Kulwap pertama bersama PC Menulis IIP Sumut

Hari ini saya ada janji untuk Kulwap dengan teman-teman PC Menulis Sumut. Berhubung ini pertama kali saya mengisi Kulwap, rasanya materi kami tadi perlu diabadikan dalam sejarah perjalanan hidup. Jadilah jadwal menulis hari ini tentang Wisdom menjadi bergeser.

Apa ya PC itu? Ternyata teman-teman di Medan memilih istilah PC untuk kegiatan rumah belajar. PC singkatan dari Passiona Club. Ada 6 PC yang mewadahi minat Ibu-ibu di IIP Sumatra Utara seperti PC Menulis, Menjahit, Craft, Bisnis, Public Speaking, dan EO. Bulan ini bahkan akan ditambahkan PC Cooking. Menarik sekali.

Kulwap sore tadi diselenggarakan selama 1 jam dari pk 16.00 – 17.00 WIB dengan Host Kulwap Bunda Trisa Dini Daswan dan Notulis Bunda Fitri Amalia.

Berikut materi pembuka yang saya buat dalam waktu beberapa menit:

Sejujurnya saya ini belum pernah punya prestasi menulis apa pun. Saya sekedar ibu 2 anak yang baru bisa kembali menekuni hobi menulis saya sekitar 2 tahun terakhir. Jadi, jangan punya ekspektasi berlebihan kalau saya bisa berbagi ilmu keren dengan teman-teman.

Dalam perjalanan 2 tahun terakhir ini, saya menemukan beberapa tips menarik yang berusaha saya terapkan secara konsisten. Berikut tips menarik yang bisa kita jadikan bahan diskusi sore ini:

#1 Nulis bisa dimana saja dan kapan saja
Dulu saya banyak bingung mau nulis di notes kecil, hp atau langsung di laptop. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akhirnya malah nggak nulis-nulis. Kebanyakan mikir. Ternyata nggak perlu banyak mikir, nulis aja.

#2 Banyak baca biar banyak wawasan
Nggak mungkin bisa nulis tanpa banyak referensi. Saya kalau nulis final,  harus dengan koneksi internet tersambung. Ada banyak data yang perlu ditanya ke Mbah Google untuk membuat tulisan yang berbobot.

#3 Menulis untuk diri sendiri dulu
Saya hanya menulis tulisan yang mau dan perlu baca. Bukan berusaha memenuhi keinginan gaya bahasa orang lain. Minimal kita sendiri yang mengambil manfaat dari tulisan kita. Kalau orang lain ikutan mau baca, ya silakan saja. Apalagi kalau suka dan bermanfaat. Wah rasanya luar biasa.

#4 Manfaatkan apps pendukung menulis di gadget
Saya mengaktifkan predictive text supaya bisa menulis dengan cepat, Color Note untuk mencatat beragam ide di kepala, Tesaurus bahasa indonesia untuk perbendaharaan kata, KBBI dan Kamusku.

#5 Kenali buku/bacaan apa yang paling suka kamu baca
Ini enaknya jadi penulis. Kita suka baca novel, kita nulis novel sendiri.  Kita suka cerita anak atau buku parenting, itu yang akan kita tulis.

#6 Menulis dengan hati
Menulis karena memang suka menulis. Menulis karena perlu menulis. Pertemuan pertama di kelas menulis yang pernah saya ikuti, pelajaran pertamanya adalah mencari buku yang paling berkesan mengenai makna hidup dan temukan alasan kenapa kamu harus menulis. Baru setelah itu kita berpikir mengenai apa yang akan kita tulis.

#7 Banyak berlatih
Cara belajar menulis bukanlah dengan ikut kursus menulis mahal, tapi dari latihan rutin yang terus menerus. Itu sebabnya saya dan teman-teman di Bandung menggagas #ODOPfor99days. Sebuah kelas dimana kita melatih membiasakan menulis setiap hari Senin-Jumat selama 99 hari. Kalau sendirian kan banyakan malasnya.

Bergabunglah dengan komunitas menulis untuk mempercepat proses transfer ilmu. Pokoknya jangan sendirian lah.

Demikian Tips singkat dari penulis wannabe. Kalau perlu ilmu menulis lebih canggih, bisa lihat blog lama saya Shanty Belajar Menulis. Di sana ada kategori kelas AM5M yang berisi rangkuman 12 pertemuan selama berguru dari Bang Ahmad Fuadi penulis Trilogi Negeri 5 Menara.

DISKUSI :

1⃣ BUNDA FITRI : Bunda, bagaimana mengatasi kesulitan kita dalam memulai sebuah tulisan. Saya sering kesulitan dengan membuat kalimat awal/pembuka tulisan..sering kesulitan mencari kalimat yg menarik..jadinya suka ga pede untuk memulai sebuah tulisan.
Sama dong Bunda Fitri! Makanya saya kalau nulis asal nulis dulu. Entah itu tengah, awal atau akhir. Pokoknya di tulis dulu berantakan. Baru setelah itu diatur atur lagi urutan. Biasanya kata pembuka dan penutup yang enak baru ketemu setelah seluruh badan tulisan jadi.

2⃣  BUNDA DINI : Saya sering membuat tulisan yang alurnya nggak jelas bun. Misalnya menulis tentang pengalaman menjadi ibu muda, tapi karena banyak yg ingin diceritakan jadinya saya bingung bagaimana cara menyusun tulisan tersebut agar enak dibaca dan saling berhubungan. Adakah tips dari bunda supaya sebuah tulisan bisa enak dibaca dan dipahami?
Kata guru saya Bang Fuadi, masalah seperti itu solusinya cuma 1. Latihan yang banyak Bunda Dini. Cobain deh latihan menulis rutin setiap hari. Nggak usah mikir bagus atau jelek sekarang. Tapi lihat hasilnya setelah 99 hari.

3⃣ BUNDA FITRIA : bagaimana cara membuat tulisan yang menarik orang untuk membacanya? Kemudian, hal-hal apa saja yang dijadikan topik, sehingga orang menganggap tulisan kita bermanfaat dan mau men-share ke org lain?
Nah itu saya juga belum tahu jawabannya Bunda Fitria. Saya sering nulis Oleh-oleh acara parenting yang saya ikuti. Menurut saya semuanya bagus. Kata teman-teman terdekat juga bagus. Tapi hanya beberapa yang menjadi viral dan di share ribuan orang. Ada makhluk lain yang namanya buzzer yang memilih apakah sebuah tulisan akan mereka share apa tidak. Ini seperti peran editor di penerbit. Mereka yang bisa lihat mana yang punya pangsa pasar yang bagus atau tidak. Kalau nanya penulisnya sih, semuanya bagus-bagus aja.

4⃣ BUNDA SANTI : Bunda..bagaimana cara ‘menyimpan’ ide.
Kadang sering muncul ide nulis ini nulis itu pas lagi ngerjain kerjaan lain (misalnya pas masak, pas di jalan, dll). Dan gak sempet nulis idenya. Giliran tangan udah pegang pulpen atau di depan laptop, byaarr..lupa apa yg mau ditulis
➡ Wah bener, sama banget Bunda Santi. Kalau saya akhirnya selalu segera di tulis poinnya. Apa itu di notes HP, atau kertas bekas yang nanti di tempel di meja kerja. Biasanya ya kertasnya lecek atau basah, karena idenya datang saat saya cuci piring. Saya juga sedang nyoba rekam audio di hp untuk ide-ide yang seliweran di kepala.

5⃣ BUNDA TRISA : Bunda shanty kan pernah ikut kelas menulis dg bang fuadi, bolehkah diceritakan secara singkat kepada bunda bunda yang ada disini, hal hal apa saja yg ditekankan oleh sang guru agar kita bisa menulis lebih baik lagi? Dan saran atau pesan kepada bunda bunda disini yg masih terus belajar untuk menulis lebih baik
Menulis, menulis, menulis. Kalau ada yang baca N5M bagian Alif berguru menulis pada Bang Togar di Kampusnya, nah itu lah cara belajar menulis yang efektif. Sampai hari ini belum nemu apps yang bisa bantu kita bisa buat tulisan jelek jadi bagus dengan instan.

Buat teman-teman yang ingin berlatih bareng, bisa ikut Program #ODOPfor99days dengan menulis setiap hari dan di share di media sosial. Walau saat ini kelas sudah ditutup, tapi buat teman-teman yang telah membuat minimal 25 tulisan sebelum hari ke 34, akan kami undang untuk bisa masuk ke dalam grup pada 33 hari kedua. Tulisan dibuat cuma Senin-Jumat ya. Hari ini adalah #day10.✅

Demikian lah diskusi kami hari ini. Semoga bisa bermanfaat.

*buat yang mau lanjut diskusi menulis, silahkan ngobrol-ngobrol dilanjutkan di kolom komen.

IMG-20160115-WA0008
Oleh-oleh dari Medan

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

Leave a Reply

%d bloggers like this: