkan peringatan bahwa rating game +18, kekerasan ekstrem, atau perjudian. Tapi tetap perlu diperhatikan saat anak memainkan game. Ternyata ada juga game-game yang tidak baik untuk anak mendapatkan rating +12.

esrb

Teknologi adalah penunjang masa depan dan dibuat untuk membantu memecahkan masalah setiap orang. Tetapi pengasuhan orang tua tetap tidak dapat dipindahtangankan terhadap canggihnya teknologi.

Anak-anak yang suka game juga bisa diarahkan pada kegiatan lain seperti yang ditawarkan codingcamp.id  yang digagas Kurie Suditomo. Di tempat ini anak-anak usia 8-17 tahun diajak membuat games, website dan aplikasi komputer. Mulai bulan Februari 2016, Codingcamp membuka cabangnya di Jl. Engkol no 4 Palasari Bandung.

 

Tim Kakatu dan Prestasinya

774774_893108150785591_2489618206006044655_oSetelah tahu lebih banyak mengenai game, sekarang kita lihat siapa sih orang dibalik aplikasi Kakatu ini. Walau Kakatu pertama kali diluncurkan pada September 2014, ke empat sekawan pendiri Kakatu telah resmi bergabung sejak Februari 2014. Dalam 1 tahun perjalanan, mereka telah mampu mengukir prestasi yang membanggakan, seperti:

  • Kakatu telah di pre installed di Tablet Samsung Tab 3V yang di launching pada pertengahan tahun 2015
  • Winner top 50 local apps 2015
  • Winner Global Brain Awards 2015
  • Top 100 Startup Asia Enchelon 2015
  • Winner startup of the year Bubu Awards 2015
  • Bersama 6 startup lain dari Indonesia, Kakatu akan mengikuti Training dan Mentorship dari Google Developer di Google Office Sillicon Valley USA 18-30 Januari 2016

pendiriKakatu yang pada awalnya hanya terdiri dari 4 orang, kini berkembang menjadi 8 orang. Mereka adalah Mumu (Muhammad Nur Awaludin) sebagai CEO, Robi – CTO, Indra & Ridwan – Web Developer, Rizki & Taufik – Android Developer, Artha – Designer, dan Wulan yang juga istri Mumu membantu di bagian Finance.

Robi sebagai satu-satunya pendiri Kakatu yang telah berkeluarga dan memiliki anak, sempat menyampaikan testimoninya sebagai pengguna Kakatu dan menyampaikan bahwa “Kakatu dibuat bukan untuk mengganti ciuman dan pelukan Bapak dan Ibu, tapi untuk membantu para orang tua agar dapat memanfaatkan waktunya bersama anak dengan lebih optimal.”

Keprok-keprok lah buat prestasi anak-anak muda lulusan Unikom Bandung ini. Semoga aplikasinya bisa semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Two thumbs up!

 

Gerakan Gadget Sehat

Dalam acara hari ini sekaligus menjadi peluncuran Gerakan Gadget Sehat. Perwakilan dari Telkom Indonesia, Yayasan Kita & Buah Hati, Kakatu, Semai 2045, Abah Ambu, Sabumi, dan beberapa pihak yang memberikan perhatian besar pada perkembangan anak-anak, menandatangani kesepakatan untuk gerakan ini.

Yuk Ayah Bunda, hanya kita yang bisa menyelamatkan anak-anak kita…

IMG_8057


 

Catatan:

*Materi ini disampaikan oleh Mumu, pendiri Kakatu pada Seminar Parenting Bahaya Dibalik Kecanduan Game yang diselenggarakan pada 14 Januari 2016 di Auditorium FK Unpad Jl Eycman 38 Bandung.

** Tulisan ini merupakan rangkaian pertama dari 3 post mengenai kegiatan ini.

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

One thought on “Gadget sehat bersama Kakatu

  • January 25, 2016 at 11:28 am
    Permalink

    Perlu banget nih ya. Emang anak-anak sekarang gadgeting banget, perlu di arahkan aja ya berarti soalnya kalau benar-benar dilarang tar malah sembunyi-sembunyi dibelakang main game.
    Jenis-jenis game nya saya ikut simpen ya buat di share lagi..
    makasih mbak tulisannya

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: