Review Buku 99 Perbedaan Cara Mengelola Waktu Miliarder VS Orang Biasa

Apakah kamu sudah jadi miliarder?

Kalau belum, sepertinya ini buku yang cocok buat kamu cari tahu apa sebabnya. Monica Anggen & Erlita Pratiwi telah mengumpulkan sejumlah fakta menarik dari para miliarder di seluruh dunia. Mereka merangkumnya dalam 99 kebiasaan yang ternyata memang tidak dilakukan oleh orang biasa yang bukan miliarder.

Yang pertama saya lakukan ketika memegang buku tersebut adalah skimming (membaca cepat) sambil membuat daftar kebiasaan mana yang sudah lakukan, yang kadang-kadang saya lakukan dan kebiasaan yang tidak pernah saya lakukan. Hasilnya saya ternyata HANYA melakukan sekitar selusin kebiasaan dari 99 kebiasaan yang dilakukan miliarder. Itu pun tidak dengan benar-benar konsisten. Jadi terjawab sudah kenapa saya bukan miliarder saat ini. Bahkan saya curiga, jumlah kebiasaan yang kita lakukan berbanding lurus dengan kondisi dompet kita.

 

Beberapa kebiasaan miliarder mungkin semua orang tahu seperti kebiasaan bangun pagi, olahraga rutin dan menjaga kesehatan, lebih suka membaca daripada menonton TV, memiliki rutinitas agar lebih produktif, tahu prioritas mana yang penting mana yang tidak, cepat mengambil keputusan, hingga kemampuan mengelola waktu dengan bijak dan disiplin. Sejumlah kebiasaan yang sepertinya sederhana, tapi jarang bisa dilakukan oleh orang biasa.

Dalam buku ini, kebiasaan tersebut dilengkapi dengan fakta-fakta menarik yang mendukung hal itu. Kita jadi tahu bahwa Li Ka-Shing, konglomerat terkaya di Asia terbiasa bangun pagi, bermain golf selama 1,5 jam dan treadmill 15 menit. Padahal usianya sudah 86 tahun.

Setiap kebiasaan dibahas 3-5 lembar. Disana ada contoh dari para miliarder yang sering berbanding terbalik dengan yang orang biasa lakukan, ilustrasi graphis, hingga tips untuk orang biasa melatih kebiasaan tersebut.

Ada juga beberapa kebiasaan yang sangat menohok harga diri kita sebagai orang biasa, seperti:

  • Kebiasaan Para Miliarder mencuri waktu, sedangkan orang biasa mengorupsi waktu (#39). Helena Morrissey, CEO Newton Investment Management yang memiliki 400 karyawan sekaligus ibu dari 9 anak, mencuri waktu tidurnya selama 2 jam untuk merapikan, menyusun ulang, dan menyiapkan pekerjaan yang harus diselesaikannya keesokan hari. Bill Gates, selalu mencuri waktu untuk membaca berbagai buku setiap malam. Berbeda dengan orang bisa yang meng-KORUPSI waktu jatah orang lain. Jatah untuk bersama keluarga di korupsi untuk kerja atau jatah jam kerja di kantor dikorupsi untuk mengerjakan pekerjaan sampingan.
  • Para miliarder menerapkan disiplin tinggi dalam memanfaatkan waktu, sedangkan orang biasa fleksibel terhadap waktu (#8).
  • Para Miliarder hanya memasukkan hal paling penting dalam to do list, sedangkan orang biasa mengisi to do list dengan semua yang INGIN dikerjakan (#9). Kalau buat kita multitasking itu keren ternyata para miliarder menghindarinya untuk hal yang penting. Bukan berapa banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan, melainkan berapa banyak pekerjaan yang bisa kita selesaikan dalam waktu sesingkat mungkin dan dengan hasil yang sesuai harapan (hal 47).
  • Para Miliarder membiarkan hasil yang bicara, sedangkan orang biasa hanya membicarakan betapa sibuknya mereka (#20)
  • Para Miliarder berlibur di akhir pekan dan menjadi lebih produktif di minggu berikutnya, sementara orang biasa bekerja di akhir pekan sebagai bukti produktivitas (#70)
  • Para Miliarder mengerjakan pekerjaan yang ingin mereka SELESAIKAN hari itu, sedangkan orang bisa mengerjakan pekerjaan yang INGIN mereka kerjakan (#24). Mereka fokus pada produktivitas, sedangkan kita hanya fokus pada kesibukan tanpa arah.
  • Mereka terlihat selalu punya waktu untuk berbagai kegiatan, sementara kita selalu merasa tidak punya waktu (#75).
  • Para Miliarder memiliki banyak cara untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, sementara kebanyakan dari kita ‘terlanjur nyaman’ dengan caranya selama ini dan hasil yang itu-itu saja (#89)

Asli, malu deh bacanya.

Selain itu wawasan kita juga dibuka terhadap beberapa kebiasaan unik para miliarder, seperti:

  • Mereka menyediakan waktu khusus untuk belajar dengan cepat, sedangkan orang biasa belajar sedikit demi sedikit dalam waktu lama (#23).
  • Para Miliarder memanfaatkan waktu bersosialisasi untuk menemukan hal-hal bermanfaat, sedangkan orang bisa hanya sekedar bersosialisasi (#25).
  • Mereka itu berlatih dengan pola untuk mendapat hasil luar biasa, berbeda dengan orang biasa yang hanya berlatih untuk jadi ahli.
  • Miliarder itu menyadari ada campur tangan Tuhan dalam setiap pekerjaan mereka, orang biasa hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri.
  • Mereka membangun jaringan, sedangkan kita menghabiskan waktu membangun usaha.
  • Mereka menekuni HANYA 1 bidang untuk mencapai sukses, sedangkan kebanyakan dari kita mencoba banyak bidang demi mencapai kesuksesan.
  • To do list digunakan miliarder sekedar sebagai pengingat, sementara orang biasa menggunakannya untuk mengelola waktu. 81% orang kaya menggunakan to do list dan mampu menyelesaikan 70% kegiatan yang tercantum dalam daftar tersebut. Hanya 19% orang biasa yang memiliki to do list (hal 123)
  • Mereka menggunakan teknologi untuk memaksimalkan penggunaan waktu, sedangkan orang biasa menggunakan teknologi untuk kesenangan (#54)
  • Mereka bekerja sejak usia remaja, sedangkan kita baru mulai bekerja ketika usia dewasa (#80).

Mengubah kebiasaan memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Miliarder memang berbeda dengan orang biasa. Wajar saja jumlah mereka tidak sebanyak orang biasa.

Ada juga beberapa kebiasaan bijak yang menjadi rahasia miliarder seperti:

  • Bagaimana mereka berusaha memudahkan orang lain, sedangkan orang biasa sibuk berusaha mensukseskan diri sendiri (#36)
  • Miliarder menyediakan waktu untuk keluarga, orang biasa hanya punya waktu untuk bekerja (#38)
  • Mereka murah hati berbagi resep kekayaan dan kesuksesan (#48)
  • Mereka memotivasi diri sendiri terlebih dulu, orang biasa sibuk memotivasi orang lain (#63)
  • Miliarder mencintai pekerjaan mereka sepenuh hati, sedangkan orang biasa bekerja hanya karena kewajiban (#76)

Sebenarnya 99 kebiasaan Miliarder VS Orang Biasa ada saudara-saudaranya. Kalau dipajang di toko buku kita bisa lihat ada 4 buku dengan warna-warni menarik. Walau memang ditulis oleh orang yang berbeda-beda.

Jika melihat buku-buku lain karya Monica Anggen, kita harus mengakui bahwa ia adalah penulis yang sangat jagoan mengumpulkan sejumlah fakta dan mengemasnya dalam buku ringan yang enak dibaca. Layout yang menarik, banyak penjelasan graphis, dan tulisan yang tidak terlalu panjang-panjang, cocok banget lah dengan selera orang Indonesia yang tidak terlalu sanggup membaca panjang-panjang. Sepertinya beliau tahu banget kemampuan kita yang cuma hobi baca status di sosial media saja. #sadardiri.

Jadi gimana? Penasaran pengen punya bukunya? Sekarang mengertikan kenapa saya bisa begitu ngidam untuk bisa baca buku ini sebelum akhir tahun. Sampai harus mengeluarkan rayuan maut memaksa suami mau hujan-hujanan mampir ke toko buku untuk ambil buku keren ini.

Yuk kita jadi miliarder!

Data Buku 99 Perbedaan Cara Mengelola Waktu Miliarder VS Orang biasa

Penulis                 : Monica Anggen & Erlita Pratiwi

Editor                    : Mira R

Penerbit              : Grasindo, November 2015

Halaman              : vi + 306 hlm, 13 x 20cm

Harga                    : Rp 50.000,-

 

Shanty Dewi Arifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Forum 2003 - Akademi Menulis 5 Menara - #ODOPfor99days.

3 thoughts on “Review Buku 99 Perbedaan Cara Mengelola Waktu Miliarder VS Orang Biasa

  • January 7, 2016 at 6:11 pm
    Permalink

    beneeerr menarik bukunya.
    hanya saja ada beberapa hal yg pingin ditanyakan…seandainya ada bedah bukunyaa…pasti serruuh yaa, teh…

    mauuh aah…cari bukunya.

    Nice review teh..
    Tulisan teteh slalu menginspirasiii…

    *kisskiss

    Reply
  • February 19, 2016 at 6:58 pm
    Permalink

    Keren reviewnya mbak,,duuhh, malu bacanya,, pertanyaan sy para miliarder itu pernah jadi orang biasa gak ya?hehe.. Semoga bisa pny bukunya 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: